
Hari ini aku akan diwisuda, pagi-pagi sekali aku sudah bangun.Aku bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan.
kuputar kran air dan kuisi bathtub dengan air hangat dan kucampurkan dengan beberapa tetes minyak aromaterapi kemudian aku segera berendam.
Setelah selesai mandi,aku segera berganti pakaian dengan pakaian yang telah aku persiapkan khusus untuk hari ini, yaitu kebaya Jawa serta kain jarik.
kurias wajahku dengan riasan natural.Sejenak aku melihat pantulan diriku sendiri di cermin, 'berasa jadi pengantin' batinku sambil tersenyum kecil.
Setelah selesai berdandan kukenakan jubah toga ku,oh ya ternyata toga ada sejarahnya loh.
Konon toga berasal dari bahasa latin 'tego' yang berarti 'penutup'.Saat itu toga dibuat dari kain sepanjang kurang lebih enam meter yang dililitkan ke tubuh dan biasa dikenakan oleh pribumi Italia.
Toga mulai berkembang di Romawi dalam bentuk mantel wol tebal yang dipakai setelah cawat atau celemek dan dianggap satu-satunya busana yang pantas dikenakan diluar ruangan.
Seiring berjalannya waktu pemakaian toga mulai bergeser dari pakaian sehari-hari menjadi pakaian resmi seremonial termasuk acara kelulusan,dan sebagai atribut wisuda bentuk toga pun kemudian dimodifikasi menjadi jubah longgar yang berukuran cukup panjang.
Setelah mengenakan jubah,aku mengenakan atribut kelulusan yang lain seperti kerah atau teratai dan slayer,terakhir kukenakan topi toga ku.
Topi toga sendiri juga memiliki makna yaitu seseorang yang berpendidikan harus memiliki pikiran dan wawasan yang luas serta mampu melihat sesuatu dari berbagai macam sisi dan sudut pandang.
Terdengar pintu kamarku diketuk dan nampaklah Papa memasuki kamarku,sejenak ia memandangi diriku
"Kania kamu cantik sekali hari ini nak" puji Papaku.
"Ah Papa bisa aja" jawabku sambil tersipu malu.
"Apa kamu sudah siap?" tanya Papa.
"Sudah Pa,yuk kita berangkat sekarang" ajakku.
Papa pun mengangguk,kemudian kami melenggang menuju ke basement.
Aku senang sekali Papa mau mendampingiku saat wisuda sekarang,karena selama ini Papa tak pernah mau mendampingiku untuk wisuda.
Sebelum berangkat aku menghubungi Arsen terlebih dahulu untuk langsung bertemu ditempat wisuda saja karena sebelumnya ia berjanji akan menemaniku saat wisuda juga.
Sesampai ditempat wisuda ternyata Arsen sudah ada disana,kami bergegas menghampirinya yang sedang duduk di kursi untuk para tamu.
"Hai Arsen kamu udah lama nungguin kita ya?" sapaku sambil menghempaskan pantatku diatas kursi disampingnya
"Nggak juga kok sayang,aku juga baru datang!" jawab Arsen yang kemudian menyalami Papaku.
"Pagi Om,gimana kabarnya?" sapa Arsen.
"Kabar Om baik,kamu sendiri gimana?" jawab Papa.
"Aku juga baik Om"
Mereka berdua pun melanjutkan obrolan mereka seputar bisnis,dan aku hanya menjadi pendengar setia.
Tak berselang lama terdengar aba-aba bahwa acara akan segera dimulai,aku bergegas berkumpul bersama para wisudawan dan wisudawati lainnya.
Acara dimulai dengan prosesi iring-iringan senat yang terdiri dari ketua dan wakil ketua, masing-masing ketua jurusan dan wisudawan wisudawati yang dipandu dengan petugas pembawa pedel dan diiringi lagu Tanah Airku Indonesia,dan acara pun resmi dibuka.
Terdapat beberapa sambutan yang disampaikan oleh para dosen serta pengumuman wisudawan wisudawati dengan nilai kelulusan terbaik,salah satunya adalah aku.
Acara selanjutnya adalah pemberian penghargaan untuk para lulusan terbaik dan ditutup dengan doa.
Setelah semua acara selesai kami pun saling berfoto bergantian.
Tak lupa aku juga mengabadikan momen ini bersama Arsen dan Papa.Kulihat wajah Papa memancarkan kebahagiaan setelah sekian lama.
Selesai berfoto Arsen pun langsung berpamitan pada kami karena ia ada meeting dengan klien setelah sebelumnya mengucapkan selamat padaku.
"Selamat ya nak sekarang kamu sudah jadi seorang dokter" ujar Papa.
"Makasih ya pa" jawabku sambil tersenyum bahagia.
"Kamu mau hadiah apa dari Papa?"
"Emh apa ya,oh ya aku mau hari ini Papa masak buat aku" jawabku cepat.
"Siap tuan putri Papa,tapi sekarang kita pulang kerumah dulu ya" ajak Papa.
Kami pun melenggang menuju ke area parkir sambil tanganku bergelayut manja dilengan Papa.Mobil pun segera melesat membelah jalanan kota,sesampai dirumah kami segera masuk.
"Kania Papa capek kita istirahat aja dulu ya,ntar sore Papa masakin buat kamu"
"Oke Pa Kania juga capek,aku ke kamar dulu ya Pa!".
Aku pun berlalu menuju kamarku yang berada dilantai dua dan menghempaskan tubuhku diatas ranjang.
...****************...
Sore hari nampak Papa tengah berkutat dengan bahan-bahan masakan didapur,sepertinya ia benar-benar memenuhi janjinya tadi,aku pun segera menghampirinya.
"Sore Pa" sapaku.
"Eh Kania,sudah bangun kamu nak" sahut Papa sambil menoleh ke arahku.
"Papa mau masak apa nih?" tanyaku.
"Kania bantuin ya Pa!"
"Emang kamu bisa masak?"
"He he he emang nggak bisa,makanya sekarang Kania mau belajar masak sama Papa biar ntar kalau Kania nikah udah bisa masak!" jawabku sambil cengengesan.
"Ya udah sini kamu kupas dan potong-potong sayurannya aja" jawab Papa sambil menyerahkan sebuah pisau padaku.
"Oke!"
saat memotong sayuran tak sengaja jariku teriris pisau
"Auch sakit!" ringisku.
"Kamu kenapa nak?" tanya Papa panik.
"Ini Pa jari Nia kena pisau"
"Sini Papa obati dulu" tukas Papa sambil mengambil kotak obat.
"Lain kali hati-hati ya,nah udah selesai sekarang kamu duduk diam dan lihatin Papa aja ya" kata Papa sambil membereskan kotak obat.
"Iya deh" sahutku mengalah.
Papa pun melanjutkan aktifitas memasaknya,ia terlihat sangat lihai menggunakan berbagai alat masak.
Aku terus memandangi wajah Papa yang tengah sibuk meracik bumbu.Diusianya yang sekarang ternyata Papa masih terlihat tampan,aku pun tersenyum-senyum sendiri melihatnya.
Tak berselang lama masakan Papa pun telah usai,kami segera menata hasil masakannya diatas meja makan.
"Hmmm aromanya enak banget nih Pa,jadi nggak sabar pengen nyobain"
"Papa bersih-bersih sama ganti baju dulu ya,setelah itu kita baru makan bareng"
"Oke..."
Papa pun bergegas masuk ke kamarnya untuk membersihkan badan dan berganti pakaian,tak berselang lama Papa pun kembali ke meja makan.
"Kita makan sekarang yuk" ajak Papa.
"Ayo Pa,Kania juga udah laper" sahutku.
Kami pun segera menyantap hidangan yang tersaji diatas meja.
"Hmmmm masakan Papa emang enak banget,nggak kalah sama masakan restoran" pujiku disela-sela makan.
"Kamu bisa aja muji Papa,sekarang kamu percaya kan kalau Papa jago masak!" kata Papa.
"Iya Pa Nia percaya,lain kali ajarin Kania masak juga ya Pa" jawabku.
"Dan sering-sering masakin buat Nia juga" kataku lagi sambil mengedipkan sebelah mata.
"Iya ntar Papa ajarin kamu masak,kamu tambah lagi nih makannya"kata Papa sambil menyendokkan kwetiau goreng kepiringku.
kami pun melanjutkan menikmati makanan kami.
"Kania ada yang ingin Papa omongin ke kamu!" kata Papa sambil meletakkan sendoknya.
"Ada apa Pa,ngomong aja" jawabku sambil tetap mengunyah makananku.
"Papa ingin kamu melanjutkan studi kamu di University of Cambridge di Inggris"
"Kenapa harus di Inggris Pa? kenapa nggak disini aja?"
"Karena universitas disana sangat bagus,Papa ingin kamu menjadi ilmuwan botani yang hebat, bukannya itu juga cita-cita kamu?"
Aku pun meletakkan sendokku
"Nanti Kania pikirin ya Pa,sekarang Kania mau bantuin Papa ngurus Perusahaan aja dulu,lagian Kania kan baru saja diwisuda!" jawabku.
"Baiklah kalau itu keinginan kamu,tapi Papa harap kamu benar-benar memikirkan perkataan Papa tadi" sahut Papa.
"Baik Pa,kita lanjut makan lagi yuk"
Kami pun melanjutkan makan kami,setelah selesai aku berpamitan pada Papa untuk kembali ke kamar.
"Pa Nia sudah selesai makannya,Nia kembali ke kamar dulu ya mau istirahat" pamitku.
Papa pun mengangguk mengiyakan
"Makasih juga buat masakannya ya Pa" lanjutku lagi.
Aku pun bergegas masuk ke kamar dan mengistirahatkan tubuhku diatas ranjang.
*
*
*
Hai readers maaf ya kemarin aku nggak bisa up soalnya listrik dirumah seharian padam dan nggak ada sinyal juga,sebagai gantinya sekarang author up dua bab langsung.
jangan lupa like dan komentnya ya biar author makin semangat up nya