
Pagi hari aku terbangun saat matahari belum menampakkan cahayanya,aku menggeliat dan melihat kearah jam dinding,waktu masih menunjukkan pukul empat pagi waktu setempat.
Aku segera bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu,aku ingin melakukan sholat subuh lebih dulu sebelum memulai aktifitasku.
Selesai mengambil air wudhu aku sengaja membangunkan Mas Abhi untuk mengajaknya sholat subuh berjamaah.
"Mas, Mas Abhi,bangun yuk!" ucapku membangunkan Mas Abhi sampul menggoyangkan lengannya.
"Emh,ada apa honey?" ujar Mas Abhi dengan suara detak khas bangun tidur.
"Bangun Mas!,kita sholat subuh berjamaah yuk!" ajakku.
"Tunggu bentar ya,aku ambil air wudhu dulu!" ujar Mas Abhi seraya bangkit dari tempat tidur.
Mas Abhi pun bergegas menuju kamar mandi dan mengambil air wudhu,sedangkan aku bergegas menghamparkan sajadah diatas lantai, lalu duduk berdzikir sembari menunggu Mas Abhi selesai mengambil air wudhu.
Tak berselang lama Mas Abhi pun selesai,ia segera menghampiriku dan mengajakku untuk segera memulai sholat.
"Kita mulai sekarang yuk,honey!" ajak Mas Abhi.
"Ayo, Mas!" jawabku seraya bangkit bersiap melakukan sholat.
Mas Abhi pun berdiri di depanku bertindak sebagai imam sholat,kemudian ia mengangkat kedua tangannya sambil mengucap kalimat takbir.
Aku pun mengikuti gerakan Mas Abhi dan melipat kedua tanganku didepan dada,kemudian Mas Abhi pun melafalkan surat Al-fatihah yang dilanjut dengan surat ad-duha.
Kemudian mas Abhi melanjutkan gerakan sholat lainnya,dan aku pun mengikuti setiap gerakannya sampai selesai.
Selesai sholat kami melanjutkan dengan berdzikir bersama dan berdo'a,kemudian Mas Abhi berbalik menghadapku dan aku pun merengkuh tangannya dan mencium punggung tangannya,yang kemudian dibalas Mas Abhi dengan mencium keningku dengan penuh kasih sayang.
"Aku senang kau mau mengajakku sholat berjamaah,setidaknya itu menjadi tanda bagiku bahwa kau mulai membuka hatimu untukku," ujar Mas Abhi sambil tersenyum.
Aku akui ini adalah sholat berjamaah pertamaku bersama Mas Abhi setelah aku resmi menjadi istrinya.
"Iya Mas,aku ingin rumah tangga kita sakinah mawadah warahmah hingga maut memisahkan seperti yang diinginkan Emir dulu!" ujarku sambil ikut tersenyum.
"Kita mulai semua dari awal lagi ya!" ujar Mas Abhi.
"Iya Mas!" sahutku.
Mas Abhi pun meraih tubuhku dan membawaku kedalam pelukannya,aku pun membalas pelukannya dengan cara mengeratkan pelukannya padaku,aku menemukan adanya kedamaian dan ketenangan dalam pelukannya, sebuah cinta yang tulus tanpa pamrih mengalir deras menghujani tubuhku.
Setelah beberapa saat Mas Abhi pun melepaskan pelukannya.
"Sekarang kita sarapan yuk!" ujar Mas Abhi.
"Mas udah lapar?," tanyaku.
"Iya nih!," jawab Mas Abhi.
"Ya udah,aku pesankan makanan lewat pelayanan kamar aja ya Mas,biar cepet!" ujarku.
"Iya!" jawab Mas Abhi.
Aku pun segera melepas mukenahku dan melipatnya,kemudian aku beranjak menuju telpon kamar hotel.
"Mas mau dipesankan apa?" tanyaku sebelum memencet nomor pelayanan kamar.
"Apa aja!,pilih aja mana yang kau suka" jawab mas Abhi.
Aku pun memencet nomor pelayanan kamar dan memesan beberapa makanan dan minuman.
Tak berselang lama,pelayan pun datang sambil membawa pesanan kami,aku pun segera membukakan pintu dan membiarkan pelayan itu masuk dan menyajikan makanan.
Setelah pelayan tadi pergi,aku pun mengajak mas Abhi untuk makan.
Kami pun segera menikmati makanan itu,sesekali Mas Abhi menyuapiku dengan makanannya.Pancaran cinta terlihat jelas dari kedua matanya,membuatku sangat yakin untuk membuka hatiku untuk Mas Abhi.
"Oh ya honey,hari ini Mas mau pergi dulu, mungkin nanti malam mas baru pulang!" ujar Mas Abhi setelah menyelesaikan makannya.
"Mas mau kemana?," tanyaku.
Aku pun menghela napas berat.
"Mas mengajakku kesini niatnya untuk liburan,tapi nyatanya Mas masih juga sibuk kerja" ujarku memprotes kepergiannya.
"Ya mau gimana lagi,namanya juga mendesak! mau nggak mau Mas harus menyelesaikannya" ujar Mas Abhi mencoba memberiku pengertian.
"Terus aku gimana? masak seharian aku harus dikamar sendirian? bisa mati kebosanan aku Mas!" ujarku sambil cemberut.
"Nggak usah cemberut gitu,ntar aku cium loh tuh bibir!" ujar Mas Abhi sambil menggodaku.
"Ish Mas Abhi apaan sih!" ujarku sambil membuang muka.
Mas Abhi pun tertawa melihat tingkahku.
"Gini aja deh,kamu pergi ke salon,lakukan perawatan tubuh, pedicure,menicure,atau apa aja,aku ingin kamu tampil istimewa malam ini!" ujar Mas Abhi setelah ia puas tertawa.
"Buat apa Mas?" tanyaku.
"Masak suami ingin melihat istri tampil cantik harus pake alasan?" ujar Mas Abhi bertanya balik.
"Bukannya gitu Mas,cuma tumben-tumbenan aja kamu memintaku tampil cantik!" ujarku menjelaskan maksudku.
"Nanti juga kamu akan tahu!" jawab Mas Abhi sambil tersenyum.
"Oh ya nanti pengawalku yang akan mengantarkanmu ke salon!".
"Nggak usah Mas,aku pergi sendiri aja!" ujarku menolak keinginannya.
"Mas nggak mau mendengar penolakan darimu!,ini negara orang, Mas nggak ingin terjadi sesuatu sama kamu selama Mas pergi" ujar Mas Abhi mempertegas perintahnya.
"Iya deh,nanti aku perginya dianter pengawal" ujarku mengalah.
'Sejak kapan sih Mas Abhi jadi suka memaksakan keinginannya begini sama aku!' batinku dalam hati sambil tersungut-sungut.
"Nah gitu dong, Mas kan jadi tenang meninggalkanmu sendiri!" ujar Mas Abhi sambil tersenyum dan mengusap pucuk kepalaku.
"Ya udah Mas bersiap dulu ya,bentar lagi Mas mau berangkat !" lanjut Mas Abhi sambil berlalu dari hadapanku.
Mas Abhi pun mengambil setelan jas dari dalam lemari dan bersiap,aku pun ikut membantunya bersiap dan merapikan pakaiannya.
Tak butuh waktu lama Mas Abhi pun telah siap,ia terlihat semakin gagah dan menawan dengan setelan jas yang membalut tubuhnya.
"Mas berangkat sekarang ya!" pamit Mas Abhi.
"Iya Mas!" jawabku singkat.
Aku segera mengambil tangan Mas Abhi dan mencium punggung tangannya yang dibalas Mas Abhi dengan mencium keningku dengan penuh cinta.
"Kamu hati-hati ya perginya nanti,kalau ada apa-apa segera hubungi Mas!" pesan Mas Abhi.
"Iya Mas,aku akan hati-hati!.Lagi pula aku perginya kan diantar pengawal" ujarku sambil tersenyum manis.
"Ya sudah, Mas pergi dulu!" ujar Mas Abhi,dan Mas Abhi pun segera pergi meninggalkanku.
Setelah melepas kepergian Mas Abhi aku pun segera bersiap juga,dan setelah selesai aku segera turun kebawah dan menghampiri pengawal Mas Abhi yang sudah menungguku di depan lobby.
"kita berangkat sekarang!" ujarku pada pengawal itu.
"Baik Nona!" jawab pengawal.
Pengawal itu pun membukakan pintu mobil untukku dan mempersilahkan aku masuk.
"Kalian sudah tahu kan kemana tujuan kita?" tanyaku pada pengawal setelah masuk kedalam mobil.
"Sudah Nona!, Tuan Abhimana sudah memberikan instruksi pada kami" jawab pengawal.
"Bagus!,kalau begitu antarkan saya kesana sekarang" ucapku.
Mobil pun segera meluncur membelah jalanan kota membawaku kearah tujuan.