Say No To Drugs

Say No To Drugs
Bab 46



Setelah kepergian Arsen dari toko bunga kami,kami segera membereskan semua kekacauan yang sudah dibuatnya, sedangkan semua orang yang


kebetulan lewat dan melihat kejadian tadi pun segera melanjutkan aktivitas mereka.


Setelah beberapa lama akhirnya kami pun selesai,aku segera menghampiri Abhimana untuk menanyakan maksud dari ucapannya tadi.


"Abhi, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan sama kamu!" kataku.


"Mau nanya apa? katakan saja!" kata Abhimana.


"Apa maksud dari ucapanmu tadi? mengapa kau mengaku sebagai calon suamiku pada Arsen?" tanyaku.


Abhimana tampak diam sejenak,tapi kemudian dia segera menjawab pertanyaanku tadi.


"Aku tidak punya maksud apa-apa,aku berkata begitu hanya untuk melindungimu agar pria itu tidak mengganggumu lagi!" jawab Abhimana sambil tersenyum.


"Benar begitu!" kataku mencoba mencari kebenaran.


"Tentu saja!" jawab Abhimana.


"Ya sudah kalau begitu,maaf aku tadi sudah salah sangka sama kamu!" kataku meminta maaf.


"Tidak apa!" jawab Abhimana sambil tetap tersenyum.


"Oh ya terimakasih banyak atas bantuanmu tadi,kalau tidak ada kau, maka keadaannya pasti akan bertambah buruk!" kataku.


"Sama-sama" jawab Abhimana sambil tersenyum.


"Tapi kenapa kalian tidak segera menghubungiku tadi? bukankah aku sudah pernah bilang kalau pria itu bikin ulah lagi disini kalian harus segera menghubungiku,coba kalau tadi aku nggak datang tepat waktu pasti dia sudah melukai kamu!" omel Abhimana.


"Aku tuh tadi sudah mencoba berulangkali untuk menghubungi kamu,tapi kamunya aja yang nggak ngangkat-ngangkat!" cerocos Dinda sambil memonyongkan sedikit bibirnya karena tak terima disalahkan oleh Abhimana.


"Oh ya masak sih,kok aku nggak tahu!" kata Abhimana.


"Kamu cek aja sendiri handphone kamu!" kata Dinda sambil melengos.


Abhimana pun segera merogoh saku celananya dan mengecek handphonenya.


"He he he maaf handphone aku lowbat,semalam lupa nggak dicas" kata Abhimana cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hu makanya lain kali jangan asal nyalahin orang!" cibir Dinda.


"Tetep aja kamu yang salah!" kata Abhimana kekeh menyalahkan Dinda


"Udah udah jangan ribut,kalian ini ya kalau udah ketemu sukanya berantem terus,udah kayak kucing sama anjing aja!" kataku mencoba menghentikan pertengkaran mereka berdua.


"Tau tuh si Abhi!" kata Dinda.


"Dinda!" kataku sambil melirik kearah. Dinda.


"Iya iya aku diem!" kata Dinda.


"Nah gitu dong,kalau kalian berdua akur kan enak dilihatnya!" kataku sambil tersenyum.


Aku pun segera duduk berselonjor untuk sejenak melepas kepenatan ku setelah membereskan barang-barang yang berantakan tadi.


Tapi tak berselang lama sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti didepan toko bunga kami,dari dalamnya keluarlah seorang wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda.


Wanita itu mengenakan dress berwarna merah maroon, high heels yang tidak terlalu tinggi,dan tak lupa sebuah tas dengan merek ternama yang tergantung dilenganya dengan warna yang senada.


Wanita itu pun berjalan kearah kami dengan anggunnya,terlihat sekali bahwa ia adalah seorang wanita yang berkelas.


Aku pun segera berdiri untuk menyambut kedatangannya.


"Selamat datang di AZALEA FLORIST,apa ada yang bisa kami bantu?" sambutku.


"Oh ya mbak saya lagi nyari tanaman anggrek bulan,apa disini ada?" tanya wanita itu.


"Oh ada Bu,sebentar biar saya ambilkan dulu!" kataku.



"Ini Bu tanamannya, silahkan dilihat dulu" kataku sambil tersenyum.


ibu itu pun mengamati bunga anggrek itu.


"Wah bunganya cantik sekali!" puji ibu itu.


"Iya Bu,dan sekadar info semua tanaman yang ada di toko bunga kami adalah hasil dari pembudidayaan kami sendiri,sehingga kualitasnya sangat terjamin" kataku.


"Oh ya,pantes bunganya cantik-cantik semua" kata ibu itu.


"Gimana sih cara menanam anggrek bulan agar bisa tumbuh secantik ini?saya itu pecinta anggrek bulan,tapi saya nggak pernah bisa membuat tanaman saya tumbuh secantik ini " kata ibu itu.


Aku pun tersenyum sejenak dan kemudian mulai menjelaskan tips dan triknya.


"Menanam bunga anggrek bulan itu gampang-gampang susah Bu,tapi kalau ibu tahu cara perawatannya maka itu akan menjadi mudah".


"Pertama yang harus diperhatikan adalah penempatan,tempatkan bunga ditempat yang teduh,usahakan tidak terkena sinar matahari secara langsung tapi tetap terkena cahaya".


"Kedua,perhatikan daunnya,jika daunnya berwarna hijau cerah maka artinya tanaman mendapatkan intensitas matahari yang cukup"


"Jika daunnya berwarna hijau tua maka intensitas matahari yang didapat kurang memadai atau kurang terpapar sinar matahari,dan jika daunnya berwarna coklat maka cahaya yang didapat terlalu berlebihan".


"Ketiga,siram tanaman dua sampai tiga kali sehari ketika cuaca sedang panas,teknik penyiraman yang baik adalah dengan cara menyiram langsung kebagian akar".


"keempat,pupuk tanaman secara rutin dua minggu sekali,pastikan pupuk yang digunakan mengandung kalsium,fosfor,dan kalium".


"Selain itu perhatikan juga kelembaban dan ketinggian penanaman" kataku panjang lebar.


Ibu itu pun manggut-manggut mendengar penjelasan ku.


"Pantes selama ini saya nggak pernah berhasil membuat tanaman anggrek saya tumbuh secantik ini,ternyata ada yang kurang dalam perawatannya" kata ibu itu.


"Jadi gimana bu? apa ibu jadi membeli tanaman ini?" tanyaku setelah beberapa saat.


"Iya jadi,saya akan ambil tanaman ini, sekalian sama pupuknya juga ya" kata ibu itu sambil tersenyum.


"Baik Bu,biar saya kemas dulu tanamannya agar ibu tidak susah membawanya!" kataku.


Aku pun segera berlalu dari hadapan ibu itu dan segera mengemas tanaman itu,setelah selesai aku segera menyerahkan tanaman itu pada ibu itu.


"Ini Bu tanamannya!" kataku.


"Makasih banyak ya, oh ya ini uangnya dan ini tip buat kamu karena kamu sudah memberikan tips menanam bunga anggrek yang baik pada saya" kata ibu itu sambil menyerahkan sejumlah uang padaku.


"Makasih banyak ya Bu,semoga ibu berkunjung lagi ke toko bunga kami!" kataku sambil tersenyum.


"Tentu saja saya akan kesini lagi,saya suka dengan pelayanan di toko bunga ini!" kata ibu itu sambil tersenyum puas.


"Oh ya saya bisa minta kartu nama kamu nggak?" tanya ibu itu.


"Kalau boleh tau buat apa ya Bu?" tanyaku balik.


"Itu,nanti saya mau promosiin toko bunga ini sama temen-temen arisan saya!" jelas ibu itu.


"Oh gitu, sebentar ya Bu biar saya ambilkan dulu!" kataku.


Aku segera masuk kedalam untuk mengambil kartu namaku dan menyerahkannya pada ibu itu.


"Ini Bu kartu nama saya!" kataku sambil menyerahkan kartu namaku pada ibu itu.


"Baik,kalau begitu saya permisi dulu!" kata ibu itu.


"Ya Bu,terimakasih sudah datang ke toko bunga kami!" kataku sambil tersenyum.


dan ibu itu pun segera berlalu dari toko bunga kami.