Say No To Drugs

Say No To Drugs
Bab 51



Setelah ia pergi dari rumahnya,Arsen memilih mendatangi taman untuk menenangkan diri dulu,ia tertunduk meratapi nasibnya kini disalah satu bangku yang ada di taman.


Sayup-sayup terdengar suara alunan musik dari speaker salah satu pedagang cilok yang sedang mangkal dipinggir jalan.


Bila cinta di dusta hati mulai gelisah


Hilang kekasih hati hidup jadi merana


Insan jadi idaman kini dimilik orang


Cinta yang diimpikan putus ditengah jalan


Terpaksa mengalah...


Mengapa mencinta andainya tak setia


Tak usahlah bercinta jika hanya berpura


Bila hati dah jemu mulai berpaling tada


Tak pernah dipikirkan orang yang ditinggalkan


Tersiksa,sayu,pilu.....


Ho...wo merayu-rayu


Ho...wo ingin kembali


Ho...wo meratap sayu


Tidak mungkin orang simpati


Menoleh pun tak sudi


Andainya ditakdirkan cintamu didustai


Pastinya kau mengerti siksanya perpisahan


Hanyalah ditemani sesalan.....


Arsen semakin menangis tersedu-sedu,air matanya mengalir deras setelah mendengar lagu tadi,agaknya lagu tadi telah menyentuh relung hatinya dan membuatnya sadar akan semua kesalahannya.


"Hiks hiks sekarang aku tahu apa yang kamu rasakan dulu Nia,karena saat inipun aku telah merasakannya" ujar Arsen sambil tersedu-sedu.


"Kumohon maafkan aku Nia,aku sangat menyesal telah mencampakkanmu dulu"


"Andai waktu itu aku mau menunggumu,maka sekarang kita pasti sudah menjadi keluarga yang bahagia!"


"Aku memang lelaki yang bodoh,aku tega mencampakkanmu yang begitu tulus mencintaiku dan lebih memilih wanita tak tahu diri itu,maafkan aku Nia!" ucap Arsen disela tangisnya.


"Tidak,aku tidak boleh seperti ini terus,aku harus menemui Kania dan meminta maaf padanya,setelah itu aku akan memintanya untuk kembali lagi padaku!" ujar Arsen sambil menyeka air matanya


Bertepatan dengan itu,ada dua orang gadis yang melintas didepan Arsen,mereka tampak tengah membicarakan sesuatu.


"Nona Kania itu memang wanita yang sangat hebat ya!" ujar salah satu gadis.


"Iya kamu benar,diusianya yang masih muda dia sudah menjadi contoh inspiratif bagi kaum wanita!" timpal gadis yang lain.


' Apa Kania yang mereka maksud adalah Kania yang sama dengan yang aku kenal? aku harus cari tahu kebenarannya!' ujar Arsen dalam hati saat ia mendengar obrolan kedua gadis tadi.


Arsen pun segera bangkit dan mengejar kedua gadis tadi.


"Maaf mbak permisi,boleh nanya sesuatu nggak?" tanya Arsen setelah ia sampai didekat kedua gadis tadi.


Kedua gadis tadi pun menghentikan langkahnya dan berbalik arah menghadap Arsen.


"Iya mas, ada apa ya?" tanya salah satu gadis.


"Sebelumnya saya mau minta maaf tadi saya nggak sengaja mendengar obrolan kalian berdua mengenai Kania,apa Kania yang kalian maksud tadi adalah Kania Larasati?" kata Arsen.


"Iya mas benar,apa mas kenal sama dia?" kata salah satu gadis.


"Oh nggak nggak bukan begitu, saya cuma pernah dengar namanya aja!" kata Arsen menepis pertanyaan gadis tadi.


"Oh ya kalau boleh tahu,kenapa kalian begitu mengagumi sosok Kania itu?" tanya Arsen.


"Kania itu sosok inspiratif bagi kaum wanita mas,diusianya yang masih muda dia sudah bisa mencapai kesuksesan dengan kerja kerasnya,selain itu dia juga mampu merawat anaknya seorang diri!" jawab salah satu gadis.


"Betul itu mas,bahkan berita kesuksesannya sudah ada disurat kabar hari ini loh mas!" timpal gadis yang lain.


Arsen pun segera berlalu dari hadapan kedua gadis tadi dan segera berlari menuju lapak penjual koran yang berada tidak jauh dari sana.


"Koran hari ini ada pak?" tanya Arsen setelah ia sampai di lapak penjual koran.


"Oh ada mas,sebentar saya ambilkan!" ujar penjual koran.


Penjual koran itu pun segera mencari koran hari ini dan menyerahkannya pada Arsen setelah ia dapatkan, Arsen pun menerima koran itu dan segera membukanya.


Arsen nampak terkejut setelah ia membuka koran itu,tampak foto Kania terpampang dengan jelas dikoran itu dengan bertuliskan WANITA INSPIRATIF MASA KINI.


"Apa yang dikatakan oleh kedua gadis tadi memang benar,ini memang foto Kania,wanita yang sama dengan wanita yang sudah aku sakiti dulu!" gumam Arsen.


"Tidak,bahkan sekarang dia jauh lebih cantik dari Kania yang dulu aku kenal,dia semakin anggun dengan penampilannya yang sekarang!" gumam Arsen lagi.


"Ini tidak bisa dibiarkan,aku harus mencari cara untuk mendekati Kania dan meminta maaf padanya!"


"Tapi tunggu dulu, waktu itu ada seorang pria yang mengaku sebagai calon suaminya,siapa dia sebenarnya?" gumam Arsen lagi.


"Tidak, ini tidak boleh dibiarkan,aku harus segera mencari tahu siapa sebenarnya pria itu,aku harus mencari cara untuk merebut Kania kembali!" tekad Arsen.


Arsen pun meletakkan koran itu kembali dan bergegas meninggalkan lapak itu.Sementara si penjual koran saat ia tahu kalau Arsen akan pergi,ia pun segera berteriak memanggilnya.


"Hey mau kemana kamu? cepat kembali,bayar dulu korannya!" teriak si penjual koran.


"Maaf,saya nggak jadi beli!" sahut Arsen ikut berteriak.


"Huh udah dibaca nggak jadi dibeli!" ujar si penjual koran sambil tersungut-sungut.


Arsen tak lagi peduli dengan ocehan si penjual koran tadi,ia lebih memilih untuk segera mencari tempat tinggal sementara dan mencari cara untuk mendekati Kania,ia bertekad untuk mendapatkan Kania kembali apapun caranya.


...****************...


Keesokan hari Arsen berniat untuk segera menjalankan rencananya,ia bergegas mendatangi toko bunga Kania dan berniat meminta maaf padanya.


Sementara Dinda yang mengetahui kedatangan Arsen pun segera menghadangnya,kebetulan saat itu ia sedang ada didepan menata pot-pot bunga.


"Hey pria brengsek,mau apa lagi kau kemari?" cegat Dinda.


"Minggir biarkan aku lewat,aku kesini mau bertemu dengan kania!" jawab Arsen.


"Mau apa kau bertemu Kania? apa belum cukup kau menyakiti hati kania?".tanya Dinda.


"Aku tidak punya urusan denganmu, jadi aku tak akan menjawab pertanyaanmu!" jawab Arsen ketus.


"Kalau begitu aku tidak akan membiarkanmu menemui kania!" jawab Dinda.


"Kalau begitu jangan salahkan aku kalau aku menggunakan cara kekerasan,cepat minggir!" hardik Arsen sembari mendorong tubuh Dinda.


Saat mendengar suara keributan didepan,Kania pun segera menuju ke sana untuk mencari tahu,dan saat ia tahu bahwa Arsen lah yang telah membuat keributan ia pun segera mengusir Arsen.


"Mau apa lagi kau kesini? cepat pergi dari sini!" usir Kania.


"Kumohon jangan usir aku dulu Kania,dengarkan dulu penjelasanku!" kata Arsen seraya mengiba.


"Jangan hiraukan dia Kania, paling-paling dia hanya mau menyakiti kamu lagi!" ujar Dinda.


"Kumohon ijinkan aku bicara sebentar,aku janji aku tidak akan lama" harap Arsen.


"Baiklah,aku akan memberimu kesempatan bicara!" jawabku.


"Terimakasih banyak Nia!" ucap Arsen.


"Tapi Nia..." kata Dinda mencoba mencegahku.


"Tenanglah dulu Din,kita dengarkan dulu apa yang ingin dia sampaikan!" jawabku.


"Baiklah kalau itu maumu!" jawab Dinda seraya menghela napas panjang.


"Dan kau,cepat katakan,apa maksud kedatanganmu kemari?" tanyaku pada Arsen.


"Bisakah kau tinggalkan kami dulu berdua,aku ingin bicara berdua dengan kania!" kata Arsen pada Dinda.


"Tidak,aku tidak akan membiarkan Kania sendirian denganmu!" jawab Dinda ketus.


"Ya benar, Dinda tak perlu pergi dari sini,kalau kau ingin bicara denganku maka biarkan Dinda disini!" kataku ikut menimpali perkataan Dinda.


Arsen pun menghela napas panjang mendengar ucapanku,sejenak ia berpikir dari mana ia akan memulai.