
Hari ini aku berniat untuk mulai mencari pekerjaan,uang yang kupunya semakin menipis sedangkan kebutuhanku dan Emir semakin banyak,tak mungkin kalau aku harus menyusahkan Dinda terus.
Selesai memandikan Emir dan sarapan bersama aku segera bersiap-siap,kukenakan baju terbaik yang kupunya dan tak lupa juga dengan kerudung yang menutupi kepalaku.
Setelah semua selesai aku segera mengambil surat lamaranku dan bergegas keluar rumah,sedangkan Emir sementara aku titipkan pada Dinda.
Aku memilih berjalan kaki untuk menghemat biaya,makanya aku tak mengajak emir untuk ikut serta denganku karena aku merasa kasihan bila melihatnya ikut berjalan jauh dibawa terik matahari.
Setelah berhenti dan mencoba melamar dibeberapa tempat aku masih belum juga mendapatkan pekerjaan sedangkan hari semakin sore.Akhirnya aku memutuskan untuk kembali kerumah dulu dan melanjutkan keesokan harinya lagi,karena sebentar lagi Dinda harus pergi bekerja dan tidak akan ada yang menjaga Emir lagi nantinya.
Sesampainya dirumah aku segera membersihkan tubuhku yang sudah lengket,dan setelah selesai aku bergegas menuju dapur untuk memasak,perutku sudah sangat lapar karena belum makan dari tadi siang.
Tak butuh waktu lama masakanku pun telah matang,aku segera menaruh makanan diatas piring dan mulai makan.Aku pun mengajak Emir untuk ikut serta makan bersamaku,sedangkan Dinda ia langsung berangkat ketempatnya bekerja sesaat setelah aku sampai dirumah.
Tak berselang lama kami pun selesai makan,aku segera membereskan sisa makanan dan mencuci peralatan makan bekas makan kami.
Setelah semua selesai aku menghampiri Emir yang tengah tiduran dikamarku.
"Bunda bacain Emil buku celita ini dong!" kata Emir sambil menyerahkan sebuah buku cerita sesaat setelah aku menghempaskan tubuhku disampingnya.
aku segera menerima buku itu dari tangannya dan melihat judul buku itu,disana tertera nama judulnya yaitu DONGENG SANG KANCIL yang tertulis dengan huruf besar.
"Emir suka dengerin dongeng ya" kataku.
"Suka sekali Bun,Tante Dinda seling bacain Emil dongeng kalo Tante lagi nggak sibuk" kata Emir.
"Oh gitu,ya sudah sekarang bunda bacain ya,pada zaman dahulu hiduplah seekor kancil....."
dan aku pun terus bercerita.
Tak berselang lama Emir terlihat mulai menguap dan akhirnya dia pun tertidur.Aku segera menutup buku cerita itu dan menyelimuti tubuh Emir,dan aku pun ikut berbaring disampingnya dengan posisi tanganku yang memeluk tubuhnya.
...****************...
Keesokan hari setelah menyelesaikan aktivitas pagiku aku kembali melanjutkan usahaku untuk mencari pekerjaan.
Kulangkahkan kakiku dengan penuh keyakinan bahwa hari ini aku akan berhasil mendapatkan pekerjaan itu.
Hari semakin siang matahari semakin membakar tubuhku,tapi ternyata hari ini pun aku masih belum juga mendapatkan pekerjaan.Kuhapus peluh yang membasahi keningku dan duduk sebentar dipinggir jalan.
Akhirnya aku pun memutuskan untuk kembali saja kerumah,hari ini tubuhku rasanya begitu penat,mungkin karena siang ini cuaca begitu panasnya hingga aku cepat kelelahan.
Kulangkahkan kakiku menuju rumah dan begitu sampai dirumah aku segera merebahkan tubuhku diatas ranjang karena lelah.
Sore hari aku terbangun aku melangkah menuju teras depan dan bersantai sejenak disana,arah mataku tertuju pada sepetak kecil tanah didepan rumah,timbul niatku untuk mengubahnya menjadi sebuah taman kecil.
Aku segera bangkit dan mulai menanam beberapa bunga disana,dari dulu aku selalu berkeinginan untuk mengubah tempat itu menjadi taman tapi baru kali ini aku punya kesempatan.
Aku memiliki hobi berkebun sejak dulu,bahkan taman dirumahku dulu akulah yang menatanya,makanya dulu Papa mengirimku untuk sekolah botani karena dia melihat kecintaanku pada tanaman.
Setelah beberapa lama akhirnya selesai juga dan kini tempat itu telah berubah menjadi sebuah taman kecil yang sangat indah.
Bertepatan dengan itu sebuah mobil
pun berhenti didepan rumah dan keluarlah Abhimana dari dalam mobil,dia segera masuk dan menghampiriku yang masih berada di teras dan tak menyadari kedatangannya.
"Assalamualaikum" ucapnya mengagetkanku.
aku segera menghentikan aktivitasku dan menoleh kearah sumber suara.
"Eh Abhi waalaikum salam" jawabku kemudian membalas salamnya tadi.
"Serius amat berkebun nya sampai tak menyadari kedatangannku" kata Abhimana sambil tersenyum.
"Iya Bhi mumpung lagi ada waktu luang" kataku.
"Oh ya Emir mana?" tanya Abhimana.
Abhimana pun segera masuk kedalam dan menghampiri Emir sedangkan aku langsung mencuci tanganku di kran air yang berada tidak jauh disana.
Selesai mencuci tangan aku segera masuk kedalam
"Aku ganti baju dulu ya" kataku saat aku sampai didekat Abhimana.
Abhimana pun mengangguk dan aku pun segera masuk ke kamar dan berganti pakaian.
Selesai berganti pakaian aku kembali menghampiri Abhimana yang tengah asik bermain dengan Emir sambil membawa secangkir teh ditanganku.
"Ini minumlah!" kataku sambil meletakkan teh tadi dihadapan Abhimana.
"Terimakasih!" kata Abhimana dan segera meminum teh yang tadi kusuguhkan.
"Oh ya Abhi ada perlu apa kamu datang ke sini?" tanyaku setelah mendudukkan tubuhku didepan Abhimana.
"Emang kenapa kalau aku ke sini? nggak boleh?" kata Abhimana bertanya balik padaku.
"Bukannya begitu tapi tumben kamu kesini" kataku.
"Aku tuh kesini karena kamu tak pernah menemui aku sepulang dari pondok pesantren!" kata Abhimana sambil meletakkan kembali gelasnya.
"He he he maaf aku dari kemarin sibuk terus sampai lupa menemuimu" kataku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
"Sibuk apa?" tanya Abhimana.
"Aku lagi sibuk nyari pekerjaan,kan nggak mungkin juga kalau aku harus merepotkan Dinda terus" jawabku.
"Nyari kerja? kenapa nggak bilang sama aku,aku kan bisa membantumu mencari pekerjaan kalau kamu kasih tahu aku!" kata Abhimana.
"Maaf!" kataku sambil nyengir kuda.
"Ya sudah nanti aku bantuin kamu buat nyari pekerjaan!" kata Abhimana kemudian.
"Oh ya ngomong-ngomong Dindanya mana? kok dari tadi nggak kelihatan?" tanya Abhimana.
"Dinda sudah berangkat kerja dari tadi,katanya disana lagi ada masalah!" jawabku.
"Oh gitu!" jawab Abhimana sambil manggut-manggut.
"Ngomong-ngomong kamu jago banget berkebun nya, cantik banget loh taman yang kamu buat!" kata Abhimana memuji taman buatanku tadi
"Ah biasa saja,aku memang suka berkebun dari dulu kebetulan dulunya aku pernah bersekolah tentang botani tapi terhenti karena suatu masalah!" kataku sambil tersenyum tipis.
"Oh gitu,pantes saja!" kata Abhimana sambil kembali mengangguk-anggukkan kepala.
Setelah ngobrol selama beberapa lama akhirnya Abhimana pamit undur diri.
"Kania aku pamit pulang dulu ya, secepatnya aku akan kabarin kamu kalau sudah ada pekerjaan yang pas buat kamu!" kata Abhimana.
"Ya Abhi,makasih banyak sebelumnya!" kataku.
"Hei jagoan kecil om pulang dulu ya!" pamit Abhimana pada Emir.
"Iya om,tapi besok om main sini lagi ya!" kata Emir.
"Iya kalau om nggak sibuk om pasti main lagi kesini" jawab Abhimana.
"Aku pergi dulu!" kata Abhimana kepadaku.
"Ya Abhi!" jawabku.
Abhimana segera berlalu dari rumah kami sedangkan aku langsung menuju dapur dan bersiap untuk membuat makanan untuk makan malam.