Possessive Daddy And Genius Boy

Possessive Daddy And Genius Boy
Chapter 96



Habis bergolek melepas lelah usai senam lantai bareng suami. He..He...Bella teringat pada teman- temannya.


Ia mencari iPhonenya.


Sudah keliling Suilte room ia mencari. Ia tak juga menemukan benda itu. Ia kemudian duduk disofa,


sembari menunggu suami.


Boy barusan keluar sebentar. Tapi bagi Bella itu sudah lama. Kalau cinta sih begitu. Ditinggal semenit rasa sehari.


Bersama semalaman rasa sebentar.


Tit...tit...tit...tidi...di di dit...tit...tak..tak..Ting


..Ting...Ting.......


Akhirnya iPhone itu yang menyapa Bella. Bella terlonjak mendengar nada panggilan WhatsApp nya.


Ketangkap! ternyata tu benda sembunyi dibalik selimut. Saking sibuk bercinta, nih benda terlupakan dari malam hingga pagi.


Bella mengambil benda itu. Mengintip siapa yang memanggil . Ketika melihat


nama Elsi, Bella segera menyentuh layar dengan ibu jarinya, untuk menghubungkan panggilan.


" Hallo Assalamualaikum...Panjang umur lho biang gosip! Baru aja gua kepikiran pengen nelfon Lho, eh malahan lho yang nelfon duluan." ujar Bella sembari memamerkan senyum termanisnya.


Dari balik layar Elsi membalas senyumannya."Kalau lho banyak cerepetnya setelah ngucap salam, kapan bisa gua jawab salamnya" Kritik Elsi.


" Ya udah...gua ulang baca salamnya nona cerewet! Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh Elsi cantik...


" Waalaikum salam Warahmatullahiwabarakatuh Bella yang lebih cantik...He...He..


Mereka sama- sama tertawa dibalik layar.


" Oh ya...Sepertinya lho bahagia ya Si? Tanya Bella usai memegangi perutnya yang sedikit sakit sehabis ketawa, ditambah akibat kegiatan kencan berat diawal masa subur.


Elsi kembali tersenyum, lesung pipinya nampak manis. Wajah imutnya makin menggemaskan. Matanya sengaja dikedip- kedipkan pada Bella, setelah puas bergaya didepan camera, barulah ia berkata " Suamimu hebat Bella.. ia sudah memberikan teman terbaiknya buat gua..dengan begitu gua tidak patah hati lagi, tidak bisa mendapatkannya. Dengan bersama dokter Elman, gua merasa sangat beruntung, Elman standar gua, kami sama - sama imut. Tuhan meletakkan sesuatu pada tempatnya. Kalau dengan Boy mungkin Gua bakal Kao..He...He... tuh lihat dirimu jam segini rambut belum kering juga.


Habis MP tak kuat jalan. Emang dia tu Segede apa sih? " Curhat Elsi sambi ngepoin Bella.


" Kalau itu sih rahasia pabrik neng...Alat produksi, resep sama hal - hal penting ngak boleh dibeberin. Satu kata kuncinya,


Gua senang dan bahagia, sudah dapat yang dihati. Itu aja bocorannya. Yang lain urusan intern! " Ujar Bella.


" Ya...ya..ya! Serius Amat sih Eneng nya...Amat aja ngak serius." Protes Elsi.


" Tak apa Amat ngak serius.Yang penting laki serius itu udah!." Bella kembali tersenyum.


" Ini lho kayaknya lagi Kamar hotel ya neng? " tanya Elsi lagi.


" Iya...Semalam suami nyulik gua. Eh tahu- tahu dibawa kesini. Ya udah nikmatin Aja.


" Tiap malam lho dihajar? " Elsi masih terus kepo.


" Ya ngaklah...Ini baru malam ketiga. " Ujar Bella tak sengaja, kemudian ia menutup mulutnya dengan tangan, sembari tersipu malu.


" Cek i le...pipinya merona...Masih malu- malu soal gitu? Wajahnya makin cantik kalau lagi malu, neng. Oh ya, Mana Gua percaya lho baru malam ketiga. Ini sudah malam kesebelas lho neng." Elsi mengingatkan.


Malam kesebelas habis Pesta. Emang


lho tiap malam?" Bella balik bertanya.


" Ya ialah...masak ya iya dong...He...He...


" Elsi buka rahasia tanpa sungkan.


" He...He..." Tuh...Yang nuduh malah yang lebih bringas! Tapi tak masalah..Yang penting bahagia, Alhamdulillah deh...Gue senang kalau semua kita bahagia, makanya gue pengen telfon lho, secara lho kan biang gosip, pasti lho udah kepoin yang lainnya. Sedang gue kan sibuk, hari ini baru libur, karna semalam Malam ketiga. " Ucap Bella tersenyum bangga.


" Kok malam ketiga? Emang selama ini kalian ngapain aja?" Elsi langsung ngepoin Bella lagi.


" Tu kan Kepo tingkat akutnya langsung mencuat! He...He.." kekeh Bella.


" Ialah...masak gua ngak kepo, ini sudah malam kesebelas! Lho bilangnya malam ketiga. " protes Elsi.


" Makane Jangan sembarang nuduh neng...Lho bilang Ayang gua paling ganas. Padahal lho disuntik tiap malam sama dokter cinta lho itu. He...He...


" Kalau gue sih iya Bel...Tapi ngak sampe meriang kayak lho. He...he...


"Ya ialah ngak meriang..secara lu punyakan dokter, nganunya dibius dulu kali?. Bella tersipu lagi, apalagi teringat suaminya yang begitu gagah ditempat tidur.


"Kalau gua Lumayan mendemam, tapi ngak terlalu juga .. selama seminggu lebih kami sibuk bekerja. Gua keburu tanggal merah, jadi baru malam ketiga. " bisik Bella masih malu- malu.


" Lho dah kepoin yang lain kan? Tanya Bella Lagi.


" Pastilah sayang...pokoknya semua bahagia. Dan ternyata semua cocok, sesuai kadar masing- masing! " jelas Elsi bersemangat.


" Syukurlah.." Bella menghirup nafas lega.


Kemudian terdengar Boy mengucap salam, membuat kedua nyonya muda itu sontak terdiam.


" Udah dulu gosipnya ya...Ayang keren gua dah datang tu, disambut dulu. Oh ya..salam cium dari Bella sama teman cewek yang lain. " Bisik Bella sembari mengecup pipi Elsi dibalik layar.


Bella segera menyambut Boy, melingkarkan tangannya dipinggang Suami. Boy kemudian mendekap pundaknya sembari berjalan.


Ketika mereka sudah didepan sofa. Bella berbalik menatap Boy. Nampak suami menunjukkan wajah serius.


" Ada apa yang? apa ada masalah?" tanyanya setelah sedikit berjinjit mengecup pipi suami.


" Ngak ada..cuma masalah resort Daddy yang diBali. Daddy minta kita kesana buat cek kondisi terkini, sekalian bulan madu. Mau kan? " tanya Boy.


" Siapa mau menolak! " Ucap Bella sembari tersenyum senang.


Tet... bunyi bel sedikit mengejutkan mereka.


" Antar Sarapan tuan dan nyonya!..terdengar suara dari pintu, yang kebetulan tidak terkunci.


" Masuk saja!" Seru Boy kemudian.


Lalu pria muda itu mendorong trolly makanan. Kemudian menyusunnya dimeja ruang makan.





Setelah Pelayan hotel itu pamit. Boy lalu menggandeng Bella kemeja makan.


Merekapun sarapan pagi dengan gembira, itu terlihat dari lengkungan manis yang tak lekang dari bibir pasangan pengantin baru itu.


✈️


Siang menjelang sore, Dua pasang pengantin terbang menuju pulau Dewata dengan jet pribadi keluarga. Sementara pada pria sibuk berbincang urusan bisnis.


Kedua nyonya muda malah menghabiskan waktu dipesawat dengan bermimpi indah.


Setelah terbang selama satu jam lebih, Akhirnya jet mendarat selamat dibandara Internasional Ngurahrai Denpasar, Bali pada pukul 17: 10 WITA.


Bella dan Hana masih belum terbangun dari mimpi indah mereka.


Cup...Sebuah kecupan hangat dibibir, cukup ampuh untuk membangunkan nyonya muda.


" Mhuu....uh...." Duh...kok cepat bangat nyampe ngh.....


Bella duduk lalu berbaring lagi. bersembunyi dibalik selimut.


Boy tersenyum sembari menghimpit tubuh dibalik selimut itu.


" Ngak panas tidur siang pakai selimut Yang?" tanyanya seraya menyingkap selimut itu.


Kecupan kembali mendarat, dari kening, turun kepipi, dari pipi singgah dibibir.


Dari bibir turun keleher jenjang sang istri.


" Masih belum mau bangun,ntar ditidurin disini mau? bisiknya hangat dan dengan nafas yang mulai memburu.


" Ah...Ng...ngak- ngak!" protes Bella.Ia menggeleng, lalu menggelitiki pinggang suami.


" Kalau ngak, Ayo duduk! Nanti malam lanjutin boboknya divilla." Boy kemudian dengan satu sintakan sudah membawa Bella terduduk dipangkuannya.


" Yang...Ah...ntar ada yang ngintip, pintunya tidak terkunci... " regek Bella dengan pipi merona.


" Ya udah...Cuci muka, pake kerudung, biar kita turun. Oke?


Cup...sebuah kecupan mendarat lagi, sebelum ada jawaban.


Kemudian boy melepas Bella, menunggu sang istri bersiap, lalu mereka turun dengan bergandeng mesra.


Dibawah Hafis dan Hanna sudah menunggu.


Dua puluh menit kemudian. Mereka sampai dipinggir pantai. Kedua perempuan berlari menuju bibir pantai berpasir putih bersih itu.


" Nusa dua I am Coming!!! " teriak mereka


bersamaan.


Boy dan Hafis berlari- lari kecil mengejar.


Setelah mangsa tertangkap. Tanpa segan mereka mengungkung dari belakang. Memberikan kecupan ditengkuk wanitanya.


" Ngak apa kesini dulu kan? Dalam negri masih mendesak, jangan Fikirkan luar negri dulu ya. Kita nikmati mana yang bisa dulu." Ucap Boy.


" Kalau dengan Suami kemana saja tetap indah! Ya kan La? " balas Hanna sembari menatap Hafis suaminya.


" Bersama kemana saja kita bahagia! Lagian Bali kebanggaan Indonesia.


Ini jauh lebih baik." Ucap Bella. Detik berikutnya mereka sudah main kejar tangkap lagi, hingga matahari menutup wajahnya diufuk Barat.


Bersambung