
Banyak pembaharuan yang dibuat untuk meningkatkan kwalitas produk dan meningkatkan pemasaran. Tidak tanggung- tanggung hasil yang diperoleh dari apa yang dapat lakukan selama Trisemester ini. Semua ide Citra ternyata dapat meningkatkan keuntungan perusahaan yang bergerak di bidang produk minuman dan makanan ringan ini.
Produk makin dikenal dan diminati oleh berbagai lapisan masyarakat. Terbukti dengan dimana- mana masyarakat kota B menkonsumsi minuman dan makanan tersebut.
Dan semua orang kenal dan suka menyanyikan Iklan produk ini.
Untuk ukuran kantor cabang, produk minuman ini berhasil meningkatkan penjualan seratus kali lipat selama tri semester ini. Rendra tercengang dengan
laporan penjualan anak perusahaannya yang ada di
kota B.
" You 're great Arifin! Aku pasti akan memberimu bonus untuk pencapaian ini." kata Rendra melalui telfon.
" Thank you Mr. Tapi ini bukan usahaku saja, ada Manager pemasaran kita yang baru masuk 3 bulan yang lalu.
Semula aku tak pernah mengira kehadirannya didunia kerja membawa keberuntungan besar untuk usaha kita. Ia menunjukkan prosfek yang besar dibidang pemasaran produk kita.
Dia juga banyak membantu untuk peningkatan mutu produk. Ia Cerdas, rajin dan rendah hati. Semua senang bekerja dengannya, hingga sejak ada dia tak banyak lagi masalah dikantor cabang. Bahkan orang yang selama ini suka malas curang, tergerak untuk lebih baik dan rajin. Ia benar- benar luar biasa bos, tapi ia ..." Arifin menggantung ucapannya, takut keceplosan membuka Aib Citra ditelinga pimpinannya.
" Katakan semua tentang dia, jangan ada yang ditutupi, jika ada masalah, kita akan membantunya,
Mr Arifin tenang saja, aku lagi banyak waktu bicara ditelfon. " kata Rendra yang tah mengapa merasa tertarik sekali membahas tentang manager baru kantor Cabang B.
" Tapi ini urusan pribadi bos, aku tadi salah, maaf aku tak bisa membahas yang bersifat pribadi. Aku hanya minta bos untuk memberikan Present padanya semacam bonus atau promosi." kata Arif merasa bersalah sudah hampir membicarakan masalah pribadi manager pemasaran, sekaligus sahabat kekasihnya itu.
" Baiklah. Kirim ia bulan depan ke Ibu kota, aku akan mengangkatnya menjadi Wakil direktur diperusahaan Konveksiku dikawasan M Ibu kota." kata Rendra.
Silahkan Mr Arif mengkonfirmasikan semua ini
pada manager itu. Dan persiapkan semua keperluannya. " perintahnya kemudian.
" Oke Mr...aku akan melakukan dengan segera dan menyampaikan kabarnya pada sekretaris tuan. " jawab Arif, kemudian mengucap salam penutup.
Arifin terdiam sehabis berbicara banyak dengan pemilik perusahaan, inilah kali pertama ia mendapat telfon langsung dari big bos, ia tersenyum senang. Apalagi beberapa detik berikutnya melalui telah masuk bonus kerekeningnya, ia tersenyum menatap pemberitahuan dari Mandiri melalui M Banking di Hpnya.
" Alhamdulillah...modal nikah sudah nambah, Rumah sudah, kendaraan sudah, modal nikah sudah, sekarang hanya menunggu kesiapannya saja. " Fikir Arifin membayangkan kekasih centilnya
Adelia.
Kemudian tiba- tiba ia teringat WA Hans beberapa bulan yang lalu tentang perempuan yang berwajah sama dengan Citra, Arif kembali kepikiran, apalagi melihat perut Citra yang sudah mulai membuncit. Menurut pengakuan kekasihnya Adel, kandungan Citra sudah memasuki bulan kelima. Sedangkan ponakan sekretaris gubernur yang mengaku suaminya itu tak pernah diladeni oleh Citra. Mungkinkah Hans ada hubungannya dengan ayah bayi itu? " tanya batinnya.
Tiba- tiba ia merasa bersalah lagi tidak memberi informasi. Ia kemudian
memberanikan diri menelfon Hans untuk menanyakan soal Foto yang ia sebar.
Hallo Arifin, ada apa, apa bonusnya sudah masuk. " tanya Hans langsung begitu menyambungkan telfon Arifin.
" Sudah Mr...Thank so much sudah transfer. " Katanya. Tapi ada hal lain yang mau Arifin tanyakan. Apa tuan masih ada waktu? " tanya Arif sungkan karna Hans memang orang sibuk tuannya.
" Silahkan, aku masih ada waktu 15 menit sebelum meeting dengan Investor Jepang. " kata Hans.
" Maaf ini soal Fhoto yang tuan kirim tiga bulan yang lalu. Apa gadis itu bernama Citra Hapsari? " tanyanya ragu.
: Apa? Arif menemukan Citra? kalau kau menemukan gadis yang sangat penting dalam hidup bos itu, bos pasti akan memberikan apa saja bonus yang kau minta. " Kata Hans berapi- api.
Arifin terdiam saking terkejutnya dengan reaksi Hans. Ini mungkin Citra yang sama, kalau ngak ngak mungkin nama dengan wajahnya tak ada bedanya. " Fikirnya.
: " Kenapa diam Rif, bos tidak akan main- main dengan janjinya, bahkan aku juga bakal beruntung, kalau Citra kita temukan, Citra sedang mengandung anaknya bos, ia sudah mengerahkan pencarian keberbagai penjuru, tapi sampai hampir lima bulan belum ditemukan.
" Maafkan aku, Citra selama lima bulan ini bekerja dikantor. Ialah manager pemasaran yang sudah
membuat membuat peningkatan besar untuk mutu dan nilai jual produk minuman kita. Tapi jangan beri tahu langsung pada bos, bulan depan ia akan dipromosikan kepusat diperusahaan Konveksi.
Kita tak perlu hadiah, aku sudah merasa bersalah sudah melupakan soal Fhoto itu. Sepertinya Citra belum bisa menerima ayah bayinya.
" Sebaiknya kita atur strategi untuk pertemuan mereka, biar tak terlalu instan. " Kata Arif kemudian.
" Baiklah kalau itu rencana Mr. Thank untuk kabar gembira ini. Baiklah kita akan atur rencana next time. " kata Hans menutup telfon dengan senyum mengembang.
Hans tampak bahagia sekarang, ia bersemangat sekali melakukan presentase dihadapan investor dari Negeri sakura itu. Perasaan memang sangat mempengaruhi spirit dan kinerja seseorang. Rendra bangga sekali karna Hans berhasil menarik para investor itu untuk bekerja sama. Sebagai pimpinan dan sekaligus pemilik perusahaan, Rendra ingin semua pegawainya bekerja dengan nyaman sehingga bisa meningkatkan etos kerja mereka. Ia juga takkan pelit- pelit memberikan bonus, atas prestasi kerja mereka. Baginya takkan ada ruginya berbagi rezki dengan orang - orang yang sudah menunjukkan dedikasinya terhadap perusahaannya. Toh ia seorang konglomerat muda yang kekayaannya takkan habis tujuh turunan.
Sebelum menemukan Citra, ia mengembangkan usahanya hanya untuk tujuan menjalankan hobby bisnis yang sudah mengalir dalam darahnya.
Berbeda dengan sekarang, walaupun perempuan yang ia cari belum ditemukan. Tapi ia punya keyakinan besar bahwa pewarisnya akan segera lahir. Walau kadang ia sedih memikirkan nasip wanita dan buah hatinya. Tapi Rendra sekarang jauh berubah kearah yang positif. Ia semakin santun pada karyawan, tidak menyentuh minuman keras, dan yang lebih penting, ia semakin sering menemani sang kakeknya Mr Kims setiap ada waktu senggangnya. Itu membuat hari- hari tua kakeknya itu semakin dipenuhi oleh senyuman.
" Syukurlah tuan muda yang cuek ini sekarang berubah jadi hangat." katanya langsung pada sang cucu, ia tak dapat menyembunyikan kegirangan hatinya dengan kemajuan karakter separuh jiwanya
yang tertinggal itu.
" Aku akan segera jadi Dady kek, aku tak mau perbuatanku berpengaruh pada anakku.
" Kakek doakan ya...semoga Ren segera menemukan mereka." jawab Rendra jujur, sekarang ia tidak menutupi apapun lagi dari sang kakek.
Saat malam tiba.
Dirumah kontrakannya yang sederhana, Citra dan Adel sedang asyik menikmati makan malam hasil masakan Adel. Sejak tinggal bersama Citra, Adel sudah cukup cekatan dalam memasak, terutama masakan Padang. Sambal randang, asam padeh, samba Tanak dan dan berbagai masakan Jawa juga. Siapa lagi gurunya kalau bukan sitomboy yang jago masak, yang sekarang sudah kesulitan memakai celana kerjanya karna perut buncitnya, terpaksa ia berbelanja celana bertali yang berwarna cocok dengan blezernya. Untung soal keuangan sekarang tak masalah bagi Citra, karna ia banyak mendapatkan bonus dari prestasi kerjanya.
" Apa mas Arif sudah membicarakan promosi naik jabatanmu Cit? " tanya Adel usai makan.
" Sudah Del, tapi itu masih bulan depan. Aku sih sudah nyaman disini, kalau harus pindah agak berat juga rasanya. " kata Citra jujur.
" Fikirkan lagi sayang....pindah juga lebih baik kalau
menurutku, daripada disini kau selalu sibuk cari alasan untuk menolak pinangan dokter itu. Mending balik ke ibukota, siapa tahu ketemu sama Dadynya siganteng. " Kata Adel sembari mengelus perut Citra.
" Aku justru menghindari itu Del. " Jawab Citra.
" Ngapain dihindari, cepat atau lambat kalian pasti akan bersama juga. Ia takkan tinggal diam, ia pasti mencari ibu dan calon pewarisnya. " kata Adel hampir keceplosan.
" Gimana kau bisa tau ia mencari kami Del? Siapa tahu ia bahkan tak mengingat malam itu. Buktinya sampai hari ini hanya Rafdo dan Dr Rinto yang mencari ku dan menawarkan menikahiku. Lelaki itu
mana ada, bahkan ini sudah menjelang bulan keenam. " kata Citra memandang kosong keluar jendela.
" Semua akan indah pada waktunya, yang penting jaga kesehatan kalian. " kata Adel kemudian.
" Nanti kalau ketemu Dady ajari masak juga ya, kayak Dady Adel. " kata Adelia cekikikan.
" Sinting! kalau didengar orang ntar Lo dibilang lesbi lagi. " kata Citra seraya menjitak kening Adel.
Yang dijitak hanya cekikikan.
Bersambung....
Jangan lupa beri dukungan yang buanyaaaaak.
Murah hati murah rezeki. Amiin