
Acara pertama paraktek sholat subuh, itupun banyak yang tak bisa melakukannya dengan baik. Bahkan ada yang akhirnya tak berani, begitu melihat teman yang sudah maju, tersenyum malu, saat tak bisa melakukan gerakan dan bacaannya dengan baik.
" Baik yang menang atau kalah, semua yang sudah anda pakai sekarang, boleh dibawa pulang. Ini hadiah untuk yang berani ikut ditahap ini. Bagi yang merasa perlu belajar lagi untuk kebaikan dimasa mendatang, silahkan belajar lebih baik lagi dirumah, jangan segan dan malu untuk memperbaiki diri. Mudah- mudahan kegagalan ini ada hikmahnya " kata pak Ustadz mengakhiri ujian pertama.
" Bagi yang tak ada jalan pulang, boleh kembali dengan mobil panitia, jangan ambil resiko pulang sendiri, apalagi berjalan kaki! " pak Ustad berkata sembari tersenyum, disambut tepuk tangan para gadis yang tak bisa melanjutkan keacara berikutnya.
Memang kali ini, Rendra tak membiarkan tamu putranya pulang sendiri, apalagi dengan hati kecewa. Rendra sudah menyediakan angkutan khusus mengantar para ladies kembali.
Tersisa sepuluh gadis lagi. Termasuk Bella, Zahra dan Elsi. Walau sulit sekali dan terbata- bata, Elsi berhasil tidak ter eliminasi.
Acara berikutnya adalah lomba takfiz.
Menurut Boy...Calon mommy muda nantinya harus memiliki hafalan setidaknya jus 30. Agar bisa melatih baby sejak dini mengaji dengan kemampuan sendiri. Bagaimanapun
pandainya seorang wanita diperusahaan, atau frofesi apa yang mereka geluti, mereka tetaplah bergelar ibu. Sebagai seorang calon ibu Wajib punya kemampuan mendidik tahap awal, akan lebih baik yang pertama kali menjadi guru bagi anak - anak adalah ibu mereka sendiri, sebelum mereka mendapat pendidikan formal mereka.
" Jelas pak Ustadz.
" Peraturannya adalah, nanti akan diambil lima peserta yang paling banyak hafalannya, bagus bacaannya.
Bagi yang dirasa bisa, untuk menghemat waktu, saya sebagai pembina berhak memutuskan memilihnya cepat tanpa persetujuan juri. Jadi bagi ladies yang merasa hafalannya lumayan, maka mulailah dengan ayat yang terpanjang.
Oke Cois? " tanya pak Ustadz gaul.
" Oke ....Jawab para ladies.
Alfatihah....
" Yang menjadi jurinya tetap sama, kelima pria pria bisu ini, yang satu diantara mereka adalah tuan muda Balendra sendiri.Setelah mereka memberikan masukan sebagai juri. Maka saya akan mengumumkan hasilnya. " Jelasnya lagi, lalu mulai membagikan kertas dan pena kepada kelima pria dengan gaya pangeran dari Timur tengah itu.
Semua manggut- manggut, entah karna terlalu mengerti, atau tak tahu sama sekali. Entahlah..." Baiklah kita lanjutkan saja, kata pak ustadz kemudian.
Sedang kelima pria yang mirip itu, mulai fokus menjadi juri, namun tetap dalam kebisuan mereka.
Elsi menarik nafasnya, sedangkan Zahra dan Bella santai saja. Zahra dan Bella takkan masalah dengan hafalan juz 30 mereka. Sedang Elsi tentu bingung, karna
dizaman sekolahan dulu, ia sering bolos, setiap ada penampilan hafalan.
Sedang Kedua nyonya sedang sibuk memberikan bungkisan kepada tamu yang akan pulang.
Acara takhfis berakhir. Ada tiga orang memiliki hafalan dan bacaan terbaik. Sedang dua lagi untuk melengkapi. Lima
gadis akhirnya terpilih. Lima yang lainnya tereliminasi, mereka semua saling peluk. Lalu yang kalah pamit undur.
Raisa datang dan membagikan sepuluh tasbih cantik berbahan mutiara asli pada
para gadis.
" Nah...ini untuk kalian yang sudah sampai ditahap ini. Yang menang selamat melanjutkan perjuangan, sedang yang kalah terserah. Mau pulang atau tetap menunggu untuk menyaksikan acara puncak itu berpulang kepada anda. " Kata Raisa yang disambut tepuk tangan yang meriah.
Ujian yang ketiga adalah ujian yang paling mendebarkan. Dimana kelima gadis boleh mendekati kelima pangeran
ini. Diberikan waktu Lima menit untuk setiap gadis mendekati kelima pria ini, lalu tentukan mana Bhalendra menurut anda. Siapapun yang kamu pilih, berarti itulah pasanganmu. Setiap pasangan yang sudah terpilih, akan dibawa keruangan berikutnya. Disana akan ada tuan Rendra, Tuan William serta para pegawai KUA, serta pak penghulu yang akan menyaksikan pasangan yang terpilih. Untuk pasangan yang siap menikah malam ini, semua sudah disiapkan. Mereka akan dibiayai sampai ketahap resepsi." pak Ustadz menjelaskan sembari terus tersenyum manis. Kali ini tak ada yang berani bertepuk tangan lagi.
" Para ladies yang merasa tegang dan gugup, diberi waktu 5 menit untuk mencuci muka, atau menarik nafas
dalam- dalam. He...he...
Tak ada yang berani pergi ke toilet untuk berwudhu, semua menarik nafas panjang
dengan perasaan berdebar.
Baiklah...semua nampak tegang...agar suasana hati lebih tenang kita mulai dengan Ummul Qu' an lagi, selanjutnya ayat Kursi yang akan saya bimbing sendiri bacaannya.
Gadis yang diberi kesempatan pertama adalah Bella. Bella melangkah mendekati
Lima pangeran bergaya timur tengah yang matanya saja sorotannya sama. Kelima orang ini memang sulit dikenali yang mana Boy yang asli.
Mengenal cinta, selain dengan mata, perlu dengan hati, ketika mata boleh ditipu, hati kecil takkan bisa dipungkiri.
Secara fisik kelima pangeran nyaris tak ada beda. Tapi Bella dengan mantap menarik seorang diantara mereka.
" Ya Boy...mata kalian memang mirip, karna lensa kontak itu. Tapi aku tahu sorot mata kekasihku, tatkala ia memandangku, deru nafasnya. Wangi tubuhnya, aku takkan lupa." batin Bella
Kemudian Zahra dapat kesempatan yang kedua. Hingga selesai kelima gadis.
Sekarang semua pasangan sudah berpindah keruang khusus yang ditunjukkan pak ustadz.
Bella makin berdebar, tatkala mereka sudah ada diruangan itu. Melihat papi dan unle Rendra tersenyum, serta penghulu dan KUA sudah duduk brrsimpuh diruangan itu, Bella tiba- tiba
merasa tangannya dingin, bibirnya gemetaran.
Semua pangeran membuka masker mereka didepan gadisnya, begitu telah duduk bersimpuh.
Meski tidak semua gadis mendapatkan Boy yang merupakan tujuan mereka. Tapi para pria didepan mata mereka adalah pria yang tidak mengecewakan. Umumnya ketampanan para pangeran itu dapat diperhitungkan., walau bagian Bella yang paling luar biasa, karna ia mendapatkan pangeran yang asli. Semua
mata memandang kagum pada Bella.
" Bagaimana kau begitu mantap.sekali lihat langsung tangkap, langsung dapat yang ori? " tanya Elsi sekalian protes.
Walau ia mendapatkan pria muda yang tampan juga, tapi hatinya masih kesal, mengapa Bella yang mendapatkan Boy,
selama ini Elsi tak pernah dapat kabar kalau kedua pasangan ini pernah mengikat janji.
" Bella tentu mengenal kekasihnya, sedang dirimu siapanya Boy, hingga berani protes? " kata Zahra menatap tajam Elsi.
Bella cukup tercengang dengan pembelaan Zahra.Ia semula berfikir, bahwa Zahralah yang akan memprotesnya. Mengingat Zahra menghadiri acara ini dengan penampilan terbaiknya, melakukan semua ujian dengan baik. Untuk nilai mereka seimbang. Zahra sangat layak menurut Bella.
Tatkala masing- masing pasangan masih saling tatap. Pak penghulu berkata" Karna semua sudah bertemu dengan jodohnya masing- masing, maka Tuan Rendra Pratama selaku tuan rumah memberikan tawaran untuk para pasangan yang ingin dihalalkan malam ini, boleh melangsungkan pernikahan.
Pernikahannya akan resmi, dicatat dan diselenggarakan oleh KUA setempat yang sengaja tuan Rendra jadikan tamu istimewa diistananya malam ini.
" Untuk resepsi, bagi siapa saja pasangan yang dihalalkan malam ini, akan ditanggung biaya resepsinya bagi yang ingin melaksanakan resepsi baik bersama tuan muda Bhalendra ataupun membuat acara ditempat masing- masing, termasuk paket honeymoon gratis " Kata Rendra menimpali.
Bella menatap Boy tak percaya. " Semendadak inikah kita menikah? " tanyanya bingung.
" Mengapa? apa kau tak mau menikah denganku? " Boy bertanya balik.
" A...A..Aku hanya heran, mengapa tergesa- gesa? protes Bella karna ia mulai gugup lagi.
" Tak ada yang tergesa sayang...Lima tahun kita menunggu saat ini tiba. Apa kau berubah dan malah memilih Delon?
Sipengacau tadi?
" tanya Boy.
" Ngak ah...Dari mana kau tahu aku diganggu Delon. Uncle Rendra?
" Bukan sayang...kalau penasaran, ayo segera kita menikah setelah itu baru kuceritakan semuanya. " kata Boy.
Bellapun kemudian mengangguk pasrah.
Lain dengan Zahra, ia malah tersenyum sumringah menatap pria pilihannya.
" Walau dibalik masker, aku bisa dengan tepat memilihmu sayang..." katanya pada Bayu.
" Tentulah...Mana mungkin kau memilih dia, sedang dia sudah ada yang punya. " bisik Bayu enteng.
" Kalau begitu berarti sekarang kita menikah? " tanya Zahra.
" Tentu manis..." jawab Bayu mantap.
Dimulai dari Bella putri William Anjani dinikahkan oleh Ayahnya dengan Bhalendra Boy Chen Hapsar.
Ketika dengan mantapnya sang Papi menyampaikan kalimat ijab yang dijawab mantap pula oleh Boy sang menantu impian. Para saksi menyatakan Syah...
Airmata Bella tak dapat dibendung. Akhirnya ia Syah menjadi nyonya Boy dipertengahan malam ini.
Ketika keempat pasangan lagi dihalalkan,
Bella masih saja menitikkan airmata. Boy tersenyum sembari menenangkan Bella dalam dekapannya. Baru ketika pak ustadz menutup acara dengan doa, barulah Bella menghentikan tangisnya.
Iapun mengangkat tangannya, ikut berdoa bersama.
Ya ampun...Gini amat sih...amat aja ngak gini He....sory say...buru- buru, kalau ada yang janggal nanti direvisi ya, soalnya perangkat mau dibawa anak ujian ANBK ( Anasment Berbasis Komputer)
Jadi balap ngetiknya kayak Boy, yang penting tekan jempol dulu ya Say....