
Mr Kims tak kurang paniknya saat tahu Citra kabur dari rumah, apalagi ia pergi tanpa membawa boy.
"Aku bahkan sudah memanggil dokter kejiwaan untuk mastikan kejiwaan calon pengantin cucuku
sehat atau tidak. Tapi dari hasil uji yang dilakukan dokter, Citra sehat kejiwaannya. Tapi kok Setega itu ia pergi meninggalkan suami dan putranya yang baru saja ia lahirkan." Cerocos tuan Kims saat memeriksa rekaman CCTV, yang menunjukkan bagaimana Cucu menantu itu meninggalkan rumahnya.
Sedang menyaksikan rekaman Itu, tiba- tiba terdengar teriakan suster yang menjaga Boy.
" Tuan! ...Baby boy demam tinggi. Aku kira demam
karna tak minum susu. Soalnya boy tak mau susu formula." Jelas sang suster.
" Tuan Kims segera memutar kursi rodanya untuk segera melihat Boy. Rendra yang baru datang lebih panik lagi mendengar kabar putranya. Ia membawa
tuan Kims kekamar Boy, yang diikuti oleh Joko.
" Biar saya saja yang ngantar tuan Kim, tuan Muda Rendra jalan aja duluan. " Kata Joko segera menggantikan Rendra membantu Mr Kims. Sebenarnya kursi rodanya otomatis, dan kamar boy
ada dilantai dasar. Tapi walau begitu, takkan pernah Rendra mengizinkan sang kakek berjalan sendiri. Makanya ia memberi banyak asisten pada sang kakek. Tapi Joko adalah asisten faforit tuan Kims, karna menurut tuan Kims Joko adalah yang paling tulus diantara keempat asisten tuan Kims.
Tiba dikamar Citra, Rendra segera memeriksa boy yang dari tadi menangis. Suhu tubuh boy sangat tinggi. Wajah sang Dady memucat, karna khawatir dengan keadaan putranya. Tuan Kims lebih parah lagi, ia terbayang Chen putra kecilnya dulu yang ditinggal meninggal sama istrinya, trus Rendra kecil
yang ditinggal ayah ibunya sekaligus karna kecelakaan pesawat. Nasip keluarganya sangat memilukan, walau hidup bergelimang harta, Mr Kims sungguh kasihan, harta berlimpah, tapi jiwa miskin.
Airmatanya bercucuran melihat cicitnya yang menangis resah. Fikirannya jadi kalut, hatinya sakit.
" Jangan sampai cicitku turut menanggung derita tak ber ibu seperti anak cucuku." Doanya dalam hati. Saat Boy sedang diperiksa dan diobati oleh tim dokter pribadinya.
Kemudian Mr Kims menekan poncelnya untuk menghubungi seseorang.
" Selidiki mobil T dengan no plat BS 32xxx...
Temukan cucu menantuku,Segera!!! akan kukirim Rekaman CCTV dari peristiwa saat Citra dibawa oleh seseorang. " kata tuan Kims pada seseorang ditelfon.
" Apa kek, ia dibawa oleh seseorang kek. Seseorang yang bagaimana? " tanya Rendra mulai
dikuasai curiga.
" Seorang pria muda dan tampan. Ini hasil rekaman CCTVnya. " kata tuan Kims menyerahkan HPnya pada Rendra. Dengan hati berdebar Rendra membuka Vidio rekaman CCTV itu. Matanya tak berkedip saat menyaksikan pria tampan berwajah indo Eropa menggendong istrinya yang terkulai lemah dengan tatapan penuh kasih.
" Awas kau pria asing! aku pasti membuat perhitungan denganmu. Kau tahu ini wilayah kakekku, berani sekali kau mencuri gadis dikawasannya. Tunggulah...dalam 50 menit hitungan mundur dari sekarang. Aku pasti akan menemukanmu. "Kata batin Rendra diselimuti cemburu. Ia segera mengirim Vidio itu pada Hans.
" Temukan nomor pria ini, kirim segera! aku akan melacak dimana posisinya menyembunyikan istriku saat ini. " perintah Rendra melalui pesan WA.
Hanya beberapa detik kemudian muncul pesan balasan.
. Ini nonya tuan! Hans mengirimkan nomor pria muda yang bernama Alden, yang kebetulan ada didaftar, karna ia adalah CEO yang akan meeting dengan mereka siang ini, yang sudah dicansel oleh Hans atas perintah sang big bos. Hans merasa heran tadinya pria itu tidak marah, malah suaranya terdengar senang. Rupanya CEO muda seumuran Citra itu sedang asyik mengurus nona muda nya.
Hans pun turut emosi.
" Pantas saja pria pelit nambah karyawan itu tak kecewa meetingnya ditunda. Rupanya ia sedang sibuk mengurus istri orang." gerutunya. Ia segera menjemput Rendra, untuk menemaninya dengan sukarela untuk melabrak pria yang sudah berani membawa nona mudanya , jelas- jelas dari kawasan terlarang milik Mr Kims.
" Aku ikutan bos. Aku segera meluncur," katanya dipesan yang barusan kirim, setelah berhasil serlok, posisi pria itu melalui nomor nya.Hans segera menyusul Rendra.
Tiga kelompok tim pencari Citra menemukan titik merah tepat ditunjukkan pada sebuah rumah sakit swasta PHE. Mobil- mobil mereka parkir dilokasi parkir rumah sakit. Rendra heran mengapa tiba- tiba sudah ada Hans juga dilokasi, itupun beserta dengan anggotanya. Kemudian adalagi tim berseragam turun dari mobil dan memasuki rumah sakit tersebut.
Diantara para anggota rombongan itu ada yang tidak memakai masker dan memenuhi protokol kesehatan memaksa masuk menerobos pembatas yang dibuat oleh security. Hingga terjadilah kericuhan dilokasi itu.
" Yang ngak memakai protokol kesehatan tidak boleh masuk tuan- tuan! " kata kepala security rumah sakit itu.
" Persetan dengan protokol kesehatan yang anda bilang, kata anggota prajurit khusus tuan Kims.
Yang menghalangi nyawanya melayang! " kata para
prajurit khusus tersebut dengan mengeluarkan senjata api. Membuat para satpam menciut nyalinya.
" Baiklah kalau anda - anda ngeyel, silhkan masuk. Tapi anda semua akan berhadapan langsung dengan tuan muda pemilik rumah sakit ini." kata kepala satpam tersebut.
Aksi brutal para prajurit tuan Kims yang memaksa tiap kamar pasien rumah sakit itu, karna resepsionis yang menolak untuk menunjukkan keberadaan perempuan yang mereka tunjukkan pada gambar.
itu tau sang resepsionis berbohong. Makanya mereka membuat kekacauan yang membuat penghuni rumah sakit itu dilanda kecemasan.
Mereka tanpa segan dan ampun memaksa membuka setiap pintu ruang dirumah sakit itu.
" Tuan muda! ada yang menyerang kerumah sakit ini." Lapor salah seorang anggota security pada Tuan muda Alden.
Hans dan Rendra saling pandang. Mereka heran mengapa ada tim lain yang begitu ganas menerobos rumah sakit untuk mencari Citra juga.
" Tuan muda, yang itu dari mana? Kok ada pasukan khusus segala. " tanya Hans yang dijawab gelengan oleh Rendra.
Atau itukah pasukan khusus yang dimiliki oleh kakek ? Aku pernah dengar kalau kakek punya pasukan rahasia. Tapi aku tak pernah lihat kebenarannya. Apa benar mereka ini adanya ya?" tanya batin Rendra.
Kok mereka mencari nona Citra juga ya? Apa mereka dari utusan kakek Kims? " tanya Hans berbisik pada Rendra.
" Suut...Bisa jadi, karna tadi aku dengar kakek ada menghubungi seseorang saat kami sedang memeriksa keadaan boy putraku." kata tuan Rendra
kemudian. Mereka terus mengikuti arah kemana pasukan khusus itu melakukan aksi buka paksa tiap ruang untuk memeriksa.
Tepat diruangan VIP no x, pintu diterjang dengan kuat, yang menyebabkan Citra dan Alden terkejut.
Yang tak kalah terkejutnya adalah Rendra, karna ia tak sengaja melihat saat Al menyentuh kening Citra. Itu Al lakukan hanya untuk memeriksa kondisi Citra yang wajahnya memucat akibat sakit susu dan terkejut karna kekacauan diluar. Ternyata
perempuan habis lahiran, darahnya lumayan lemah.
Darah Rendra mendadak mendidih. Ia tak tahu mengapa ia seperti ini. Seumur hidup baru kali ini ia merasakan rasa cemburu seperti ini. Ia berusaha
menasehati dirinya namun tak bisa. Darahnya bergejolak, tubuhnya memanas, tanpa bisa dihindari, Rendra langsung menerobos masuk, mengalahkan aksi tim khusus kakeknya. Ia segera menarik Alden dengan satu sintakan.
Rendra sendiri heran, mengapa ia menjadi kuat dan
tak terkendali seperti ini. Ia langsung menarik Krah baju Alden, lalu menghajarnya dengan brutal.Si Alden tentu tak tinggal diam.
Sudah Stop Ren! Al tak salah apa, ia cuma menolongku. " Kata Citra sebelum mulutnya dibekap.
Alden membalas Rendra, hingga terjadilah adu jotos yang membuat Hans terpaksa ambil tindakan untuk menghentikan mereka yang sama- sama sudah babak belur itu.
Asli! pertarungan satu lawan satu dari dua CEO muda dengan ketampanan sama- sama luar biasa. Dan sama- sama luar biasa tak pandai bela diri sedikitpun.
Hans bertepuk!
Pak...pak...pak...Suara tepukan ya.
" Bagus!...kalian berantam terus
sampai mati berdua. Sedang rusa yang kalian perebutkan sudah dibawa kabur." Kata Hans melerai mereka dengan sindiran.
Saat kedua mereka sadar makna ucapan Hans, mereka menghentikan pergumulan itu. Lalu sama- sama menatap tempat tidur Citra.
Mana Citra ???" tanya mereka serentak?
Bersambung....
Baru Up nih say...jangan lupa mampir terus ya...
Kasih like, komen, fote, dan tambahkan cerita ini
ke novel Favoritnya.
Kalau bisa kasih bintang juga ya. Terserah menurut
keringanan hati masing- masing.
Thank you be fore.
Salam 💗💗💗 dari penulis. M....h