
" Ternyata tuan sipit itu jauh lebih menarik ketimbang diriku yang masih muda dan tampan ini ya Hans? " Tiba - tiba Rendra mempertanyakan hal yang konyol itu pada Hans seraya memandang wajahnya dikaca ruangannya, saat mereka usai mengadakan meeting dengan klien dari Malaysia.
" Jangan bilang bos merasa bersaing dengan kakek juga dalam merebut hati istrimu." Kata Hans bingung dengan sikap posesive tuan muda yang makin tak terkendali akhir-akhir ini.
" Kalau kau jadi diriku pasti gerah juga dengan sikap kakek yang sok manja padanya sekarang. Mana ia selalu menuruti apa saja permintaan kakek. Coba kalau aku, dekat saja dikit sudah dipelototi. " Kisah Rendra berkeluh kesah pada asisten sekaligus orang yang sudah dianggap sahabat olehnya.
Tentu saja membuat Hans cekikikan mendengar curhatan tuan pecemburu itu. Terlebih lagi ekspresi wajah Rendra saat menyampaikan keluhannya membuat Hans geli.
" Makanya...cepat rebut hatinya, biasakan ia dengan sentuhan kasih sayangmu, biar ia lama- lama jadi Candu. Belajar sana ! lewat novel- novel online romantis, biar ngak kaku terus dihadapan cewek. Masak istri sendiri ngak bisa dibucinin.
Malah kalah sama kakek. Kakek aja bisa, ngapa cucunya ngak bisa?
" Tidur satu kamar, bertatapan tiap hari. Sama- sama mengurus anak. Jadi Stefi saja bos bisa buat Citra jatuh hati. Itu artinya sebenarnya ia suka juga denganmu sebagai Rendra, bagaimana Stefi memperlakukan Citra hingga Citra suka. Coba ulang lagi momen- momen itu.
" Mana ia akan mau, mepet dikit aja aku sudah diusir. " kata Rendra.
" Jangan sampelah bos mepet- mepet kali. Ntar istrinya sakit. Kan masih dalam masa nifas.
Jangan nyosor dulu lah bung...Tunggu boy tiga bulan dulu baru dikasih adik perempuan. " kata Hans seraya tersenyum nakal menggoda Dady muda itu.
" Emang kau kira semudah itu dapatkan dirinya. Boro- boro ngasih adik. Bisa nyium aja aku sudah senang.
" Kalau sudah bisa nyium itu sudah lampu hijau. Dapat nyium yang lainnya bakal menurut." kata Hans.
" Kau ini, kayak pecinta propesional saja. Seperti sudah banyak pengalaman. Gimana kisahmu dengan Nahdamu itu? Apa akan dilanjutkan kejenjang pernikahan? " tanya Rendra
" Kalau aku don't wory bos. Aku pria Cool yang memikat hati. Siapa bisa menolak pesona seorang Hans Jankson? Apalagi Nahda adalah gadis yang besar dipangkuanku. Tentu dia tak kuasa menggantikan ku dengan siapapun. " kata Hans besar kepala.
" Jangan sampai kau ke colongan ya! Aku rasa kau sekarang bukan pria cool lagi, tapi pria sok tahu dan arogan. Mudah- mudahan apa yang kau yakini sesuai kenyataan, aku juga tak mau melihatmu sampai patah hati nantinya. " kata Rendra.
" Semoga saja wahai tuan muda yang posesivenya level atas! " kata Hans sembari tersenyum manis, memamerkan deretan giginya yang rapi masih tak bosan menggoda Rendra.
" Iya ya Hans...kalau difikir- fikir aku keterlaluan juga soal cemburu. Andai aku tak terlalu cemburu, mungkin aku dan Alden ngak sampe sama - sama babak belur. Untung adu jotos tanpa seni yang kami lakukan ngak ada yang liput. Kalau ada bisa kacau dunia bisnis kami. Bisa jadi trending topik dimedia.
" Makanya kurangi tuh sifat Cemburu yang terlalu.
Sebelum marah periksa dulu kebenarannya.
" Kau juga...emang kau kira orang marah itu, pake priksa- priksa segala. Yang pake priksa- priksa itu orang sakit, atau ibu- ibu mau lahiran! Kalau ada orang yang periksa- Periksa dulu sebelum marah, takkan marah lagi namanya, tapi sadar diri." protes Rendra.
" Habis bos Rendra terlalu...Sama kakek sendiri cemburu.
" Ini sifat bawaan dari ibuku Hans. Kau tahu kan mulai dari struktur tubuh sama wajahku mirip momyku. Aku tinggi, tampan berhidung mancung dan bermata indahkan dari Momyku yang cantiknya jauh diatas Rosalinda" Kata Rendra tak mau kalah membanggakan dirinya dihadapan hans.
Momyku kata kakek sangat possessive orangnya. Kemana- mana ayah pergi ia selalu ikut.
Hingga saat kecelakaan pesawat naas itu." Kenang Rendra.
" Iya bos...tapi kurangi dikit- dikitlah cemburuanny, biar ngak jadi bumerang. Cemburu tanda cinta, tapi
kalau terlalu tanda tak mampu. Makanya, cepat- cepat buat momnya Bhalendra jatuh cinta, biar bos ngak cemburu buta. Biar sama- sama cemburu nantinya. Agar adil...tikodil...kodil.. " kata Hans
menirukan Vidio like Adel sikodel- model.
" Entahlah Hans, tampaknya nasip seorang kolor ijo
susah dimaafkan. " kata Rendra yang membuat Hans kembali terkekeh.
" Ngak kasihan ngatain diri sendiri?, kalau ada yang dengar kan jelek kali kedengarannya " kata Hans
"Menawar yang pahit, harus minum yang manis. Melupakan yang buruk, harus banyak momen baik yang mesti bos buat terhadap nona. Jadi malam yang buruk itu gantikan dengan malam- malam romantis yang berkesan. Hingga malam itu menjadi malam bersejarah yang membuat dirinya akhirnya bersyukur. Karna adanya malam itulah akhirnya kalian bisa bersatu selamanya. Toh kalau bukan karna malam itu belum akan kalian memiliki Bhalendra boy Chen." kata Hans panjang lebar.
" Mudah- mudahan segera masa itu tiba. Yang penting bagiku sekarang aku harus bisa jadi ayah yang istimewa buat boy dan suami yang siaga buat momnya sesuai nasehat ibu. Untuk yang selanjutnya akan kuserahkan pada yang kuasa.
" Syukurlah kalau bos sudah punya tekat yang kuat.
Sama milik pribadi masak ngak bisa. Harus bisa! " kata Hans memberi semangat seraya mengulurkan tangannya pada Rendra.
" Untuk apa ? " tanya Rendra heran.
" Untuk salam selamat dan sukses jadi ayah dan suami idaman." kata Hans.
" Makasih Hans, tanpa kamu Rendra tak ada apa- apanya soal cinta. " kata Rendra tak hanya menjabat tangan Hans, tapi juga memeluknya.
Baginya istilah wanti- wanti jaga jarak sangat bertentangan dengan nuraninya.
Karna dengan dekat dengan orang yang kita sayang, membuat jiwa kita kuat. Kalau jiwa kuat tentu tubuh akan sehat. Segala penyakit didunia, umumnya dipicu oleh faktor fsikologi. Terkecuali sakit karna kecelakaan, tu pun proses pemulihan fisiknya perlu memperhatikan faktor kejiwaannya juga.
Jiwa dan raga diciptakan satu kesatuan. Jika salah satu diantaranya tak ada, Maka keduanya tak guna.Begitu pandangan Ayah muda nan tampan itu.
Setiap malam, Rendra melepaskan status CEOnya, demi menjadi ayah istimewa dan suami siaga. Tidurnya sekarang semakin tipis. Sedikit saja boy merengek, Rendra akan langsung bangun untuk mengurus putranya itu. Mulai dari popok, mijitin dengan telon, sampai mengurus Susu Gantung Momynya.
Boy sepertinya tahu, kalau Momy dan Dadynya mesti bekerja sama. Kalau Citra saja yang nyusuin tanpa ditungguin Dadynya, ia akan mengelak. Coba
kalau Dady yang bukakkan untuknya, boy pasti akan menyusu dengan baik. Karna sudah terbiasa, sekarang Citra tak dapat marah lagi ditungguin nyusuin Boy. Buka Pertamina dihadapan Rendrapun sudah biasa, karna anaknya memang maunya begitu. Ya terpaksalah Citra mengalah demi kesayangannya.
" Makasih sayang...Sepertinya dirimu membantu sekali buat Dady dekatin mom mu. " kata batin Rendra senang karna sikap baby boynya yang membuat Citra terpaksa rela dekat- dekat dengannya.
Tepat tengah malam, tiba- tiba tubuh Citra menggigil kedinginan. Rendra mencoba memberi menghangatkan tubuh istrinya dengan memijiti dan mengolekan minyak angin. Citra tak bisa menolak sentuhan suaminya, karna taktahan dengan dingin.
Setelah dipijiti, tubuh Citra masih saja menggigil.
Rendra kemudian menyelimutinya dengan selimut berlapis- lapis. Tapi istrinya masih menggigil kedinginan. Iapun teringat kangguru. Lalu ia membuka piyamanya. Dengan tubuh setengah telanjang ia masuk kedalam selimut, didekapnya tubuh sang istri dengan erat.
" A....apa yang kau lakukan? iw....iw....Tanya Citra masih dengan tubuh menggigil.
" Suut...Jangan protes. Aku hanya ingin menyerap suhu tubuhmu. " katanya seraya memberanikan diri
menyentuh bibir istrinya. Pertama dengan telunjuk. Akhirnya dengan bibirnya. Citra tak bisa protes lagi. Karna mulutnya dikunci oleh Rendra dengan kecupan panas yang membuat tubuhnya yang menggigil, memanas.
" Busyet! mengapa ragaku menerima semua ini dengan rela? " tanya batinnya. Ia ingin marah, tapi pria perkasa itu tak membiarkannya marah. Ada percikan api yang meletup- letup dari dalam diri Citra. Membuat dirinya tanpa sadar menikmati setiap sentuhan suaminya yang sedang berusaha menghangatkan tubuhnya.
" Dinginnya sudah berkurang. Bisa lepaskan aku. " kata Citra dalam dekapan Rendra. Tidurlah sayang...Jangan rewel. Suut..." kata Rendra tanpa peduli permintaan istrinya.
Akhirnya Citra tertidur dalam pelukan suaminya.
Setelah istrinya tertidur, ia mengecup keningnya. Kemudian ia kekamar mandi, untuk membereskan belut besar yang ingin masuk kelobangnya.
" Tenang ya... Lobang belut lagi dalam proses renovasi. " kata Rendra menenangkannya.
Bersambung....
Jangan lupa mampir ya say...kasih dukungan yang
banyak...dengan cara like, fote, komen dan faforitkan cerita ini. Rate juga ya.
Salam akhir pekan...Mu...h...💗💗💗🌹🌹🌹