Possessive Daddy And Genius Boy

Possessive Daddy And Genius Boy
Chapter 115



Mobil Khusus membawa Bella dan Twins Boys masuk ke gerbang, setelah petugas jaga membukakan pagar. Mobil memutar dan mundur hingga berhenti didepan pintu Utama.


Sedangkan Mobil yang dibawa om Mamat langsung menuju parkir.


Boy dan Om Mamat bergegas turun dari mobil. Sedang Rendra, William, Arif, Adel, Anjani, Chalista dan Raisa, sudah menyambut didepan pintu.


Begitu mendapat kabar kelahiran anggota baru keluarga Kims dari telfon, mereka langsung menunggu dengan gelisah dari tadi diruang tamu.


Dokter Catlene, dua perawat, keluar dari mobil itu. Setelah membuka pintu belakang, brankar dorong Stretcher yang membawa Bella diluncurkan dengan hati -hati.


Kemudian Bella didorong masuk kedalam rumah. Raisa berlari mengejar Bella, karna khawatir terjadi apa- apa dengan sang kakak ipar.


Sedang Twins Boy sudah diserbu oleh nenek kakeknya. Seperti telah melupakan putrinya,William dan Anjani membagi bayi itu untuk digendong. Wajah ledua baby Boy itu identik, tapi malah mengingatkan mereka pada Bella saat Bayi.


" Anak lelaki mirip bundanya, pasti yang


getol bikin nih anak siBella kayaknya." sangka hati paling Ortodok dari Anjani, hingga ia senyeringai geli.


Raisa yang penasaran dengan kondisi kesehatan Bella, langsung menyerbu Boy dengan berbagai pertanyaan, wajahnya melukiskan betapa ia takut, ada masalah dengan Bella.


" Kakak baik- baik aja kan Bang? Kok masih pake transfer bed? Ngak bisa jalan ya ? " tanya Raisa, ketika , dokter, Boy dan para perawat mendorong, brankar kedalam rumah tampak ekstra hati- hati.


Bella tersenyum menatap Raisa, seraya mengulurkan tangannya. Ia senang ternyata disamping suaminya, adik iparnya juga nampak sangat sayang padanya, tidak seperti mami dan papinya, yang melupakan dirinya, karna terlena oleh kedua cucu tampannya.


" Ia baik dan sehat, Baby-nya lahir buru-buru , ringkas dan tegas! Mungkin ayahnya buatnya begitu. " Ujar Catleen tanpa sengaja, karna kebiasaan bercanda dengan ayah Twins Boy.


Boy mempelototi sepupu istrinya itu.


" Kakak dokter! Ngak tahu lagi bicara dengan anak dibawah umur ! " Canda dengan memamerkan senyum khasnya, kemudian Raisa menunjuk dirinya sendiri.


" Maaf...Saking senangnya kakak lupa, habis kak dokter ngiri, Bella melahirkan dengan mudah, sekali ngandung dapat dua Boy tampan pula. Tidak seperti kakak yang sudah jungkir balik ngedan sampai seharian baru bronjol siDeve."


Ucap dokter Leen dengan senyum dikulum.


" Kalau dokter sih gitu kak, bengkelin orang bisa. Giliran diri sendiri turun mesin ya susah! " timpal Chalista.


" Ha...ha...Anak bawah umur kok tahu turun Masin segala! " Kekeh Kak Lee.


Tatap tajam Boy membuat para wanita terdiam.


Kak Lee tersenyum begitu sampai dikamar Bella yang sudah dirancang diinterior khusus untuk menyambut Twins Boy.


" Kalau orang habis lahiran normal, memang belum boleh jalan dulu sebelum 6 jam dik, untuk menghindari pendarahan. " Jelas Kak Lee yang membuat Raisa manggut-manggut.


Kemudian mereka memindahkan Bella ketempat tidur dengan hati- hati.


Boy mengecup pipi dan bibir istrinya didepan semua orang, setelah Bella dalam posisi aman.


" Selamat datang dikamar kita Bunda ! " ucap Boy dengan wajah berseri.


*****


" Citra!!! Coba lihat cucu kita, dua pria tampan yang akan mengalahkan pesona para kakek dan Ayahnya. " Ujar Anjani melihat Citra yang datang menuju kamar Bella dengan menggendong baby Sonia.


" Sekarang hidup kita semakin lengkap, tinggal menunggu seminggu lagi, kita akan mengadakan pesta Aqiqah sekalian


penerimaan mantu. " Jawab Citra.


Akhirnya semua berkumpul diruang itu. Bercanda dan tertawa gembira, hingga Bahar dan Bahri menangis bersamaan membuat semua berebut ingin menimangnya supaya diam.


Bella baru saja selesai makan disuapi Boy, ketika kedua babby Boy itu menangis. Chalis pun memberikan Bahar pada Bella untuk disusui. Sedang Bahri dibuatkan susu formula oleh Onty muda menunggu abangnya mimik.


Begitu susu formula siap dan suhunya pas untuk diminum, Raisa memberikan susu itu Bahri, Namun sayangnya, Bahri menolaknya dengan lidahnya, bahkan ia menangis lebih keras lagi, setelah disuguhi susu itu.


Hua...Hua...Hua...Hje...Hje...Hje....suara tangisnya makin histeris mendapatkan susu protein hewan itu.


" Pasti seperti Ayahnya nya, takkan mau susu formula! Jadi sekarang buka Pertaminamu duanya Bella, biar mereka


sama- sama menyusu. " Ujar Adelia.


" Rupanya kau masih ingat Boy kecil kita ya Del? " tanya Citra sembari terkenang baru Boy lahir.


" Tentu aku ingat, sebagai Daddy palsu aku takkan lupa! " Senyum Adelia semakin mekar, teringat betapa ia menyayangi Boy sejak dalam kandungan,


ia bahkan rela meninggalkan kampung halaman demi menjaga Citra dan Boy.


Setelah Adel memberi titah, semua Daddy keluar dari ruangan itu, tinggallah para wanita. Maka Bella dengan bebas menyibak lumbung nutrisi yang satu lagi.


Mami Anjani menemplokkan mulut sikecil Bahri disana. Begitu sudah mendapatkan bagiannya, bagai motor mogok yang direm paten, Bahri langsung diam dan meram melek menikmati hidangan spesialnya.


" Dua - duanya seperti ayahnya, maunya yang asli dan tak suka yang palsu, ini akan membuatmu bekerja lebih giat lagi setelah ini Bella. Ketiga tersayangmu bakal membuatmu sibuk, karna mereka bakal berebut minta dimanja olehmu. Makanlah sesering mungkin! Makan makanan yang bergizi, minum susu dan air putih yang banyak agar dirimu tidak ceking, karna ada dua predator yang akan menggempurmu, ditambah lagi ayahnya kalau sudah 100 hari, ingat ! Cukupkan seratus hari, jangan biarkan ia cepat- cepat menjajahmu, cukup sudah semalam ia membuat seluruh tubuhmu bertato, jadikan itu sahurnya untuk tiga bulan ini! Ingat ! Hati - hati menjaga diri, jangan terlena rayuan suami! " ujar Kaklee panjang lebar menasehati iparnya


itu.


Karna Bella hanya tersenyum sembari mengusap kepala kedua putranya, yang satu ditangannya dan satunya lagi menyusu dengan dipegangi maminya.


" Dengar tu Bella! Jangan terlena dirayu sama putra nakalku itu, hingga kau lupa keselamatanmu! Ingat sudah ada dua putramu yang harus kau perjuangkan, jangan sampai mati karna sayang suami, biarkan ia puasa lama, agar kepulihanmu total!. " Timpal Adelia.


" Pada lebay semua menasehati ku, kayak aku anak yang menikah dibawah umur saja." Gerutu Bella.


" Bukannya begitu Bella! Suamimu itukan pintar merayu, jangan sampai kau tak tahan rayuannya. Walau sudah dewasa menikah, kalau soal begituan, wanita tetap saja lemah dirayu suami, apalagi suamimu, selain penuh pesona, ia juga punya banyak trik dan intrik. " Ucap kak Lee lagi sembari menyoroti dada Bella yang banyak tanda, Bella tertunduk malu.


Sedang Anjani dan Citra hanya jadi pendengar saja, takut Bella semakin tertekan, kalau mereka ikut - ikutan menambahkan, itu saja Bella sudah nampak kikuk, biarkan saja dua orang penting itu , yang mewakili kedua mami itu. Karna mereka berdua juga sama, tak mau Bella sampai sakit.


*******


Hari berikutnya , rumah besar itu, tak hentinya kedatangan tamu. Acara membuat kuepun dimulai oleh teman- teman kampus Chalista, yang dikepalai oleh Mila, mereka menyiapkan berbagai jenis kue, sebagai hidangan pelengkap saat pesta Aqiqahan putri dan cucu, yang akan dilanjutkan dengan pernikahan dan resepsi Chalista dan Amer nantinya, dihari ketujuh kelahiran Twin Boys.