
Bella terbangun pukul 06 : 12 waktu yang ditunjukkan telefon serulernya, yang begitu membuka mata, ia langsung memeriksanya, ngak cuma Bella, orang sekarang pada umumnya gitu kali ya?
Tatkala melihat sang mami tak ada disisinya, ia tak berfikir panjang. Toh mami memang orangnya bangun subuh sekali setiap harinya, katanya bangun subuh untuk segera menyambut Mikail membagikan Rizki, kalau telat, reskinya takut nyasar , keburu dikais ayam.
Ia bergegas mandi, merasa resah dan bersalah karna terlambat sholat Subuh,
Iapun tak rela kalau rezekinya sampai keduluan dipatok ayam, apalagi sijago bang Mamat, yang sukanya pagi- pagi ngacaukan bunga- bunga Bella, kalau dapat kesempatan lolos dari kandangnya.
Usai Shalat, Bella berjalan menuju ruang masak mension itu. Menyaksikan sebentar para koki sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi.
" Biasanya mami jadi Cef master pagi- pagi, tumben ngak ikut didapur? " Tanya nya pada para koki yang sedang bekerja.
" Nyonya sudah berangkat dari subuh nona..." Salah seorang kokinya menjawab.
Bella mengernyitkan keningnya curiga, tiba- tiba perasaannya jadi ngak enak.
" Kemana? " tanyanya kemudian.
" Ngak tahu non, tapi perginya bareng bang Mamat, pake mobil nona. Kalau ingin jelasnya tanya sama mbak Miftah istri bang Mamat.
" Astaga!!! Bella menepuk jidatnya. Kalau sudah sama bang Mamat, ini mah jelas ngintilin calon mantu. Aduh... Apa yang kan terjadi? Tuhan tolong...Jangan permalukan hamba ...pecinta yang belum tentu sukses dicinta ini " kata Bella sembari mengangkat tangannya tinggi- tinggi.
Lalu ia berjalan cepat menuju kamarnya. Menaiki tangga dengan terburu- buru.
Para koki yang ditinggalkannya didapur, angkat bahu, seraya saling menggeleng tak mengerti dengan maksud nona muda mereka.
Mereka hanya bisa melongo menatap punggung Bella yang begitu cepat menghilang dari pandangan mereka.
Bella merias wajahnya tipis , sebelum mengganti baju rumah dengan seragam sekolah, dalam hatinya terus berdoa, semoga perkiraannya meleset. Ia tak ingin bertanya pada Asisten rumah tangganya, mbak Miftah istri bang Mamat, karna ia tak mau langkahnya makin melemah kalau sudah tahu kebenarannya.
Masih dengan trik yang sama, yakni memesan ojek online untuk jalannya kesekolah. Padahal masih ada mobil mami yang menganggur, berikut Sopirnya.
" Non pake mobil ini aja ! " teriak Milan sopir Anjani. Melihat Ojek online pesanan Bella tiba.
" Ogah ah...Mami sih pake culik mobil sama sopir aku, padahal tahu sendiri, aku ngak mudah nyaman sama orang. " Gerutu Bella sebelum memasang Helm, kemudian naik keboncengan bang ojek.
Bye... sesekali nganggur tak ape kali ye..." Katanya Bella melelet Milan sopir maminya, yang masih muda itu.
Sedang Milan terpaksa tersenyum, sembari melambaikan tangannya.
" Be carefull bang Ojek! " teriaknya.
👀👀👀👀👀
Tatkala sampai disekolah, hati Bella benar - benar robek sebelah, ternyata apa yang Bella khawatirkan tidak salah.
"Aduh ...mami...kok pake acara tabrakan segala sama cowok yang jauh dari kata santun Si Dealer, he...he...Delon maksud ne. Untung mami berakhir dalam pelukan pangeran pusaran Angin si Bhalendra Boy Chen Hapsar, kalau ngak bisa makin kacau tuh bentuk mami kalau sampe jatuh . Mami...mami...Kepo aja ,kok ngak bijak sih " Batin Bella sembari mengusap dada.
Bukan main nano- nanonya ( Manis, Asam , Asin ) perasaan Bella menyaksikan tingkah sang mami yang lebih norak lagi dari dirinya.
" Istri pengusaha kaya asal negeri Lady Diana ini bikin malu saja, ngapain coba pake melongo begitu didepan si Dia, kayak ngak pernah ngelihat orang tampan saja, padahal suaminya ngak kalah tampan... tak aduin sama papi baru tahu rasa, masak ibu- ibu Sosialita ngeliat yang begitu saja sampai menganga !" Batin Bella menggerutu.
" Mami!!!" Teriak Bella dengan suara lima Oktafnya.
Semua mata tertuju padanya.
" Ya Ampun...Itu si Meriah Carey ngapain
juga udah datang , pake naik ojek segala lagi! " Protes Anjani setelah menyadari gadis yang dibalik helm itu adalah putrinya.
" Emang ia belakangan ini hobbynya naik ojek mi. " Kata Boy sembari membimbing
Anjani kembali kekursi taman.
Boy melihat jam tangan Rlx Diamonnya.
" Masih ada waktu 20 menit lagi! Tunggu sebentar mi.. Boy ambil dulu obat Kompres di Mobil. " katanya sebelum melangkah cepat menuju parkiran sekolah.
Anjani mengangguk sembari memandangi punggung Boy yang begitu cepat hilang dari pandangan mata itu.
Bella menghampiri Anjani setelah Boy pergi. Kali ini lebih hati- hati. Tak lupa lagi Bella membuka Helm sama bayar ojek, malu rasanya kalau Boy mesti mengurus ia pula, sedang maminya pagi- pagi sudah membuat langkah Boy menuju kelasnya terhalang.
" Ngapain pagi- pagi udah menyanyi dengan suara melengking gitu, Meriah Carey Jawa? " Goda Anjani, melihat wajah putrinya yang datang- datang cemberut.
" Mami juga ngapain pagi- pagi datang Stalking ( mengintai ) anak orang. Ngak tahu orang siapa, ngak tahu kita siapa?Gara- gara mami ntar tu anak terlambat masuk ujian. " Protes Bella masih dengan wajah cemberut.
" Aku takkan terlambat Bella! Mami sudah kecelakaan Begini, masak masih dikatai. " Kata Boy tiba- tiba duduk disisi Anjani.
" Ngak- ngak!!...Boy saja yang lakuin, tak apa, ntar kalau Bella yang kompres pasti sakit. Tuh anak perempuan, tangannya lebih kasar dari Algojo. " kata Anjani, takut kehilangan kesempatan dimanjain sama calon mantu. Ha...ha..
Bella geleng- geleng kepala, dipojokin sama maminya.
" Dasar mak- Mak egois ... idealis ...beraninya ia jelekin putri sendiri untuk kesenangannya. " Gerutu batin Bella.
" Udah jangan Menggerutu terus! Ngak baik ngatain orang tua, walau cuma dalam hati. " kata Boy sembari mengompres kening Anjani.
Sedang Anjani hanya senyum, melihat Bella yang terbelalak, karna merasa dikuliti.
" Anak ini bahkan memahami bahasa telepati, ( Bisa mengetahui dan berbicara dalam hati ) Betapa sempurnanya Allah ciptakan dia, pantas putriku rela Stalking nih Bocah sampai tahunan." Batin Anjani
menatap Boy dengan mata tak berkedip.
Sedang Boy hanya tersenyum, seraya mengusap lambut kening Anjani dengan tisu setelah dikompres.
" Ini ada bedak pengompres paling ampuh, bengkak sebesar tinju, dalam beberapa menit akan menyusut, dan dalam 12 jam akan hilang bekasnya. " kata Boy mengeluarkan kemasan kecil dari sakunya, lalu diserahkan pada Anjani.
" Tapi mami pakainya dirumah, ini kayak bedak dingin, buatan Mommynya Boy. " jelasnya dengan senyum Bangga, sebelum Anjani dapat berkata- kata.
Anjani menyimpan pemberian Boy kedalam handbag ( tas Sandang ) Leiber procious Rose yang menempel erat dipundaknya.
" Makasih sayang...Mami pasti pake pas nyampe dirumah nanti. " kata Anjani kemudian.
Bella merasa terabaikan, ia merasa tak ubahnya obat nyamuk saja diantara kedua orang itu.
Ia tetap berdiri menatapi kedua orang terkasihnya yang nampaknya benar-benar melupakannya.
Tapi ia tak lagi mengumpat, takut umpatannya dipaparkan lagi didepan sang mami. Ntar dia juga yang malu sendiri.
" Bella...Temani mami kepihak Yayasan, ada yang mesti mami cari, jangan cemberut lagi, sebelumnya ajak mami sarapan dulu dikantin. Hitung- hitung sesekali mengenang masa SMP, makan dikantin sekolah. " Perintah Boy berhias Canda.
" Baik Bos.." Jawab Bella singkat.
" Boy masuk dulu, sudah hampir dapat jadwal ujiannya. " pamit Boy sebelum melangkah tegap,meninggalkan mereka.
Bella baru saja ingin membuka mulutnya,
memprotes sang mami yang masih senyam- senyum sumbringah.
" Jangan menggerutu terus, ntar wajah bulatmu jadi tirus!!! " Teriak seseorang yang sudah menjauh.
" Pantas putri mami meleleh, kayak eskream kejemur. Orang mami saja meleleh, Emang putra siapa ya,? Kok
manisnya berasa dijiwa? Anjani masih cengar- cengir.
" Mami lebay, norak, plus Centil !!!
Pokoknya komplit deh. " kata Bella mencurahkan isi hatinya yang ia tahan dari tadi.
" Awas ngatain mami lagi !...ntar tak aduin sama calon mantu mau? " Goda Anjani sembari menyentil hidung kecil Bella.
" Mami...Jangan malu - maluin deh...Belum tahu juga dia mau apa ngak sama putrinya. " regek Bella manja.
" Anak mami ..Tuh wajahnya merah lagi!
Cie.. cie.." Goda Anjani lagi, tapi kali ini ia memeluk Bella.
" The right one for Don't worry Girl It' s still early ( Jangan khawatir gadis, hari masih pagi ) " bisiknya dikuping putri semata wayangnya.
Ok..momm...Ayo kita sarapan, siap itu baru kepihak Yayasan. Kan katanya mami mau keyayasan. " Ajak Bella sembari melepaskan diri dari dekapan mami.
Suasana ditaman sudah sunyi, maklum bel masuk sudah berbunyi, anak - anak sudah pada standbay dikelas masing- masing, siap untuk ujian.
Bella berjalan berbimbing tangan dengan Anjani maminya, menuju kantin sekolah,
benar kata Boy, mereka harus mengisi perut dulu sebelum melanjutkan rencana,
karna buru- buru anak sama Mak tadi tak sempat mengisi Sumatra tengahnya.
Tekan jempolnya say...Jangan pelit- pelit sama Bella. Tekan sampai tanda berubah
jadi merah untuk manggatoon dan biru untuk Noveltoon. Like...Like......Fote...fote...Sesekali kasih kopi juga ngak nolak Ha...ha...mumpung musim hujan kan mantap rasa ne..