Possessive Daddy And Genius Boy

Possessive Daddy And Genius Boy
Chapter 32



Berat sekali hati Rendra untuk meninggalkan istri dan anaknya. Saat ribuan kupu- kupu beterbangan dikalbunya, karna istri yang semula ia khawatirkan


akan menolaknya, kini sudah menerimanya, bahkan Citranya sekarang sudah menjadi milik Rendra seutuhnya.


Berkali- kali ia mengucap syukur, saat istri cantiknya itu mendekapnya dengan erat. Membalas Semua tanda cinta yang ia berikan. Persatuan yang sangat berkesan telah terjadi antara dirinya dengan perempuan yang sudah ia halalkan itu.


Sekarang Rendra percaya tentang keajaiban pernikahan, seperti yang dikatakan bi Sumi ibu asuhnya. Rendra masih teringat kata- kata perempuan yang sudah membesarkannya itu.


" Walau ibu tak pernah menikah. Tapi ibu percaya kalau pernikahan itu ajaib sayang...Dengan menikah, kebencian akan berubah jadi Cinta. Karna


dalam pernikahan, ada campur tangan yang Maha Kuasa dalam mempersatukan hati kita.


Jadi turutilah rencana kakekmu. Menikahlah agar semua usahamu mendekatinya menjadi halal. Ingatlah hubungan yang halal pasti akan membuahkan nikmat yang indah. " Kata Bu Sumi setiap kali Rendra mencurahkan perasaan ragu dan cemasnya akan menjalani kehidupan berumah tangga dengan perempuan yang membencinya itu.


" Apa kau masih membenci diriku sayang? " tanya Rendra usai mendapatkan raga istrinya yang seutuhnya.


" Sangat! " Jawab Citra singkat yang membuat dahi


Rendra mengerut.


" Tentu saja sangat benci, karna kau akan meninggalkan aku dan Boy.." kata Citra.


" Itu hanya untuk urusan pekerjaan sayang... Atau kalau sayang mau ikut, kita pergi bersama boy juga. " kata Rendra kemudian.


Sebenarnya apa susahnya pergi sekeluarga dengan pesawat pribadi. Segala fasilitas dan kenyamanan ada disitu. Tapi tidak sekali tidak kata tuan Kims tidak. Ia tak mau ditinggal keluar negri oleh cucu menantu dan cicitnya itu.


Kedengaran berlebihan sikap tuan Kims, tapi itu bukan tanpa alasan. Kalau saja kita mengalami hal yang sudah menimpa pria tua itu, kehilangan anak dan menantu sekaligus karna kecelakaan pesawat, tentu kita juga akan mengalami ketakutan yang sama. Apalagi saat ini usia tuan Kims sudah sangat tua.


Ketakutan sudah menjadi penyakit orang yang sudah berusia senja, apalagi untuk psykologi orang yang sudah menderita trauma seperti dirinya.


Baru sehari ditinggal suami, sudah membuat ibu muda yang kecantikannya titisan Dewa penguasa dunia Timur dan Barat itu, sudah uring- uringan.


Bahkan untuk tidur saja susah bagi Citra.


Selama ini, setiap malam ia baru akan tertidur setelah dipijiti kening dan betisnya oleh Rendra. Citra sudah terbiasa selama ini mendapat serfis sang suami dalam masa pemulihan habis lahiran.


Sekarang Rendra tak ada. Ia bagai ku little Cat yang


kehilangan induknya. Kesana kesini resah dan gelisah.


Untung ada Boy yang suka bertingkah lucu dan kadang sengaja menunjukkan perhatiannya pada Momynya.


Seperti hari ini. Saat Citra sedang bermenung, boy tiba - tiba menggapai baju sang Dady yang digantung dilemari besarnya. Baju yang sudah dipakai Rendra yang belum dicuci itu, ia gapai dengan menggunakan tongkat Tuan Kims yang direbutnya tadi sore dari kakek Dadynya itu.


Setelah bersusah payah mendapatkan baju itu.


Boy mengecup baju itu, kemudian baju yang masih nyangkut dihunger itu disodorkan pada Citra. Citra


melepaskan gantungannya, mengerti maksud putranya, iapun melakukan hal yang sama.


Setelah ibu dan anak itu melakukan hal yang sama berulang - ulang sambil main cilup ba. Akhirnya keduanya dapat tertidur lelap malam itu.


Mereka tertidur dikasur lantai dengan nyenyak. Ternyata tips obat kangen yang ditunjukkan oleh Boy pada mom tercintanya cukup ampuh.


Sekarang Citra tak perlu repot menyodorkan mimiknya pada sang putra. Karna boy sudah bisa menyingkap sendiri piyama tidur sang Momy, kemudian memompong sendiri ASInya, tanpa harus membangunkan Momynya. Boy kecil seperti pencuri yang takut ketahuan, dengan hati- hati mengesap nutrisinya, seolah menjaga agar Momynya tak terganggu.


Saat Citra terbangun ia akan memergoki boy dan menggodanya.


" Ketahuan! anak Momy tertangkap! " katanya seraya menghukum putranya dengan menggelitik


atau menghujaninya dengan kecupan gemas. Yang membuat Boy tertawa ngakak mendapat kecupan bertubi apalagi gelitikan Momy. Kemudian ia akan


meminta maaf dengan mengambil tangan Momy lalu mengecupnya. Membuat Citra kian menyesal pernah tak menginginkan putranya itu.


" Iya sayang...Momy cuma bercanda. Ayo mimik lagi! " kata Citra sembari mengecup pincuk kepala baby boynya.


Rendra merasakan perjalanan paling happy selama setahun ini, sejak ia mengenal gadis tomboy yang sekarang menjadi miliknya. Hampir ditiap acara pertemuannya selalu dihiasi dengan senyuman.


Bahkan pada angin yang berdesir saja Rendra ingin tersenyum.


Hans sampai geleng- geleng kepala melihat tingkah Rendra yang berubah jadi hangat dan ceria.


" Yang baru bulan madu bikin iri hati nih kayaknya.


Happy bangat, sampai burung yang lewat saja disenyumin. " kata Hans usai mereka mengadakan transaksi mesin di New Castle Sydney.


" Siapa pula yang habis bulan madu? " tanya Rendra berputa- pura tak mengerti maksud sahabat sekaligus ASP nya itu.


" Siapa lagi kalau bukan you, kalau I kan belum menikah. " kata Hans seraya mengedipkan matanya pada Rendra.


" Siapa yang berani cerita padamu? " tanya Rendra mengerutkan keningnya.


" Tingkah laku tuan mudaku yang lagi kasmaran yang menjelaskan padaku. Kalau you keberatan, silahkan hukum tuan mudaku yang norak itu. " kata Hans yang langsung dapat hadiah tepukan dipundak Hans.


" Nikahilah Nahdamu segera, biar kau rasakan pula


mabuk cinta kayak tuan mudamu. " kata Rendra dengan senyum mengembang.


" Bedalah...Boskan sudah Bucin duluan sejak kenal


gadismu. Sedang aku ngak kayak bos Rendra kali sama Nahda." kata Hans membeberkan isi hatinya.


" Itu karna kalian dijodohkan, selama ini kalian sudah dekat juga, jadi kau merasa sudah pasti Nahda suka denganmu. Sedang diriku waktu itu selalu dihantui perasaan bersalah dan khawatir


takkan ada maaf darinya. Jangankan berharap


dicintainya, dimaafkan saja sudah Syukur. " Kenang Rendra seraya curhat.


" Tapi sekarang hatimu sudah lega. Selain sudah bisa dimaafkanmu, ia juga sudah candu Cintamu, pria berkelamin dua! " kata Hans seraya terkekeh mengingat betapa konyolnya sang big bos saat jadi


Stefi.


" Untung ngak ada orang kita yang dengar mulutmu yang resek itu. Kalau kita sedang ditanah air, pasti sudah kucabein mulutmu yang ngomong asal itu. " kata Rendra bersesungut.


" Sadis amat sih bos! Amat saja tak se sadis itu. " kata Hans tak kapok menggoda tuan muda yang lagi kasmaran itu.


" Bercanda itu enak Hans ! tapi jangan terlalu dan sampai membuat orang salah persepsi. " kata Rendra menasehati Hans.


" Maaf...Kali lain ngak diulang lagi deh yang melanggar frivasi. I am terible sory, 🙏🙏🙏,,


untuk yang ini dijamin ngak ada yang mengerti dan ngak ada yang didekat kita juga. " kata Hans memohon maaf pada Tuannya. Kemudian ia mohon pengampunan pada sang Khalik dalam hati


kecilnya.


" Ya sudah... jangan sampai segitu juga merasa bersalahnya. Aku hanya bilang kalau ada yang dengar ngak baik. Tapi untukku pribadi aku tak tersinggung. Karna aku juga tak habis fikir dengan tindakanku saat itu, karna begitu berharapnya bisa


mendekatinya. " kata Rendra kemudian, tak ingin Hans murung.


Bagi Rendra keceriaan Hans, motivasi baginya.


Ia ingin sahabatnya itu segera menemukan kebahagiaan pribadinya pula.


Bersambung....


Baru nongol nih penulis nya 💗....


I cam sory untuk late Up ini. Tapi jangan ada yang kapok mampir ya, kasih like, fote and faforitkan cerita ini.