Possessive Daddy And Genius Boy

Possessive Daddy And Genius Boy
Chapter 70



Boy tersenyum dalam tidurnya. Kedua orang tuanya memandangi kedamaian


tidurnya dengan kagum.


" Sayang...Bayi kecil yang mempersatukan cinta kita sekarang sudah menjadi lelaki remaja berbadan dewasa, membuatku cemburu dengan kegagahan dan popularitasnya. " kata Rendra jujur.


" Iya sayang...putramu sangat pandai membuat orang penasaran dengannya, mulai dari orang dewasa sampai gadis remaja.


Sekarang dirimu dan diriku harus siap mental duduk dibelakang layar sebagai penonton. Sebentar lagi anak- anak kita lagi yang menjadi pemain didepan layar.


Kita tak bisa cemburu, tak pula boleh jadi sutradara. Hanya hasil didikan dan panduan agama yang akan menjadi sutradara kehidupan mereka. Semoga Allah mengarahkan langkah mereka menjadi pemain yang baik, hingga kita sebagai penonton bisa bergembira.


Semoga Ending kehidupan mereka, bisa menjadi penghibur bagi kita dihari tua. "


Citra berceloteh panjang lebar membayangkan masa depan yang akan indah bagi ketiga buah hatinya.


" Ya sayang...Begitu mereka sudah memegang perannya masing- masing,


kita akan menikmati masa - masa liburan


kita, bermain dengan cucu menjelang waktu kita Tiba.


Kita akan menyusuri Pantai George town dengan bergandeng tangan. Apa Citra bersedia menemani suamimu ini sampai rambut, jambang dan jenggot ini memutih? " Rendra menatap mata istrinya lekat sembari menyentuh dagunya sendiri.


Citra tersenyum, lalu mengangguk.


" Dengan siapa lagi aku akan menua sayang...Kalau Tuhan memberikan waktu itu untuk kita, aku akan sangat


menikmatinya dan bersyukur." katanya seraya memejamkan matanya.


" Diamlah sayang...Besok kita lanjutkan khayal dan angan yang tak pernah habis ini.


" Suut...Jarang sekali ia


terlelap dengan damainya, jangan sampai cerita kita membangunkannya,


sejak kecil Boy lebih banyak bermain ketimbang terlelap. Memandangi tidur


nyamannya seperti ini langka sekali


sayang...Nampaknya suasana hatinya hari ini berhasil mengalihkan hatinya dari


Leptopnya.


" Iya...ya sayang...putra kita sangat bersemangat dalam setiap usahanya,


kadang istirahatnya tersita karna ambisi dan semangatnya, tapi syukurnya ia selalu sehat, sesibuk apapun ia, mudah - mudahan tak berpengaruh terhadap kondisi fisiknya." Rendra memandangi putranya dengan kagum.


" Iya sayang...Kau harus bersyukur, bagian dari dirimu tumbuh besar, kuat dan gagah melebihi asalnya. "


" Iya deh...aku mengaku kalah...Aku dulu hanya tampan dan berprestasi. Tidak kuat sepertinya. Tapi aku lebih beruntung, Bertemu perempuan cantik dan kuat. Kalau urusan memilih perempuan, aku yakin Dady nyalah yang juara. " kata Rendra walau mengaku kalah ia tak mau mengalah seperti pepatah orang kampung Citra Taimpik


nak Diateh, takuruang nak dilua ( Terhimpit ia ingin diatas, kalau terkurung ingin diluar )


" Ya...ya.. terserah...Yang menang siapa, yang terpenting Citra sayang Anda berdua! Udah...Ayo tidur. Have A nice Sleep ( Mimpi yang indah ). " Ucap Citra


sebelum memejamkan matanya setelah menarik selimut.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Sementara dikamar sebuah Mension mewah dikawasan C J. Selatan.


Seorang Gadis Remaja sedang bermunajat pada Tuhannya. Dengan perasaan Bahagia, Bella mengucap syukur sembari mengangkat kedua tangannya dibalik mukena putih bersih berhiaskan mutiara.


Wajah Indah gadis remaja Blesteran Inggris Jawa ini semakin bersinar dalam balutan mukenanya.


Entah apa yang diminta Bella dalam doanya. Ia nampak khusuk dan sungguh- sungguh dalam menyampaikan hajadnya


pada yang Maha Penolong. Hanya dia dan Allah yang tahu.


Bella maharani Putri William Anjani, itulah nama panjang anak remaja ini.


Pertama mendengar namanya,


Boy sempat berkomentar.


" Kepanjangan, pantas orangnya sok tahu! " Ungkap Boy kala itu, waktu mereka kelas I Atau kelas VII.


Bella yang mendapat komentar Boy hanya tersenyum kecut, ia tak membalas Boy, karna ia sudah salah duluan menilai


Boy langsung sebagai anak tak pandai ujian.


Siapa yang dapat mengira, salah sangka jadi Cinta. Selama dua tahun Bella penasaran dengan Bhalendra Boy Chen


Hapsar. Dan baru beberapa hari ini, Tuhan mengabulkan doa Bella untuk bisa mengenal sitampan misterius ini.


Nyonya Anjani duduk disisi tempat tidur putrinya, menatap Bella yang sedang khusuk dalam doanya. " Apa yang sedang ia minta? wajahnya nampak sumringah, aku yang duduk disini menungguinya sampai ia tak sadar saking khusuknya ia berdoa. Ada apa dengan putriku? Sedang jatuh cinta kah dia ? Bukankah ini terlalu dini? " Tanya batin Anjani berkelana.


Begitu Bella usai berdoa, ia membuka mukenanya, Ia tersentak menatap Anjani, sang mami yang duduk ditempat tidurnya. Ia tersenyum untuk mengurangi kegugupannya. Lalu Bella berdiri mengemasi perlengkapan sholatnya, kemudian buru - buru menyalami maminya.


" Maaf mi..Apa sudah lama mami menunggu Bella? " tanyanya santun.


Bella kembali tersenyum, lalu menarik nafas panjang.


Biasa mi..Doa keselamatan diri, ibu dan bapak, muslimin - muslimat, itu aja." jawab Bella masih dengan wajah sumringah yang sulit disembunyikan.


" Ngak biasanya doa dipanjatkan dengan ekspresi seindah bintang kejora begitu.


Mami curiga ada Doa khusus untuk seseorang yang istimewa mungkin? " Anjani mencoba mencongkel hal tersembunyi dibalik pipi merona putri semata wayangnya.


" Biasa aja lagi mi..Kok kepo amat sih.


Yang namanya doa khusus itu rahasia kita sama yang di Atas. Lebih berat dari rahasia perusahaan seperti kata papi.


" Masak sama mami sendiri main rahasia- rahasiaan sih, emang anak siapa? " Anjani berucap sembari memasang wajah cemberut.


Bella meraih kedua pipi maminya dengan kedua tangan halusnya. Mengsapya lembut, lalu memberi kecupan singkat.


" Jangan cemberut gitu dong mami, ntar


cepat tua mau? " tanya Bella masih dengan senyum yang mengembang.


" Oh ya? Papi belum pulang dari Jerman ya mi, kalau mami kesepian tidur bareng Bella Yuk..?" Bella mencoba mengalihkan perhatian maminya.


" Ok..Mami mau tidur bareng Bella, tapi cerita dulu sama mami, kenapa wajah putri kesayangan mami nampak sangat bahagia.


" Ok, mami sayang...Udah sholat ? Tanya Bella.


" Sudah sayang, sebelum kesini...tapi mami doanya GPL ( Ngak Pake Lama ) kayak Bella.


" Seharusnya lebih lama dong mi...Soalnya cintanya mami sedang diBenua lain, Doanya meski dilebihin, agar kekasihnya selamat dari Bahaya, baik itu bahaya jalan atau Bahaya besar lainnya ." Katanya mengedipkan mata, lalu dengan cekatan Ia menyiapkan bantal dan selimut buat sang mami.


" Apa bahaya besar lainnya contohnya sayang? " tanya Anjani berpura lugu.


" WIL seperti namanya. Kata Bella sembari terkekeh menakuti maminya.


Dahi Anjani mengerut, kedua alis hitam tebal alami miliknya sampai menaut. Wajah manisnya berganti jadi asam.


" Cup....cup...ngak kok mami sayang...


papi ngak bakalan rela menghadirkan wanita Idaman Lain. Mami tak usah khawatir, Maaf...Bella becandanya keterlaluan. Ia am Terible Sory mommy (


Aku sangat minta maaf mami)


" katanya membujuk Anjani sembari memeluk maminya.


" Kalau mami doanya dikit, Bella sudah minta banyak pada Allah, semoga papi bucin terus sama mami, tak ada yang lain. " kata Bella lagi.


Anjani kemudian tertawa. Kamu lucu nduk...Kamu yang bikin ulah, trus kamunya juga yang merasa bersalah.


Tipe laki - laki kayak mana ya? Kira- kira yang cocok buat calon mantu masa depan buat sipengacau kayak kamu? " kata Anjani memancing putrinya yang ia tahu sangat pandai menyimpan rahasia.


" Pokoknya mami tak usah khawatir, Bella


sudah ketemu orangnya, Ayo bergolek, kalau mau ngorek- ngorek hati Cah ayu ne. " katanya cekikikan sambil berbaring.


Anjani mengikuti putrinya.


Bella menarik selimut sampai dada untuknya dan mami, setelah menuntaskan tawanya.


Ia anak Jenius yang ngak cupu, Model tampan perusahaan konveksi, model salah satu alat komunikasi dan juga Top model Perusahaan Software terkenal diNusantara. Jago silat dan karate.


And jago juga buat Bella salah tingkah, buat masalah trus minta maaf kayak sama mami. Ia susah dihubungi, apalagi dijumpai, tapi dua hari ini Bella sukses dekatin dia, setelah dua tahun berusaha.


Tuk..tuk..tuk.....Anjani mengetuk jidatnya setelah mendengar cerita putrinya.


" Kenapa mi? " tanya Bella menautkan alisnya.


" Dasar bocah zaman now! Usia masih belasan, sudah berani CaPer ( cari perhatian ) sama cowok, bela- belain jadi penguntit tahunan . Bella...Bella ..


Jadi penasaran nih mami pengen lihat langsung tuh model calon mantu masa depan. " Kata Anjani sembari menatap putrinya dengan tatapan tak percaya.


" Ternyata aku sudah terlalu sibuk, hingga


tak sadar perkembangan putri semata wayangku, mulai hari ini aku harus memberi perhatian lebih, agar Bella tak salah mencari perhatian diluar " kata batin Anjani bertekad.


🟨🟨🟨🟨


Boy terbangun ketika jam tangan Boy menunjukkan pukul 03: 05 dini hari.


" Astaga...Aku tertidur dikamar mereka.


Apa kata Dady ya melihat aku terlelap dipangkuan Mommy? " ucapnya lirih sembari memandang kedua orang tuanya. Setelah meregangkan badannya


sejenak, ia lalu duduk. Memberikan kecupan dikening kedua orang tuanya bergantian,kemudian Boy meninggalkan kamar itu.


Tekan jempol yang...Dukung terus cerita kita. Like, fote and faforitkan. Komentar yang membangun, and saran yang cantik akan meningkatkan usaha penulis untuk lebih baik lagi kedepannya.


Don't Worry say ( Jangan khawatir ) ...Autor orangnya lapang dada besar selera He...He...