
Subuh sekali, Citra sudah bangun dan mempersiapkan semua, agar ia tak sempat terlambat untuk mengikuti Rendra kekantor. Saat Momy membangunkan boy dikamarnya untuk mandi dan sarapan. Boy berpura-pura malas bangun.
" Sayang...Ganteng Momy! Bangun yuk sayang..
biar mandi dan sarapan.
Soalnya hari ini Momy akan menemaninya Dady bekerja dikantor.
Boy bisa dirumah saja kan, menemani opanya boy." kata Citra seraya mengusap lembut pipi gembul putranya.
" Haaaah....huaaaah..." Boy menggeliat sembari menguap. Kemudian ia tersenyum.
" Morning mom...Tenang mom..Boy sudah besan, sudah bisa mandili dan Salapan sendili. Mom lanjut saja kegiatan pagi harinya. Lagian nanti Boy ada Klass Bahasa Inggris dan Jepang. " kata boy
" Huah....ah..Ia kembali menguap.
" Ingat mandi pagi baik untuk kesehatan! Don't lazy
Boy!
" Okay mom...Iam get up..." jawab Boy.
Begitu Momy kembali melakukan aktifitas lainnya
Boy mulai bergegas mandi dan bersiap- siap menjalankan misinya.
Citra memulai langkahnya untuk bekerja mendampingi suaminya pagi ini. Saat memasangkan dasi Rendra. Rendra menatap istrinya yang tampak makin cantik dan bersinar pagi ini. Ia kembali ragu untuk membawa istrinya bekerja, apalagi untuk menjadi sekretaris yang akan menemaninya meeting dengan para klien dan CEO perusahaan kontraktor yang umumnya berhidung belang.
" Sayang...Aku tak yakin membawamu bekerja denganku. " kata Rendra.
" Mengapa tak yakin? Apa kau sudah menganggap ku bodoh sejak hampir 3 tahun Vakum dari dunia kerja. Jadi ibu rumah tangga dirumah?Apa kau kira duduk dirumah aku hanya mengerjakan pekerjaan Rumah tangga saja? Apa kau lupa bahwa aku juga sudah lulus Megister Management Bisnis walau hanya kuliah online.
Aku dirumah saja bukan berarti kubiarkan otakku kosong sayang...." Kata Citra kembali berusaha lunak walau awalnya ia sudah tersinggung dan salah sangka dengan ucapan Rendra.
" Bukan begitu maksudku sayang...Aku ragu bukan pada kemampuanmu. Tapi aku ragu karna kecantikanmu yang..." kata Rendra menggantung ucapannya.
" Kenapa ? Apa menurutmu aku kurang berpenampilan menarik untuk jadi sekretarismu? " tanya Citra seraya memeriksa penampilannya dicermin besar lemari pakaian mereka.
" Justru karna kau terlalu cantik, makanya aku ragu sayang....Kau tahu kan kalau aku tidak tahan kalau ada mata jelalatan yang akan mengekspos wajah dan tubuh istriku, darahku akan cepat naik.
" Mulai pagi ini, dan mulai hari ini, berusahalah untuk menjaga emosi. Sudah dewasa dan hampir tua, kok ngak bisa juga merubah sikap. Jangan
suka cemburuan lagi. Ingat aku hanya mencintaimu saja didunia ini, aku juga akan menjaga diri dan sikapku dihadapanmu, para klien dan pesaing bisnismu. Aku janji! " Kata Citra seraya
mengecup kening suaminya.
" Baiklah!...Sedikit saja ada masalah, akan kupecat! " kata Rendra sembari tersenyum dan membalas kecupan istrinya lebih hangat.
" Sesuai janjikan? " tanya Rendra yang membuat dahi istrinya mengerut.
" Janji apa lagi?
" Janji setiap ada jadwal break kita lanjut dengan program kasih adik buat Bhalendra. " kata Rendra dengan mata berbinar.
" Oo...yang itu....Terserah bos saja! Yang penting tidak dipecat oleh bos kejam! " kata Citra yang membuat keduanya
terkekeh.
Rendra tertawa lepas, untuk minggu- Minggu terakhir ini, baru kali ini ia tertawa tanpa beban batin. Nampaknya memang benar kata pepatah sukses seorang lelaki tak luput dari pengaruh perempuan disampingnya.
Sampai dikantor pusat GNN group. Hans terburu- buru- buru masuk keruangan Rendra.
" Nanti jam sepuluh pagi kita bakalan Meeting diHotel F milikmu. Sementara komputer dikantor pada rusak, tak ada yang bisa dibuka. Tadi sudah kucoba berkali- kali. Tapi tak bisa loading.
Ada yang mengganti sandinya. Memang File sudah diprin out. Tapi bagaimana dengan presentasinya. Aku sengaja tak menyimpannya di penyimpanan Eksternal, takut ada yang nyuri file kita lagi. " kata Hans, dengan wajah keringatan.
" Sudah ngak usah khawatir, sekarang kuangkat kau jadi wakil CEO. Sudah terlalu lama kau jadi sekretarisku. Kita serahkan saja semua ini pada sekretaris baru. Sekaligus tantangan buatnya.
Kalau ngak tuntas biar diPHK langsung. " kata Rendra yang membuat Hans bingung.
" Kapan bos merekrut sekretaris baru? " tanya Hans
kemudian.
Ciik let..bunyinya pintu. Membuat Hans reflek menatap kesana.
" Nyonya Bos ???"
" Ya ia ngotot mau balik kerja. Sebagai wakil direktur, kau masih punya tugas pribadi mengawasi
gerak- gerik sekretaris baru kita. " kata Rendra!
" Sampai dimana? " tanya Hans menggoda bos pecemburu itu.
" Ya sampai diluar kamar lah. Kalau sudah masuk kamar denganku, itu sudah urusan internal. " kata Rendra tersenyum manis, memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi. Hans senang, Tuan yang sudah seminggu ini galau, kembali ceria karna bersama nyonyanya.
Begitu Citra diberi tantangan menyelesaikan masalah leptop Hans yang sekarang akan berpindah kepemilikan. Citra akhirnya bisa mengatasinya, setelah membaca pesan singkat yang tiba- tiba muncul dilayar ponselnya.
Citra tersenyum bangga...Lalu dengan langkah pasti, ia menggamit suaminya untuk membawanya
segera meluncur menuju lokasi meeting.
" Ayo sayang...Aku sudah siap dan kujamin sekretaris barumu yang cantik ini takkan pernah dipecat dan tak akan dipecat terutama dari sini. " kata Citra mengelus dada suaminya kemudian dengan nakal mengecup bibir suami tercinta yang baru saja mau angkat bicara. Hilang semua protes yang akan Ren ucapkan, berganti dengan debaran dada yang bergemuruh dan hembusan nafas yang sesak.
" Sayang....mau ngajak meeting atau tidur? " kata Rendra setelah berhasil mengatur nafas.
" Dua - duanya.
" Maksudnya? " tanya Ren penasaran bercampur bingung.
" Meeting dulu, yang semangat. Kalau meetingnya sukses. Kau boleh mengajakku Ehem- ehem diHotelmu itu. " kata Citra segera menyiapkan semua yang akan mereka bawa, setelah melarikan diri dari dekapan suaminya.
Rendra tersenyum, seraya mengikuti langkah istrinya.
" Yang mana sekretaris dan yang mana bos ? gumamnya sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
###
Sementara ditempat lain. Disebuah kantor perusahaan Kontruksi lain. Seorang CEO mencak- mencak.
" Gimana bisa hacker andalanku tak bisa lagi masuk kesitus perusahaan Rendra. Gimana ini?kanapa keamanan sistem mereka makin kuat. Apa yang sudah dilakukan pria Gay itu terhadap Severnya. " Gerutunya.
" Maaf bos, untuk kali ini kita tak bisa curi file mereka. Untuk berikutnya saya akan tetap cari celah. " kata Romi sang Hacker andalan Aruna, CEO licik yang sudah beberapa kali mengalahkan tender Rendra.
Aruna adalah mantan teman kuliah Rendra diuar negri dulu. Ia sudah beberapa kali mengalahkan tender Rendra. Perusahaan Kontruksi baru milik Aruna ia buat khusus untuk menjatuhkan Perusahaan Kontruksi Rendra. Dendam masa lalu yang tidak disadari oleh Dadynya Balendra Boy Chen. Selama ini ia selalu menghargai kemenangan Aruna. Karna baginya ia dan Aruna tetaplah sahabat. Teman semasa kuliah.
Ada apa peristiwa masa lalu antara Rendra dan Aruna? Rendra tak pernah merasa ada apapun, sedang lelaki itu menganggap semua luar biasa sampai dendam berkarat.
What Happened in the past.?
Tiga jam kemudian meeting usai.
" Syukurlah sayang...tender ini selamat dan gol untuk kita. Ternyata sekretaris baru membawa hoki.
Mudah - mudahan tu mata Aruna kena rabun senja! Habis tak berkedip melihatmu saat presentasi. " kata Rendra dengan perasaan gembira bercampur cemburu.
" Aduh...sayang...jangan sembarangan ngutuk orang dong. Kan aku orang baru, jadi wajar dilihatin. " Bujuk Citra seraya mengusap muka tampan Rendra. Bersamaan dengan itu menager hotel datang.
" Ma...maaf Tuan Bos..." katanya gagap.
" Sudah disiapkan kamar ku dan istriku?" tanya Rendra menekankan kata Istri.
" Iya Tuan, ini kuncinya. " kata sang manager menyerahkan kunci. Kemudian mengantar Bosnya dengan hormat menuju Sulte Room.
Selanjutnya Rendra merayakan kemenangannya sebagai seorang CEO dan suami, di jam rehat siang ini, di salah satu Sulte room hotel miliknya ini sebagai saksi bisu.
Bersambung.....
Mat mampir pembacaku tersayang....Sory late Up lagi. Habis disini Lagi Kiamat jaringan.
Jangan kapok ya say...baca, like, komen, kasih hadiah juga fote buat karya kita ini.
Oh ya kalau bisa mampir juga dikarya baru kita
My love Ruler Another World, yang autor buat untuk Even Manggatoon dan Novelton dengan tema pacarku bukan manusia.