Possessive Daddy And Genius Boy

Possessive Daddy And Genius Boy
Chapter 36



Citra heran siapa yang selalu mengirim pesan padanya setiap ia sedang ada masalah dengan komputer bagnya. Leptop yang ia bawa selalu bermasalah saat akan digunakan. Tapi begitu ia laksanakan perintah pesan diponselnya, ia bisa loding kembali.


Citra memang Sarjana dan Megister dibidang Management bisnis. Tapi untuk urusan komputer dan jaringan ia hanya mengerti dasar- dasarnya saja.


Urusan mengetik dokumen memang ia sangat lancar. Untuk jadi sekretaris, ia cukup bisa diandalkan dalam pengadaan surat dalam waktu singkat. Tapi kalau urusan jaringan, ia bisa muntah mencret kalau sampai ada kerumitan.


Tapi nampaknya sang pengirim pesan misterius tahu segalanya. Siapakah dia? Musuh atau kawan? Kalau ia musuh, ngak mungkin sejak kerja sama dengannya walau hanya dengan menuruti perintah pesannya, semua masalahnya selesai, dan pekerjaannyapun sepertinya mendapat banyak keberuntungan.


Citra berfikir keras untuk mencari tahu, pengirim pesan itu. Begitu ia mencari pemilik nomor dengan


Gougle , ia tak menemukannya. " Astaga! Apa aku yang tak pandai menggunakan Gougle ya? " tanya hatinya.


Kemudian ia pun mengunduh google pin my device , untuk melacak no tersebut. Tah karna apa, ia juga tak mendapatkannya.


" Tiba- tiba saja ia teringat pada putranya. Saat mengandung Boy ia sangat luar biasa, bahkan kemampuan dan kepintarannya berlipat- lipat lebih besar. Ia selalu disukai, dipuji karna prestasinya saat itu.


Sebulan hampir Citra bekerja sebagai sekretaris bos Posesive itu. Perusahaan Kontruksi ya selamat


dari kebangkrutan. Hampir semua tender dapat dimenangkan oleh Rendra, berkat bantuan Citra.


Rasa syukur Rendra selalu diiringi dengan Omelan.


Mengingat setiap presentasi istrinya selalu jadi pusat perhatian.


" Karna sudah ada beberapa proyek kita yang sudah berjalan, dan usaha Kontruksi kita sudah selamat, sebaiknya kau balik kerumah sayang..." kata Rendra sehabis mereka memenangkan tender yang ke 8 diakhir bulan ini.


" Kok dipecat! Dimana pula salahku? " tanya Citra bingung.


" Salahnya mata lelaki jelalatan melihatmu, aku tak tahan. Mungkin Hans lebih cocok temanku presentasi seperti dulu. " Kata Rendra yang membuat Citra ingin marah, tapi menatap mata suaminya yang khawatir, ia mengurungkan niatnya untuk menyekak suami tampannya.


" Emang ada yang begitu ya sayang...aku sih merasa biasa saja. " kata Citra kemudian.


" Kau kan perempuan cuek, mana lihat hal- hal begituan. Aku melihat bahkan mantan sahabatku


Aruna menatapmu dengan sangat bernafsu. Aku sampai mau mencongkel matanya kalau saja tak ingat kita sedang berhadapan dengan klien." curhat


Rendra.


" Kalau yang itu sih aku tahu yang...Aku juga curiga sejak pertama melihat pria itu. Tapi begitu kau bilang dia mantan teman kuliahmu. Aku menepis kecurigaan ku.


" Kalau yang lain sama saja, bahkan ada klien yang sengaja nitip salam pada sekretarisku. Begitu aku kenalkan sebagai istriku.Ia malah memujimu langsung. " kata Rendra dengan wajah sewot.


" Udah Sewotnya sayang...Kau kalau sewot makin menggemaskan. " kata Citra seraya mengecup batang hidung Rendra.


" Kalau begitu aku sewot terus, biar lebih menggemaskan dari Boy. " kata Rendra.


" Jangan sayang...ntar keseringan sewot cepat kempot! " kata Citra yang tiba- tiba teringat pada putranya.


Saat Rendra membawa istrinya ketempat tidur, karna sang elang raksasa sudah meronta- ronta disangkarnya minta terbang melayang, akibat gesekan sang istri. Citra menepis tangan suaminya dari pelukannya.


" Tunggu sayang...Amankan dulu burungnya disangkar, aku cek dulu boy bobok apa belum. " kata Citra seraya berlari- lari kecil menuju kamar putranya dilantai dua.


" Aduh...capek ternyata nanjak sambil lari" Gumamya setelah tiba dilantai dua. Kemudian ia mengendap- endap bagai kucing yang sedang mengintai mangsa.


Citra berjalan sepelan mungkin agar tak membangunkan sang putra, kalau- kalau ia sudah tak bobok.


.


Namun apa yang dilihatnya membuatnya terkejut. Bocah kecilnya sedang Asyik mengotak- Atik leptop. Ia berusaha untuk tenang, ingin tahu lebih dalam apa yang sedang diperbuat oleh Boy. Kalau ia ketahuan sedang bermain gime selarut ini, ia takkan segan- segan menghukum sang putra.


" Ada apa mom? Belum bisa bobok ya? " tanya sang putra cuek, sambil terus melanjutkan pekerjaannya.


" Tak usah berfikir untuk menjewer kupingku, apalagi menggantungnya Momyku sayang...Anakmu tidak sedang main game. " kata Boy seraya menatap Citra.


" Ini bocah, yang ada didalam hatiku saja ia sudah bisa menebak dengan benar. Persis saat aku mengandungnya. Bahkan apa yang difikirkan Adeliya aku sudah tahu. " batin Citra bertamasya kemasa lalu.


" Lalu anak Momy ngerjakan apa selarut ini? Sejak kapan suka ngotak - Atik komputer gini. Dimana dapat leptopnya ? " tanya Citra bertubi- tubi bak tembakan metriliniur.


" Nanya anak tu satu- satu sayang...kan boy jadi bingung mau jawab yang mana. " kata Rendra baru muncul, langsung mengecup pipi gembul Bhalendra.


" Bobok yuk...Biar Dady and mom dongengin. " kata


Rendra.


" Tunggu Dad...Tulunin Boy dulu! Boy selesaikan dulu sebental lagi. " kata Boy memohon.


" Okay sayang...Apa udah makan malam tadi? " tanya Ren setelah menurunkan putranya.


" Jadi kau sudah tahu, ia hacker yang sudah menyelamatkan kelemahan Sever data perusahaan


kita? " tanya Citra begitu paham apa yang sedang dilakukan putra kecilnya.


" Baru tahu belakangan. " jawab Rendra jujur.


Citra cukup bangga dengan kejeniusan putranya. Tapi dilubuk hatinya yang terdalam ada ketakutan seorang ibu, takut ada musuh yang mengetahui keberadaan putranya.


" Mudah- mudahan tak akan ada yang berfikir membalas suamiku dengan menggunakan kesayanganku. " kata batinnya.


" Jangan terlalu khawatir mom...Boymu dengan izin yang kuasa akan mengatasi musuh baik yang nyata ataupun yang tersembunyi. Mom tak usah khawatir.


Boy pasti akan waspada dan jaga diri." kata Boy masih menumpas tuntas apa saja yang baru difikirkan Citra. Membuat Momy muda itu hanya bisa melongo, menyaksikan betapa putra kecilnya jauh lebih cemerlang dari ia dan suaminya.


" Wajar kakek menamainya Bhalendra yang artinya Dewa cemerlang." kata hati Citra memuji kehebatan tuan Kims memberi nama pada putranya.


Beberapa menit kemudian boy berseru. " Mission of Sucses! Sekarang waktunya bobok!


" Mommy and Dady dongengin yuk...Sesuai janji. " kata Boy merengek. Kalau sudah seperti ini, Citra baru makin gemas melihat putranya.


" Ternyata anak Momy bisa juga jadi anak kecil sungguhan ya sayang..." katanya menggendong Boy hendak membawanya ketempat tidur. Karna badan boy tumbuh cukup tinggi dan subur, melebihi ukuran usianya, Citra agak kepayahan menggendongnya.


Kemudian Rendra mengambil alih.


Citra menceritakan dongeng sang penyihir yang baik dan kisah Anggun nan tongga. Belum tuntas cerita kedua, cerita dari Minang asalnya tersebut, sang putra sudah mendengkur halus.


" Jagoan kita sudah bobok sayang...Sekarang tinggal nidurin jagoan yang satu lagi." kata Rendra seraya menggendong Citra menuju kamar mereka.


" Tapi kan Momy capek sayang..." kata Citra.


" Kalau capek ya diam saja... Yang penting kudu tanggung jawab sudah bangunkan nih elang yang ngak mau bobok sebelum dikasih makan malamnya. " kata Rendra mulai mengungkung istrinya begitu sampai di peraduan mereka.


Citra tak bisa menolak, ia pasrah karna tubuhnya lelah, membiarkan lelaki perkasa itu menuntaskan hasratnya sampai membuat tulang- tulang Citra terasa remuk.


Rendra memberi kecupan terima kasih berkali- kali, begitu Citra mau keluar dari kungkungannya, pria itu masih betah diatasnya.


Kemudian ia menarik istrinya kepangkuan nya. Tersenyum semanis mungkin pada Citra.


Citra menangkap seringai licik dibalik senyum itu.


Ternyata dugaannya tidak meleset, Rendra kembali


membuat stempel kepemilikan disekitar dadanya.


Kemudian menyusup lagi kedaerah yang lebih berbahaya.


Sa...yang...A...a..ku masih mau..." Dalam diampun dirimu terus membuatku gila sa...yang...I love yuo..." katanya bergetar, seraya memulai penerbangan keduanya.


Bersambung...


Mampir terus yuk...Jangan lupa tinggalkan kesan dengan cara like, fote, beri hadiah, komen dan tambahkan cerita ini kenovel faforitnya say...


Saat sektor musuh tersembunyi ber aksi, apa yang kan terjadi? Bagaimana Boy anak Genius menyelesaikannya?


Nantikan terus part selanjutnya dan kasih dukungan selalu, biar Autor semakin💪💪💪


Salam sayang💓💓💓 dari penulis Allways.