Possessive Daddy And Genius Boy

Possessive Daddy And Genius Boy
Chapter 19



" Tapi kalau difikir - fikir, anakmu belum lahir saja sudah banyak memberikan pengaruh positif bagi hidup kita ya Cit, apa Citra ada merasa seperti itu? " tanya Adel saat menjelang tidur. Ia sedang memijiti betis Citra yang barusan rasa berputar, yang membuat Citra terpekik akibat sakitnya buah betis yang terbalik.


" Mudah- mudahan ia ya. habis ternyata ngandung itu sangat berat, walau jiwaku bersemangat, tetap saja tubuhku Kao. Ini daging bitis pake bolak balik segala, mana sakitnya minta ampun lagi. " Kata Citra sekalian curhat.


" Ya beratlah...tapi seorang ibu kudu ikhlas, karna rasa sakit itu nantinya akan terlupakan semuanya saat kita menatap bola mata bayi kita. " kata Adel


menghibur sahabatnya itu.


" Kayaknya si Neng dah siap nih buat nikah dan segera punya baby. Tapi sabar ya. Tunggu sampe si Boy lahir, biar citra bisa tampil normal diacara pesta nikahan kalian. " kata Citra


" So pasti lah! Normal bisa jalan bertiga harapanku.


Biar Boy nya bahagia, tentu harus dengan Dady yang Asli. Kan setiap yang hilang akan ada gantinya. Akunya pergi harus balik si Dia. " kata Adel masih setia memijiti kakinya Citra.


" Bisa ngak kita ngak ngomongin soal lelaki itu. " pinta Citra dengan tatapan memohon.


" Ngak bisa lah ngak ngomongin dia, karna dialah kamu begini. Jadi mana bisa ia bebas begitu saja! ,"


kata Adel dengan volume suara mulai naik.


" Sut....jangan langsung ngegas, walaupun kamar kita kedap suara, ngak malu sama nyamuk atau cicak? " tanya Citra menggoda Adel.


" Mana ada cicak dirumah sebagus dan sebersih ini Mak labu? kalau nyamuk serangga nakal sih ada juga yang nyusup mencari darah putri cantik kayak aku. " kata Adel mulai kambuh lebaynya.


" Berarti Dady Palsunya Boy bunglon atau power ranger? " tanya Citra.


" Kok gitu? tanya Adel kurang faham.


" Bisa berubah- ubah. Didekat Boy jadi Dady, didekat nyamuk jadi Putri. Didekat mas Arifin jadi apalagi? " tanya Citra sembari tersenyum manis.


" Didekat mas Arif jadi teletubis.


" Berpelukan...." kata mereka serentak kemudian tertawa lepas, sampai perut buncit Citra bergoyang- goyang. Baby-nya juga merespon dengan menendang- nendang.


" Piu....piu....Citra memegangi perutnya yang terasa


lucu dan ngilu akibat tendangan Boy.


Adel memperhatikan gerakan lucu baby Citra. Ia takjub dan tak tahan untuk tidak menyentuh perut Citra.


Kini tak terasa sebulan sudah Citra menjalani kehidupannya dirumah besar itu. Dengan rangkaian aktivitas kekantor, kepabrik dan kembali kerumah, tentu saja dengan diantar mobil mewah milik Mr Kims dan didampingi oleh Adelia. Tak ada terfikir sedikitpun baginya tentang ayah dari anaknya. Kalaupun Adel mengingatkannya, ia pasti mengalihkan pembicaraan. " Biarkan aku sendiri yang memiliki anakku. " begitu fikirnya.


Adel juga tak perlu capek- capek memijiti sahabatnya itu. Karna sekali tiga hari akan datang tukang pijit profesional yang akan memijiti Citra.


Tak tanggung- tanggung. Mr. Kims benar- benar manjakan Citra, dengan memyediakan tim dokter yang rutin memeriksa kondisi Citra, tanpa Citra perlu mengeluh. Juga tukang pijit yang semula sempat membuat Citra protes.


Hari itu hari Minggu, Citra break kerja. Setelah demo masak didapur subuh- subuh bersama Adel dan para juru masak Mr. Kims yang bertindak semuanya turun level jadi asisten Cef.


" Kalian ngak usah khawatir, Tak usah takut turun jabatan, aku paling bisa masakin kakek sekali seminggu " kata Citra seraya tersenyum ramah pada kelima koki yang bekerja didapur istana Mr. Kims.


" Ya nona muda...Kami tau nona orang yang baik. Nona takkan tega membuat kami dipecat karna kalau sampai non job. " kata Sen koki termuda dapur mewah sembari tersenyum manis.


" Pasti lah, Citra juga sejak gembung begini tak terlalu rajin lagi masak, sesekali bisa dah syukur. " katanya seraya mengusap perutnya. Yang membuat semua menatap perut buncitnya kemudian tertawa terkekeh.


" Ni nona selain cantik, baik dan lucu, andai tuan muda punya istri kayak gini. " kata hati para koki itu hampir sependapat.


" Stop makannya sayang...Kakek hampir lupa, sebentar lagi akan ada tukang pijit frofesional yang akan mijitin Citra. Jadi jangan makan dulu, biar perutnya sekalian dikusuk. " kata kakek Kims yang membuat Citra terpaksa menekan keinginannya untuk memuaskan selera makannya. Dengan menelan liur, ia mencuci tangannya lagi.


" Ini tukang pijit kok lama sekali, ngak tau cucuku sudah kelaparan. Awas nanti kuhukum berat kau kalau masih belum juga muncul dalam lima menit. " cerocos Mr Kims sambil menatap jam tangannya.


Tiga menit kemudian datanglah seorang banci yang tergopoh- gopoh menemui Mr. Kims.


Maaf tuan tadi ada sedikit rintangan dijalan, jadi aku terlambat datang, yang mana cucu tuan? boleh aku langsung melaksanakan tugasku. " kata banci tampan itu.


Mata Citra dan Adel terbelalak, juga para pelayan tercengang.


" Gimana bisa aku kusuk sama orang kayak gini kek?Ia kan lelaki, walau dandanannya dandanan perempuan ia tetaplah lelaki, aku tak mau tubuhku dijamah oleh perempuan jadi- jadian kayak gini. Apa tak ada tukang kusuk wanita yang sudah tua? " tanya Citra protes.


" Ngak ada sayang...Ini sudah melalui uji dan pemeriksaan medis kok, dijamin ia tidak akan apa- apain Citra. Ia sudah diperiksa zohir batin, asli Important. Cucu tak usah khawatir, ia aman. " kata kakek Kims membujuk Citra sembari mengedipkan mata sipitnya sebelah pada Adelia. Untung Adel mengerti.


" Plis sayang...kusuk dengan dia saja ya. Mana ada tukang kusuk nenek- nenek dimetro politan ini lagi.


Yang ini juga lumayan, biar Adel ngak susah mijitin lagi, biar bitisnya tak kebalik lagi. " bujuk Adelia.


Walau sambil merungut, akhirnya Citra mau juga dikusuk pagi itu oleh Tah laki tah cewek yang mengaku bernama Stefi itu. Mereka segera menuju kamar Citra untuk kusuk, Adel menemani kusuk pertama itu.


Citra masih saja menunjukkan wajah buncutnya sampai Stefi mengoleskan Hand body keperut Citra. Begitu perempuan jejadian seperti penuturan Citra itu mengelus perutnya, Citra merasakan keanehan yang luar biasa, ia merasa sangat nyaman dengan sentuhan tangan Stefi, pun


baby-nya semakin lincah bergerak dan menendang, kala dapat sentuhan tangan yang jauh dari kata lembut itu.


Dengan cekatan Stefi mengusuk perut, tangan, kaki dan bagian punggung Citra. Bagian pahanya dikusuk,Citra mulai tertidur. Karna Citra tertidur, Stefi buru- buru kekamar mandi. Ia kebelet. Lama sekali ia dikamar mandi, mengatasi suasana hatinya. Setelah dirasa tenang dan aman ia kembali duduk disamping tempat tidur Citra. Adel yang memperhatikan itu hanya geleng- geleng kepala.


" Aku curiga, mana ada bencong yang ngaku important, keringatan begitu melihat tubuh mulus cewek. Mana ada pula yang sampe kebelet pipis. Tapi kalau memang yang punya badan nyaman kusuk sama dia ngak masalah juga bagiku. Paling aku ngak direngein lagi minta pijitin tiap mau bobok. " kata hati Adel sembari menatap sahabatnya yang ngorok pagi hari akibat habis dikusuk sama Stefi.


Beberapa detik kemudian pelayan datang mengantar sarapan untuk Citra, Adelpun membangunkan Citra dari tidur paginya


yang tak biasa itu.


Maaf non Adel dan non Citra aku pamit pulang ya. " kata Stefi yang dianggukkan oleh mereka.


Sejak saat itu Citra jadi betah dan nyaman kusuk sama bencong itu. Andai si Stefi terlambat datang dari jadwal rutinnya, Citra akan uring- uringan karnanya. Mr Kims tersenyum bahagia ketika tahu akhirnya Citra ketagihan dengan tukang pijit yang ia rekomendasikan.


Bersambung...


Siapakah tukang pijit itu gerangan? Apakah ia berniat baik atau buruk, atau ada tujuan lain.


Jangan lupa nantikan terus Kelanjutan cerita kita.


Kapan Dady sebenarnya bertemu dengan Momy?


Bagaimana pertemuan mereka?


Kasih dukungan yang banyak ya say...biar penulis makin semangat.


Jangan lupa kasih ❣️ 🌹🥰🥰🥰 dengan hati yang ringan.


Makasih sebelumnya.