Possessive Daddy And Genius Boy

Possessive Daddy And Genius Boy
Chapter 108



" Sebenarnya kalau Boy masih sendiri, aku takkan menyiakan kesempatan mendekatinya. Ia sungguh mengagumkan, kamu beruntung Bella...sudah menjadi miliknya. Nampaknya kalian juga bakal punya baby. Selamat ya! " Ucap nona Yama setelah mereka menuntaskan makan siangnya di restoran OJD.


" Makasih nona Sonia...Jodoh sudah ditentukan nona...Aku yakin sebentar lagi nona juga akan menemukan jodoh nona, seseorang yang sudah ditakdirkan Tuhan untukmu. " Ucap Bella pada nona Sonia Y, setelah mengelap bibirnya. Mereka sengaja makan memisahkan diri dari kaum lelaki, karna Bella sudah nyaman dan merasa cocok dengan CEO muda nan cantik ini.


Gadis itu mengangguk sembari tersenyum.


Manis sekali senyumannya, " Batin Bella.


Usianya wanita itu tidak muda lagi, sudah 35 tahun dari dokumennya yang Bella lihat, hanya tiga tahun dibawah usia mami Anjani, tapi wajahnya gadis itu tak menunjukkan usianya segitu. Ia seperti sebaya dengan Bella.


Mungkin wanita karir ini begitu telaten merawat tubuh dan wajah imutnya.


Wajah imut yang sangat kontras dengan bentuk bibirnya yang selalu tersenyum memamerkan deretan gigi kecil- kecil, putih bersih dan berderet rapi.


" Setiap wanita ternyata cantik dengan bentuk yang berbeda sesuai dengan ras dan keturunannya." Puji batin Bella ketika mereka sudah berjalan keluar dari restauran Yang menyediakan masakan Jepang itu. Nona Sonia melambaikan tangannya pada Bella, ketika Sopir dan Asistennya sudah menjemputnya, mereka lalu memasuki mobil Lexus dengan nomor polisi Xx yang diparkir bersebelahan dengan mobil Bella.


" Mengapa sampai melongo menatap kepergian perempuan cantik itu? " tanya


Boy yang membuat Bella menyikut suaminya.


" Cantik sekali! Sederhana lagi! kau tertarik ya? Cecar Bella.


" Mana boleh menuduh begitu sayang...bukankah dirimu yang tak berkedip menatap kepergian wanita itu! " Ujar Boy.


" Memang cantik...Kalau aku belum memilikimu, tentu kau akan tertarik dengannya, walau usianya diatas kita, tapi wajah dan badannya sungguh awet muda. "Puji Bella.


" Kecantikan itu relatif sayang...Setiap wanita itu cantik, bergantung pada orang yang melihatnya, itu juga ditambah dengan bagaimana tingkahnya. Secantik apapun perempuan, kalau tingkahnya menjengkelkan, tentu tidak akan sedap dipandang mata kalau ngak enak dirasa hati. " Jelas Boy.


Bella terdiam, Kemudian menarik nafas lega.


" Kita lanjutkan membahas soal kecantikan didalam mobil ya sayang...Kasihan om Mamat dan Hafis yang sudah nungguin kita dari tadi, walau


perut dah kenyang, tetap saja menunggu itu hal yang paling membosankan. " Ajak Boy sembari membimbing istrinya menuju mobil mereka, yang disana sudah


menunggu sopir dan asistennya.


Sesampai didalam mobil, Bella yang sudah kekenyangan mulai ngantuk. Tatkala om Mamat mulai melajukan mobil dengan kecepatan sedang membelah jalan menuju kantor mereka, Bella menyandarkan tubuhnya didada bidang suaminya, melupakan pembahasan tentang wanita cantik, lalu terlelap dengan damai.


" Kenapa tadi lama sehabis melepas nona Sonia Bos? " tanya Hafis lirih, takut membangunkan nona muda yang sudah berubah jadi nyonya itu.


" Biasa...Wanita cantik bertemu wanita cantik, ada kagum dan ada cemburu juga, jadi bahasnya ngalor ngidul, maklum nyonya sedang dalam masa sensitif dan super kritis, apa- apa selalu dipertanyakan. " Jelas Boy.


" Ngak marah kayaknya. " tebak Hafis.


" Ngak...Sudah bisa diadem- adem sekarang, yang penting harus jeli mata, sama awas mulut. Kalau ngomong mesti ekstra hati- hati. " Ucap Boy sembari tersenyum.


" Namanya juga Wanita hamil, syukur Bella tak seperti yang dirumah. "


" Emang Hana lagi juga? " tanya Boy.


" Iya...Tapi susah sekali, ngak ada yang masuk, semua dimuntahin, paling cuma ini yang boleh masuk. " Seringai Hafis sembari mengusap Colibrinya.


" Kan mulai lagi mesumnya! Sarkas Boy.


Hafis tersenyum, teringat istrinya yang memang makin doyan memberi makan Kolibri kecilnya.


Boy menepuk pundak Hafis yang tampak


sedang menghayal.


" Jangan yang enak- enak saja yang kamu fikirkan ! apa Hana sudah dibawa berobat? dikasih anti mual ngak sama dokter? Jangan sampe anakmu nanti kurang asupan, Usaha untuk mencarikan makanan yang sesuai untuk perutnya!" ujar Boy.


" Sudah berobat kok Bos...tapi tetap saja ngak ada yang bisa masuk selain buah salak, kedondong, jambu. Pokoknya semua buah yang rasanya manis asam baru bisa dimakan olehnya . " Jelas Hafis.


" Kalau begitu tak apa- apa, perbanyak stok buahmu. Kalau suka buah itu baik juga, tidak makan karbopun tak apa, emang gitu mau anakmu. Nanti lewat Empat bulan akan bisa makan semua.


Kata Kak Leen S p OG sih gitu.


Tapi Bella berbeda, kami tak mengalami seperti itu, cuma makannya saja yang berlebihan, sejak dari mulai sampai sudah 20 Minggu sekarang, istriku jadi pemburu kuliner.


Setiap Subuh aku harus menyiapkan makanan requesannya. Belum malam ia minta diajak kemana- mana untuk memenuhi wisata kulinernya, mulai dari restauran hingga makan dipinggir jalan." jelas Boy.


" Kalau gitu sih enak, bos juga bisa manjain lidah, pantasan kalian berdua semakin tampak subur." Ucap Hafis sembari menatap kagum pada tuannya.


" Walau istrimu sekarang kurus, itu karna dirimu juga, yang sudah memberinya makan pisang beracunmu itu, jadi jangan coba- coba mengabaikannya, apalagi melirik- lirik wanita lain, aku pasti mematahkan lehermu! " Kecam Boy.


" Aku pasti mendengarkan nasehat kejammu ini Bos! tenanglah...aku takkan melirik siapapun, walau sekarang pipi istriku tirus dan selalu bau muntah, tapi kalau sudah ditempat tidur, dia malah makin hot ! He...He...


" Terserah kau bagaimana mencintai istrimu, tapi aku tak suka penghianatan, bagaimanapun Hana adalah adikku, karna diriku kalian bertemu, aku tak mau ia sampai tersakiti.


" Tidak akan ada kesakitan tuan muda penguasa...yang ada hanya deru nafas yang selalu memburu, ketika sudah didekat adik angkatmu itu, setelah jauhpun ingin cepat pulang, tak tahan rindu dengan rengean manjanya, walau harus menemaninya ditoilet dulu,Berjam -jam didepan wastafel, memijiti punggung sampai muntahnya berenti, tapi tetap saja didekatnya lebih indah ketimbang didekatmu. Tapi didekatmu aku terpaksa, untuk bisa menafkahi adikmu itu, kalaupun sekarang ia hanya mau memakanku saja, bila mabuknya sudah berhenti, tentu aku harus siap sedia dengan uang yang banyak untuk membeli makanan dan keperluannya yang lain, makanya naikkan gaji dan bonus ku, biar aku makin kuat dan semangat. He...He...


kekeh Hafis.


" Ujung- ujungnya pasti kesitu, seperti aku Bos kikir saja, kalau orang lain dengar, pasti mengira, aku tak cukup menggajimu, padahal semua sudah lebih dari cukup, hanya otakmu saja yang dicokoli hantu matre! " Sanggah Boy.


" He...He...Becanda Bos...jangan masukkan kehati! masuk tas atau saku aja, biar Bos makin kaya-raya dan jaya! " Ujar Hafis.


" Amiin...Bos kita yang satu ini royal sekali Fis...Apa kau tidak bersyukur juga, bukan hanya kecipratan harta, bahkan kau juga sudah kecipratan wanita.


" Timpal om Mamat sang sopir yang dari tadi hanya menjadi pendengar budiman.


" Iya bang Mamat, manusia memang payah bersyukur, termasuk diriku ini, tapi mulai sekarang akan belajar lebih keras lagi, makasih udah mengingatkan. He...He..." Kikik Hafis riang.


Tanpa terasa Mereka telah sampai didepan kantor BBCorp.


" Sekretaris cantik...Bangun dong...Bisik Boy ditelinga sang istri. Bella membuka matanya, merasakan hangatnya nafas Boy dikupingnya, serta sentuhan lembut dipipinya.


" Sory yang...Aku ketiduran...Udah nyampe ya?" Tanyanya serak khas bangun tidur.


" Boy mengangguk, sembari membantu istri merapikan kerudung, serta penutup wajah istri.


" Tara...Dah cantik dan rapi kayaknya...Apa masih perlu digendong bunda? " tanyanya menggoda sang istri, sontak mendapat polototan dari Bella, karna Bella kebetulan beradu pandang dengan Hafis yang sedang membukakan pintu untuk mereka.


" Kalau mau pameran gendong istri juga diperusahaanmu ini, mengapa dibangunkan tadi! " Kritik Bella.


" Iya yah...Kalau begitu, ayo keluar, kayaknya penampilannya udah oke,


kalau merasa belum oke, ntar diruangan direktur saja kita serfis, sekalian mandi siang. " Bisiknya dengan seringai licik.


" Aw....Kali ini Boy dapat Capitan yang panas diarea berbahaya hingga kebelet pipis, sebelum turun dari Buggati Chiron mereka.


Hafis yang mengerti Bosnya sedang berusaha keras menahan , dengan cekatan menekan lif.


Ting...Bunyi lif yang terbuka. Boy segera masuk dengan wajah yang berubah menggelinjang menahan amoniak yang mau meledak.


Boy menghempaskan nafas lega, begitu tiba dilantai gedung kantornya. Berjalan tegap melewati lobi menuju ruangannya.


Sampai sapaan para karyawan tak lagi tergubris oleh Bos


muda yang sedang teraniaya itu.


Bella mengikuti langkah besar suami dengan perasaan was- was.


Setelah mendorong pintu, Boy langsung berlari kekamar mandi.


Bella yang menatap kepergian suami kekamar mandi, dengan hati bertabya- tanya.


" Pis...Bos kenapa? tanya Bella begitu telfon tersambung.


" Nona sih...Cubit- cubit didaerah berbahaya, untung Bos ngak pipis celana. Istri kok ngak tahu kalau suami sudah dianiaya. Ha...ha...Kakak Hafis disebrang telfon.


" Ya ampun...Kebiasaan mencubit sih!.." Pekik Bella sembari menepuk jidatnya.


" Berani berbuat, harus berani bertanggung jawab ! " ujar Boy menarik Bella menuju ruangan yang dikira Bella hanya kamar mandi itu.


Mata Bella terbelalak menatap tempat tidur ukuran sedang dengan bantal dan serai berwarna Putih dengan motif garis - garis merah.


Krek...Bunyi pintu terkunci.


Belum sempat Bella berfikir bagaimana ia tak tahu selama ini, ada ruang istirahat seperti ini, yang dikiranya hanya kamar mandi itu , Boy sudah melemparnya ketempat tidur empuk itu, mengungkungnya dibawahnya, melucuti semua yang Bella pakai.


" Mulai hari ini, habis Zuhur, boleh tidur disini, setelah menidurkan yang ini..." Bisik Boy lirih. Bella sudah merasakan senjata warisan kakek moyang sudah berdiri menjulang meminta pulang kesarungnya. Bella pasrah dibawah kendali suami yang sedang marah bercampur gairah itu.


Bersambung...


Jangan pergi tanpa meninggalkan jejak.


Berani masuk, berani kasih masukan.


He...he.. Like, fote, komen, kasih bintang dan hadiah sesuai apresiasi pembaca, dan jangan lupa kasih love bagi yang baru masuk. Karna love yang akan menghubungkan pembaca dengan cerita.


Salam thank you selalu untuk semua.