Possessive Daddy And Genius Boy

Possessive Daddy And Genius Boy
Chapter 34



3 Years Later.


Boy memperhatikan sang Dady yang akhir- akhir ini sering bermenung. Boy tak ingin melihat Dady bermurung durja. Ia harus cari tahu apa sebabnya. Ia ingin membantu Ayahnya. Perasaannya yang kuat mendeteksi ada masalah serius yang disembunyikan dari balik senyum palsu Dadynya


belakangan ini.


Boy mendengar percakapan antara Momy dan Dadynya.


" Kenapa sih sayang? mengapa wajahmu pucat dan kurang gairah. " tanya Citra seraya memijiti kening suaminya.


" Ngak ada sayang...Aku cuma pusing dan kecapean. " kata Rendra mencoba tersenyum walaupun hatinya gelisah.


" Sudah tiga tahun lebih aku menjadi istrimu, kita saling menyayangi, saling melayani, saling bicara jujur apa yang kita rasakan. Sekarang aku tahu suamiku dalam masalah, tapi ia tak mau jujur. Aku tahu dirimu, pasti kau menyembunyikan masalah pekerjaan karna takut aku minta kembali bekerja.


Oke aku akan kembali bekerja, dengan atau tanpa persetujuan darimu. Aku akan masuk dikantor pusat besok. kalau kau tak mau aku masuk sebagai nyonya CEO, baiklah aku akan masuk sebagai Petugas kebersihan. Aku pastikan aku sanggup, aku akan mencari informasi masalah yang kau hadapi. Aku pasti bisa, fikiran dan fisikku kuat. Aku tidak akan khawatir bekerja kasar, tidakkah kau ingat aku adalah mantan penyapu jalan dikotaku? " kata Citra memaksa suaminya untuk membicarakan persoalannya.


" Tak perlu begitu sayang...Aku takkan mau istriku sampai jadi CS hanya untuk menyelidiki masalah perusahaan kita. Toh jika aku gagal tender lagi karna file ku selalu dicuri melalui sistem, akan kututup perusahaan Kontruksi milik kita. Toh masih banyak perusahaan lain yang menguntungkan. Walau tak perlu bersusah-susah


kekayaan kita takkan habis tujuh turunan. " kata Rendra akhirnya menyampaikan juga masalahnya.


" Oh...ada yang membobol Sever keamanan sistem komputer perusahaan Kontruksi milik Dady. Ada peretas jahat yang mendapat keuntungan besar dari orang yang ingin mengalahkan tender- tender Dady. Kalau pencuri langsung tak mungkin, karna Dady memasang kamera CCTV disetiap ruangannya yang terhubung langsung dengan Hpnya. " Fikir Boy kecil yang sedang meringkuk dibawah tempat tidur, untuk mendengarkan percakapan rahasia antara Momy dan Dadynya.


Boy melakukan itu sejak melihat wajah ayahnya yang kurang segar pulang kerja.


" Itu bukan masalah kekayaan sayang...kalau dirimu aku tahu punya kekayaan. Tapi fikirkan nasip ribuan karyawan yang bakalan kehilangan pekerjaannya. Semua yang sudah ada itu harus kita jaga. Usaha yang selama ini maju, takkan kita biarkan berhenti hanya karna saingan yang licik.


Mulai besok aku yangkan menjadi sekretarismu, aku yang akan presentasi didepan para Clien dan lawan tendermu. Aku pasti akan menemukan musuhmu dalam sehari. Selanjutnya kita akan memperbaiki sistem keamanan data perusahaanmu. " kata Citra pada Rendra yang membuat Rendra kian gelisah.


" Aku tahu kau takut aku bekerja karna akan ada lagi yang menggodaku seperti saat itu. Sampai kapan sih sayang...kau baru bisa percaya sepenuhnya pada istrimu ini. Aku bisa jaga diri, aku


juga sangat mencintaimu, jadi sampai kapan kau membebaskan hatimu dari kecemburuan yang berlebihan itu. Percayalah sayang...izinkan Citramu


membantumu." Kata Citra memohon seraya


menatap suaminya penuh kasih.


" Aku...aku tak mau ada yang mengincarmu diam- diam kayak waktu itu. Aku tahu kau jago beladiri dan bisa melumpuhkan penjahat sampai 4 atau lima sekalian. Tapi aku tak mau ada orang licik yang berusaha memberimu minum lagi. Waktu itu saja untung ada Alden yang tepat waktu, kalau tidak mereka pasti sudah menjamahmu, setelah memberikan minuman itu. " Kata Rendra seraya mengeleng mengingat kembali saat Citra melanjutkam bekerja sebagai direktur perusahaan konsveksi mereka, waktu Boy berusia 6 bulan.


Rencana busuk itu terjadi atas perintah direktur semula yang merasa sakit hati karna Citra mengambil posisinya. Dan ia berniat menghancurkan rumah tangga mereka dengan cara menyuruh orang untuk menodai Citra.


Untung Alden sahabat Citra kebetulan datang kekafe, tempat mereka menjebak Citra. Alden pemilik Kafe melihat mereka mau mengangkat citra yang tertidur karna minumannya dicampur obat penenang.Alden mengambil tindakan, ia dan para pengawalnya menyelamatkan


Citra dari orang yang akan membawanya.


" Lepaskan teman saya! Atau anda semua akan dipenjara! Ancam Alden. Sekelompok orang Al mengepung dua lelaki yang ingin membawa Citra.


Mereka ketakutan karna kalah banyak, apalagi mereka berada dilingkungan Al. Mereka lalu melepaskan nyonya bos itu.


Sejak saat itu Rendra taklagi membiarkan istrinya bekerja. Citra terpaksa menjadi ibu rumah tangga yang manis dirumah selama hampir tiga tahun ini.


" Jangan memikirkan kejadian yang sudah lewat. Mulai sekarang aku takkan mau makan minum sembarangan. Itupun sekarang aku bekerja denganmu. Kita akan selalu bersama. Biar aku bisa


melakukan ini setiap ada waktu jeda kerja. " kata Citra merayu Rendra seraya membekap mulut suaminya dengan kecupan panas.


" Boy sudah tiga tahun lebih, ia lebih banyak mengurusku ketimbang aku mengurusnya. Sedang


kakek sudah sangat sehat sekarang. Kakek akan lebih sehat lagi kalau kita selalu bersama, apalagi bisa buatkan adik perempuan buat Boy. " kata Citra


sembari menyandarkan tubuhnya didada bidang suaminya. Diusapnya bekas jambang yang baru dicukur itu.


Boy menyelinap keluar dari tempat tidur dan berlari keluar saat mendengar obrolan sudah beralih. Ia segera memasuki kamarnya dan mulai membuka leptop miliknya yang ia beli secara Online setahun yang lalu,melalui akun Momynya. Sang penyusup kecil itu mulai mengotak Atik komputernya. Mencoba membuka situs perusahaan Kontruksi milik Dadynya.


Setelah bekerja kurang lebih satu jam, Boy berhasil menemukan celah kelemahan sistem keamanan perusahaan konstruksi itu.


" Selain sebagai pembobol situs, anakmu juga akan


berusaha memperbaiki keamanan severmu Dadyku sayang...! Hingga esok tak akan ada yang akan


bisa lagi membuka Website perusahaanmu kecuali Boymu. Besok rencana Momy dan Boy akan berjalan lancar, dengan terpaksa kau harus menerima Momy jadi sekretarismu. Dan aku akan membantu Momyku mengurus semuanya.


Semua akan baik- baik saja Dadyku yang posesive.


Boy pun takkan membiarkan apapun terjadi pada Momy. Aku sudah becan, aku pasti lebih bisa menjaga mom." kata Boy berbicara sendiri dikamarnya.


" Tap- tab...beberapa langkah ia lakukan sampai situs berhasil ia kunci. Puas bekerja mengotak- Atik sistem jaringan. Ia tidak hanya menemukan kelemahan sistem keamanan perusahaan miliknya. Ia juga mencoba membobol beberapa situs Bank swasta dan menemukan kelemahan di sistem itu.


Ia mengirim pesan singkat peringatan agar pemilik situs memperbaiki sistem keamanan mereka.


Setelah bekerja hampir setengah malam. Menyelesaikan masalah Dadynya. Dan membantu Bank yang sudah ia bobol sistemnya, dengan menyampaikan kelemahan sistem mereka melalui


pesan. Selanjutnya ia baru bisa ngantuk.


Itulah Bhalendra Boy Chen Hapsar. Boy yang baru berusia 3,5 tahun sudah memiliki kemampuan


hacker yang luar biasa. Ia belajar otodidak sejak setahun lalu dari Youtup dan Gougle.


Kemudian dengan mencuri akun Momy, ia sering


dengan Gruop FB sesama hacker. Ia belajar dan terus belajar, bertanya pada sesama kalau ada yang kurang ia fahami. Hingga malam ini. Momy and Dady dan siapapun tak ada yang tahu. Ada pencuri kecil dirumah mereka.


Tapi pencuri kecil ini baik kok, ajaran agama yang diberikan Momy nenek dan kakeknya, berhasil membuat boy kecil mengerti kalau kemampuan kita harus digunakan untuk berbuat baik, sebagai tanda syukur pada Tuhan Yang Maha Esa.


Bersambung...


Kekacauan apa yang akan terjadi Esok? Saksikan aksi boy Hacker tersembunyi mendukung setiap rencana sang Momy, untuk mendampingi suami menyelamatkan tender- tender perusahaan Kontruksi Rendra. Apa yang kan terjadi juga jika musuh ada yang mencium keberadaan Boy ?


Tongkrongin terus part - part selanjutnya.


Jangan lupa kasih like, fote, komen dan foforitkan karya ini.


Salam thank you before dari penulis.