
Hallo say...Happy reading ya...Mf..dua hari lost Update. Uci kita alias Bou atau ante penulis kembali kesisi yang Maha Pemilik. Gimana kefikiran buat
ngotak - Atik HP, apalagi buat cerita.
Ni aja fikiran masih mumet nih, efek duka.
Tapi kita coba aja ya Say...Takut pembaca pada kemana- mana. Kalau pada pergi, Autor cari kemana. Kan makin sedih jadinya.
I am Sory ðŸ˜
Boy menunggu Bella selesai ujian, ia juga membimbing Bella menuju mobilnya.
Hari ini Bella mendadak Top disekolah nya. Gimana ngak???
Ia digendong dan dibimbing berjalan oleh cowok paling misterius disekolah mereka.
Sebentar saja gosip menyebar, lalu beredar Vidio adegan romantis mereka di Sosmet.
Tapi itu hanya berlangsung beberapa detik. Begitu Boy melihat Vidio mereka beredar, langsung ia memblokir akun pengirim Vidio itu, setelah menghapus postinganya.Tak lupa pula Boy memberikan pelajaran pada sipengirim.
Bella cukup terkejut ketika Penampilan Boy sedikit berantakan ketika Boy menjemputnya kedepan kelas bersama bang Mamat usai Ujian. Masih didepan teman- temannya Bella tak sadar berjingkat untuk merapikan seragam Boy.
Teman- teman geng cantik, saling tatap, tapi tak ada yang berani komen. Mereka
takut bermain- main dengan Boy. Walau jarang berjumpa, semua kenal dengan Boy, simisterius yang menggondol juara umum disekolah, dan juara pencak silat Tingkat Nasional, yang tatapan matanya setajam mata elang. Gerakannya selincah jitah.
Bella melambaikan tangannya pada teman- temannya yang melongo menatap kepergian Bella, dengan dipapah cowok tampan misterius itu.
Bagaimana Bella tidak tersanjung. Ternyata lukanya membawa nikmat. Karna luka itu Boy merawatnya, mengobatkannya, menemani makan siang, menunggui selesai ujian, hingga mengantar sampai dimobil.
" Sudah..mulai besok jangan bandel, naik ojek sama nyusahin bang Mamat lagi! " kata Boy setelah memasangkan sabuk pengamannya.
" Okay tuan cerewet ..terima kasih sudah
merawatku hari ini. " kata Bella seraya menggenggam tangan Boy dengan senyum mengembang.
Boy menatapnya seraya berkata " Ya nona ceroboh! pulang sana cepat! biar istirahat! " Katanya.
Setelah melepas tangannya dari genggaman
Bella, lalu Boy mengucek rambut dipuncuk kepala Bella.
" Nih hukuman buat majikan yang suka nindas anak buahnya. " kata Boy setelah mengusutkan rambut Bella. Kalau orang lain yang melakukan itu, tentulah Bella akan menamparnya. Tapi karna yang melakukannya adalah orang yang ia mimpikan, dan hampir seharian ini telah memanjakannya. Bella hanya memasang wajah cemberut saja.
Boy menutup pintu mobil. " Ayo bang Mamat..Cabut, bawa nih siceroboh pulang, biar ia segera istirahat. Dan besok mudah- mudahan bisa melanjutkan ujiannya.
" Okay... Kami berangkat dulu. " kata Bang Mamat sembari tersenyum lebar.
Lalu mobil meluncur, meninggalkan Boy yang berdiri didepan jalan sekolah.
Sudah sore ketika Boy kembali ke Istananya. Citra sedang duduk diruang tamu sembari membaca Novel online
sambil menemani Calista menyelesaikan tugas sekolah.
Sekitar 20 meter lagi Sebelum Boy melintasi sofa Tempat sang Momy dan Calista. Mata jelalatan Calista sudah menangkap bayangan abangnya. Ia meletakkan bukunya dan segera mengejar Boy, lalu bergelayut manja pada Boy.
" Coba lihat mom, anak Momy baru datang. Ia sangat ( 5 Kali ) terlambat sekali hari ini. Apa tidak perlu dipertanyakan? " Adu Calis pada sang Momy.
Citra tersenyum seraya menatap putri dan putramu.
" Calis! lepaskan abangmu. Ia baru pulang, biarkan ia ganti baju dan istirahat dulu. " Batanyo salapeh jarieh, boundiang salasai makan. " kata Citra menggunakan pepatah dari daerah asalnya. Calista terpaksa melepaskan Boy sembari tersenyum kecut.
Boy mencubit hidung Calis, lalu ia mendekati Momynya, menyalami Momy, mengecup punggung tangan, lalu kening sang momy.
" Gimana mom...Ngak ngilu lagi belas lukanya ? " tanyanya kemudian.
" Alhamdulilah udah ngak terlalu kok sayang...Ayo ganti baju, makan atau rehat dulu! " kata Citra sembari tersenyum.
Boy mengangguk, kemudian menatap wajah cemberut sang adik yang sedang duduk malas disofa. Boy melambaikan
tangan pada sibuncut sebelum beranjak menuju kamarnya.
Baru sepuluh langkah Boy pergi. Citra kembali berseru ." Nanti habis Isya temui Momy dikamar ya. Badan Momy kayaknya sudah kangen nih dipijitin sama Boy.
" Yes! " kata Calista riang.
Boy berbalik menatap sitengah, sembari mengerutkan dahinya.
" Apaan sih? " tanya Boy.
" Akhirnya bakal diintrogasi juga kayaknya sitampan! " Jawab Calista masih dengan senyum mengembang.
" Dasar cewek SMS! " teriak Boy sebelum berlalu.
" Bodo amat! " jawab Calista girang.
Setelah Boy jauh dari pandangan mereka,
Citra lalu duduk disisi sitengah.
" Kok pengen kali abangnya diintrogasi sama Momy. Abang mu kan anak lelaki,
kalau ia terlambat dikit, kan tak ada masalah, tak akan ada yang berani menjahilinya." kata Citra sembari menatap Calista.
" Menjahili sih ngak ada yang bakal sanggup, tapi kalau menggoda mah banyak! " Calista berkata sembari balik ke Mode cemberut.
" Emang kenapa kalau ada yang godain abangnya? " tanya Citra menatap jauh kedalam manik mata sicantik yang lagi cemberut.
" Calis ngak senang aja pokoknya. Mom kan tahu, caliskan maunya Abang sama Zahra teman Calista, sekaligus mengangkat martabatnya siZahra. " Jelas Calista sembari membayangkan wajah teman sekelasnya yang sering ditekuk karna malu karna ledekan Boy.
" Ngak bisa dipaksakan soal perasaan kok sayang...Lagian hari masih pagi, terlalu cepat untuk memikirkan masalah
jodoh buat abangmu.
Sekarang abangmu masih dalam suasana gejolak masa remaja, momy sama Dady hanya boleh mengingatkan,
anak remaja kalau dikekang atau dipaksa
tak baik akibatnya.
" Tapi mom...kalau masa remaja udah cinta, nanti biasanya setelah dewasa makin cinta. Kalau peremuan itu sudah merebut hati Abang sekarang, jadi sirna deh harapan siZahra.
" Belum tentu juga sayang...Nanti Calis juga akan beranjak remaja. Setiap orang akan mengalami masa pubertas. Masa itu sangat sulit untuk dilewati. Orang tua dan pihak keluarga harus pandai menyikapi.Jika diantara anggota keluargasedang dalam masa ini.
" Masa remaja adalah masa paling kritis, masa baik dan buruk. Jika seseorang melewati masa ini
dengan baik, maka akan baiklah langkahnya menuju masa dewasa. Jangan sampai masa ini dilalui dengan hal- hal buruk, itu akan berakibat buruk untuk selamanya." Jelas Citra.
" Iya mom...Semoga kami bisa melewati masa- masa dalam proses kehidupan kami dengan baik berkat doa dan arahan Momy sama Dady.
" Amiiin....Mudah - mudahan sayang..Dunia kita sudah sangat tua.
Kata Rasulullah, dunia semakin tua semakin berkilau, ibarat nenek bongkok jadi pengantin. Badannya yang renta, namun penampilannya makin memukau dan penuh tipu daya. Manusia zaman sekarang juga, sulit ditebak mana yang baik dan tulus, atau yang hanya bersandiwara ." jelas sang Momy.
" Lalu bagaimana kita bisa menentukan mana yang nyata dan mana yang tipuan mom? " tanya Calista.
" Dengan bersikap baik, jujur, memilih jalan yang benar, tak lupa beribadah dan berdoa, sembari jangan bosan minta petunjuk pada Allah yang maha tahu, melalui bermunajat kepadaNya. Insya Allah, kita akan dibimbing kejalan yang benar.
" Ingat sayang.. Jika kita minta baik, maka kebaikan lah yang datang. Lalu jangan coba- coba minta keburukan, karna ia takkan segan- segan menghampiri mu, karna keburukan itu
pada dasarnya berasal dari Syaiton, sang
pembawa keburukan.
" Baiklah mom...Mulai hari ini, Calista janji, akan lebih banyak bermunajat, meminta yang baik buat Abang, Calista
, Raisa , Momy, Dady dan seluruh yang terhubung dengan keluarga kita, " kata Calista sembari mengecup pipi sang Momy..
" Gitu dong sayang...Tuh baru namanya anak gadis kebanggaan momy. " katanya seraya memeluk erat sitengah.
Sementara
Bella masih duduk manis sembari tersenyum- senyum manis seperti tak mau habis.
" Non sudah nyampe...apa non bisa jalan sendiri atau harus dipanggil nyonya atau bi Imah yang nuntun? " tanya Bang Mamat setelah menunggu lima menit nona mudanya belum juga eling dari mimpi manis tanpa lelapnya.
" Atau perlu bang Mamat gendong kayak dia,? " Tanya bang Mamat menggoda Bella yang nampaknya lagi susah nyambung itu.
" Apa? ngak- ngak! Enak aja! " Bella melelet bang Mamat sembari
berdiri dan turun dari mobil dengan hati- hati.
" Ih non...Kayaknya kakinya apik- apik wae! Ih...Berarti yang tadi ekspresinya dilebih- lebihin ya?biar dapat full serfis sama pujaan hati ?. Cie...cie...Licin benar kirane enon. " kata bang Mamat kemudian tertawa cekikikan.
" Ngak kok...ngak ada, emang tadi sakit Amat, sekarang Ngak terlalu lagi, kan udah diobati. " kilah Bella sembari berjalan santai menuju mension meninggalkan bang Mamat yang masih melongo disamping mobil.
" Tuh gigi ditutup rapat ! ntar ditelurin lalat, ulatan mau?.." teriak Bella begitu sampai didepan pintu.
Bang Mamat reflek menutup bibirnya dengan telapak tangan kanannya.
Tekan jempol dong say...Ketik komen, fote and faforitkan karya kita ini.
Salam kangen selalu.
M....h
"