Possessive Daddy And Genius Boy

Possessive Daddy And Genius Boy
Chapter 39



Malam ini Rendra sengaja mengundang semua anggota keluarga untuk berkumpul dirumah. Rendra mengadakan acara syukuran ulang tahun pernikahan mereka yang ke empat. Pada ulang tahun yang keempat mereka, Citra ingin tampil beda.


Malam ini Citra tampil mempesona dengan gaun pengantin rancangan Didi B. Acara yang hanya dihadiri oleh keluarga besar dan para sahabat dekat itu, hanya berupa acara syukuran, yang tidak melibatkan media. Itulah karakter Rendra yang sejak dulu tak berubah, ia tak suka kehidupan pribadinya diketahui oleh orang luar keluarganya.


Baginya kemewahan yang dianugerahkan Tuhan padanya bukan untuk dipamerkan. Toh kalau kita ingin berbagi Rezeki, tangan kanan memberi, tangan kiri tak perlu tahu. Demikian juga dengan kemesraannya dengan bidadari hatinya, cukup hanya Tuhan dan Kamar mereka yang jadi saksi. Tak perlu harus membagikan dengan media sosial yang kadang hanya mengundang kontraversi, atau kecemburuan sosial.


Seperti tiap tahunnya, mereka akan merayakan hari


jadi pernikahan mereka dengan mengantar makanan kepanti asuhan. Memberikan santunan berupa sejumlah uang.


Untuk kali ini juga begitu, Bahkan Citra ingin mendirikan panti asuhan sendiri, untuk menampung anak yatim piatu dan anak jalanan. Untuk penampilannya malam ini, ia juga teringat, betapa ia harus merengek pada suaminya, seperti seminggu yang lalu.


" Kamu tahu kan sayang...aku tak suka pesta. Jadi jangan kecil hati, jika sampai hari ini pernikahan kita belum juga diumumkan diMedia.


" Untuk apa pesta. Yang penting kita bisa berbagi rezeki dengan orang yang membutuhkan. " Balas Citra.


" Baguslah...Istri tercinta punya pandangan yang sama dengan suami terbaik sedunia ini. " kata Rendra seraya mengangkat tubuh istrinya menuju peraduan. Citra balas menatap suaminya dengan mesra, mengalungkan tangannya dileher suami.


" Sayang...aku mau..." rengeknya


" Tenang saja sayang, baru mau mulai pemanasan nih. " kata Rendra yang langsung dapat Capitan kepiting panas sang istri.


" Trus mau apa lagi, kalau sudah disini? " tanya Rendra.


" Tiba- tiba aku kepengeeeen....bangat dirias pengantin Ala Eropa saat Ultah pernikahan kita, dengan didandani oleh make up selebritis. Bisa gak kita datangin khusus untuk acara malam itu sayang..." rengeknya manja.


" Kok harus segitu glamor sayang...padahal kita cuma pesta syukuran dirumah." kata Rendra.


Sekarang bilang saja kau pelit dan tak mau rugi. " kata Citra seraya memunggungi suaminya dengan kesal.


" Bukan begitu cantik...maksudnya, apa ngak lucu, kita cuma syukuran keluarga. Tapi kita kayak pengantin kerajaan?tanya Rendra seraya mendekap Citra dari belakang.


" Apanya yang lucu, emang ngak boleh pengen cantik dan beda. Walau kita cuma pesta kamar berdua, dimana letak salahnya kalau istrimu tampil ala pengantin modern zaman now.


Aku juga tak minta diarak kemana- mana pakai kereta emas atau pakai mobil mewahmu itu. Yang kuminta hanya ingin jadi pengantin didepan suamiku, ayahku, kakek dan keluarga kita. Apa itu kau anggap lucu dan berlebihan? " tanya Citra dengan nada kesal.


" Tak ada salahnya sayang...apapun yang istriku inginkan, pasti akan aku turuti, untuk apa semua yang kucari, kalau bukan untuk kita. Tapi yang lucu kurasa, permintaanmu itu diluar kepribadianmu selama ini. " kata Rendra sembari mengecupi tengkuk istrinya, untuk melunakkan hatinya.


" Geli ah...jangan digesek- gesek disitu." protes Citra.


" Makanya suami ngak boleh dipunggungi dong sayang..." Kata Rendra mengulang kembali kecupannya, malah ditambahkan dengan membuat gigitan lembut ditengkuk istrinya. Hingga karna tak tahan, Citra kembali berbalik menghadap suaminya.


" Begitu dong...Istri Solehah...kalau ngomong tatap mata suami tampanmu ini sayang..." Rayu Rendra seraya memainkan dagu bak lebah berrgayut milik istrinya.


" Suami Soleh juga tak boleh mengabaikan permohonan istri." kata Citra seraya menentang tatapan bola mata coklat kebiruan milik Rendra.


" Baiklah...Cintaku...akan babang Rendra usahakan


agar kita bisa memakai gaun pengantin terindah karya perancang terkenal malam itu. Lagian apa yang ngak


buat yang tersayang..." kata Rendra membujuk istrinya yang belakangan ini suka merajuk. Setelah membuat janji, akhirnya barulah Citra merespon sentuhan - sentuhan erotis suami mesumnya.


Untuk masa- masa ini, tiada malam yang terlewat tanpa bercinta. Kalau ngak asal dari Dady, ya usul dari Momy, namun yang pastinya, mereka makin lengket kayak Bombon karet.Kalaupun ada persitegangan, nanti akhirnya diselesaikan dengan bertarung ditempat tidur.


Capek atau demampun badan, tiada obat yang paling mujarab selain berdekapan erat dan lebih erat lagi, hingga jadi seorang saja.


Rendra hampir tak bisa berkedip, menatapi kecantikan istrinya yang luar biasa. Istrinya memang sangat cantik, tapi malam ini karya perancang terkenal, dan make over Selebritis yang ia booking khusus berhasil menggarap seluruh kecantikan Citra.


" Luar biasa Cantik...! " begitu komentar setiap orang yang melihatnya.


" Tak salah istriku minta yang beginian. Yang senang kan aku juga. " kata batin Rendra seraya menghampiri bidadari ya


" Happy Annyversary mom and Dady. " Momy ia Beuty full! " seru Boy menyuruk dibalik Momy dan Dady yang baru saja mau berpelukan.


Rendra lalu mengangkat putranya dan mengecupnya berkali- kali.


" Putra Dady juga tak kalah tampan malam ini." katanya.


" Tulunkan Boy Dady! Boy sudah besal, ntar lagi punya adik lagi. " kata boy yang membuat Rendra mengerutkan keningnya. Ia menatap istrinya dengan tatapan selidik. Diturunkannya putranya dari gendongan. Boy melompat girang.


Mat bersenang- senang Momy and Dady, boy mau cari cewek dulu! " katanya yang membuat kedua orang tuanya saling pandang. Kemudian Boy menggamit tangan seorang pria dewasa yang tampannya lumayan, namun tampil sangat sederhana.


" Jangan pada heran. Boy mau cari cewek buat dijadiin Onty ! " teriaknya, seraya meninggalkan kedua orang tuanya yang saling angkat bahu dan geleng kepala.


" Benar apa yang dibilang sama boy sayang? " bisik Rendra dikuping istrinya.


" Iya sayang...Aku positif. Sudah 8 Minggu. " jawab Citra. Rendra tak sadar menitikkan airmatanya. Ia sangat bahagia mendapat kabar gembira ini. Akhirnya turunannya akan bertambah. Ini sejarah baru dalam keluarganya. Ditatapnya mata Citra dengan penuh kasih.


" Dady janji...akan lebih memperhatikan kalian. " katanya.


Setelah membawa istrinya sungkeman pada Ayah mertua dan menyalami tamu. Rendra cepat- cepat menculik istrinya dari keramaian itu.


"Terlalu rugi, membiarkan bidadari didepanku terlalu lama ditonton orang. Mending aku sendiri yang menikmati pemandangan indah ini dikamar " kata batin Rendra.


Mereka cabut dari perjamuan itu, untuk menikmati perjamuan berdua saja.


Undangan bebas memilih mau jamuan dirumah atau perjamuan ditaman. Anak- anak yatim dan anak terlantar, dijamu oleh puluhan koky Out Dor.


Boy dan Aruna memilih pesta Out dor, ditaman mereka bergabung dengan anak - anak panti.


Ketika melihat ada sekelompok gadis yang sedang asyik berbincang sambil berfoto- foto ditaman samping Istana Mr Kims yang cukup fantastis untuk tempat bersantai dan berselfi ria.


Boy Mengarahkan langkah Aruna menuju cewek- cewek cantik tersebut.Kemudian Boy berpura - pura terpeleset, hingga hampir jatuh. Dengan sigap seorang gadis menangkap tubuh boy dan memegang boy dengan erat. Tak peduli IPhone nya sampai terjatuh.


" Maafkan anak saya nona, Hp anda sampai terjatuh. " kata Aruna sembari mengelap IPhone itu dengan bajunya. Teman- taman gadis itu menatap jijik pada Boy dan Aruna yang tampil sangat sederhana, apalagi sikap norak Aruna mengelap Hp Pakai baju sendiri. Membuat para gadis itu ilfill.


Tapi tidak dengan gadis bermata teduh ini.


" Tak apa- apa tuan, keselamatan anak ganteng ini lebih penting dari HP saya. " kata gadis itu seraya berjongkok untuk menatap bocah tampan yang ada yang barusaja ia selamatkan.


" Thank you Onty...Onty adalah gadis yang cantik dan sungguh baik. " kata Boy kemudian.


" Kamu juga sangat tampan sayang...Siapa namamu? " tanya gadis itu.


My Name Is Bhalendra. " kata Boy seraya mengulurkan tangannya.


" Nama yang bagus sayang...Mau berteman dengan Onty? Nama Onty Anne.


" Oh good...nama yang bagus, cocok dengan nama ayah saya. " kata Boy seraya mengedipkan matanya pada Aruna.


" Saya Aruna..." kata Aruna mengenalkan diri, begitu mengerti makna kerlingan Boy.


" Aruna artinya merah, berarti Anda orang yang tegas,bersemangat, berani namun cendrung pemarah..." Maaf tuan saya orangnya blak- blakan.


" kata Anne.


" Memang saya sesuai dengan arti nama saya seperti yang nona katakan itu. Tapi tidak seperti itu


lagi sejak bertemu dengan Boy dan gadis cantik ini. " kata Aruna.


" Maksudnya? " tanya Anne dengan dahi mengerut.


Begitu dua orang itu sudah nampak akrap berbincang, boy cabut diam- diam.


" Oh ya...Balendra putra anda mana? tanya Anne panik, begitu boy menghilang dari pandangannya.


" Don't wory, mungkin ia kedalam bergabung dengan keluarganya.


" Jadi dia bukan..." kata Anne menggantung pertanyaannya.


" Iya...karna Anne mengaku orang yang blak- blakan, berarti ngak suka kebohongan bukan?


" So pasti" kata Anne jujur.


" Dia adalah putranya tuan Rendra Pratama. " kata Aruna jujur.


" Luar biasa! Rendra punya pewaris, kita tak pernah


tahu. What happen?" tanya Anne.


" Anaknya sangat istimewa...Ia tak mau kalau sampai putranya jadi incaran musuhnya. Aku saja sudah melakukan percobaan itu. " kata Aruna.


" Maksud Arun?


" Saya pernah menculik bocah itu. Tapi seperti yang saya katakan tadi. Sikap saya berubah tidak lagi sesuai nama saya sejak bertemu dengan Bhalendra boy Chen. Ia merubah dendam dihati saya dengan Cinta. Penyihir cilik itu telah membolak- balik hati saya. Sampai melakukan hal konyol ini, juga karna dia.


" Maksudnya?


" Dia ingin mencarikan Onty buat om gantengnya ini. " kata Aruna.


" Maksudnya ia buat siasat untuk menemukan gadis malam ini untuk tuan? " tanya Anne.


" Begitulah kira- kira. Selanjutnya terserah. " kata Aruna sembari tersenyum malu.


" Berarti saya beruntung dong! " kata Anne.


" Memangnya merasa begitu? tanya Aruna.


" Iya dong...dijodohin sama anak bos. " kata Anne jujur.


Kemudian mereka saling tatap, lalu tertawa lepas.


Mereka ternyata sama- sama sigle. Missi boy sudah berjalan baik.


Selanjutnya??? Ya terserah...He...He...


Bersambung...