Possessive Daddy And Genius Boy

Possessive Daddy And Genius Boy
Chapter 131



Hari ini berawan dikawasan JKS, seperti berawannya hati seorang gadis kecil yang sedang duduk dibangku pos penjaga keamanan rumah Istananya, dengan wajah ditekuk, bibir mengerucut.


Sejak pulang sekolah dia sengaja cepat- cepat ganti baju dan diam- diam berlari kepos. Entah karna apa ia memilih tempat merajuk kesini. Biasanya ia paling


kalau lagi pengen sendirian, duduk di balkon, ini malahan nongkrong diPos.


Belum sempat Security menyiapkan kata


yang pas untuk menyapa nona kecil mereka, telah muncul dua Bocil berlarian kesitu.


Hua!!! " teriakan dua bocah serentak dan keras. Namun tak membangkitkan Gacil itu sedikitpun dari kesunyiannya.


Gadis itu sebal benar dengan abangnya yang memindahkan sekolahnya kesekolah Bahar dan Bahri, tanpa berunding dulu dengannya, padahal ia sudah cukup senang dengan sekolah lamanya.


Sebentar lagi juga Ulang tahunnya, mommy sama Daddy masih ada di negri paman Syam.


Melihat postingan mesra Mommy dan Daddy yang ia intip dari IG mami Anjani, hati gacil itu makin ciut. " Sepertinya semua orang telah melupakanku." Pikir dalam hati kecilnya.


" Ate ngak lagi ena tabulan pengawet mumikan? Bica kali jadi atung " Goda Bahri mencolek pipi gadis kecil yang membisu itu.


" Ngak dek...Oti paling kecal Ekolahan ama tita, kata ayah tita akan dadi pengawal Onty Ampe becal! " timpal Bahar.


Sementara penjaga keamanan yang lagi jaga disiang jelang sore itu hanya saling tatap menyaksikan dua Bocil yang sedang berusaha mengajak bicara Onty kecil mereka.


" Baik...Bahli atan lebih giat latian, agal bisa dadi body Guard ate." Ujar sikecil Twins Boy tentu saja dengan lafas yang tak pas, dengan wajah serius.


" Sate, Roti, Enak aja manggil Sonia seperti santapan....Ih...Belum lagi si Aulia panggil cik-cik, si Alta panggil mah- mah...Pusing deh! Pokoknya mulai saat ini ngak ada yang pangil ragam- ragam lagi, jika mau Sapa Sonia, harus patuh, jangan ngarap jadi penjaga Nia, Nia yang bakalan jagain kalian semua, karna kalian ponakan dan anak Nia, panggil Nia Mimi! dan semua harus patuh dibawah peraturan Mimi! Mimi ibu kalian,


Oke!!! " Ujar Sonia sembari memelototi kedua Bocil itu.


Pak satpam sampai tersedak menahan tawa. Sedang Bahar dan Bahri akhirnya bisa tersenyum , berhasil merusak acara mogok omong sang Onty .


" Ote Mimi cantik! Belalti Mimi punya anak banyak setali...Nak Pellu cari teman owok lain ya! " Ujar Bahar tak mau kehilangan kekuasaannya.


" Whatt??? No...no...Mana boleh ada peraturan darimu, peraturan datang dari yang lebih tua. " ujar Sonia bertolak pinggang.


" Iya Mimi...Ami patuh Mimi...Api Mimi nak oleh cedih ladi, oke! " Bujuk Bahri menimpali.


Sonia menutup mulut kecilnya dengan telapak tangan, begitu sadar kalau ia sudah terpancing untuk bicara pada kedua kurcaci kembar itu.


Boy terkekeh sampai mengeluarkan airmata menonton pertunjukan para bocilnya dari balik layar.


**"


Malam hari, Mami Anjani dan papi William datang menjemput Bahar dan Bahri.


Sonia buru- buru memakai kostum princes terbaiknya, berharap akan ada yang mengingat ulang tahunnya, dan mami membawanya untuk merayakan diluar, tapi kali ini mami dan papi malah tidak menegur Sonia sama sekali.


Baru saja mulut kecilnya ingin berteriak minta dibawa, tiba- tiba gengsinya datang, disusul terdengar suara abangnya bicara pada istri.


" Mami dan papi tak mau mengajak Sonia, lantaran Sonia bandel dan susah diatur. " Ujar Boy.


Deg.


Bugh.


Jantung dan hati Sonia kecil seperti jatuh dan saling bertabrakan. Ia segera lari menuju kamarnya , memacu langkah mungil lebih cepat, agar ia bisa menangis


puas disana. Tapi sayang, belum Sampai ia dikamar, tiba- tiba mati lampu. Semua ruangan jadi gelap.


Sonia melangkah mundur tak tau arah, matanya mulai berkaca- kaca, bibirnya bergetar. Ia tak dapat menahan rasa hingga tiba dikamarnya. Iapun menangis dengan lolongan keras, hal yang belum pernah ia lakukan selama ini.


Rasa sedih, kecewa dan marah menyatu dalam tangis Gacil itu.


Hu.....uuuu ha...ha....Hu...uuuu a....


Semua menganggapku anak mainan, yang lahir tanpa disengaja..Ha...." ratapnya sembari duduk lemas dilantai.


Hu...hu...hu...Isak itu bertambah terdengar pilu.


Menit berikutnya,tiba- tiba Sonia merasakan tubuhnya melayang. Sepasang tangan besar telah mengangkat Sonia kedalam gendongannya.


" Daddy??? apa aku sedang bermimpi?


kapan baliknya? Kangeen.... hu...u..u..." tanya dan rengek Sonia sembari mengusapi dan menciumi wajah Daddynya.


" Lihat ngak bisa! Rasain Daddy ngak salah rupanya." Ujar riang Rendra seiring dengan cahaya yang kembali terang benderang diruangan itu.


" Happy Birthday....Happy Birthday....Happy Birthday to you...." terdengar tepuk tangan dari orang - orang tercinta datang dari sudut ruangan. Kemudian ratusan orang mulai Melingkar.


Netra basah Sonia memandang takjub Ballroom yang sudah dihias spesial untuk


acara peringatan hari jadinya. Namun dahinya mengerut ketika mommy belum ada disana.


Baru saja mulutnya terbuka untuk menanyakan sang mommy, Citra datang mendorong Trolly kue Ulang tahun bersama seorang Bocah lelaki yang membuat wajah Sonia kian berkilauan.


Mommy!!!! Sen!!! " Teriaknya tak sabar untuk turun dari gendongan sang Daddy.


" Kalau ada Mommy dan pria lain, Daddy mau ditinggal begitu saja ya? " tanya protes Rendra menggoda sicilik, namun tetap menurunkan sang putri.


Cup


Cup


Cup


Sonia mencium kaki dan tangan sang Daddy tiga kali, sebelum berlari mengejar mommy.


Rendra terpana ketika putrinya sudah berpindah ke tangan sang istri hanya dalam beberapa detik saja.


Detik berikutnya nyanyian Ultah kembali menggema diruangan itu, dengan dipandu MC acara televisi anak masa kini, siapa lagi kalau bukan JC


Selamat ulang tahun kami ucapkan


Selamat panjang umur kita kan doakan


Selamat panjang umur dan bahagia


Selamat ulang tahun kami ucapkan


Selamat panjang umur kita kan doakan


Selamat panjang umur dan bahagia


Happy Birthday to you....Happy Birthday to you....Happy Birthday ..


Happy Birthday...


Happy birthday to you Sonia...


Prok...prok...tepuk tangan suruh hadirin.


Kemudian MC mempersilahkan Seorang berinisial S untuk maju membacakan puisi dalam bahasa Inggris.


Dengan langkah mantap, pria kecil bernyali tinggi itu mengekspesikan ungkapan hatinya.


" Happy Birthday!".


Happy birthday to you Sonia


the nicest person in my world. I hope you are always happy and all your dreams will come true." (Selamat ulang tahun untuk kamu Sonia, orang terbaik di duniaku, aku berharap kamu selalu bahagia dan semoga impianmu menjadi kenyataan.)


Amiin!!! " Seru semua menyambut ungkapan rasa sang bocah yang malam ini tampil Elegan dan berkelas.


Semua mata tertuju pada bocah gagah itu, tidak terkecuali yang diberi perhatian olehnya.


Sonia merasakan dunia kembali kepadanya, mendapatkan kenyataan bahwa ternyata dugaannya salah. lagi- lagi ia berkaca- kaca.


" Jangan nangis ladi...Ayo potong kuenya!!! Teriak Twins Boy bersamaan.


Diikuti nyanyian hadirin.


Potong kuenya.... potong kuenya sekarang juga..


Sekarang juga...


Sonia tersenyum sembari mulai memotong kue, menyerahkan potongan pertama buat mommy dan Daddy, selan jutnya mami dan papi, lalu Abang dan kakak iparnya. Kemudian, Sonia memberikan potongan berikutnya setelah menimbang- nimbang.


" Oke deh...buat calon pengawal masa depan. " Ujar Sonia.


" Ole...Lolos Bang!!! " Teriak senang Bahri.


Sedang Bahar hanya mengangguk karna mulutnya penuh dengan kue.


Berikutnya mulut kecil Bahri pula yang disumpal sampe belepotan.


Namun mata sang gadis curi pandang pada pria kecil yang tadi datang bersama sang mommy dan berpuisi untuknya.


" Tunggu...Teriak Sonia sembari menarik tangan bocah lelaki yang akan segera pergi.


" Aku buru- buru Nia...Diluar pengawalku sudah menunggu. " Ujar pria itu sembari menyerahkan sesuatu kedalam genggaman tangan mungil Sonia.


Cukup lama mereka saling berpegangan dan bertatapan.


Hingga terdengar derap langkah beberapa pasang sepatu memasuki ruangan.


" Cepatlah tuan muda..." Pesawat akan mengudara setengah jam lagi." Ujar para pria berseragam.


" Tuan muda? Mengudara? Emang mau kemana malam- malam begini? " tanya protes mulut mungil Sonia.


" Papi memutuskan aku harus meninggalkan negri ini demi keselamatanku Nia...Tunggu aku menjadi kuat dan berkuasa, aku janji akan memenuhi janjiku padamu. " Ucap pria kecil itu masih dengan lagak yang sama.


Sonia belum sempat menjawab, ketika Seno sudah berlalu bersama para pengawalnya.


Citra dan Rendra datang menghampiri sikecil yang kembali berurai airmata.


" Kali ini bukan salah kami kan sayang? " tanya Rendra.


Sonia menggeleng.


" Papi dan Mommy apa kenal dia?" tanya


Sonia?


" Dia hanya datang dan memperkenalkan


diri sebagai teman sekolah Nia, selain itu mommy tak tahu. " ujar Citra jujur sembari mengusap airmata sang putri.


Sonia beralih menatap sang Daddy.


Rendra lebih cepat menggelengkan kepala.


Ulang tahun keenamku, kisahku berawal. " Batin Sonia sembari menggenggam erat pemberian Seno.


" Apa tamunya yang lain akan dicuekin Nia? " tanya Boy kemudian menghampiri..


" Tolong Sebentar saja ya bang...mom and Daddy..Nia kekamar sekejap saja!" Ujar Sonia sembari berlari.


Kisah ini akan berlanjut dibuku baru, dengan judul C3sG. Tapi tunggu Penulis Sehat dulu ya... Mohon doanya, semoga bisa lebih seru dan banyak like dari pembaca.