Possessive Daddy And Genius Boy

Possessive Daddy And Genius Boy
Chapter 61



Boy dengan mudah menemukan dimana Momynya menyimpan kunci brankas yang selama ini tak pernah ia pertanyakan, dengan membuka akses keamanan rumahnya melalui leptopnya.


Setelah menemukan surat Nikah mereka yang asli,


ia mencocokkan dengan tanggal lahirnya, selain surat nikah Boy juga menemukan surat kontrak pernikahan Momy dan Dadynya. Keringat Boy bercucuran menahan kepedihan yang ia rasa.


" Benar semua yang dikatakan wanita itu, pantas selama ini Momy selalu menyimpan rapi semua berkasnya, ternyata mereka menikah setelah aku lahir. " kata Boy sambil mengusap dadanya yang terasa perih. Setelah menyimpan semuanya lagi,


Boy berlari kekamar kakeknya. Dokter Rinto menyambutnya dengan pelukan.


" Kenapa sayang...apa yang kau fikirkan, sampai nafasmu sesak dan tubuhmu keringatan seperti ini. " tanya sang kakek. Kakeknya tak kuat lagi membawanya lomba lari seperti dulu, kakinya sering kram dan susah bergerak. Untuk kekamar mandi saja, ia butuh waktu yang lama dengan tonggkatnya .Tapi kalau soal bicara, sepertinya kakeknya tak pernah kehilangan bahan.


Boy menatap ragu kakeknya. Sedang berita penembakan terhadap Momynya saja harus disembunyikan darinya. Apa pantas Boy mempertanyakan hal ini pada orang tua itu?


" Jangan ragu sayang...katakan pada kakek beban apa yang menghimpit batinmu, sampai mata tuaku melihat wajahmu yang menderita seperti ini.


Apa yang terjadi dengan momymu? mengapa tadi saat tidur siang kakek memimpikannya. Biasanya sekali sejam ia datang mengunjungi kakek. Ini sudah malam putriku belum nampak batang hidungnya. Apakah Momy kabur dari rumah lagi? " tanya Rinto heran.


" Apa Momy pernah kabur dari rumah kek? " tanya Boy terpancing ucapan sang kakek.


Tiba- tiba Rinto gugup, ia tak sengaja terlontar, sesuatu yang memicu terbongkarnya masalah yang selama ini mereka sembunyikan dari cucu kesayangannya itu.


" Ceritakanlah semuanya kek, Boy sudah tahu semuanya. " kata Boy yang membuat kakek Rinto menepuk jidatnya.


" Jangan berburuk sangka pada Momymu Boy, ia sengaja menyembunyikan semua ini bukan dari Boy, tapi dari dirinya sendiri. Ia takut dengan mengingat semua itu lagi, akan mengurangi rasa cintanya yang mulai tumbuh pada Dadymu waktu itu, untuk itulah ia menyimpan semuanya. " kata Rinto yang sudah mencium gelagat galau remaja yang ada didepan matanya.


" Siapa orang jahat yang sudah mempermainkan emosimu seperti ini sayang?. Jangan pusingkan hal yang telah berlalu. Semua sudah diletakkan pada tempatnya. Alasan mengapa kakek dan uomu menikahkan mereka setelah kau lahir juga agar mereka Syah secara hukum Agama. Jangan menilai buruk dirimu sayang...Kau adalah malaikat kecil yang dianugerahkan Tuhan untuk pemersatu


Momy dan Dadymu yang berbeda dengan pasangan lain sayang. Mereka bahkan tak menginginkan pernikahan dalam hidup sebelum Allah menitipkan dirimu sayang...


" Apa karna pertanyaanmu ini, momymu tak nampak dirumah ini? " tanya Rinto saat melihat Boy


hanya tertunduk mendengar wejangannya.


" Bu...bukan begitu kek...Boy jadi gugup memikirkan harus berbohong pada Rinto.


" Kau pasti mau berbohong, tuh kau nampak gugup


sekali. " kata sang kakek.


" Anu...Anu...Momy menginap diasramanya sehabis louncing kek, sibungsu bangkit manjanya. Ia tiba- tiba minta Momy dan Dady menginap. " kata Boy susah payah menuntaskan kebohongannya. Wajah Boy memucat menahan takut, ia tak pernah berbohong seperti ini pada orang terkasihnya.


" Sayang...coba lihat betapa kakunya dirimu saat berbohong." kata Rinto yang membuat Boy bagai kucing yang kepergok mencuri ikan majikannya.


" Ta...tapi kek..." katanya gugup.


" Sudahlah sayang... Orang baik takkan pintar berbohong. Tapi saat orang memutuskan untuk menyembunyikan sesuatu, pasti itu ada alasan yang kuat dibalik semua ini. Kembali kemasalahmu


Boy cucu tampanku..Kami menyembunyikan semua darimu bukan bermaksud menyakitimu saat


kau mengetahui kebenarannya, tapi kami hanya ingin menjaga cinta mereka agar tetap utuh, tanpa


memikirkan masa lalu. Apakah kau ingin menyakiti


momymu sendiri dengan mengusut semua ini sayang? tantang Rinto pada Boy.


Boy berkali- kali menggelengkan kepalanya.


" Tidak kek, Momy sudah cukup menahan sakit. " kata Boy kemudian.


" Kalau begitu berdamailah dengan hati dan pikiranmu sendiri. Apa yang sebenarnya kau inginkan untuk kedua orang tuamu. Apa kau ingin mereka dihukum? atau ingin mereka berpisah dengan mengungkit kepahitan dihati momymu?"


tantangnya lagi.


" Tidak kek! aku mencintai Momy dan Dady. " jawab Boy tegas.


hidung orang tua kandungnya barang sekalipun. " kata Rinto lagi.


" Iya kek...Boy mu sudah salah,aku bahkan begitu mudah terpancing dengan omongan seseorang yang ingin menghancurkan keluargaku. Tidak kek, mulai hari ini, Boy berjanji, takkan melakukannya lagi. Seperti kata kakek, Boy seharusnya bersyukur,


dapat kehidupan yang lebih mudah seperti ini,punya orang tua yang lengkap yang sangat menyayangi Boy. Boy takkan mengungkitnya lagi kek. Masalah Syurga dan neraka urusan Allah, urusan manusia hanya mengabdi, seperti kata om Alden.


Boy mulai tersenyum, sedang Rinto manggut- manggut. " Betapa uniqnya cucuku ini. " kata batinnya mengagumi Bhalendra remaja.


Detik berikutnya ia dikejutkan oleh kecupan lembut dikeningnya.


" Terima kasih kakek, selain memberikan Momy yang cantik untuk Boy, kakek juga berhasil menjadi konsultan hati Boy. Sekali lagi terima kasih banyak.


Mu....ah..." katanya sebelum berlalu.


Sebuah tepukan boy mendatangkan kembali pelayan Rinto kembali kekamarnya, setelah tadi diminta keluar untuk perbincangan berat mereka.


" Ya Allah...Andai aku kotor, dengan kerendahan hati aku mohon sucikanlah aku, aku tak peduli lagi siapa diriku, aku hanya tahu Aku mencintaiMu, kedua orang tuaku dan keluargaku. Kumohon jagalah keselamatan mereka untukku Ya Tuhan...Selamatkan keluargaku dari hal- hal yang buruk, tetangga- tetangga busuk serta orang- orang yang berniat buruk. Aku mungkin sangat hina dalam pandangan sebagian manusia, tapi


aku tak peduli, aku hanya peduli dengan cintaku saja padamu. Terima kasih sudah mendengarkan


doa hamba yang hina ini, Alhamdulillah sudah menyelamatkan Momyku. "Boy berdoa dengan sangat Khusuk. Usai berdoa, ia menelfon Momynya.


Rendra mengangkat telfonnya dengan berdebar. Lalu menatap wajah tampan yang memakai peci dibalik layar.


" Tampan sekali Putraku! " katanya spontan.


Boy tersenyum seraya merapikan penampilannya didepan kamera.


" Siapa coba Dadynya. " kata Boy membalikkan pujian pada asalnya, membuat sang pemilik tak kuasa menahan ekspresi bahagianya.


" Hhem...Ada apa sayang? apa Ingin bicara dengan Momy? tanyanya setelah berhasil menetralisir suasana hatinya yang tak disangka akan baik ini, setelah tadi ia begitu khawatir.


" Iya Dady...Boy mau melihat keadaannya, sekalian mau minta Dady saja yang jagain Momy malam ini.


Besok baru Boy yang gantiin, okay! " katanya.


Okay sayang...Dady akan kekamar rawatnya sekarang, barusan Dady habis konsultasi dengan dokternya Momy.


" Gimana Dady? Apa Momy perlu dirujuk kerumah sakit yang lebih lengkap? " tanya Boy khawatir.


" Ngak sayang...Momy sudah aman, tinggal menunggu masa penyembuhan lukanya. Kita harus menjaga suasana hatinya, agar ia betah dan lukanya cepat sembuh." kata Rendra mengingatkan Boy.


" Tenang Dady! Putramu pasti akan menjaga Momynya dengan baik. " janji Boy yang membuat Rendra tak ragu lagi memberikan telfon pada Istrinya.


Bersambung


Bertarung dengan hati kadang lebih sulit dari bertarung dengan orang. Itulah sebabnya mengapa


melukai hati seseorang lebih fatal dari melukai fisiknya. Jangan pernah berniat melukai hati sesama ya say...karna melukai sesama sama artinya menyakiti


diri sendiri. Kalau sudah terlanjur, cepat- cepatlah meminta maaf.


Bagi merasa telah menyakiti seseorang tanpa sengaja cepatlah minta maaf. Bagi yang tersakiti


berdamailah dengan hatimu seperti yang dilakukan


Boy. Boy aja yang masih remaja bisa, apalagi kita. He...He...


Salam kangen bergurau dari penulis untuk pembaca setia. Udah lama juga nih ngak ngingatin soal dukung karya ini. Karna penulis akhir- akhir ni lagi Baper kali ya?


Jangan lupa, like, fote, komen, kasih oleh- oleh berupa hadiah buat pengobat hati yang lagi galau.


Dan Faforitkan karya ini, untuk dapatkan notifikasi kelanjutan ceritanya.