
Citra makan dengan lahap, disuapkan oleh Calista.
Selain rasanya yang pas, perhatian ketiga buah hatinya menambah citarasa makanan yang ia makan. Suasana hening, ketika Momy menikmati
makanannya.
" Rak....Citra mengeluarkan sendawa, setelah makanan disendok yang terakhir, ia lahap.
Ger....Semua tertawa, Citra tersenyum malu, karna
baru kali ini ia bersendawa didepan anak- anak,
dan semua tertawa karnanya.
" Berarti makanan yang kami buat, adalah makanan
paling Top, buktinya Momy sampai bersendawa, saking kekenyangan. " kata Boy bangga.
" Iya lah bang...Siapa coba Mr Chefnya." kata Calista dan Raisa bersamaan.
" Ya Triple lah..." Jawab Boy tak mau kalah.
" Iya...Abang Recommended chef." kata Calista
menengahi.
Boy tersenyum senang, Momy dan Dady saling pandang, kemudian turut menyunggingkan senyum bahagia, dengan kekompakan ketiga buah cinta mereka.
Rumah sakit, merupakan tempat paling membosankan, tapi begitu orang- orang tercinta memperhatikan dan menghibur kita, penantian yang lama itu, tak terasa terlewati juga.
Satu bulan penuh Citra dirawat diruang VIV rumah sakit peninggalan Mr Kims itu. Diperlakukan istimewa dan selalu dibawa keliling taman oleh suami tiap pagi. Selalu dihibur oleh putra remajanya sehabis pulang kerja. Tak cukup membuat Citra mampu bertahan lebih lama lagi.
" Sayang...Aku tak tahan lagi disini, karna lukaku sudah menutup dan kering. Untuk proses penyembuhan totalnya, cukup dilanjutkan dirumah.
Plis....Bawa aku pulang...Kalau tidak biar ngak pulang- pulang sekalian. " kata Citra merungut.
" Baiklah...kita akan pulang, tapi kalau dirumah, harus ayu dan manis, jangan bandel dan melupakan lukanya. Ingat Butuh waktu 12 Minggu, baru sembuhnya total!, itupun akan lama menghilangkan nyeri bekasnya. " kata Rendra mengingatkan istrinya.
" Iya...iya...aku akan duduk, tegak dan berbaring cantik saja dirumah..Yang penting jangan disini lagi. Aku kangen rumah, kangen kamar kita dan kangen sama ayah. Ayah kasihan dibawa kesini, walau sekali seminggu Boy bawa kesini, kasihan
ia tampak lelah, sedang ia tak tahan lama tak melihatku" kata Citra.
" Iya sayang...Tentu ayah tak tahan, siapa yang tak khawatir, putri semata wayangnya sakit karna ditembus peluru. Untung ayah dikasih tahu pas kondisimu sudah baik, kalau tidak bisa berbahaya baginya. " kata Rendra seraya menuntun istrinya duduk kembali dihospital bednya.
Kemudian ia mulai menelfon seseorang, untuk mengurus kepulangan mereka.
Satu bulan penuh, Rendra tidak menampakkan batang hidungnya dikantor GNN Group. Untuk penandatanganan berkas penting. Sang sekretaris setia yang mengantar berkas kerumah sakit.
Ia benar- benar fokus merawat istrinya.
Rendra tak peduli dengan apa yang kan terjadi dengan bisnisnya, yang terpenting baginya, istrinya
selamat dan sehat.
🟦🟦🟦🟦🟦🟦
Ini hari pertama Rendra kekantor.
Baru dilobi GNN Group office, ia sudah disambut oleh karyawannya. Rendra tersenyum ramah untuk membalas sambutan mereka.
" Pagi juga semuanya!!!" balasnya.
Rendra melangkah mantap menuju ruangannya.
Ruangannya tampak rapi.
" Ternyata Mr. perpect sudah beraksi diruanganku.
" katanya berbicara sendiri.
" Bagaimana Boss? suka dengan interior baru yang sekarang? " tanya Boy mengejutkan Dadynya.
" Kau ini...buat Dady kaget saja!" Protes Rendra seraya mengusap dadanya.
" Bukannya bengong, cuman lagi asyik mengagumi hasil kerjanya tuan Perpect." kata Rendra seraya tersenyum.
" Akan lebih kaget lagi, kalau Bos sudah membaca
laporan keuangan perusahaan kita. Dalam bulan ini
penghasilannya naik drastis, sejak dikelola sama Wakil CEO! " kata Hans yang baru saja datang.
" Kalau begitu aku siap- siap aja buat pensiun, jalan- jalan keliling dunia." Kata Rendra sambil membayangkan dirinya bergandeng tangan dengan Citra menyusuri George town, Amerika yang merupakan pantai terindah didunia.
Rendra memejamkan matanya, menikmati khayalannya sampai pipinya kemerahan.
" Bangun!...bangun! ...jangan mimpi dipagi hari, apalagi sambil berdiri!!!, ingat! putramu masih usia sekolah, masih lama bung...Lama...paling kurang enam tahun lagi, simpan dulu tuh mimpi! " kata Hans yang membuat Rendra kian tersipu.
" Gini nih..Boy sikap Dadymu kalau lagi kasmaran.
Ia akan lupa waktu dan tempat.
Kalau om fikir- fikir, Dadymu ngak pernah berhenti dari pubernya sejak ketemu Citra. " kata Hans lagi.
" Berarti Momy nya Boy perempuan teristimewa didunia dong!. " kata Boy bangga.
" Ia tentu!.. versi Rendra dan Bhalendra! kalau yang lain mah tak urus ! " kata Hans
yang membuat mereka bertiga terkikik.
Begitu Rendra mulai meneliti laporan keuangan perusahaannya. Ia tak hentinya mengucap syukur.
" Ya Tuhan...putraku yang masih berusia 14, sudah menunjukkan keberhasilannya mengelola perusahaanku selama sebulan lebih, dan hasilnya jauh lebih menakjubkan dari apa yang kupikirkan.
Ampunkan dosaku dimasa lalu ya Allah, dan kumohon selamatkan dan sehatkan semua titipan yang telah Engkau anugrahkan padaku, bantu aku menjaga dan membahagiakan mereka Ya Robb.."
Doa Rendra dalam hatinya, tanpa terasa sudut matanya berair, saking harunya.
Jam Luch...Rendra mengadakan meeting dengan klien di Hotel F, ia sedikit merasa tersisih,
karna klien mereka dari Australia Mr. H itu lebih banyak menanyakan dan memuji soal putranya.
" Kenapa bukan putra anda Bhalendra yang datang tuan? padahal saya masih penasaran sekali dengan dia. Sekali berbincang rasanya masih kurang. " kata Mr. H pengusaha terkaya asal negri kangguru itu berseri- seri mengenang Boy nya.
" Putraku masih terlalu muda untuk memegang perusahaan Mr. H. " Kata Rendra yang membuat Mr .H mengerutkan dahinya.
" Badannya besar, fikirannya luar biasa!. Bagaimana Anda mengatakan ia masih kecil Tuan Rendra? " tanya Mr H.dengan dahi mengerut.
" Benar tuan H..Ia masih 14 sekarang, Junior High school class three ." jelas Rendra.
Oh...I Cant believe it!!! He's Incredible Samart!!! ( Aku hampir tak percaya! ia luar biasa pandai ) " kata Mr. H menatap Rendra kagum.
" Ini anugrah...ia mampu menggantikan saya sementara karna Accident yang menimpa istri saya dan hasilnya Alhamdulillah... " kata Rendra.
" Ya saya lihat dan dengar berita hari kejadian. Bagaimana dengan your Wife Now? " tanya Mr H.
" Syukurlah...Tuhan menyelamatkannya, sekarang menunggu pemulihan, ia sudah dirumah sekarang."
kata Rendra dengan senyum mengembang, menyebutkan tentang Istrinya.
" Tampaknya cinta kalian begitu besar, makanya dapat anak yang tampan dan pintar. " kata Mr. H,
setelah meneliti wajah Rendra yang tampak berbunga itu.
" Sepertinya semua anugrah Tuhan Mr. Saya hanya patut bersyukur. " kata Rendra merendah.
" Sepertinya anda sangat percaya Tuhan ya? Cinta anda tampak besar, seperti Anda mencintai istri anda." kata Mr. H kagum dengan keyakinan Rendra.
" Nampaknya cerita kita sudah terlalu panjang dan jauh tuan, perutpun sudah berbunyi, sebaiknya kita nikmati hidangan lunch hotel kami. " kata Rendra mengalihkan pembicaraan.
Mereka lalu tersenyum dan mulai menikmati hidangan makan siang yang sudah tersedia dimeja.
Lalu hening...hanya dentingan sendok yang sesekali tak sengaja terbentur piring.