
Hallo Gays...Faktanya orang yang kecerdasannya diatas rata- rata, libidonya juga luar biasa lho...Makanya bagi ibu - ibu yang punya anak ada tanda- tanda anak Genius. Kudu pandai- pandai.
Bimbing anak kearah yang benar, ikuti bakat dan minatnya, pantau terus perkembangannya, walau ia anak lelaki atau perempuan sama Say... Jangan lupa membentengi mereka dengan Dasar Agama sedari dini. Buat ia mengerti mana yang pantas atau tidak dia perbuat sesuai Ajaran agama Anda. Agar ia tak salah arah dan langkah dalam menggunakan anugrah yang luar biasa itu.
Kalau nunjukkan tanda sayang pada anak
juga harus hati- hati. Didik mereka membedakan mana sentuhan kasih sayang dan mana yang sentuhan berbahaya. Jangan pernah mencium anak dibagian rawan bencana seperti orang dewasa ya Say...Karna sejak awal anak sudah bisa menyimpan makna dari cara kita menyentuh mereka.
Ini cerita di baca aja ya Say...Ngak usah dilapor- lapor Ya.
Bagian yang ngak pantas terasa kalau merasa belum dewasa skip Aja ya ....
Happy reading...
🌺🌺🌺🌺
Zahra gadis termuda yang menikah malam ini. Usianya baru 19 belas tahun satu bulan 25 hari. Namun ia adalah yang paling berpengalaman diantara kelima gadis lainnya.
Ketika Bayu Mulai berbisik nakal sembari menggigit kupingnya, tatkala Zahra mengganti gamisnya dengan santai didepan Bayu.
" Sayang...aku tak tahan...Kita jangan tidur dulu, aku sudah rindu..."
" Tak masalah...aku juga sama...tapi sekarang kau sudah jadi imamku. Bersihkan diri kita dulu, wudhu, lalu sholat Sunnah. Baru kau boleh melepaskan rindumu." Zahra berkata dengan tegas dan penuh penekanan.
" Emang wanita begitu ya? sebelum jadi takut dan nurut, setelah merasa berpunya, jaya dan berkuasa? " tanya Bayu suruk, bak kucing dijentik telinga , ketika kedapatan ingin menyantap ikan dipiring tuannya.
Zahra berbalik, bergerak maju mendekati Bayu, lalu ia mengalungkan kedua tangannya dileher Bayu. Menatapnya lekat, kemudian menempelkan bibirnya dileher bawah kuping suaminya, lalu katanya ," Bukan begitu maksudku cinta...aku hanya ingin kita memulai lagi dengan cara yang baik
sesuai Syariah, walau kita sudah bersalah sebelumnya.
Syukurlah... kita belum diberi
keturunan dari kesalahan itu. Sekarang kita mulai dari awal, andai Allah memberi keturunan, semoga keturunan kita baik, untuk itulah kita memulainya dengan baik pula.
" Okay sayang...Zahra yang duluan mandi ya, siap itu baru Uda. " bisik Bayu kemudian.
Zahra segera melepaskan diri dari Bayu, lalu mengambil Handuk baru dilemari.
Ketika ia sudah tiba dipintu kamar mandi. Ia terhenti dan berbalik.
" Kenapa harus Uda? kenapa tidak Abang atau Mas, Ayang atau yang lain? " tanyanya karna terfikir panggilan yang ditawarkan Bayu untuknya memanggil suami.
" Besok Ayahku akan tiba dari B. Waktu kita balik dari sana setahun yang lalu ia mintaku untuk memintamu memanggilku Uda, untuk mengenang kampung halamannya, yang sudah lama ia tinggalkan." Jelas Bayu.
" Kalau baitu, ambo manuruik sajo Uda..( Baiklah aku menurut saja Mas ) "
Bayu mengacungkan jempolnya.
Zahra tersenyum puas, lalu masuk kekamar mandi.
❤️❤️❤️
Dikamar 04
Elsi dan Elman tengah bergulat ditempat tidur. Sejak masuk mereka sudah saling melucuti. Berkenalan sembari buka tenda.
" Wahai dokter Anestesiku...Kumohon jangan membius totalku malam ini, aku tak ingin esok ketika Ayah mertuaku tiba, wajahku lesu didepannya....
Setelah ayah mertua mengenalku, barulah kau boleh menyuntikku sesukamu." Seru Elsi tatkala Elman mulai membuka **********.
Elman yang sudah dipuncak gairahnya, tiba- tiba melemah karna Geli, medengar penuturan istrinya.
Lalu ia tertawa terpingkal- pingkal, karna Elsi pun menambah kegeliannya dengan menggelitiki suaminya.
" Suntik...suntik...suntik...Kalau sudah ketemu ayah mertua baru aku mau disuntik sama anaknya. "Tik...tik...tik...Sekarang Elsi yang belajar nyuntik...He...He...
Mereka cekikikan sembari main suntik- suntikan.
🌹🌹🌹🌹
Diruang 03. Hafis dan Hana saling memuji.
" Kau begitu cantik Hanna. Hafis bersyukur mendapatkan mu. " kata Hafis kalem sembari membelai wajah Hana Kekasih halalnya.
" Lebih cantik Bella kok yang...Bella adalah bintangnya. " Hana tersenyum-senyum sembari mengenang Bella yang akhirnya bisa mengenal Boy dalam penyamarannya.
" Bella memang cantik sayang... Ia bintang dihati tuan mudaku. Tapi dhati Hafis Hanalah bintangnya..." Rayunya pada gadis yang baru dikenalnya, namun sudah jadi miliknya.
" Hana terdiam...Lalu Hafis mulai mengelus setiap sisi wajah istrinya sembari menatapnya lekat.
Hanna terpaku tatkala Hafis membacakan Doa dikepalanya.
Bagai terhipnotis, iapun menurut, tatkala Hafis merebahkannya.
Dikamar 02.
Alfian mendegup silivanya, tatkala Anum keluar dari kamar mandi memakai handuk saja. Ketika mau memakai piyamanya, karna gugup ditatapin terus oleh Alfian, handuk Anum melorot. Tubuh polosnya terpampang didepan mata Alfian. Bagai Ombak Samudra Atlantik dada Alfian bergejolak. Tak urung ia segera mengangkat tubuh mungil istrinya. Dengan Ala Bridal style ia membopong Anum lalu menjatuhkannya ditempat tidur.
" Untuk apa susah -susah memakai piyama cantik......ntar bakal Abang buka juga. " bisiknya sembari
mengungkung tubuh polos Anum.
🌹🌹🌹🌹
Tatkala malam semakin dingin, Bella memutuskan untuk bersembunyi dibalik
kitik harum suaminya. Membenamkan tubuhnya dalam dekapan Boy. Cukup sibuk ia menenangkan debaran hatinya sendiri,berkali Bella mendongak mencuri pandang pada Boy, tapi ternyata suaminya itu benar- benar sudah dialam mimpi.
" Begitu konsistennya kau memegang janjimu, padahal aku ingin mendapat godaan yang lebih gencar lagi sebelum bobok, tapi dengan entengnya kau tidur duluan, setelah seenak hatimu kau mengotak Atik badanku. Dasar menyebalkan! Selalu saja pandai membuatku mabuk sendiri.
"Hmmmmm....M.......Ah....Tiba - tiba jantung Bella terasa ingin copot lagi,
Suaminya membekap bibirnya dengan kecupan yang lembut dan memabukkan, sedang matanya masih terpejam.
Bella susah payah melepaskan tautan bibirnya, tatkala nafasnya kian tersegal.
" Hah....ah....Bella mendesah dan mengambil nafas setelah bebas dari kecupannya.
" Kau?...Sejak kapan kau mencumbu juga saat tidur?, hatinya mulai digeluti cemburu." Bella kembali mengguncang tubuh Boy. Tapi pria itu tidur seperti orang mati.
Bella benar- benar kesal sendiri, hingga ia memaksakan diri untuk berjalan menuju lemari es dipojok ruangan. Bella mengambil sebotol air mineral, membukanya, lalu menuangkan sedikit ketangannya, lalu mengusapkan kewajah suaminya.
" Kalau kau tak bangun juga, dan masih membiarkanku gelisah sendiri, maka aku akan benar- benar menyiramkan semua air dingin ini padamu!!!" Ancam Bella.
Boy membuka matanya perlahan, kemudian mengedipkan berkali- kali untuk memfokuskan pandangannya.
Setelah kesadarannya penuh, ia menatap bidadari yang ingin mengamuk didepannya dengan dahi mengerut. Direbutnya botol air mineral dari
tangan Bella, berikut penutupnya.
" Kalau kita mandi berdua dengan sebotol air ini tanggung sayang..." bisik Boy dikuping Bella. Tubuh Bella kembali panas dingin. Hanya dengan satu sintakan saja, Tuan muda perkasa itu sudah membuat Bella berada dengan posisi diatas dada bidang suaminya, sedang sibotol minuman sudah menggolong dilantai.
" Satu gerakan lagi kau akan dengan mudah berada dibawah sayang...apa sudah siap menghadapi singa lapar, disepertiga malam ini?" Bisiknya dengan dada bergemuruh, Bella memejamkan matanya menikmati debaran hati nya yang berkejaran dengan gemuruh dada Boy.
" A...ku masih...takut dan belum siap sayang...ta...tapi aku tak bisa tidur, a..aku
cemburu, kau bicara dan mencumbu saat tidur, " Bella meringkuk pasrah dalam pelukan suaminya, bak seekor kelinci kecil yang tertangkap musang, ia gemetaran.
Boy tersenyum pahit, menahan gairahnya yang mulai membakar tubuhnya, ia menggigit bibirnya sendiri, sebelum menekankan telapak tangan kanannya dikasur, dengan posisi tangan kiri masih mendekap Bella, Boy duduk sembari memangku Bella.
" Dari kecil aku jarang tidur lelap Bella...Aku lebih banyak bekerja daripada tidur. Begitu aku memulai suatu pekerjaan, aku takkan menghentikannya sebelum tuntas. Sudah siapkah dirimu dituntaskan malam ini sayang?" tanya Boy sembari menggeser duduk mereka supaya bisa bersandar di headboard.
Bella tercekat, ditelannya silivanya yang tiba- tiba pahit, tatkala Boy mulai mengecupi tengkuknya. Bella terdiam merasa senjatanya makan tuan.
Boy mengusap rambut Bella, sembari menenangkan hatinya yang berkecamuk.
" Ti...tidak...sayang...Aku ingin kita melakukannya usai resepsi. Biar kecantikanmu tak ada kurang- kurangnya saat Syukuran Akbar pernikahan kita. Aku takkan tega melihatmu yang tertatih- tatih menahan perih saat kita pesta lusa. Aku akan menahannya sampai waktunya tiba, walau ragaku sebenarnya sudah mendambanya saat ini juga. Jangan membangunkan macan yang sedang tidur sayang... Nanti kau tak tahan terkamannya,gadisku... Ini saja sudah bangun dan siap makan. Boy menarik tangan Bella kebelakang untuk memegang senjata
Laras panjang yang sudah standbay untuk menyerang.
" Ak...ak...I...i...Bella tak sanggup melanjutkan ucapannya tatkala tangannya sudah menggenggam benda itu, dan jemarinya tidak dapat bertemu sama sekali.
" Massa Allah...Ini besar dan panjang sekali...Ini lebih mirip jelmaan tongkat sakti Nabi Musa AS.
Aku pasti habis bila dimasuki ular Mukjizat ini." batin Bella bergidik ngeri.
Lain pula dengan raganya, ia malah makin membenamkan tubuhnya didada bidang suaminya. Boy menarik bantal dengan tangan kirinya, memposisikan nya dengan baik, lalu dengan pelan menggeser tubuh istrinya, membaringkannya dengan lembut, sembari menarik nafas panjang.
" Tidurlah angsa jelek...Sipenakut tapi penurut, Sipemalu tapi mau! Suamimu tak ingin mendengarkan tangisanmu malam ini." Gumamnya.
Ketika Bella ingin protes, Boy menutup bibirnya dengan jemarinya.
" Suuut....tidurlah...biar kupijiti " bisiknya.
Lalu ia memijiti tangan Bella, bergantian sampai kekaki. Setelah Bella memejamkan matanya.Boy mengecup kening Bella sekilas. Lalu menjatuhkan tubuhnya, disisi Bella.
" Tidurlah tampan...kau mesti lebih banyak bersabar, jadilah seperti biasa, didalam mimpi saja. " katanya pada simerak berjanggut emas, sembari membelainya sambil memejamkan mata.
Perlahan- lahan nafasnya mulai menenang.
Tekan jempolnya Ya Say....
Bye...bye...Sampai jumpa dengan rambut basah besok pagi!!!!" kata Bayu melongokkan wajah sumbringahnya dibalik pintu.
Siapa Saja kira- kira yang mengikuti saran Bayu?