
Akibat kecewa, marah, dan sedih memikirkan keadaan keluarga kecil cucunya, ditambah bayangan masa lalu yang membuatnya mengalami ketakutan terhadap masa depan cucu dan cicitnya, membuat kondisi jantung Mr Kims drop lagi. Ia terpaksa menjalani pengobatan intensif kembali.
Kondisi Mr Kims cukup menghawatirkan. Tim dokter pribadi kakek Rendra sedang menangani kondisi irama jantung Mr Kims dengan alat Defribilator/ alat kejut jantung karna kakek ini tiba- tiba mengalami tarikardia ( Irama jantung terlalu cepat) akibat stres yang ia alami.
Citra tak sadarkan diri, akibat obat bius yang ia hirup melalui sapu tangan pembekap mulutnya oleh pasukan khusus milik kakek itu. Saat ia tersadar, ia sudah kembali keistana ini. Mata bulat indahnya mengerjap-
beberapa kali untuk menetralisir pencahayaan yang masuk, apalagi saat itu mulai senja. Dipandanginya sekeliling. Saat matanya tertuju pada tubuh renta yang terbaring lemah, yang sedang dalam penanganan beberapa dokter dan perawat, hati kecilnya berbicara. " Ya Tuhan...apa yang terjadi dengan kakek? Apa ini karna aku? Apapun yang sudah terjadi, aku mohon sembuhkan lah kakek. " doa Citra tulus.
Sebenarnya Citra tak ingin melukai pria tua yang sudah ia anggap pengganti kakeknya itu. Ia pergi dari rumah itu karna ia merasa kecewa karna kakek yang sudah ia percaya sudah menipunya dengan
surat kontrak itu. Surat kontrak yang isinya ternyata
semua memojokkan Citra. Saat seseorang dibohongi, sakitnya akan sangat terasa.
Ketika Citra tak sengaja membaca surat kontrak yang ada diHP suaminya, hatinya yang masih lemah terluka parah, ia merasa sakit sekali karna disitu tertulis bahwa ia tak berhak atas putranya kalau tidak bisa
mencintai dan melayani Rendra sebagai suaminya.
Ia bahkan tak berhak bertemu dengan putranya, kalau sampai ia menolak Rendra.
Ketika menemukan salinan surat itu,sehari semalam Citra berfikir, tentang dirinya dan anaknya. Ia sangat menyesal mengapa setiap orang yang selama ia ini ia percaya, selalu membalasnya dengan penghianatan. Baginya
terlalu banyak cerita penghianatan. Ayahnya menghianati ibunya, Sahabatnya Rafdo menghianatinya. Dan ini, kakek Kims juga menipunya. Seolah dengan kekayaannya, ia bisa melakukan segalanya.
" Apa kakek mengira hatiku bisa dibeli dengan kekayaan dan kesempurnaan cucunya. Andai kakek menikahkan kami secara jujur, tidak dengan
ancaman surat yang seolah membuatku sadar, kalau ia hanya membutuhkan pewarisnya. Bukan cucu menantu untuknya. Aku takkan sesakit ini. " isaknya saat ia dan putranya berdua saja dikamar itu.
Dalam perenungan yang panjang, jiwanya berontak. Tiba- tiba teringat untuk pergi jauh dari kehidupan mereka, Ia ingin membawa boy jauh dari
ayahnya selamanya. Tapi saat ia ingin membawa sang buah hati. Boy malah menangis histeris. Citra
makin terisak melihat putranya yang baru berumur sepuluh hari saja, sudah tahu tak mau hidup susah dengannya. Itulah pandangan kalut Citra saat itu.
" Mungkin karna darahmu berasal dari mereka, kau lebih memilih mereka dan kenyamanan rumah ini, ketimbang Momynya yang sebatang kara ini." begitulah pandangannya saat sebelum ia pergi.
Sekarang ia disini lagi, bahkan masih dengan paksaan dan kekuatan orang kaya itu.
" Ternyata aku adalah orang yang sangat lemah, bahkan untuk kabur saja aku tak bisa. Aku malah kembali lagi kesini. " Kata hatinya.
" Jangan pernah lari lagi dari sini sayang...Jangan coba- coba tinggalkan kami lagi.
" Kau boleh benci padaku, tapi pandanglah putramu ini. Ia sakit sejak beberapa menit saja setelah ditinggalkan momnya.
Kakek juga drop karna ditinggalkan dirimu. Kakek bahkan sudah jauh membaik sejak dirimu ada dirumah ini. " kata Rendra membawakan Balendra
kecil kepangkuan Citra.
" Apa benar kakek drop karna aku menghilang? " tanya Citra Tah pada Rendra entah pada dirinya sendiri.
" Kalau bukan karna stres karna khawatir Boy tak beribu seperti ayah dan diriku, mungkin jantung kakek takkan kambuh lagi. Apalagi dokter sudah pernah menyampaikan kalau jantung kakek sudah normal sejak hubungan kami membaik dan ditambah suasana hatinya yang bahagia sejak ada dirimu dan calon cicitnya. Kekhawatiran kakek tentang diriku yang tak pernah mengenalkan wanita dan tak pernah berfikir untuk menikah, kelar
sudah sejak ada dirimu dan calon anak kita." Cerita Rendra mencoba memberi pengertian pada ibu dari anaknya itu.
Citra membaringkan Boy ditempat tidur setelah disusui. Ia mencoba berjalan mendekati sang kakek yang masih dalam penanganan dokter.
" Maafkan Citra kek...tak ada niat membuat kakek sakit sampai seperti ini. Citra sayang sama kakek.
Seperti sayangnya Citra sama kakek Roeslan.
Tapi Citra tak mau dianggap perempuan matre. Citra juga tak mau dihargai karna hanya sebagai ibu dari cicitmu. Citra sebenarnya lebih bahagia saat itu, saat Citra tak tahu kalau kakek adalah ayah uonya si Boy. Andai tak ada hubungan kakek dengan ayahnya boy, Citra akan lebih menyayangimu, Citra pasti takkan pernah meninggalkanmu. " kata Citra seraya memegang tangan orang tua itu.
Citra mohon sehatlah kek. Citra janji, tidak akan pergi lagi, demi Bhalendra kecil dan kakek. " kata Citra dengan suara parau, airmata menetes dipipinya, kemudian jatuh ketangan tuan Kims. Ajaib, tetesan air mata itu seolah jadi obat. Tiba- tiba jantung kakek itu normal kembali. Tangan tuan Kims menggenggam tangan Citra yang tadi memegangnya.
Mata para dokter tersentak takjup dengan keajaiban itu, layar menunjukkan kalau jantung pria Cina itu telah dalam kondisi biasanya.
" Maafkan kakek Citra, maafkan kakek yang sudah
memaksamu. Memang surat itu begitu merugikanmu, tapi kakek tak pernah berniat mengeluarkan surat itu, andai adik mau membina rumah tangga dengan baik dengan cucu kakek.
Hanya kalian saja yang kakek punya didunia ini.
Tidakkah Citra mau melihat kakek sedikit bahagia sebelum kakek meninggalkan dunia yang fana ini.
" Kata kakek Kims dengan tatapan memohon, suaranya masih sangat berat. Tapi ia usahakan untuk mengungkapkan segenap perasaannya pada
Citra.
" Citra janji kek...demi Boy dan Old Dadynya. Citra akan menjalani hidup dengan lelaki itu. " kata Citra seraya mengecup punggung tangan sikakek.
" Kakek memang kaya Citra...tapi hidup kakek sepi dalam keramaian dunia ini. Kakek sudah kehilangan semua yang kakek cintai. Istri, anak lelaki. Mereka pergi disaat kakek masih belum siap untuk ditinggalkan. Semua pergi, berpuluh tahun
kakek hidup seperti ini. Setelah kakek menemukan cinta Citra disisa hidup ini. Citra malah ingin pergi dari kakek. " Curhat tuan Kims bersimbah airmata.
Semua yang ada diruangan itu turut menangis menyaksikan seorang konglomerat terkaya dinegri ini mengiba pada seorang gadis biasa seperti Citra.
Bertahun- tahun luka dalam dihatinya disimpan dalam- dalam oleh lelaki mantan King of Busines itu didalam lubuk hatinya terdalam.
" Iya kek...sudah ceritanya ya kek, kakek masih butuh istirahat. Jangan terlalu memaksakan.
Yang penting kakek harus segera sembuh.
Kalau kakek sudah sembuh. Citra janji bakal masakin sambal asam pedas yang ekstra. Biar mata sipit kakek bekerjab- kerjap menahan pedas. " kata Citra menggoda sang kakek.
" Itu namanya ngak sayang...Tapi balas dendam, bisa- bisa kakek jadi penghuni toilet habis makan
masakan Citra. " kata tuan Kims seraya tersenyum lebar.
" Jadi judulnya balas dendam sama Tuan Licik. " kata Citra seraya mengecup kening Tuan Kims.
"Kalau ini baru tanda sayang. " kata Citra kemudian.
Semua yang ada diruangan itu tersenyum senang. Boy kecil juga ikut tersenyum. Hanya Rendra saja yang hanya diam. Fikirannya melayang jauh. " andai saja keningku yang ia kecup. Itu akan lebih baik.
" Ia hanya mau hidup denganku demi kakek dan Boy. Kapan demi diriku? " tanya batin Rendra.
" Hey...lelaki pecemburu...Jangan bilang kau cemburu juga sama kakek ya. Sampai muka tampanmu sekeriting itu. " kata tuan Kims saat menoleh pada cucu kesayangannya yang berwajah muram.
Rendra tersentak dari lamunannya, kemudian menghampiri sang kakek. Walau dengan senyum kecut ia mengecup sang kakek pula.
" Syukurlah..kakek akhirnya baik- baik saja." katanya.
" Terima kasih...Aku tahu kau menciumiku hanya untuk mengambil bekas kecupannya. " kata tuan Kims dihadapan semua orang diruangan itu.
Rendra tersenyum menahan malu karna kakeknya yang resek itu.
Bersambung....
Mampir lagi yuk...jangan lupa bawa oleh-oleh
like, fote, komen,dan faforitkan cerita ini.
Salam kangen selalu buat pembaca setiaku.
M...h