I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
LAST MONTH



Bab.99


Sore ini cuaca sangat cerah sekali, suara deru Ombak terdengar menggelegar. Angin sore mempermainkan anak rambut Dy yang sebagian menutup wajahnya. Bau wangi tubuhnya menyebar membuat Aby ingin terus memandangnya. Lembayung senja sudah mulai mengintip, sebentar lagi akan terjadi Sunset.


Sekarang Dy berada di sebuah Restoran yang terletak di atas tepi batu karang. Dari Restoran ini Dy


bisa menikmati keindahan sunset yang luar biasa.


Apalagi kalau memilih duduk di Round Deck-nya yang menjorok ke laut, sungguh pemandangan yang sangat indah. Dina tidak henti-hentinya mengambil foto Aby dan Dy.


Hatinya senang melihat kebahagiaan


Yang terpancar dari wajah mereka berdua.


Hari ini adalah hari yang spesial buat Dy dan Aby, karena Dy tanpa syarat mau menerima ikatan pertunangan ini.


Tidak ada yang hadir, hanya Admesh dari keluarga Aby dan teman-teman dari XPostOne. Semua ini permintaan


Dy yang ingin acaranya dibuat sesederhana mungkin dan hanya boleh di hadiri oleh orang-orang terdekat. Tante Tami juga tidak bisa hadir karena sakit tua, asam urat dan kolestrol.


Pada saat langit berwarna merah dan Matahari perlahan masuk ke peraduannya, saat itu Dy berdiri dan Aby menyematkan Cincin pertunangannya di jari manis Dy.


Senyum bahagia tersirat dari wajah Aby yang sudah begitu lama menunggu hari ini.


Tepuk tangan suka cita terdengar dari para hadirin. Dy tersipu malu ketika


Bibir Aby menyapu bibirnys. Sungguh


Dy tidak menyangka bahwa takdir membawanya kembali kepada Aby.


"Trimakasih Yank atas kesediaanmu menerima cintaku kembali," kata Aby


bahagia.


"Ternyata takdir kembali membawa


Aku ke pelukanmu setelah banyak cobaan menimpa hidupku," sahut Dy


tersenyum tipis.


"Selamat Adikku semoga kedepannya


Kebahagiaan selalu menemanimu,"


Kata Admesh menyalami Aby dan Dy.


"Trimakasih Kak, atas semua dukunganmu, tanpa Kamu hidupku sulit berubah," sahut Aby memeluk kakaknya.


Dy memperhatikan Admesh


yang sangat mirip dengan Aby.


Yang membuat berbeda adalah Aby terlihat lebih lemah dan matanya tidak setajam Admesh. Mata Intelijen Dy menangkap sesuatu. Mereka saling melindungi. Bhatin Dy. Kemudian teman dari XPostOne satu persatu menyalami Dy.


"Semoga kalian hidup berbahagia,"


Kata Jelita terharu.


"Trimakasih atas suportnya selama ini,


tanpa kalian aku tidak lah berarti,"


Sahut Dy memeluk Jelita.


"Banyak jalan menuju ke Roma, salah satunya adalah jalan yang kamu pilih.


Aku akan mengikuti arus air yang mengalir....." sindir Agung membuat


wajah Aby memerah.


Dy diam dan berusaha setenang mungkin. Pasti Agung mencurigai Aby. Pikir Dy.


"Semoga Kamu bahagia, terkadang perlu jiwa yang besar untuk menerima seseorang." Kata Agung menatap tajam kemata Dy.


"Semoga Kamu memaklumi dan Aku lebih mementingkan kebahagiaan calon bayiku." sahut Dy di plomatis.


Matanya berkaca-kaca.


"Aku akan selalu mendukungmu." sahut Agung penuh arti.


"Trimakasih atas atensimu...,"


Ucap Dy berusaha mendamaikan perasaannya yang sedang bergemuruh.


Tapi Dy yakin Admeshlah yang menjadi pecundang dan meracuni Dilan, rekayasa itu di lanjutkan oleh Aby atas printah Admesh untuk memasang bom bunuh diri. Admesh pastilah banyak tahu tentang Intelijen karena dia sangat dekat dengan Beck. Namun semua itu akan tetap menjadi sebuah mistri yang harus Dy kubur demi menyelamatkan semua pihak.


DI RUMAH DY


Walaupun Dy sudah menjadi tunangan Aby, tapi tetap saja kesedihan atas kehilangan Dilan terpancar dari matanya.


Dua bulan telah berlalu, bayangan Dilan selalu menghantui mimpi-mimpinya. Ntah sampai kapan kesedihan ini berlalu....


"Ow ya, tentang apa?" tanya Dy mengalihkan pandangannya ke Agung.


"Aku akan memindahkan XPostOne ke tempat dulu lagi, dan akan menata


kembali serta merengkut tenaga-tenaga muda yang berpotensi, sebagai Owner Aku minta persetujuanmu diatas kertas," kata


Agung.


"Aku akan mengundurkan diri sebagai Owner dari XPostOne, semua harta yang bergerak dan tidak bergerak Aku hibahkan kepada Kalian," sahut Dy mantap. Tentu saja pernyataan Dy membuat mereka tercengang.


"Dy jangan gegabah, semua itu sangat mahal dan itu milikmu warisan dari Beck." sahut Fery tidak setuju.


"Aku iklas, itu untuk kalian semua. Aku sudah punya bisnis Hotel, dan semua pengurusan sertifikat Aku serahkan kepada Notaris dibawah lawyer firm XPostOne," tungkas Dy


membuat Dina dan Jelita terharu.


"Kami sangat bertrimakasih atas kebaikanmu, tentu semua ini adalah sebuah anugrah yang tidak terhingga."


sahut Jelita berlinang air mata.


"Kita sudah seperti saudara, Aku mengharap persaudaraan ini tidak lekang di makan waktu," kata Dy tersenyum.


"Tapi Aku tetap akan membayar fee 10% dari Royalty yang terkumpul." sahut Agung.


"Aku akan menerima dan menyalurkan ke Panti jompo dan Panti Asuhan milik XPostOne," kata Dy merasa senang.


"Untuk sementara waktu semua Agent harus di tarik dan management nya harus ditata ulang," sambung Dy lagi.


Semua manggut-manggut tanda setuju. Mereka merasa Dy bukanlah seorang teman saja, tapi seorang malaikat yang mengepakan sayapnya untuk melindungi mereka.


"Kamu telah membahagiakan Kami, tugas Kami akan membuat Kamu bahagia dengan menikahkan Kamu dengan Aby," kata Fery membuat semua tertawa.


"Serta mas kawin berupa sepetak tanah


dan seekor kerbau," sahut Agung mengingat gurauan Dilan apabila mereka bercanda. Seketika muka Dy muram. Ingatannya kembali kepada Dilan.


"Aku minta kalian mengurus Batu Nisan Dilan supaya lebih bagus," kata Dy sedih.


"Maaf Dy, Aku tadi keceplosan, Aku membuat Kamu kembali mengingat


Dilan," kata Agung.


"Tidak apa-apa, Dilan adalah Orang yang spesial dalam hatiku, tentu sulit Aku melupakannya." Sahut Dy.


"Sebenarnya Kami sudah punya rencana akan membeli tanah 500m2


untuk tempat peristirahatan terakhir keluarga XPostOne, tentu Dilan akan menjadi prioritas Kami," kata Agung.


"Aku tidak menyangka Kalian punya pemikiran


sebagus itu. Mungkin karena Aku sibuk dengan kehidupan ku, sehingga Aku tidak peka akan keadaan," sahut Dy.


"Sebenarnya ini idenya Dilan. Setelah Beck meninggal Dilan ingin supaya Kamu tidak bolak balik ke Jakarta kalau mau ziarah, makanya Dilan ingin disini membuat


peristirahatan terakhir bagi Keluarga XPostOne dan Beck akan diterbangkan kesini." jelas Agung panjang lebar.


"Aku baru tahu, Dilan sangat membuat Aku bangga. Semoga rencana Dilan bisa di direalisasikan dengan baik." kata Dy.


"Dy...kalau Mobil Lambhorgini loe kasi


siapa, Pesawatnya juga" Dina tiba-tiba nyeletuk. Semua memandang Dina karena


merasa tidak enak.


"'Kalau Mobil Aku kasi XPostOne, tapi kalau


Pesawat Aku mau pakai, karena punya


satu saja," sahut Dy tersenyum.


"Kapan loe nikah, jangan.lama-lama nanti keburu perut loe membesar." kata Dina


lagi.


"Tergantung Admesh, dia yang mengurus


semuanya. Maklumlah dia tertua di keluarga


kami, doakan saja semoga semuanya berjalan dengan lancar," sahut Dy.


"Semoga pernikahan kalian selalu dalam curahkan rasa kasih sayang. Pernikahan akan mendidik kalian menjadi jauh lebih dewasa, membuat kalian tahu bahwa kehidupan tidak hanya satu warna, melainkan dua."


********


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.


TRIMAKASIH...SEMOGA ANDA SUKA❤


"