
Ba.40.
Cemburu Dilan memuncak ketika mendapatkan Dy masih Vidio Call dengan Jojo.
" Yank dimana handuknya?". Teriak Dilan kesal, karena di kacangin oleh Dy.
" Suara siapa itu sayank?". Tanya Jojo memakai bahasa inggris. Untung tadi Dilan memakai bahasa Indonesia.
" Pembantu baruku". Sahut Dy tertawa, kemudian menutup ponsel karena Dilan sudah menubruknya.
" Dasar genit". Kata Dy berkelit.
" Mau lari kemana, sampai ke langit Aku akan kejar ". Sahut Dilan memegang tangan Dy.
" Aku akan terbang ke Awan, menambal hatiku yang terluka". Kata Dy meringis.
" Aku akan menambal hatimu dengan separuh jiwaku yang hampa". Dilan mulai memeluk Dy.
" Aku akan menerimamu dengan pertimbangan yang terbatas.....". Dy sudah tidak bisa berkata lagi karena bibirnya sudah di cium Dilan.
Mereka melepaskan diri ketika suara Mobil Beck masuk halaman.
Cepet- cepet mereka duduk di Meja makan sambil minum teh yang sudah dingin.
" Pagi anak-anak...". Sapa Beck membawa Bubur dari Restoran cepat saji.
" Kalian sudah sarapan?".
" Baru mulai Paa, Dilan bikin Sandwhich, enak deh Paa...". Sahut Dy membantu membuka Bubur Ayam untuk Papanya.
" Pagi Boss..". Sapa Dilan hormat.
" Kalian sudah siap?". Tanya Beck memandang Mereka.
"Kita mau ke salon dulu, membersihkan muka, masalahnya Kita harus sering memakai topeng Latex.
Tentang senjata yang harus di bawa, Saya ingin menambahkan StingRay.
(perangkat yang sering digunakan untuk menyadap ponsel. StingRay bisa menangkap frekuensi dari ponsel yang ada di sekitarnya)". Jelas Dilan.
" Semua yang di butuh kan ada di Markas, Jangan membawa Ak. 47. Cukup bawa Revolver, pasti banyak aktivitas di gedung, sulit menembak memakai AK. Karena moncongnya panjang, apalagi tempatnya sempit". Jelas Beck.
" Aku bawa Revolver Ruger Super RedHawk .454 Casull saja, karena dilengkapi dengan lensa bidik.
Kecepatan pelurunya mencapai 1.900 kaki per detik. Itu kombinasi akurasi dan kecepatan yang sempurna, deretan peluru sebesar 240 gram". Sahut Dy cepat memilih.
" Saya membawa Colt 1912 isi 7 buah dan kecepatannya 1.225 per detik, serta pistol sarung tangan". Kata Dilan.
" Kalian jangan lupa membawa rompi anti peluru, akan terus ada demo dan sekarang sudah berkembang propaganda yang di dengungkan oleh ekstrem sayap kanan". Jelas Beck.
" Siap Boss, berarti Saya bertemu dengan Mr.x dari parlemen?".
" Kalian akan diantar dengan private jet supaya Dy bisa leluasa, karena masih bersesatus istri Jojo.
Ponsel kalian beli disana, Cover kalian disana adalah Personal Trainer gym, karena mencakup kalangan menengah ke atas". Kata Beck lagi.
Dilan dan Dy saling pandang, Mereka saling mengkuatirkan diri masing-masing.
Menjadi pelatih Gym sangat rentan bersentuhan dengan lawan jenis.
" Kenapa kalian saling pandang?". Tanya Beck.
" Paa..disana kan banyak Lady boy nya aku jamin Dilan laris jadi pelatih hahaha..".
Dy tertawa ngakak.
" Uuhh...Kamu banyak halu, bahagia banget kalau ngeledek Orang". Sahut Dilan tersenyum kecut.
Awas kalau Beck sudah pergi. Ancam Dilan dalam hati.
" Kamu juga hati-hati disana, banyak godaan. Jangan sampai terulang kisah seperti di Singapore, untungnya Jojo baik, kalau orang lain mungkin Kamu sudah di perbudak". Kata Beck
memperingati Dy.
"Siapp Paa..Aku akan hati-hati". Sahut Dy menunduk.
" Yank, udah di ganti password pintunya. Nanti Aby datang lagi bisa berabe ". Tiba-tiba saja Dilan setengah teriak mengagetkan Dy.
Beck dan Dilan saling pandang.
"Aku mau minum kalian ikut?". Ajak Dy dengan senyum terpaksa.
" Sayank..lihat Papaa, Jangan melarikan perasaan dengan cara minum. Hadapi kenyataan itu dengan tabah. Semua akan berakhir dengan berjalannya waktu dan nanti Kamu akan baik-baik saja. Tidak boleh seorang Agent jadi peminum". Kata Beck prihatin melihat Dy.
" Yank, Aby sudah punya istri ingat itu". Dilan ikut nimbrung.
" Aby DM Aku Dia katanya mau cerai ". Sahut Dy tanpa ekspresi.
" Yank, mengertilah posisimu dan posisi Aby yang tidak mungkin bisa bersatu lagi.
Banyak paktor yang harus di pikirkan. Jangan sampai Kamu dapat predikat perebut suami Orang". Kata Dilan memperingati Dy.
" Aby bilang Papa akan kualat kalau Kami tidak menjadi suami istri, karena Papa sudah janji sama Om Romero". Akhirnya Dy mengaku juga alasan yang sebenarnya.
" Tidak begitu Sayank, waktu itu Papa bilang "kalau anak Kita berjodoh" jadi kata-kata Papa berdasar, tidak harus di jodohkan". Sahut Beck bohong.
" Nah..Papamu tidak mungkin kualat, lagi pula yang nikah Aby duluan, Papa dan Kamu tidak bersalah. Aby sengaja menggiring pemikiranmu ke
hal-hal yang absurd". Kata Dilan merasa tidak respek dengan Aby.
Semua argumen Dy di patahkan oleh Dilan. Rasa cemburu dan ingin memiliki membuat Dilan naik darah...
Beck langsung menengahi Mereka dengan bijaksana.
" Sayank, semua yang di bicarakan oleh Dilan benar, Kamu sudah besar Kamu bisa berpikir mana yang baik atau buruk, jangan menari diatas penderitaan orang lain". Mulut Dy langsung manyun.
Alamat Aku tidak dapat jatah. Bathin Dilan.
Banyak petuah untuk Dy yang membuat Dy tambah kesal ke Dilan. Dasar monyong, awas Kamu menciumku Aku akan gigit bibirmu. Grutu Dy melirik Dilan dengan mata marah.
" Oke..Papa mau balik ke Jakarta, sudah di jemput ". Kata Beck berdiri.
Dy langsung memeluk Papanya.
" Paa..Aku kangen Papaa..".
" Ya, Papa juga sayank Kamu, jaga diri baik-baik, jangan lupa berdoa". Sahut Beck mencium Kening Dy.
" Dilan, Dy tanggung jawabmu.
Ingat semboyan Intelijen, Berhasil Tak Dipuji, Gagal Dicaci Maki, Hilang Tak Dicari, Mati Tak Diakui ". Kata Beck pergi.
" Siap Boss!!". Sahut Dilan mengantar Beck sampai keluar.
Setelah Beck pergi Dilan mengunci semua pintu dengan kunci cadangan.
Dilan pura-pura acuh sama Dy yang sudah ingin menyemprotnya dengan ocehan konyolnya. Hatinya kesal melihat Dy yang
selalu memikirkan Aby.
Dilan langsung ke belakang ke tempat nge gym. Di Thailand Dia akan menjadi personal trainer dumbbell.
Dengan begitu Dilan akan lebih banyak dapat waktu untuk mengerjakan tugas lain.
Dy hanya memperhatikan Dilan dari jauh, hatinya bingung mencari cara untuk membalas Dilan supaya memperhatikannya.
Akhirnya Dy memakai bikini dan nyemplung ke Kolam renang.
Ingat dulu setiap Dy memakai bikini Aby marah.
Dilan yang melihat Dy lewat memakai bikini menaruh Dumbbell nya dan langsung ikut nyemplung ke Kolam renang.
Start pertama Mereka saling cuek dan berenang bolak balik.
Kalau sudah pikiran mesum memenuhi jiwa, sedikit senggolan akan membawa reaksi brutal dari kedua belah pihak.
Tidak tahu harus ngomong apa, rumputpun tetap bergoyang jika ditanya. Dilan sudah kesetanan memeluk Dy yang sexy. Lidahnya sudah menjalar melampui batas, membuat Dy lupa akan nama Aby atau Jojo.
Begitulah Cinta, berjalan semau gue....
Tanpa mempertimbangkan akal sehat. Dilan menahan asrat ketika Dy membisikkan ada larangan melepaskan Rudal Scud 😁.