
Bab.39.
Dengan tangan bergetar Dilan membuka Laptopnya, seorang Agent harus cerdas.
Otak Dilan cepat bermain.
" Disini ada beberapa tugas, tapi sudah banyak di ambil oleh Agent lain".
Dilan menjelaskan mulai dari nomor satu.
" Nomor 1 Ke Macau Cina, menyelidiki perjudian di Casino, tapi ini sudah ada Agent yang mengambil". Dilan cepat-cepat berujar.
" Nomor 2 Ke Swaziland. Menyelidiki selir yang ingin mengkudeta.
Ini harus jadi selir dulu, tapi kebetulan sudah ada Agent yang mengambil, ini harus di coret ". Kata Dilan lagi.
Nomor 3.4.5.6.7. Semua di bilang sudah ada yang mengambil, Dy menjadi curiga sama Dilan, seolah-olah Dilan sengaja melakukan itu.
" Aku memilih tugas yang kedelapan, coba sebutkan". Kata Dy tegas.
" Sebentar...disini tulisannya agak saru karena pakai bahasa lain". Sahut Dilan komat kamit.
" Aku yang baca". Kata Dy kesal.
" Tunggu!! Aku sudah mengerti, kebetulan ke delapan di batalkan, jadi tinggal yang ke sembilan ". Sahut Dilan.
" Sebutkan Aku akan siap". Kata Dy menantang.
" Kita akan melakukan propaganda, penyadapan yang terkait dengan kasus kejahatan di Negara ini, memeriksa aliran dana secara rahasia untuk mengungkap kasus korupsi, termasuk menggali informasi mendalam pada sasaran yang terkait. Terdapat kegiatan terorisme dan aksi radikal yang mengancam negara ini". Jelas Dilan.
" Kenapa harus Kita?, Aku sendiri yang melakukan ". Kata Dy mantap.
" Mereka menyewa 2 orang dari XPostOne dan kebetulan Aku yang tersisa". Sahut Dilan cepat.
Akal-akalan Dilan sudah di maklumi oleh Beck, bagaimanapun juga Beck sangat menyayangi Dy.
Harus ada Orang yang ahli
dan bertanggung jawab menemaninya.
Masalah ini sudah di pikirkan oleh Beck memang Dy harus pergi untuk sementara waktu demi menghindar Aby dan Jojo.
Tadi Aby mengadu kepada Beck tentang semua yang terjadi dan minta Beck menolongnya, supaya Dy mau kembali padanya dan Aby akan menceraikan Vivi.
Semudah itu pikiran Aby.
Untuk itulah Beck merencanakan semua ini.
" Berarti kalian berdua harus berangkat secepatnya. Aku besok kembali ke Jakarta dan kalian langsung ke Thailand".
Samber Beck cepat supaya Dy tidak bisa membantah.
" Aku siap, tapi Papaa harus temani Aku disini sekarang". Kata Dy lirih.
"Papaa.. ke Markas sebentar, ada urusan penting. Kalian rembugan dulu sampai deal". Sahut Beck mengerti sifat anaknya.
Pasti Dy sulit melupakan Aby. Dimulut mungkin Dy mengatakan putus tapi dihatinya Dy tidak bisa melupakan Aby.
Hanya Dilan yang bisa menolong.
Dy langsung memeluk Beck ketika Beck melangkah keluar.
"Papaa...Aku minta maaf, tidak ada niatan untuk mencelakakan Aby, Aku cuma menakutinya. Mana bisa Aku melukai Aby?". Kata Dy sedih.
" Intelijen tidak boleh cengeng, tidak ada yang salah, Anak Papa is the best ". Sahut Beck mencium kening Dy.
Setelah kepergian Beck, Dy langsung merebahkan tubuhnya di Sofa panjang. Masa bodo dengan Dilan yang menatapnya penuh rindu.
Dy kesal kepada Dilan yang menggiringnya harus memilih nomor sembilan. Pasti ada tugas yang lebih yahud.
Masalahnya tugas yang akan
di emban ini pasti memakan waktu lama.
Baru merasa senang pulang ke Bali, sudah harus pergi lagi.
" Yank, tidur di Kamar ". Kata Dilan mendekati Dy dan duduk di kaki Dy.
" Mana Laptopnya, Aku mau baca ada tugas apa saja".
"Udahlah...terima saja tugas
ke sembilan. Memangnya Kamu mau menjadi selir raja". Kata Dilan.
" Mauuu...enak lagi". Sahut Dy kesal.
" Kalau begitu praktek dulu sama Aku supaya Kamu lancar menjalankan tugas". Kata Dilan tersenyum.
" Dasar genit, Aku mau tidur jangan di ganggu ". Sahut Dy tengkurap. Dilan duduk menunggu Dy sampai tertidur.
Perasaannya mengatakan bahwa Dy masih mencintai
Aby. Aku hanya barang cadangan. Bathin Dilan mulai membuka satu persatu sepatu Dy dan mengelap kaki Dy dengan Tissue basah. Kebiasaan ini Dia tiru dari Aby yang dengan sabar meladeni Dy yang kaku. Mungkin itu yang membuat Dy sangat mencintai Aby, karena Aby mengurus Dy sampai yang sekecil-kecilnya.
Akupun bisa mengurus Kamu. Bathin Dilan mengangkat tubuh Dy ke Kamar.
Ponsel Dilan bergetar, Beck menelponnya. Dilan mengangkat
Ponselnya.
" Bagaimana keadaan Dy?". Tanya Beck dari seberang sana.
"Sudah tidur, tidak ada protes ". Sahut Dilan.
"Ya...syukurlah, Kamu bisa lusa berangkat jangan lupa bawa Cover wajah. Aku akan tidur di Markas". Kata Beck.
" Siap Boss". Dilan menutup ponselnya dan mengganti lampu Kamar dengan lampu tidur, mengunci pintu dan tidur di sebelah Dy. Dilan tidak bisa mengkhayal banyak karena rasa kantuk juga menyerangnya.
MENCARI TUGAS
Tidur bersama laki-laki sering Dy lakukan, pertama sama Beck, tapi setelah SD Dy baru mau tidur sendiri. Tidur bersama teman-teman kuliah, ramai-ramai tidak pernah ada masalah. Tidur sama Aby, pengalaman pertama yang mendebarkan dan kecanduan, walaupun cuma krasa krusu sedikit, tapi sangat romantis.
Terus tidur sama Jojo tidak ada kenangan, sekarang tidur sama Dilan merasa seperti kucing kecil yang butuh perlindungan....
Dilan sangat menguasai dirinya. Kalah tenaga, kalah ilmu. Dy merasa kalah semuanya.
Dilan sosok laki-laki ganteng yang macho habiss....
Sorot matanya tajam, badannya tinggi tegap, karena sering latihan Militer.
Otaknya cerdas dan sangat mencintai Dy.
Masalahnya adalah Dy yang uring-uringan setelah bertemu Aby.
Dy turun dari tempat tidur
dengan pelan.
" Mau kemana, tidur lagi ". Kata Dilan setelah merasa Dy melepaskan pelukannya.
Dilan tambah menjepitnya.
" Aku mau mandi dulu, takut Beck datang.
Nanti disambung lagi tidurnya". Sahut Dy berusaha menahan tangan Dilan yang sibuk menjelajah badannya.
" Kita mandi bersama". Kata Dilan bergairah.
" Boleh, tapi di kolam renang". Sahut Dy meloncat turun.
Kalau Dilan di ikutin, bisa ada babak baru yang belum boleh
di langgar...
Bagaimana tidak, Dilan orangnya pintar bermain asmara, membuat Dy selalu klepek-klepek...
" Bangun Yank, ntar dipergoki Beck". Sambung Dy ngeloyor ke Kamar mandi.
Dilan terpaksa bangun padahal masih ngantuk, belum puas mendekap Dy.
Otak Dilan hanya ingin menikahi Dy supaya bisa hidup bahagia.
Dilan melipat selimut membersihkan tempat tidur karena belum ada PRT.
Kemudian keluar Kamar, membuat sarapan Sandwich dan Teh hangat.
Dilan berusaha membiasakan dirinya melayani Dy, seperti yang Aby lakukan.
Mencari pacar gampang banget, tapi mencari istri yang sulit. Apalagi gadis selevel Dy, sudah cantik, tajir melintir dan masih perawan.... mungkin itu nilai plus banget. Di zaman sekarang, jarang ada gadis perawan.
Dy sudah rapi dan wangi, pagi ini Dy memakai celana pendek jeans dan kaos you can see warna putih.
Tangannya sudah memegang ponsel Vidio call dengan Jojo.
Dy sudah memberi kode diam kepada Dilan supaya Jojo tidak cemburu.
Ingin rasanya Dilan mencium Dy di depan Jojo supaya Jojo langsung pingsan, bila perlu amnesia seperti Aby.
Akhirnya Dilan pergi mandi.
Dilan harus kesalon mencukur rambut, menghilangkan semua bulu di wajahnya, karena Dia akan sering menggunakan topeng latex dalam tugas baru
nya di Thailand.
******