
Bab.7.
Dy bangun dari duduknya ketika pintu Kamar sang Aktor terbuka.
Jojo kaget melihat ada perempuan berdiri menatapnya dengan dingin.
" Kamu siapa " Tanya Jovan menatap mata Dy yang coklat.
" Aku Bodyguard Anda, siap membantu Anda kemanapun Anda pergi " Sahut Dy sambil menyerahkan kartu namanya.
" Ohh..sorry, Saya lupa. Tapi Saya tidak mau Kamu mengawal Saya dengan pakaian seperti layaknya Bodyguard.
Saya ingin Kamu memakai pakaian seperti gadis pada umumnya " Kata Jovan mendekati Dy.
" Maaf Saya tidak bisa mengikuti kemauan Anda". Sahut Dy tegas.
"Tidak apa-apa, Saya mengagumi penampilanmu. Tapi Aku harap sesekali Kamu harus berpenampilan berbeda.
Kamu sangat Cantik, kenapa harus mengambil pekerjaan yang sangat berbahaya.
Lebih baik Kamu menjadi Artis " Sambung Jovan memutari badan Dy.
" Maaf...Saya tidak akan menjawab pertanyaan Anda. Kecuali Anda bertanya menyangkut tugas". Sahut Dy cepat.
Dy berusaha membekukan hatinya melihat Cowok ganteng di depannya.
Jovan mirip Hyun Bin bintang film Korea.
Ternyata Jojo lebih ganteng daripada di photonya.
Dy juga sudah sempat menonton film Jovan supaya lebih tahu saja. Padahal Biodata Jovan sudah cukup.
" Oke...Kamu disini di bayar dan Saya berhak menyuruh kamu. "
" Maaf Anda salah persepsi, tugas Saya hanya mengawal Anda dan menyelamatkan nyawa Anda." Samber Dy
" Apakah Saya tidak boleh menyuruh Anda membuatkan Saya Teh, atau Roti bakar?." Tanya Jovan duduk di Sofa.
Dy tidak menyahut, tapi kakinya
melangkah ke Kichen, menaruh Ketel elektrik diatas Kompor listrik.
Berusaha tenang dan profesional, memasang muka dingin tanpa senyum.
Dy tahu Sang Aktor terus memandangnya, mungkin mencari celah untuk bicara atau celah untuk menggoda.
Maklum seorang Intelijen Cantik, siapa sih yang tidak kesengsem.
Dy mempersiapkan secangkir teh hangat dan meletakkan diatas Meja di depan Jovan. Sekarang tinggal menunggu Roti dari Toaster.
" Maaf, Saya akan memanggil Anda Jojo. Apa Anda mau selai atau Sayuran. "
" Tidak masalah urusan nama. Tapi hari ini Aku ingin Kamu bikin Toasty Sandwich." Sahut Jojo ingin menguji Dy.
Tentu saja pekerjaan itu sangat remeh bagi Dy, karena di Hotel seringkali Dy dan Aby membuat Toasty.
Ingat Aby membuat hati Dy sakit menahan rindu.
Dy mengambil Roti panggang dari Toaster mengoleskan Margarin dan membubuhkan sedikit lada, kemudian menaruh selada serta daging cincang yang sudah dihangatkan dari kaleng.
" Maaf Saya membuat Toasty ala Saya, silahkan di nikmati. " Kata Dy menaruh Toasty Sandwhich.
" Apa Kamu tidak menambahkan garam?. "
Tanya Jojo mencari celah kekurangan Dy.
Tadi Jojo memperhatikan Dy membuat Toasty.
" Sorry, Saya tidak akan pernah membubuhkan garam ke makanan Anda, selain garam Himalaya.
Karena Saya tidak ingin Anda kena Tekanan darah tinggi." Sahut Dy mencari pembenaran.
" Oke trimakasih, mungkin Kamu akan menjadi teman yang enak diajak berdebat atau enak di ajak jalan, semoga.... "
Kata Jojo mulai menyantap sarapannya.
" Kenapa Kamu berdiri?, silahkan duduk. "Sambung Jojo mempersilahkan Dy duduk.
" Aku adalah pengawal Anda, memang tugasku untuk tetap berdiri" Sahut Dy tegas. Jojo manggut-manggut.
"Hari ini Aku akan keluar, Aku menginginkan Kamu memakai Rok mini, Aku tidak ingin Orang tahu bahwa Kamu adalah pengawalku, Aku lebih senang membawamu sebagai girl friend " Kata Jojo memandang Dy.
" Oke...Aku mohon kalau di tempat umum, Aku harap Anda bisa menjaga sikap.
" Ya, setuju " Jojo berdiri, hatinya senang.
Mulai hari ini Jojo akan memamerkan Dy sebagai teman wanitanya.
KE ORCHARD.
Dengan langkah tegap Dy masuk ke Kamar. Mata Jojo terpesona melihat penampilan Dy yang Cantik .
Sesuai permintaan Jojo, Dy memakai Kaos You Can See warna putih
dan Celana pendek dari Denim, di Match dengan Blazer Oversize.
Make Up nya juga agak sedikit kelihatan Wah. Karena Dy tumben memakai lipstik Matte yang warna Orange.
Dy betul-betul Fashionable.
Sebuah Revolver kaliber 22 yang berisi 10 peluru, terselip di Holster dipangkal pahanya. Tidak lupa Dy memakai parfum Baccarat yang super wangi.
Kemudian Dy keluar dari Kamar menemui Jojo yang telah menunggunya, mata Jojo menatap Dy dari ujung kaki sampai ujung rambut.
" Waow...Kamu begitu cantik dan sangat Stylish, apakah dulu Kamu seorang Peragawati atau seorang Entertain?. "
" Aku dari dulu seorang Intelijen". Sahut Dy berusaha tetap bersikap dingin dan tegas.
Menghadapi Jojo Dy harus tegas supaya Jojo tahu menghargai perempuan.
Dy yakin Jojo menganggap gampang mendapatkan seorang gadis, karena Jojo seorang Aktor ganteng yang pasti banyak di gilai gadis-gadis.
Hari ini Jojo memakai Baju Kaos hitam dan Celana Jean. Kemudian di tutup dengan kemeja lengan pendek yang sengaja tidak di kancing.
Jojo mengimbangi penampilannya dengan memakai kaca mata hitam.
Jojo juga kelihatan sangat Maskulin.
" Mari Kita berangkat..." Ajak Jojo mau menggandeng tangan Dy. Cepat Dy menolak.
" Anda duluan, Saya akan mengawal Anda"
Sahut Dy.
Mereka berdua menuju life dan meluncur ke Basement.
Dy menangkap cepat kunci yang di lempar oleh Jojo.
" Kamu yang menyetir."Kata Jojo, memandang Dy.
Jojo terlalu bangga pada dirinya dan hartanya, sehingga menganggap Orang lain tidak mampu atau tidak bisa melakukan sesuatu sepertinya.
" Ternyata Kamu bisa menyetir". Gumam Jojo menoleh kepada Dy.
Dy diam, baginya tidak penting untuk menjawab. Dy menyetir Mobil dengan kecepatan sedang.
" Kemana tujuan Kita ". Tanya Dy ketika berada di Orchard Road.
" Orchard Mall " Sahut Jojo pendek. Kemudian Dy memilih lajur Mobil.
Walaupun Dy dulu sering kesini bersama Beck, tapi Dy tidak pernah perhatian tentang jalan, karena Mereka selalu naik Taxi atau MRT.
Tapi Dy tidak khawatir karena Jam tangannya menuntunnya ke Orchard Mall.
" Kamu sudah punya pacar"? Tanya Jojo. Ini pertanyaan yang tidak bisa di tahan dari tadi. Dy diam, menolehpun tidak.
Jojo mengerti Bodyguard nya tidak ingin masalah pribadinya di blow up.
" Sorry Aku lupa, sebenarnya Aku ingin tahu banyak tentangmu. Tapi Aku akan mengetahuinya lewat Instagram mu atau lewat Boss mu " Kata Jojo percaya diri.
Dy tidak bereaksi. Terdengar Jojo menarik nafas panjang.
Setelah sampai di Orchard Mall, Dy memarkir Mobilnya di tempat parkir khusus.
" Aku harap Kamu berada di sampingku, supaya tidak ada pertanyaan dari Wartawan " Kata Jojo menggandeng tangan Dy.
Dy terpaksa mau karena beberapa Wartawan sudah mulai mengambil gambar Mereka.
Jojo berjalan cepat tanpa menghiraukan Wartawan yang melempar pertanyaan.
" Jojo apakah ini Kekasih baru Anda . "
Hampir semua Wartawan bertanya begitu.
Jojo tidak menjawab dari mulutnya, tapi bahasa tubuhnya mengatakan "ya".
Dy jadi jengkel terjebak dalam permainan Gimmick Jojo.
Mungkin Jojo lagi promosi Film terbarunya. Pikir Dy sebel.
'" Saya adalah pengawal Anda kasi Saya hak untuk menghalau Mereka " Bisik Dy menekan tangan Jojo.
" Jangan, Kamu tidak boleh gegabah, Saya banyak musuh" Jojo balik berbisik.
Serbuan Wartawan itu hilang setelah Jojo menyeret tangan Dy masuk ke sebuah Butik. Dua orang Scurity melarang para Wartawan masuk ke dalam Butik. Dy baru merasa lega.
Ternyata menjadi Artis capek di uber orang.
Jojo membawa Dy kedalam Ruangan yang
khusus di peruntukan bagi Orang sekelas
Jojo. Dy hanya mengikuti kemauan Jojo
yang penuh tendensi. sepanjang tidak
merugikan Dy tidak mempermasalahkan.
*******