I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
SERANGAN MENTAL



Bab.49.


Pasca berpisah dari Mr Chaow membuat kehidupan Dy mencekam


Seperti kata Mr Chaow kemanapun Dy pergi akan terus di cari.


Sistim pengamanan Rumahnya terasa sudah canggih, tapi tetap saja serangan mental dari Mr Chaow berjalan lancar.


Dy sudah merasa putus asa mencari solusi supaya Mr Chaow berhenti mengganggunya.


Seperti hari ini 100 buket bunga mawar memenuhi Ruang tamunya.


Perlakuan narsis Mr Chaow membuat Dy semakin terpuruk.


Ketakutannya sudah diambang batas.


Dy sangat heran kenapa Mr Chaow tahu semua tentangnya. Sepertinya ada orang dalam ikut berperan disini.


Semua gerak geriknya terasa terpantau.


Dan yang lebih aneh adalah setiap hari ada hadiah dari Mr Chaow berupa Coklat Singapore kesukaannya.


Dy merasa Mr Chaow sangat dekat dengan dirinya, tapi tidak mau muncul.


Pengamanan yang ketat dengan strategi tempur yang canggih membuat Dy tetap tidak merasa aman.


" Aku merasa Mr Chaow membunuh karakterku secara perlahan". Ucap Dy sedih dihadapan Beck.


" Sayank, Aku tidak pernah mendidikmu menjadi cengeng. Kita akan menyelidiki


Keberadaan Mr Chaow dengan cara persuasif. Kamu harus muncul ".


" Maksud Boss ??". Tanya Dilan mengerjitkan alis.


" Hanya Dy yang bisa menyelesaikan masalah ini ". Sahut Beck lalu menjelaskan bagaimana strategi yang harus Dy lakukan.


" Resikonya sangat besar Boss. Kita semua tahu bahwa Mr Chaow adalah seorang Mafia yang sangat sadis".


Sanggah Dilan mencoba memberi masukan, supaya Beck memikirkan kembali usulannya.


" Papaa...kalau memang itu jalan yang terbaik demi keselamatan Kita semua Aku akan terima". Sahut Dy mantap.


" Dy..jangan asal ngejeplak aja. Egomu selalu menyesatkan. Pikirkan dulu". Tukas Dilan marah melihat Dy cepat mengambil keputusan kalau sudah putus asa.


" Habis harus bagaimana, kamu sendiri sering menyindirku dan menuduhku yang tidak-tidak dengan Mr Chaow". Sahut Dy sewot.


" Ya sudah...sudah...kalian ini selalu berantem". Kata Beck menengahi.


Mata Dilan terus menatap Dy tajam.


Hatinya kesal melihat Dy kekeh


mau pergi menemui Mr Chaow.


" Dy Kamu akan menjadi umpan H-5, sampai target muncul. Kamu hanya boleh memakai Jam sensor, membawa semua perlengkapan Mike Up mu termasuk pistol Lipstik (kiss of Death) dengan 1 peluru yang berukuran 4,5 mm dan Stun gun (alat kejut listrik)". Jelas Beck.


" Siapp ..". Sahut Dy pendek. Dilan hanya bisa duduk lemas mendengar keputusan yang diambil oleh Bapak dan Anak itu.


" Oke..Papa ke Markas dulu untuk memasang sistem penyadap, mungkin akan di pilih Lawful interception". Kata Beck berdiri.


" Itu perlu melapor ke Badan hukum, apa tidak sebaiknya memakai full komunikasi dalam satu BTS (Base Transceiver Station). Supaya tidak ada pemakaian ganda dengan di Jakarta ". Kata Dilan memberi masukkan.


" Aku berpikir akan memindahkan pusat XPostOne ke Bali dengan satu sistem dengan kode NTB ". Sahut Beck mantap.


" Tapi ini baru wacana, kita lihat kedepannya ". Sambung Beck lagi.


" Oke Boss..semoga terwujud". Sahut Dilan.


" Happy working, good luck Sayank...".


Kata Beck berdiri lalu memeluk Dy dan mengecup kening Dy dengan kasih.


" Dont Worry Papaa...". Sahut Dy mengantar Beck sampai ke pintu utama.


Setelah kepergian Beck Dy lari mau masuk ke Kamar, karena Dilan pasti akan memarahinya. Tapi Dilan lebih cepat menangkap tubuhnya, dan membawanya ke Sofa.


" Mau lari kemana kamu. Berarti Kamu sudah tahu salah bukhan??" Tanya Dilan menatap Dy tajam.


" Itu bukan kesalahan tapi sebuah pengorbanan untuk orang banyak". Sahut Dy ngeles.


" Ada banyak cara yang bisa di lakukan untuk menangkap Mr Chaow, kecuali memang Kamu demen menjadi selirnya". Kata Dilan mulai emosi.


" Karena Kamu terus menuduh dan menghinaku, itu yang lebih memacu Aku untuk menerima tugas ini. Buat apa Aku hidup disampingmu kalau setiap saat Kamu mengulik kebersamaanku dengan Mr Chaow. Padahal Kamu sudah tahu resiko seorang Intelijen". Pernyataan Dy membuat Dilan langsung memeluk Dy.


" Maafkan Aku sayang, Aku sangat mencintaimu. Aku sangat cemburu".


Hatinya sedih mengingat perlakuannya yang Over protektif terhadap Dy.


" Tidak apa-apa Aku sudah memaafkanmu, Aku juga sayang kepadamu dan akan selalu merindukanmu ".


" Cuma sayank?, Aku minta pernyataan yang lebih dari dirimu". Bisik Dilan tambah merengkuh tubuh Dy yang wangi.


Dy tidak menjawab tapi bibirnya langsung menyapu bibir Dilan yang Sexy. Dilan menerima kemesraan itu dengan asrat yang membara.


Sebuah perbuatan kadang belum bisa memuaskan perasaan, sebelum pernyataan mewakili perbuatan Kita.


Begitulah Dilan belum merasa puas, sebelum Dy menyatakan Cintanya dari mulutnya.


Masalahnya Dy adalah seorang Intelijen terlatih dan sudah beranjak dewasa. Tentu masalah mesum ikut menjadi embel-embel tugas, karena terkadang tugas menuntut nya Untuk berbuat begitu.


Tapi untungnya Dy bisa mengatasi semua itu dengan kecerdasannya, walaupun kadang perasaannya ikut bermain.


Kebiasaan itu yang membuat Dilan ragu apakah Dy mencintainya atau sekedar menjalankan tugas??


"Yank, Kamu bisa meralat keinginanmu utuk melanjutkan tugas ini. Aku yang akan memohon kepada Beck".


Kata Dilan tetap memeluk Dy.


" Kamu kira tulisan bisa di typo, ini tugas! jauhkan perasaan cengengmu.


Semenjak Kamu dekat denganku, Kamu menjadi lamis dan cengeng. Mana sifat kesatriamu yang dulu??".


" Karena Aku mencintaimu, sifatku berubah 100%". Bisik Dilan.


" Makanya jangan jatuh cinta". Sahut Dy tersenyum.


" Ya Aku akan berhenti, setelah Aku memecatmu menjadi pacarku dan merubah statusmu menjadi istriku ".


Sahut Dilan di bawa asmara.


" Uhh..sama saja bohong".


Mereka lalu tertawa berdua.


" Yank, apa Kamu tidak berpikir kalau masalah ini ada yang mendompleng?.


Kurasa ada orang dalam ikut bermain, masalahnya Mr Chaow tahu segalanya tentang Aku dan kesenanganku".


Kata Dy merubah posisi duduknya.


Mereka sekarang saling berhadapan.


" Aku juga berpikir begitu. Mungkin


Jojo, karena Jojo tahu Kamu suka


Coklat Singapore. Jojo juga sakit


hati atas keputusanmu meninggalkan


nya. Apalagi berkas perceraianmu akan masuk ke Ranah Hukum".


" Berarti akan ada Mediasi, Aku ketemu lagi sama Jojo". Sahut Dia


termenung.


" Tidak usah Mediasi, langsung saja putusan, tidak ada banding. Ini sudah kesepakatan Kamu berdua, nanti semua di urus Beck, toh Kamu tidak menuntut harta gono gini". Kata Dilan kemudian.


" Terakhir baru akan kompresi pers, kalau gak bisa hadir secara Virtual saja". Sambung Dilan lagi.


" Aku lebih condong curiga kepada Aby. Jojo tidak tahu sedetil itu tentang Aku, tapi Kalau Abi tahu". Kata Dy.


"Bisa juga. Tapi untuk apa, Mereka berdua adalah orang yang berduit, dan sangat mencintaimu tidak mungkin sepertinya Mereka berbuat begitu". Jelas Dilan.


" Kita tidak tahu dalamnya hati, semoga saja Mereka berdua tidak terlibat masalah ini. Sampai Mereka tertangkap oleh Beck, akan patal akibatnya". Sahut Dy.


" Makanya jangan semua lelaki di "iya" kan. Pilih satu saja misalnya Aku".


Mereka lalu tertawa.


" Aku akan pilih lelaki yang baik hati dan


tidak sombong, misalnya....".


kata Dy sengaja menggantung katanya.


" Aku!!". sahut Dilan menubruk Dy.


*******