I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
DIRUMAH SAKIT



Bab.26


Malam semakin larut.


Lorong Rumah sakit semakin sepi.


Sinar lampu temaram menghadang


gelap. Hati ini rapuh merintih senyap.


Di keheningan ini Aku coba menerawang


dan ku untai bait demi bait doa ke langit.


Hamba sujud padamu ya Tuhan.....


Dalam linangan air mataku, Aku bertanya


Adakah ini episode terakhir untuknya?


Tolonglah Jojo Tuhan.....


Aku pasrah.... melata dalam hampa


Tak berdaya....


Aku mohon ya Tuhan...


Lindungilah Jojoku.....


Dy menyeka air matanya.


Jojo masih terbujur lemas belum sadarkan


diri. Selang infus menempel di lengannya.


Mamanya menangis lirih di pelukan Dy.


" Sabar Nyonya, Aku minta maaf karena


lalai menjaga Jovan. Maafkan Aku..".


" Kamu terlalu tega menyakitinya.


Aku setiap hari di telpon hanya ingin mengabarkan keadaanmu ". Ucap Nyonya Sherly atau Mamanya Jojo sedih.


" Kita sama-sama berdoa untuk ke


selamatan Jovan". Kata Dy mengajak


Nyonya Sherly duduk diruang Tunggu


Khusus untuk pasien.


Disana sudah ada Dilan yang duduk


ikut berjaga.


" Aku harap kedepannya Kamu dengan


Jovan bisa lebih bahagia mengarungi


Rumah tangga ini. Jovan seorang Aktor


tentu banyak godaannya, Kamu yang tabah ya".


" Ya Nyonya Saya mengerti". Sahut Dy


pendek. Pasti Mamanya Jojo mengira


Dy berantem karena cemburu dengan


Jojo.


Dy bangun dan mengambil air mineral


Untuk Mamanya Jojo.


Pandangan mata Dilan yang tajam terus


memandang Dy.


Beberapa teman Jojo mulai berdatangan.


Terpaksa Dilan turun tangan dengan


Scurity Rumah sakit untuk membatasi


kunjungan.


Hanya Managernya dan orang terdekat


yang di ijinkan melihat langsung Jojo.


" Maaf Nona, Saya tidak mengerti atas


kejadian yang menimpa Jovan. Insident


ini sangat membingungkan Saya, karena


Kalian baru saja menikah". Kata Mr Lee


Managernya Jojo mengajak Dy berkomunikasi berdua.


" Mr Lee, Anda sudah tahu dan mengerti


Posisi Saya, seandainya Mr berada di


posisi Saya, bagaimana perasaan Anda.


Saya punya pacar di Indonesia dan tidak ada klarifikasi apapun dari Jojo dan Anda yang bisa membuat Saya mengerti ".


Sahut Dy berusaha menjelaskan suasana


hatinya yang sedang marah ketika tahu


Jojo memanipulasi hidupnya.


" Saya sudah sering katakan kepada Jojo


supaya mengatakan dengan transparan


rencana yang akan dilakukannya.


Saya berpikir Jojo sudah terbuka dengan


Nona, ternyata Jojo takut kehilangan


Anda. Waktu pernikahan Kalian kebetulan


Saya berada di Luar Negeri, jadi Saya


tidak tahu kronologis dari acara itu ".


kata Mr Lee mencari pembenaran. Dy


tahu pasti Mr Lee tahu semua ini.


" Tidak apa-apa nasi telah menjadi bubur, Saya berharap masalah ini ada solusinya,


dan tidak ada saling menyakitkan".


sahut Dy.


" Saya harap begitu dan Saya ucapkan


trimakasih atas semua yang Nona lakukan


kepada Jojo ". kata Mr Lee tersenyum.


Banyak hal yang diperbincangan oleh


Mr Lee membuat marahnya Dy surut.


Dy mengakui keberadaan Jojo tidak


membuat hatinya terhibur, tapi dengan


Permohonan dari Mr Lee Dy akan


berusaha membuat Jojo bersemangat.


Setelah kepergian teman-teman Jojo


Dy mendekati Nyonya Sherly.


" Maaf Nyonya saya mau ke luar sebentar,


tolong Nyonya duduk disamping Jovan".


Kata Dy berdiri.


" Kamu mau kemana?, jangan tinggalin


Jovan sendiri".


" Saya ke Kantin Nyonya".


" Jangan lama-lama, banyak Wartawan


di luar. Menjawab pertanyaan wartawan jangan sembarangan".


" Ya Nyonya, terimakasih ".kata Dy


lalu pergi di ikuti Dilan. Baru melangkah


keluar Mereka berdua sudah diserbu


Oleh para Wartawan.


" Maaf Nona Kami ingin konfirmasi masalah Jovan ". Wartawan mulai melempar pertanyaa.


" Maaf, Kami tidak bisa menjawab pertanyaan Anda karena itu bukan kafasitas Kami. Mungkin nanti setelah


Jovan sehat akan ada Konperensi pers".


Sahut Dilan berusaha menghalau para


Wartawan.


" Apakah Jovan sudah sadarkan diri?".


Tanya Wartawan itu lagi.


" Belum, tapi keadaan nya sudah membaik.


Kami dari pihak Jovan mohon doanya


supaya Jovan cepat sembuh".


" Sebagai istrinya tentu Anda tahu apa


alasan dia bunuh diri?".


":No Comments ". Sahut Dy urung ke


Kantin karena Wartawan semakin bandel.


Dy kembali masuk ke Ruang pasien,


sedangkan Dilan melanjutkan ke kantin.


Tentu saja Dilan menjadi sasaran empuk


para Wartawan.


Penampilan Dilan bak Aktor laga membuat


Imajinasi Wartawan mengembang dan


Mengaitkan insident yang menimpa Jojo


adalah adanya orang ketiga.


Dan yang menjadi tersangka adalah Dilan


karena tangkapan layar para Wartawan


terdapat ikatan emosi diantara Mereka


berdua. Banyak terdapat bukti kedekatan


Dy sebagai istri Jovan dengan patner


kerjanya atau Dilan.


Dilan datang dari Kantin membawa


Tiga Rice box lengkap dengan Dessert


dan beberapa minuman ringan.


" Silahkan Nyonya, Kita makan dulu".


Kata Dilan menaruh 3 Rice box diatas


Meja.


" Terimakasih, kalian juga harus makan.


Jangan sampai sakit". Sahut Mamanya


Jojo mengambil 1 box.


" Habis ini Nyonya boleh pulang, Kami


akan menunggu disini". Kata Dy me-


mandang Nyonya Sherly


" Ya. Kita akan bergantian berjaga".


Kata Dilan ikut nimbrung.


Sebenarnya Nyonya Sherly kurang


senang atas keberadaan Dilan di


dekat Dy. Tapi tidak ada pasal yang


bisa dituduhkan untuk membuat Dilan menjauh dari Dy.


Pemandangan yang melebihi dari


seorang patner kerja membuat Nyonya


Sherly mereka-reka perbuatan Jovan


adalah Cemburu melihat kedekatan


Mereka.


" Maaf Nyonya Saya mau melihat


Jovan". Kata Dy berdiri setelah selesai


Makan Siang.


" Ya silahkan..". Sahut Nyonya Sherly.


Dy berdiri menuju Ruangan pasien.


Ternyata Jojo sudah sadar tanpa sepengetahuan Mereka.


" Jojo Kamu sudah sadar?, Aku sangat


senang sekali". Kata Dy mengecup pipi


Jojo. Jojo tersenyum tipis.


Dy cepat memanggil Suster lewat intercom. Nyonya Sherly sangat gembira melihat


Jojo sudah sadar.


" Jovan, Kamu sudah sadar Nak?, Aku


sangat khawatir atas keadaanmu".


" I love you Mam...". Sahut Jojo lirih


suaranya hampir tidak terdengar.


Mata Nyonya Sherly berkaca-kaca


melihat anaknya.


Dy mengambil tissue dan membersihkan


Wajah Jojo. Perlakuan Dy yang perhatian


membuat Jojo semakin manja.


Tangannya terus memegang tangan Dy


Walaupun Dokter lagi memeriksanya


Dilan yang sekilas melihat dari ruang


tunggu merasa kesal.


" Dok, bagaimana keadaan Anak Saya".


Kata Nyonya Sherly ingin tahu.


" Sudah baik, tekanan darah normal. Detak


Jantung nirmal. semuanya normal ".


" Kapan kira-kira Anak Saya diijinkan


pulang".


" Besok sudah boleh pulang". Sahut


Dokter lalu permisi.


Mereka sangat gembira mendengar pernyataan Dokter.


" Jojo Kamu harus makan, Dy akan


menyuapimu". Rayu Nyonya Sherly


supaya Jojo mau makan karena dia


masih merasa pusing.


" Aku akan melayanimu, Kita akan


makan berdua". Ucap Dy.


" Oke..Aku menyerah, sebenarnya Aku


masih kurang enak badan".


Sahut Jojo mulai mengatur duduknya.


Dy tersenyum senang melihat Jojo


mulai banyak bicara.


Nyonya Sherly akhirnya mohon diri


mau pulang.


" Mama pulang dulu Sayank, besok


kesini lagi ". Kata Nyonya Sherly mengecup kening Jojo.


Jojo tidak henti-hentinya berharap agar


Dy tidak meninggalkannya.


" Apakah setelah Aku sembuh Kamu akan


kembali ke Indonesia?". tanya Jojo.


" Aku akan menemanimu ". sahut Dy cepat.


" Syukurlah Kamu mau mengerti keadaanku, Aku harap Kamu menepati janjimu ".


" Jangan khawatir semua akan berjalan


sesuai yang Kamu rencanakan ". sindir


Dy membuat muka Jojo memerah.


" Sorry Aku bercanda. Aku adalah istrimu


mana mungkin Aku meninggalkan mu ".


sahut Dy tersenyum.


" Aku sangat terharu mendengarnya ".


jata Jojo meremas tangan Dy.