I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
BERPISAH



Bab.92


Setelah 5 hari menginap di Clinik Athena, Dilan merasa kesehatan Dy


sudah membaik. Keinginannya mengajak Dy pulang membuat Dilan


terus mendesak Dr Agat supaya merekomendasikan penyakit Dy


sehingga bisa ijin pulang.


Dr Agat tidak perlu berbuat itu,


karena luka Dy sudah mengering dan memang bisa di ajak pulang.


Masalahnya Dy saat ini sedang Flu


berat tentu untuk naik pesawat kurang


baik.


Walaupun cuma beberapa hari bertemu dengan Dy, perasaan Chant teriris juga ketika Dy menyatakan akan kembali le Bali.


" Chant, besok Aku akan pulang


ke Bali. Sebenarnya Aku ingin lebih


lama disini, tapi XPostOne butuh


penanganan Kita. Pekerjaan di belakang layar yang sulit ditinggalkan." Kata Dy pada saat Chant menyempatkan diri menjenguknya.


Chant duduk di sofa disamping Bed


memandang Dy dengan penuh arti.


" Sayang sekali, Aku berharap Kamu lebih lama disini, sampai lukamu betul-betul sembuh total." Sahut Chant menatap Dy.


Tentu saja harapan Chant itu tidak


mungkin terjadi karena Dilan sebagai Boss XPostOne telah memerintahkan


Dy pulang ke Bali. Dengan rekomendasi surat dari Dr Agat.


" Aku hanya menurut Boss saja, masalahnya hanya Fery di Post.


Tadinya Fery mau diajak kesini


tapi tidak jadi dan di ganti Agung.


Menurutku tidak masalah Aku pulang


sekarang." Sahut Dy.


" Aku berharap bisa bertugas dengan


mu suatu hari nanti. Aku ingin banyak bercerita tentang hidupku." Kata Chant.


"Semoga Kita bertemu lagi, kenapa Kamu bisa santai, apa tidak menjalankan misi"? Tanya Dy mengalihkan pembicaraan.


" Baru datang, keadaan masih belum konduksif. Aku tadi hanya memberi laporan sementara dan sekarang Boss


melanjutkan meeting, mumpung Boss


ada disini." Sahut Chant.


" Boss juga akan mampir ke Kedutaan,


Jadi Aku bisa lama berada disini nemenin Kamu." Sambung Chant lagi. Senyumannya mengembang.


" Aku berterimakasih atas kebaikan


mu yang rela begadang nungguin Aku." Sahut Dy.


" Aku senang melakukannya, jangankan 5 hari, 100 haripun akan


Ku tungguin," sahut Chant menggoda.


" Jangan gombal, nanti di dengar Boss, Kamu bisa di suruh push up 100 kali." Kata Dy tersenyum.


" Boss mah bebas melakukan apapun,


Anak buah cuma bisa patuh."


" Makanya jadi Boss." Sahut Dy.


" Setelah jadi Boss Aku akan menunggu jandamu." Kata Chant merayu. Mereka berdua tertawa kecil


dan bercanda sampai Dy tertidur.


Malam semakin larut...


Sinar lampu temaram menghadang


Gelap...


Dalam keheningan ku coba menerawang


Apakah ada secercah harapan dari bingkai matamu?


Chant menatap Dy dalam lelapnya.


Adakah ini episode terakhir untukku..


Aku pasrah...


Aku melata dalam jiwa yang hampa...


Chant menguap, matanya berair menahan kantuk. Dilan dan Agung belum kunjung datang.


Kepala Chant bersandar di Sofa


dan dia mulai menutup matanya, pendengarannya di pertajam.


Pukul 2.15 menit.


Seorang Suster membangunkan Dy


untuk memeriksa tekanan darah dan


dan detak jantung.


"Maaf Nona, Saya akan memeriksa tekanan darah Nona." Kata seorang


Suster membangunkan Dy.


" Ini masih malam." Sahut Dy heran.


" Saya terpaksa memeriksa Nona karena permintaan Tuan Dilan. Kata Tuan hari ini akan mengajak Nona pulang.


"Owh..ya." sahut Dy pendek.


Mata Chant ikut terbuka walaupun terasa berat. Ternyata sudah pukul


02.15 dini hari. Chant bangun langsung ke Kamar mandi.


" Maaf Nona, kalau Anda mau pulang hari ini, tolong Konsultasi dulu dengan


Masalahnya Nona juga dalam keadaan


mengandung." Saran Suster Atna.


" Kenapa dengan kandunganku"? tanya


Dy ingin tahu.


" Tidak ada masalah, cuma kalau lagi hamil, Nona tidak boleh sembarangan


mengkomsumsi obat." Sahut Suster Atna menyelesaikan pemeriksaannya.


" Begitu ya, trimakasih akan Aku ingat."


Kata Dy tersenyum.


Sepeninggal Suster Atna Dy berusaha bangun dan duduk di pinggir Bed. Kepalanya terasa pusing dan hidungnya mampet parah.


" Kamu mau kemana"? tanya Chant


mendekati Dy.


" Aku mau ke Toilet, Aku tidak apa-apa jangan khawatir." Sahut Dy turun dari


Bed di bantu Chant.


" Hee ada apa ini." Tiba-tiba Dilan sudah nongol dengan Agung.


" Pagi Boss, Aku membantu Nona


ke Kamar mandi." Sahut Chant cepat melepaskan pegangannya dari badan


Dy.


" Sama Aku saja." Kata Dilan.menghampiri Dy dan langsung


menggendongnya ke Kamar mandi.


Chant betul-betul takjub melihat perlakuan Dilan kepada Dy.


" Hee..jangan bengong, itu hal biasa."


Kata Agung duduk di ruang tunggu pasien.


" Bagaimana keadaan Nona, bisa diajak pulang"? Tanya Agung kepada Chant.


" Sepertinya belum boleh pulang. Lebih baik Nona istirahat beberapa hari disini nanti Aku yang mengantarnya ke Bali."


Sahut Chant berharap.


" Semua keputusan itu ada di tangan Boss, Kita menunggu perintah saja."


Kata Agung menguap.


" Aku mau ke Kantin, Kamu ikut gak."


Kata Chant berdiri.


" Aku ikut." Sahut Agung ikut berdiri.


Mereka lalu keluar dari ruangan pasien dan menuju ke Kantin yang tidak jauh dari sana.


KE BALI


Suasana subuh sangat terasa di Thailand. Dy sangat menikmati


angin dingin yang mrnyapu tubuhnya.


Setelah pamit dengan Dr Agat Mereka


akan berangkat ke Bandara.


Lagu Please Dont Go dari Joel Adam sengaja di setel dari Playlistn Mobil BMW nya Chant.


Sepertinya lagu ini mewakili kata


hati dari seorang Chant.


Agung yang duduk disebelah Chant cuma mesem-mesem. Siapa sih yang tidak terpesona dengan Dy.


Cewek cantik yang tajir melintir, dengan pesona natural yang mempesona.


Dilan dan Dy duduk di belakang, kepala Dy bersandar di bahu Dilan.


" Kenapa harus berangkat jam segini, masih gelap." Kata Dy kepada Dilan.


"Kudeta militer membuat diberlakukannya jam malam dari pukul 22.00-05.00. Bangkok-Denpasar. Pesawat berangkat pukul 06.15, penumpang setidaknya diminta datang ke bandara 3 jam lebih cepat."


Jelas Dilan sambil memeluk Dy.


" Yang penting lengkap membawa surat-surat, tidak akan ada masalah." sahut Chant.


" Di depan pasti ada Tentara yang menjaga."


sambung Chant lagi.


Benar saja 2 buah Jeep Wrangler Sport menghadangnya. Ada sekitar 8 Orang


turun dari Mobil. Mereka membawa AK.47


(Avtomat Kalashnikova 1947).


" Tidak masalah, keluarin Kartu Agent." kata Agung turun dari Mobil.


" Selamat malam, Kami dari Tentara Pemerintah ingin mengetahui alasan Anda


keluar pemukiman, walaupun Anda sudah tahu ada jam malam." seorang Tentara mendekati Mereka sambil memberi hormat.


' Selamat malam Pak, Kami akan ke Bandara,


Kami terpaksa berangkat karena himbauan


dari Maskapai supaya 3 jam sebelumnya harus sudah berada di Bandara.


Pesawat Take off pukul 06.15." sahut


Agung hormat. Mereka memperlihatkan Kartu Agent masing-masing.


" Kalian rupanya dari Indonesia, Silahkan berangkat. Maaf Kami mengganggu perjalanan Anda." kata Mereka sambil Namaste.


" Terimakasih Pak, Kami mohon diri?." sahut


Dilan mewakili. Mereka langsung naik ke


Mobil dan melanjutkan perjalanan.


Sekitar 15 menit Mereka sudah sampai di Parkiran Bandara. Dy turun dari Mobil dan


menyalami Chant.


"Trimakasih Chant, lain kali Kita akan bertemu lagi." kata Dy tersenyum, ada kesedihan dimata Chant. Tapi apa boleh buat selalu akan ada perpisahan kalau sudah ada pertemuan.


******