
Bab.8
Berada agak lama di Butik membuat Dy merasa khawatir, karena di luar kerumunan Wartawan semakin banyak.
Maklumlah Nama Jojo lagi naik daun.
Dy yakin keberadaan Mereka berdua pasti Viral. Jojo sangat pintar memanfaatkan situasi.
Sungguh Marketing yang jenius.
Bathin Dy.
Dy memperingati Jojo ketika Wartawan semakin banyak.
" Jangan ulangi lagi, Anda adalah target pembunuhan. Anda harus mengerti situasi." Bisik Dy pelan.
" Tenang saja, bukankah ada Kamu"?.
Sahut Jojo menarik tangan Dy ke dalam kamar ganti.
" Kamu bekerja untukku, apa yang Aku minta Kamu harus ikuti, kecuali Kamu di rumah. Kamu boleh menentangku." Sambung Jojo sambil membuka kaca matanya.
Dy berusaha membuat Jojo mengerti, bahwa keadaan Jojo sekarang ini sangat mengundang bahaya.
Rupanya Jojo tidak menanggapi Omongan Dy.
"Oke... untuk hari ini." Sahut Dy ketus.
Keluar dari Kamar ganti.
Seorang pramuniaga mendekati Mereka, dengan senyum ramah.
" Ada yang bisa Saya bantu Tuan"?.
" Saya membutuhkan beberapa pakaian wanita yang Up To Date, untuk pacar
Saya." Kata Jojo sambil mengerling ke Dy.
BagaimanaJojo bisa segegabah ini . Pikir Dy dongkol.
Untuk menjaga prestise Jojo, Dy terpaksa tersenyum simpul.
Pramuniaga berjejer melayani Dy atas permintaan Jojo.
" Awas Kamu Jo, Kamu tidak tahu siapa Aku. Bathin Dy.
Sekitar 45 menit Mereka berada di Butik, setelah itu Jojo menggandeng tangan Dy menuju tempat parkir.
Seperti waktu masuk tadi, sekarangpun kerumunan Wartawan membuat langkah Mereka terhambat.
Ketika situasi semakin ramai,
Badan Dy Refleks berada di depan mengalingi Badan Jojo.
Tiga Orang Pramuniaga mengikuti langkah Mereka sambil membawa beberapa Pakaian yang sudah di beli.
" Kita menunggu Konperensi Pers dari Anda." Terdengar suara seorang Wartawan kepada Jojo.
" Aku tidak bisa berjanji, karena Aku masih sibuk promo film." Sahut Jojo.
Dy lebih mempercepat langkahnya, tangannya tidak melepas tangan Jojo.
Merasa tingkah Dy lebih perkasa dari Jojo, ada seorang Wartawan yang usil bertanya.
" Jojo, apa pacar Anda seorang Militer"?.
" Ya.." Sahut Jojo over acting.
Dy sudah sebel memdengar tanya jawab Jojo yang tidak bermutu.
Akhirnya Dy menarik tangan Jojo dan membawanya setengah berlari.
Dy membuka pintu Mobil dan memaksa Jojo supaya cepat masuk.
Kemudian Dy menghidupkan mesin Mobil dan kembali keluar menunggu Pramuniaga yang tertinggal.
Wartawan sekarang melempar pertanyaan kepada Dy.
" Nona apa Anda benar pacarnya MrJojo"?.
" Kita masih penjajagan, kalau memang cocok Kita lanjutin, tapi kalau Kita kurang cocok Kita cukup sebagai teman biasa saja." Sahut Dy diplomatis.
" Tapi menurut MrJojo Anda sudah menjadi kekasihnya, berarti Anda sudah cocok." Tanya Wartawan.
" Maaf, Kami akan pulang." Kata Dy setelah memasukkan pakaiannya ke Mobil.
" Nona satu lagi....
Dy masuk ke Mobil tanpa menghiraukan triakan Wartawan.
Mau tidak mau Wartawan memberi jalan kepada Pasangan Jojo.
Dy melirik sekilas kepada Jojo yang duduk di samping Dy.
Perasaan puas terpampang dari wajah gantengnya.
" Aku minta maaf atas ketidak nyamananmu tadi." Kata Jojo membuka pecakapan, seolah-olah menyesal.
Dy tidak menyahut pikirannya jauh melayang kepada Aby.
Dy ingin sekali cepat pulang, melihat lewat GSM nya keadaan Aby.
Rindunya kepada Aby tidak bisa di lukiskan. Rasanya semua kata-kata indah ingin Dy ciptakan untuk Aby.
KESAL
Sepanjang perjalanan ke Condominum Jojo diam, matanya sesekali melirik Dy yang wajahnya membeku.
Dy menaikan kaca matanya keatas kepalanya.
Terus terang baru saat ini Jojo merasa segan kepada seorang perempuan.
Tapi Dy sangat berbeda dengan perempuan lain. Dy malah marah-marah di beliin Pakaian.
Mungkin sebentar lagi Dy akan menghancurkannya karena Jojo berani mengatakan Dy itu kekasihnya.
Baru sehari Dy menemaniku, Aku sudah
membuat Masalah. Bathin Jojo.
Sampai di Condominium Jojo cepat membuka pintu dan membawa belanjaannya tampa menunggu Dy.
Tumben jantungnya berdebar melihat mata Dy yang menatap dirinya.
Rahang Dy kelihatan mengeras menahan kesal. Kelakuan Jojo yang tengil di Orchard membuat Dy sangat geram.
Efek dari berita yang Viral di Medsos, membuat Dy mengamuk kepada Jojo.
" Kamu manusia setan yang tengil, manusia sampah. Tidak tahu diri, tidak tahu di untung ". Kata Dy memakai bahasa Indonesia.
Sudah tidak ada kata Tuan lagi keluar dari mulut Dy.
Pikirannya melayang ke Aby yang akan terluka melihat di You Tube atau di Koran besar terbitan Singapore tentang dirinya.
Biasanya Aby cepat ngambek daripada berusaha mengerti
Sengaja Dy marah memakai Bahasa Ibu supaya Jojo bingung menanggapi omongannya.
Walaupun Jojo tidak mengerti bahasanya tapi Jojo tahu Dy marah besar.
" I am very sorry...
Aku tidak tahu kalau Kamu berbeda dengan gadis lain. Biasanya gadis lain antusias menerima perlakuanku."
Kata Jojo pelan.
Dy tidak menjawab, tangannya mendorong Jojo ke tembok.
" Anda harus mengerti kalau Aku punya pacar yang bisa terluka atas perbuatanmu.
Anda jangan egois." Semprot Dy memakai bahasa Inggris.
" Aku tadi tidak berpikir sampai disitu." Sahut Jojo berdebar. Wajah Dy hanya beberapa senti dari wajahnya. Terasa nafas Dy menyapu wajahnya.
Dy lalu menarik tangannya dari tembok.
Dan berjalan menuju kulkas.
Sebotol minuman ringan sudah pindah ke perut Dy.
Jojo yang di marah tetap bersandar di Tembok mematung dan ngambek.
Bahh...ini Aby kedua ini.. Pikir Dy melirik Jojo. Mengapa setiap Cowok di marah langsung ngambek?.
Dy mengambil minuman ringan dan menaruhnya di atas Meja.
Kaki Dy melangkah tegap menarik tangan Jojo dan menyuruhnya duduk di Sofa.
Kemudian Dy membuka minuman dan menyodorkan pada Jojo.
" Jangan ngambek, Anda yang salah.
Kita punya kehidupan pribadi masing-masing. Aku harap Anda konperensi pers dan menyatakan bahwa Aku bukan kekasih Anda". Kata Dy memberi pengertian.
" Aku seorang Aktor terkenal, Aku tidak bisa menjilat ludahku sendiri."
Perkataan Jojo memang 100% benar, cuma Dy khawatir dengan Aby, yang akan menerima mentah apa yang tersaji di Medsos. Apalagi sekarang Vivi lagi gencar mendekati Aby. Bisa-bisa Aby akan mencari perlindungan ke Vivi.
Rasa cemburu Dy memuncak.
Dy ke Kamar dan mengambil GSM nya. Mulai memperhatikan ruangan Aby, tapi tetap kosong. Padahal ini sudah beranjak Sore, karena waktu di Bali dan di Singapore sama. Dy kembali keluar dan duduk di Sofa.
" Dy...Kamu masih marah padaku." Suara Jojo terdengar lirih.
Pandangan mata Jojo seperti Aby, sangat mendalam dan lemah.
" Aku tidak bisa berkata apa, ini sudah terjadi. Setelah ini Aku harap Anda lebih berhati-hati. Anda harus rajin sharing
ke padaku." Sahut Dy menghampiri Jojo kembali.
" Aku rasa....Aku telah menyukaimu." Kata Jojo lirih menatap Dy.
Dy tertawa, tidak tahu harus ngomong apa.
" Jojo..Anda Aktor terkenal. Namamu hampir terkenal di seluruh Dunia.
Kita baru beberapa jam bertemu.
Anda jangan membawa Aku dalam permainan Gimmick mu.
Aku adalah Bodyguard mu.
Dan Aku sudah punya Calon Suami." Kata Dy menekankan Kata Calon Suami kepada Jojo.
" Aku minta maaf, tidak ada pikiranku untuk
mempermainkanmu." sahut Jojo berusaha
membela diri.
" Tapi mulai sekarang Anda harus bicara dulu
apapun masalah yang Anda hadapi."
" Oke...Aku akan menurutimu karena Kamu
adalah sesuatu banget." sahut Jojo mulai
ingin menggoda.
*******