
Bab.22.
Jojo dan Dy menatap kosong Surat Undangan dari seorang pengacara Louis law Firm.
Mereka sudah bosan tertipu.
Bagi Jojo Warisan dan Nama keluarga tidaklah penting, dibandingkan dengan pengorbanan Dy yang mempertaruhkan nyawanya untuk keselamatan dirinya.
Sebagai Aktor terkenal Kekayaan Jojo sudah lebih dari cukup.
" Aku lebih mementingkan keselamatanmu, dari pada warisan keluarga". Kata Jojo ketika Dy bertanya, apakah lokasi ini mau di datangi atau tidak.
" Mobil juga masih di Bengkel ". Sambung
Jojo lagi.
" Masalahnya Aku adalah Agent, yang berwenang memutuskan adalah Mamamu.
XpostOne akan menerima apapun keputusan kalian ". Kata Dy memberi pengertian kepada Jojo yang ingin memberhentikan kasus ini.
Beck juga akan mundur kalau kasus ini di tarik oleh Mamanya Jojo. Asal di bayar sesuai kesepakatan kedua belah pihak.
Karena Orang seperti Dilan harus di bayar dan pengeluaran material juga harus di perhitungkan.
" Tapi tahu sendirilah, Mama Orangnya begitu. Tidak mungkin Dia mundur, tahunya dapat Warisan saja tanpa memikirkan keselamatan ku ". Kata Jojo pasrah.
"Abaikan saja Undangan ini, lebih baik Aku tidur ". Kata Jojo berbaring di Sofa panjang.
' Beb..Kita main Tik Tok yuk "..ajak Jojo bangun dari sofa.
" Gak mau, mendingan Kita Karaoke ". Sahut Dy menuju ketempat Karaoke, langkah Dy terpaksa berhenti ketika GSM nya bergetar.
-Aku akan menjemputmu sepuluh menit
lagi -
Pesan dari XP.15 post NTB (Dilan).
Dy tidak mau membalas, karena GSM Dilan terhubung dengan Beck.
" Jo..ganti pakaian Kita akan berangkat". Perintah Dy menghampiri Jojo yang main Tik Tok.
" Kemana?".
" Tidak usah bertanya, dalam 8 menit Kamu sudah ready ". Sahut Dy cepat masuk kamar.
Tidak perlu waktu lama Dy sudah
selesai berdandan, karena keseharian
Dy di Rumah sudah berpakaian Intelijen.
Paling kalau keluar ditambah beberapa senjata lagi. Topi, kaca mata, jam sensor dan sepatu Sneaker.
Sebuah Taxi telah menunggu kedatangan Dy dan Jojo di Basement.
Dalam perjalanan tidak sepatah Katapun omongan keluar dari mulut Dy, karena takut penyamaran Dilan terbongkar.
Dy membuka kaca matanya supaya bisa menatap mata Dilan yang selalu mencuri pandang lewat kaca sepion.
" Beb..Kita mau kemana??". Tanya Jojo penasaran.
" Ada deh, tidak boleh di omongin nanti tidak menjadi Surprise". Sahut Dy berdalih.
Dy sendiripun tidak tahu mau di ajak kemana oleh Dilan. Karena pesan Dilan hanya sepotong...
" Beb...Aku ingat, Bapak ini yang memberi Kita pil anti racun. Benar khan Pak?".
Tentu saja ucapan Jojo membuat Dilan dan Dy sangat kaget...
" Kamu jangan mengkhayal, mana mungkin Kamu kenal, waktu itu Bapaknya memakai masker dan sekarang juga memakai masker, terus Kamu bisa bilang mirip dari apanya?".
Dy cepat menyambar omongan Jojo.
" Dari matanya Beb....". Sahut Jojo cepat.
" Pak besok-besok kalau menjemput Kami pakai kaca mata, supaya penyamarannya sempurna". Dy langsung memberi saran menyindir.
Matanya yang indah itu melotot menyambut tatapan mata Dilan lewat sepion Mobil.
Dasar Anaknya Beck, gue ***** bibir loe
baru nyahok !!.
Guman Dilan dalam hati.
" Ngomong apa sih, jangan pakai bahasa Indonesia kalau berbicara". Kata Jojo kepada Dy.
" Ow..itu artinya, kalau kamu berani bikin jejak drakula di leherku, Aku akan "stutt " mulutmu". Sahut Dy tersenyum.
" Stutt itu apa sih". Tanya Jojo penasaran.
" Uppercut atau pukulan maut". Sahut Dy sekenanya.
" Tapi Aku boleh khan bikin jejak drakula di lehermu?? ". Rayu Jojo mendekatkan wajahnya kewajah Dy.
Mobil yang tadinya lari sedikit kencang, tiba-tiba mengerem mendadak
Jojo dan Dy mukanya terbentur bangku.
Dilan langsung senang.
Melihat kepala Jojo dan Dy terbentur bangku, Dilan menahan tertawanya.
" Wuihh.. kalau nyetir pakai logika!!".
Teriak Dy kepada Dilan.
" Logikanya sudah hilang dimakan cemburu ". Sahut Dilan memakai bahasa Indonesia.
Dy langsung nyengir, rupanya Dilan sengaja toh.
" Kalau nyetir hati-hati Pak, Saya Aktor terkenal, kalau Saya celaka yang gebukin Bapak, 32.112.71 orang, itu follwers Saya di Instagram, belum yang di Fb dan Twitter....". Kata Jojo sombong.
Umpat Dilan dalam hati.
" Saya juga begitu Pak, kalau Saya celaka satu kampung yang gebukin Bapak". Dy ikut menyindir.
Mulut Dy dan Jojo berhenti ngoceh karena Mereka sudah sampai di Kantor pengacara.
Ternyata banyak Awak Media yang meliput. Mungkin karena Jojo seorang Aktor. Semua Kamera dari dalam dan luar Negeri, meliput Acara ini.
" Beb..itu ada Mamaku". Kata Jojo turun dari Mobil langsung menghampiri Mamanya. Kesempatan itu di pakai Dilan untuk pindah duduk di samping Dy.
Dan bibir Dy sudah dilumat oleh Dilan.
Kesempatan yang sempit.
" Dilan...".
" Sekarang Kamu boleh turun, Aku akan berjaga-jaga..". Dilan tersenyum.
" Dasar genit, pakai maskermu lagi". Kata Dy cemberut.
Dilan memandang tubuh Dy yang sexy melenggang pergi.
Badan Dy yang tinggi tegap dengan pistol selalu menempel di paha membuat penampilan Dy sedikit maskulin.
Dy masuk bersama Jojo dan Mamanya.
Semua mata memandang kedatangan
Mereka, terutama dari Saudara Tiri Jojo.
Bau wangi tubuh Dy ikut menyebar di Ruangan 15 x 20 meter itu.
Ternyata di dalam Ruangan sudah
banyak Orang. Sebelum duduk Dy
meng Zoom seluruh Ruangan dan
Jam sensornya mengindipikasi
adanya senjata.
Mungkin kelompok Saudara Tiri
Jojo membawa pistol. Dy lalu
duduk disamping Jojo.
" Salam Nyonya...
maaf Kami baru sampai". Kata Dy kepada Mamanya Jojo. Ini pertemuan kedua Dy dengan Mamanya Jojo.
" Salam...Saya juga baru datang". Kata Mamanya Jojo tersenyum.
Hampir semua mata yang kebanyakan lelaki dari kubu saudara Tiri Jojo memandang antara benci atau ingin memiliki kepada Dy.
Seorang Bapak yang sudah tua
duduk diatas kursi roda juga memperhatikannya.
Dy langsung mengangguk takzim,
karena Dy tahu itu papanya Jojo.
Walaupun belum pernah bertemu,
Dy sudah tahu Wajah dan Biodatanya.
" Mama I Love You....". Kata Jojo lirih kepada Mamanya.
" Bagaimana hubunganmu dengan Dy".
Tanya Mamanya membuat Dy kaget.
Dy langsung berpikiran buruk dengan
Jojo. Mungkin selama ini Jojo mengatakan bahwa Dy adalah pacarnya atau calon Istrinya.
Pantesan papanya Jojo memandang Dy penuh arti. Memang syarat utama pembagian warisan ini adalah Jojo harus punya Istri, setidaknya Calon Istri.
Tapi gimana ceritanya, Dy juga tidak mengerti kenapa pihak Saudara Tiri Jojo menyerah.
Sebelum sidang ini di mulai mereka melakukan Namaste, salam hormat dari para hadirin.
Kemudian pembicaraan mengalir dengan memakai bahasa Mandarin yang intinya Warisan dari kekayaan Mr Chang akan di hibahkan kepada Jojo berupa Asset bergerak dan tidak bergerak.
Dan disitu di sebutkan sebuah Mobil
Sport Porsche New 911 Carrera GTS
akan pindah ketangan Jojo.
Harta yang tidak bergerak adalah sebidang tanah dengan luas 20.000m2 atau 2 hektar, yang diatasnya sudah di bangun Hotel berlantai 30 terletak di wilayah Joo Chiat di pinggiran Laut.
Itu semua menjadi Hak Jojo.
Dy menarik nafas lega karena tidak ada bantahan dari pihak Saudara Tiri Jojo.
Bayangan pulang ke Indonesia sudah memenuhi angannya.
" Beb..apapun yang terjadi selanjutnya, Aku minta tolong supaya Kamu menurut.
Aku mohon...". Bisik Jojo di kuping Dy membuat Dy geli.
" Beresss...jangan khawatir". Sahut Dy mengacungkan jempol. Jojo tersenyum lega.
Sidang pembagian Warisan ini tidak begitu jlimet, padahal sebelumnya kubu Saudara Tiri Jojo sangat keberatan dan terus menyewa pembunuh bayaran.
Berarti Mereka sempit di awal, longgar di akhir. Coba kalau dari dulu begini tidak akan banyak memakan korban.
*********