
Bab.89.
Dy membuka matanya, kepalanya terasa pusing dan perutnya mual.
Perlahan matanya bersitatap dengan
sesosok laki-laki yang duduk di sebelahnya memakai masker wajah.
Otak intelijennya langsung memberi printah waspada.
" Siapa Kamu "?.
Tanya Dy memakai bahasa Inggris dan melompat dari tidurnya.
Ternyata dirinya berada di sebuah private jet, Dy kembali duduk, cepat memakai seat belt karena pesawat mengalami turbulensi.
" Honey, Kamu jangan panik ini suamimu," sahut laki-laki itu membuka maskernya.
Seorang laki-laki yang tidak asing tersenyum mesra memandangnya.
" Apa maksudmu dengan semua ini?, Aku bukanlah perempuan yang dulu. Aku sudah bersuami dan lagi mengandung,"
" Aku juga bukan Suamimu yang dulu, Aku sekarang hidup menyendiri tanpa
Anak buah. Tentu saja semua yang kulakukan sudah Aku pikirkan.
Aku tidak mau mendengar ada bantahan dari Kamu untuk menolak ajakanku,"
" ini terlalu Absurd, Kamu melakukan sesuatu yang membangunkan macan
tidur. Kamu belum tahu Suamiku dan Kamu akan menyesal,"
"Aku tidak pernah menyesal apa yang kulakukan, karena Aku hidup dibawah bendera cinta. Tidak sepertimu yang selalu di ikuti oleh kesedihan, sebab
Kamu selalu menuntut kesempurnaan dari pasanganmu."
Dy terdiam dan berusaha mengoreksi
dirinya. Tapi bagaimanapun perbuatan Mr Chaow sudah menyalahkan peraturan perundang-
undangan yang terdapat di kedua Negara ini.
" Pulangkan Aku, jangan egois Aku sudah punya suami." Kata Dy tegas.
" Aku tidak akan mengembalikanmu,
Hatiku akan hancur kalau Kamu meninggalkanku lagi." Sahut Mr Chaow.
" Aku akan mengambil langkah terakhir kalau sampai Kamu menawanku." Sahut Dy tegas.
" Kamu tidak akan tega membunuhku
Aku tahu itu,"
" Itu dulu, keadaan sudah berubah, Aku sudah punya keluarga dan akan punya Anak. Cinta tidak selamanya harus memiliki, terkadang kita membuang cinta demi orang lain."
Sahut Dy diplomatis.
Bagi Dy percakapan ini sungguh tidak bermutu dan membuang waktu, sayang sekali senjata Agentnya tidak terbawa. Tidak ada yang harus dilakukan kecuali mengikuti kemauan Mr Chaow untuk sementara waktu.
Kedatangan Mereka disambut oleh Bandara Suvarnabhumi di Thailand.
Udara dingin menerpa tubuh Dy yang
menuruni tangga pesawat.
Dy menepis tangan Mr Chaow yang
Ingin menggandengnya.
Hati Dy kesal terhadap tindakan Mr Chaow yang berlebihan terhadap dirinya. Apalagi melihat Pengawalnya
Yang petantang petenteng, membuat
Dy semakin muak.
Malam semakin beranjak, Dy termangu duduk di samping Mr Chaow. Mobil Alphard itu melaju sedang menyusuri jalan pusat kota, kemudian menuju Sukhumvit.
Sekitar 30 menit sampailah di sebuah bangunan megah yang mirip Istana Mini. Halamannya sangat luas.
Karena gelap Dy tidak begitu jelas melihat penampakan bangunan ini.
Ada 5 orang laki-laki menyambut Mr Chaow dengan hormat. Berarti 8 orang yang baru kelihatan sebagai pengawal. Dy masih menjalankan Black Marketnya.
Mr Chaow memperlihatkan kamar utama yang akan di tempati oleh Dy.
" Honey ini Kamarmu semoga Kamu senang dan betah disini." Kata Mr Chaow menatap Dy yang berdiri acuh.
H
" Aku tidak butuh semua ini, kembalikan aq ke Suamiku." Sahut Dy marah.
" Tidak mungkin!!, ini pembalasanku karena dia telah mengusik hidupku. Suamimu telah mengambil nyawa Ararat dan menghancurkan bisnis
Ku. Ararat sudah Aku anggap seperti anakku sendiri."
" Terus apa ke untunganmu menculik Aku, apa Kamu ingin istanamu ini juga dihancurkan"?.
" You Crazy"?. Teriak Dy marah.
" Ya Aku memang gila dan tergila-gila padamu. Otakku bermasalah semenjak Kamu pergi dariku." Sahut Mr Chaow geram.
Perdebatan panas itu tidak bisa di elakan lagi. Mereka saling mengeluarkan argumentasi dan. Klimak dari semua itu adalah 8 moncong Ak.47 terkokang ketubuhnya.
Pengawal Mr Chaow cepat sigap.
" Aku tidak takut mati kalau ini membuat Kamu bahagia." Kata Dy mantap.
" Aku tidak akan membunuhmu secepat ini, Aku akan membuat Suamimu menangis darah seperti apa yang Aku alami selama ini." Sahut Mr Chaow dan menarik tangan Dy serta mendorongnya ke Ranjang.
" Jangan coba-coba berontak, kalau tidak ingin suamimu bermasalah."
Kata Mr Chaow mengunci pintu dari luar.
" Lepaskan Aku!!." Teriak Dy menendang pintu. Mr Chaow hatinya tercabik melihat kenyataan bahwa Dy bukanlah Dy yang dulu, yang baik dan mesra. Sekarang Dy begitu garang, tidak ada sedikitpun asmara yang tertinggal pada sinar matanya.
" Bagaimana Boss, untuk selanjutnya apa yang harus Kami kerjakan"? Tanya
Ananada pengawal MrChaow.
" Kita tunggu Suaminya datang, Aku akan menyelesaikan dendam," sahut
Mr Chaow kurang yakin.
Karena saat ini pengawalnya cuma 8 orang, dan senjatanya pun tidak secanggih dulu. Pasca berpisah dengan Dy, Mr Chaow melarikan diri ke Jepang. Bisnisnya semua hancur di obrak abrik Aparat.
Yang paling menyedihkan adalah
meninggalnya Anunarak di tangan
Dilan. Mr Chaow menganggap Anunarak sudah seperti penerusnya.
Lama Mr Chaow mencari kesempatan untuk bisa turun langsung mencari Dy. Tapi akhirnya Jejak Dy bisa di temukan dengan mudah.
Tinggal sekarang menunggu Suaminya datang dan semuanya akan berakhir.
Balas dendam akan berakhir.
Mr Chaow tersenyum ngambang diantara ke yakinannya yang sempurna.
" Kita lebih memperketat penjagaan di depan
Kamar ini. Aku merasa target Kita malam ini
akan datang." kata Mr Chaow kepada Anunada.
" Siap Boss, kendalanya adalah halaman Rumah terlalu luas, sedangkan personil
kita cuma 8 orang." sahut Anunada.
" Optimislah, ini kesempatan terakhir Aku
bisa balas dendam."
" Ya Boss...semoga misi ini berhasil." sahut Anunada mulai mengerahkan temannya.
Dy merasa konyol saat ini, karena semua peralatan Agent tertinggal.
walaupun Dy yakin dirinya tidak akan disakiti
oleh Mr Chaow tapi Dilan pastilah akan mencarinya dan pembalasan Mr Chaow akan
berhasil. Dy memutar otak dan melihat langit-langit Kamar yang terbuat dari gypsum, yang
ketebalannya sekitar 1200mm.
Sedangkan tinggi atap dari lantai sekitar dua
meter. Dy mencari handuk kecil dan direndam sebentar, setelah itu Dy naik tempat tidur dan loncat ke atas Almari.
Handuk basah itu Dy tempelkan di gypsum sampai kelihatan gypsum basah.
Dengan sedikit sodokan tangan gypsum langsung jebol.
Dy pelan-pelan membuka gypsum dan menaruh bekasnya diatas almari.
Sekali genjot Dy sudah berada diatas plafond yang gelap. pertama yang harus Dy lakukan adalah mencari letak lampu hias yang berada di Ruang Tamu.
Dengan sangat hati-hati Dy berjalan setengah duduk ketempat skrup-skrup yang menonjol di atas plafond. Dy mulai memutar skrup satu persatu. Dan setelah semua kendor Dy cepat merayap menjauh dan....Praannkkk...
terdengar suara keras dari lampu hias yang jatuh. Dy cepat meloncat turun kembali ke Kamar. Keadaan gelap gulita karena terjadi konslet. Terdengar pintu terbuka. Dy cepat berjongkok supaya lebih jelas melihat dalam
kegelapan.
" Honey...Honey...," suara Mr Chaow memanggil kedengaran cemas.
di belakangnya seorang pengawal ikut masuk dengan senjata di tangan.
tanpa basa basi Dy menyapu Kaki pengawal itu dan merebut senjatanya.
Dy terpaksa menembak kaki pengawal itu sebelum teman-temannya datang.
Keadaan menjadi kacau karena teriakan marah dari Mr. Chaow.