I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
CEMBURU



Bab.46.


Tugas adalah pekerjaan yang tidak boleh di bantah. Dengan dalih tugas Beck membiarkan Dy di peluk mesra oleh Mr Chaow. Darah Dilan mendidih.


Dengan dalih tugas Dilan menahan sakit hatinya melihat kenyataan bahwa Dy pindah tidur di tempat Mr Chaow.


"Kamu jangan khawatir, Mr Chaow itu inpoten". Kata Beck suatu hari.


Bukan soal inpoten nya yang membuat Dilan ingin mengamuk, tapi masalah Dy menjadi umpan asmara.


Pasti Mr Chaow akan menciumnya, memeluknya...


Dilan tidak bisa membayangkan kalau Mr Chaow berbuat melebihi dari sekedar memeluknya.


Dilan duduk terpekur memikirkan Dy yang tidak bisa di hubungi.


Untunglah Jam sensor Dy selalu memberi laporan.


Berkat laporan Dy banyak yang sudah bisa dilakukan.


Ke merosotan jaringan Mafia Chaow Ghost semakin nyata.


Satu persatu bisnis haramnya bisa di lumpuhkan oleh Dilan dan di bantu oleh Intelijen setempat, serta aparat terkait. Ketidak pedulian Mr Chow terhadap anak buahnya membuat Ananarak datang menghadap.


Kebetulan Mr Chaow tidak ada, yang menerima kedatangan Anunarak adalah Dy. Anunarak adalah seorang laki-laki muda yang penuh ambisi. Badannya yang berotot dengan tatto naga di badan membuat Anunarak kelihatan garang.


" Silahkan duduk ". Kata Dy ketika Anunarak memaksa masuk.


Perasaan Dy sudah tidak enak menerima kedatangannya.


" Tidak usah basa basi, katakan siapa Kamu sebenarnya. Semenjak Kamu dekat dengan Boss Saya, satu persatu bisnis Kami terendus Polisi". Teriak Anunarak emosi.


" Apa hubunganku dengan yang Anda katakan. Aku disini sebagai tawanan, tidak di diperbolehkan membawa Handphone, bagaimana Anda mencurigai Saya". Sahut Dy tenang.


" Aku yakin Kamu seorang mata-mata Pemerintah, katakan apa yang Kamu tahu". Kata Ananarak dengan nada tinggi.


" Aku tidak mengerti apa maksudmu ". Sahut Dy mundur dan masuk ke Kamar mandi.


" Jangan Kamu masuk kesana, hadapi Aku. Perempuan sial". Teriak Anunarak di depan pintu.


Dy sengaja masuk ke Kamar mandi untuk menghancurkan isinya.


Tidak ada jalan lain, kecuali bermain drama. pikir Dy.


"Kamu telah mengamcamku, menuduhku dan menghinaku". Sahut Dy teriak.


" Kamu pantas menerima itu, Aku akan tahu siapa Kamu".


" Aku tidak takut kepadamu, lawan Aku kalau Kamu berani. Tapi kalau Kamu pakai senjata artinya Kamu banci".


Sebuah tendangan kuat hampir menghantam tubuh Dy.


Tubuh Dy berkelit melayang ke tempat tidur. Anunarak semakin percaya kalau Dy mata-mata Pemerintah.


Anunarak mengejar Dy ketempat tidur,


Dy bergelantungan dibesi kelambu dan menghamtam tubuh Anunarak yang melompat ke kasur.


Anunarak cepat bangun mengejar Dy yang berada diatas wastafel


Tangan Dy dengan cepat mengambil lukisan Monalisa yang berada di dinding dan melempar ke muka Anunarak.


Sebuah Brankas kelihatan menonjol membuat Dy lebih gesit melancarkan pukulan jarak dekat kepada Anunarak.


Mereka saling menyerang, semua benda yang ada di Kamar menjadi porak poranda. Tenaga Anunarak sangat kuat.


Dy berusaha melumpuhkan Anunarak dengan jeb-jeb jarak dekat.


Anunarak juga terus mengirim pukulan.


Dy melompat ke Sofa dan mengangkat meja mini untuk menangkis tendangan Anunarak yang membabi buta.


Tapi Dy tidak bisa berkelit ketika tendangan Anunarak menyapu kaki Dy. Tubuh Dy terjatuh tengkurap.


Ananarak cepat mengambil pistolnya dan menodongkan ke tubuh Dy,


" Katakan siapa Kamu, apa hubunganmu dengan Pemerintah ". Bentak Anunarak emosi, kakinya berada di punggung Dy.


" Aku akan menjawabnya, tapi jauhkan pistolmu dariku ".


" Aku akan menembakmu....". Suara letusan pistol menggema. Badan Anunarak tumbang.


Seorang laki-laki cepat membuka Brankas dengan Sensor Otomatis mengambil semua file.


Kemudian menyeret Dy keluar.


Sebuah Roll Royce telah menunggu,


Dy. Letusan pistol pasti terdengar


sampai luar, karena tidak isi peredam.


Dilan membuka topeng mukanya dan menyetir Mobil dengan kencang.


Tidak ada sapaan mesra dari Dilan. Matanya tajam nemandang kedepan, Dy nenjadi serba salah. Tidak sampai 30 menit Mobil sudah memasuki Basement. Dilan berjalan tegap meninggalkan Dy.


Lega rasanya berada disini lagi, setelah hampir sebulan meninggalkan Suite Room. Dilan menuju Ruang keluarga membuka Laptop dan mulai mengirim data-data ke Beck.


Sebuah file khusus yang berisi ancaman kudeta akan langsung di serahkan kepada Intelijen setempat.


Perasaan Dy sangat sedih di cuekin sama Dilan. Ada rasa berdosa telah mengkhianati Dilan yang sangat mencintainya.


Selama sebulan Dy pergi dari Suite Room tidur bersama Mr Chaow.


Dy mengerti pasti Dilan marah di makan api cemburu. Tapi apa boleh buat semua yang Dy lakukan karena Tugas.


Dengan lesu Dy pergi ke Kamar mandi.


Ingatannya melayang kepada Mr Chaow.


Aahhh...laki-laki itu telah membuat dirinya semakin dewasa, tentu Mr Chaow sangat sedih kehilangan dirinya. Biasanya Mr Chaow akan memeluknya dan merayunya dengan mesra. Terkadang saking pintarnya Mr Chaow memperlakukan Dy seperti Ratu membuat Ingatan Dy lupa kehadiran Dilan dihatinya.


Akhirnya Dy menyadari bukan karena tugas semata Dy rela pindah tidur, tapi karena gejolak asmaranya yang membuat Dy betah menjadi sandra Mr Chaow.


Dy menyudahi mandi keramasnya dan pergi keluar Kamar.


Melihat Dy sudah keluar Kamar Dilan menutup laptopnya dan mengambil Tas Ranselnya.


" Dilan...". Sapa Dy berusaha menghadang Dilan yang mau masuk Kamar.


" Harusnya semprot seluruh tubuhmu dengan Desinfektan, supaya kuman dari Mr Chaow hilang". Semprot Dilan emosi.


" Apa maksudmu". Dy pura-pura ****.


" Semua Kamu punya, hanya malu Kamu tidak punya". Kata Jojo mengiris hati Dy.


"Jijik Aku memandangmu, apalagi menyentuhmu". Air mata Dy sudah merembes jatuh.


" Biarpun kamu nangis darah Aku tidak akan sudi memaafkanmu, seharusnya Aku membiarkanmu tergeletak ditempat pacarmu". Dy lari ke Kamar sudah tidak tahan lagi mendengar Ocehan Dilan.


Dy menangis sesenggukan diatas tempat tidur. Hatinya sakit dihina oleh Dilan.


Serta merta Dy bangun dan mengganti bajunya dengan baju yang tadi Dy pakai.


" Aku tahu semua ini salahku, memang Aku sudah tidak berharga di matamu.


Oke...Aku akan kembali kesana".


Teriak Dy sambil menghapus air matanya dengan kasar.


" Aku sudah tahu itu, mana mungkin Kamu bisa lepas dari si bangkotan itu". Kata Dilan sengit.


" Aku tidak peduli apa katamu". Teriak Dy sambil melempar bantal.


" Jelas Kamu tidak peduli sama Aku karena servicenya si Botak lebih enak".


Kata Dilan ketus.


Dy sudah mengamuk, bantal dilempar, sepray di lempar.


Dy lari keluar menuju pintu utama.


Pintu tidak bisa dibuka, karena sudah memakai sidik jari Dilan.


"Ehh...buka


pintunya supaya Kamu puas berada disini sendiri". Teriak Dy mencari Dilan. Tapi pintu Kamar sudah di kunci dari dalam.


" Buka pintunya manusia sok suci". Dy menggedor pintu Kamar.


Dilan tidak kunjung membuka pintu.


Dy lalu ke mini Bar mengambil Bir Thailand dan Sang som.


Dy sengaja tidak memiringkan gelas sewaktu menuangkan Bir, sehingga buih dari Bir meluber ke meja.


Kemudian Dy menenggak sisa Bir di botol sampai ludes.


Terakhir Dy tergeletak diatas meja.


********