
Bab.17.
Jojo turun dari Mobil di sambut oleh Managernya. Semua Crew sudah pada
ngumpul. Di antara Mereka ada May.
Bukan masalah sih, tapi Dy merasa kurang senang saja sama tingkah May yang Over Acting.
" Siang Mr Lee, maaf Kami baru sampai". Kata Dy sopan.
" Kami juga baru sampai, bagaimana khabar Nona hari ini?". Tanya Mr Lee, basa basi.
"Kami baik-baik saja ". Sahut Dy mengajak Jojo ke dalam ruangan yang sudah di persiapkan oleh Crew Pemotretan.
Dy merasa risih karena Jojo terus memegang tangannya.
Mungkin karena terlalu sibuk dan ada permasalahan yang beruntun membuat Jojo cuma bisa Meeting, setelah itu brainstroming sebentar.
Dy menjauh ketika Jojo sudah di pegang oleh Fashion Stylist.
Hari ini Jojo akan membuat iklan panties' atau ' underpants dan Kimono.
May yang ikut pemotretan berusaha mencuri perhatian Jojo, dengan sengaja memamerkan kemulusannya.
Dy tidak peduli, karena Jojo bukan apa-apa baginya.
" Aku akan berada di luar, tidak enak melihat kamu telanjang ". Bisik Dy di kuping Jojo.
" Aku malah mengharap Kamu berada disini, supaya kamu lihat semuanya, jangan lihat casing nya saja". Sahut Jojo.
" Casing mu apa?, Soft case atau Hardcase?". Tanya Dy tersenyum.
" Aku Softcase aja deh, yang lentur, lunak dan fleksibel dan bisa melindungi". Bisik Jojo.
" Tapi Aku pilih hardcase, walaupun kaku mudah pecah dan patah, tapi masuknya pas". Dy balik berbisik.
Mereka cekikikan berdua.
Body language Dy membuat para Crew pemotretan mengambil beberapa gambar.
Jojo menyadari dirinya dan Dy menjadi obyek market, makanya Jojo diam saja dan malah meladeni Dy bercanda.
" Aku mau di luar duduk ". Bisik Dy lalu keluar ruangan.
Jojo membiarkan Dy keluar dan menghampiri fotografer nya.
Beberapa bidikan lensa yang tadi dilakukan sangat memuaskan, padahal tidak ada arahan dari Fashion stylish.
Dy bergaya secara Otodidak.
Kesiagaan Dy tidak usah di ragukan lagi.
Kaca matanya meng Zoom 200 meter kedepan. Dy berjalan berkala untuk memantau situasi di sekelilingnya.
Apalagi sekarang ada pemberitaan
resmi dari beberapa sumber yang bisa
di percaya bahwa Mr Chang sudah menunjuk pengacara untuk mewakili dirinya di dalam pembagian waris.
" Saya harap Nona betah menunggu, kalau pemotretan memang agak lama ".
Kata Mr Lee menghampiri Dy.
" Tidak apa-apa ini sudah sekuensi dalam tugas Saya". Sahut Dy tersenyum kepada Mr Lee.
" Apakah Nona tidak ingin menjadi Model?
Saya pikir Nona sangat berbakat ". Mr Lee mulai melempar umpan.
" Maaf, Saya lebih senang menjadi pengawal ". Sahut Dy tersenyum, matanya tidak lepas dari sosok Jojo.
" Selama mendampinginya apa ada masalah atau sikap Jojo yang kurang berkenan?". Tanya Mr Lee hati-hati.
" Manusia tidak ada yang sempurna, kalau Kita tiap hari bersama tentu saja ada yang membuat kesal, baik di pihak Jojo atau di pihak Saya. Kita beda Culture ". Sahut Dy diplomatis .
Mr Lee banyak bercerita mengenai kehidupan Jojo yang super sibuk.
Dy menanggapi dengan tersenyum
saja ketika Mr Lee mulai menjurus
ke masalah pribadi Jojo.
Pagi sudah beranjak siang Jojo datang menghampiri Mereka.
Mr Lee tersenyum melihat kedatangan Jojo yang sumringah.
"Sudah Jam istirahat, kalian bisa mengisi perut dulu". Kata Mr. Lee.
" Aku maunya makan siang di Bugis?". Sahut Jojo memandang Dy.
" Tapi prasmanan sudah di siapkan disini.
Mengapa harus ke Bugis, takutnya telat".
Sanggah Mr. Lee.
" Kami tidak mungkin telat koq, ada yang harus di beli. Masalahnya Bugis tutup sampai pukul.23.00, takutnya pemotretan sampai malam". Jelas Jojo.
" Oke kalau begitu, jangan sampai telat ya, masalahnya di Bugis jam segini sedang ramainya". Kata Mr Lee terpaksa memberi ijin Jojo keluar.
" Jangan khawatir, Aku pergi sebentar saja". Sahut Jojo menggandeng tangan Dy. Dengan tergesa-gesa Jojo menarik
tangan Dy ke Mobil.
" Beb..Aku akan membelikan Kamu
sesuatu, yang bisa mepererat hubungan
Kita". Kata Jojo ketika Mereka sudah
dekat di tempat tujuan.
" Jangan di pikir, Mereka butuh Aku". Sahut Jojo tersenyum.
DI BUGIS
Menjadi seorang Bintang kadang-kadang membuat diri semena-mena karena merasa di butuhkan.
Begitu juga Jojo merasa arogan.
Mungkin karena Dy lahir di Indonesia, sifat Dy selalu mengutamakan tepo seliro.
Meski Dy yakin, suku apa pun dan bangsa mana pun juga mengenal budi pekerti. sebagai salah satu modal dasar berhubungan dengan orang lain, bersosialisasi.
Seperti saat ini Jojo ingin berbelanja di Bugis Street, tanpa peduli Crew menunggunya.
" Managerku tidak mungkin marah walaupun Kita telat 10menit ". Kata Jojo mengajak Dy masuk ke sebuah Toko Souvenir.
" Tapi Kamu tidak boleh begitu, Kamu harus bekerja Proposional, supaya Orang segan kepadamu. Jangan memberi celah Orang lain untuk mencari kesalahanmu".
Dy menasehati Jojo dengan lembut, Dy tahu Jojo sulit menerima masukkan karena merasa menjadi bintang.
" Nanti kembalinya Aku yang menyetir, karena Aku harus ngebut". Kata Jojo.
Dy cuma tersenyum dan tidak menanggapi omongan Jojo.
Perjalanan ke pusat kuliner di Bugis memakan waktu 10 menit.
Jojo dan Dy mengisi perutnya dengan Makanan Indonesia, yang terdiri dari Sate dan gule Madura. Ada beberapa cafe
milik Orang Indonesia disini.
Pasar disini sangat ramai, tapi Mereka menata barangnya sangat rapi. Tidak ada dagangan yang tumpah ruah mengalingi jalan. Dy menahan langkah Jojo, ketika Jojo ingin membeli beberapa Souvenir.
" Kita balik, nanti telat..". Ajak Dy memegang tangan Jojo.
" Aku ingin membelikanmu sesuatu".
Sahut Jojo.
Dy terpaksa menarik tangan Jojo dan membawanya ke Mobil, waktu tinggal lima menit lagi.
" Kita belum beli Coklat". Protes Jojo setelah duduk di Mobil.
" Coklat masih banyak di kulkas, Kamu adalah target pembunuhan, Aku tidak mau mengambil resiko". Sahut Dy cepat. Terpaksa Dy mengeluarkan kehaliannya menyetir Mobil.
Mobil seperti terbang, Dy yakin akan ada denda karena Dy ngebut.
Muka Jojo pucat dan perutnya mual, serasa rohnya ikut melayang.
Mobil berhenti di tempat pemotretan tepat waktu.
Dy mengajak Jojo turun dari Mobil dan memeluknya sesaat.
Tapi kesempatan ini di pergunakan oleh Jojo untuk memeluk Dy kembali dan mengecup pipi Dy.
Dasar kampret!!. Bathin Dy mengetahui akal bulus Jojo.
Tentu saja Dy tidak bisa berontak karena para Crew mengambil gambar Mereka.
Dy yakin moment ini akan menjadi Trending topic.
" Beb, Kamu jangan marah kalau di ambil gambarnya. Beginilah ke hidupanku setiap hari. Kita harus punya rasa Empati kepada Mereka, kalau tidak ada Kita Mereka tidak dapat uang". Kata Jojo lebay.
Padahal Jojo ingin kemesraan Mereka
di Viralkan, supaya Cowok yang memberikan Dy Coklat bisa melihat, antara Mereka siapa yang beruntung.
Dy cuma mengangguk, karena tidak mengerti.
" Tidak apa-apa asal tidak di salah gunakan. Aku cuma merasa kurang senang saja, karena persepsi orang beda-beda melihat kebersamaan Kita.
Tapi tergantung caption nya saja.
Kamu harus mengatakan hubungan Kita sebatas Tuan dan Pengawal. Tidak lebih".
Sahut Dy.
" Jangan khawatir, pacarmu tidak mungkin cemburu". Sahut Jojo memeluk Dy kembali.
" Aku mau ke dalam bekerja lagi". Kata Jojo tersenyum.
" Ya Boss, tapi tangan tolong di lepasin dari pinggangku". Bisik Dy protes.
Jojo hanya tersenyum dan melepaskan pelukannya.
" Aku ingin lebih, bukan sekedar pelukan sandiwara". Kata jojo menatap Dy dengan bernafsu.
" Cari di tubuh May, Dia mencintaimu". Sahut Dy berusaha menjahui Jojo yang sudah ditunggu oleh Crew.
Muka Jojo langsung kecut mendengar nama May.
Menunggu bukanlah pekerjaan yang gampang. Karena rasa ngantuk pasti menyerang. Dy duduk di lobby depan di sebuah bangku yang sudah di sediakan.
Ingatannya tertuju kepada Aby.
Sudah seminggu Dy tidak pernah melihat Aby di Kantor. Malah Dy selalu melihat Admesh.
Ada apa gerangan dengan Aby. Apa benar Dia kena guna-guna?.
Terus kalau kena guna-guna bagaimana jadinya?, apa Aby opname di RS?.
Dy betul-betul tidak mengerti.
Banyak pertanyaan di Kepala Dy, tapi tidak berani menghubungi Fikri karena
itu menyalahi peraturan.
Kecuali Fikri bebas tugas.
*******