
Bab.38.
Sebuah hubungan harus ada saling percaya dan tenggang rasa. Aku akan bangkit dari kesedihan ini, dan kembali tersenyum untuk menjalani hidupku. Aku memutuskan untuk menjauh darimu, bukan karena Aku tidak mencintaimu, tapi Aku melindungi diriku dari luka yang pernah Kamu torehkan di hatiku. Seandainya sekarang Kamu mendekatiku lagi, janganlah Kamu bersedih kalau Aku menolakmu spontan.
Tulis Dy di Laptop Aby.
Kemudian Dy mulai memasukkan playdisknya ke USB Laptop Aby.
" Yank Kamu nonton apa?". Tanya Aby duduk di samping Dy.
" Aku akan membuat Kamu bungkam dan tidak bisa membela diri ". Sahut Dy tersenyum.
"Yank, Kita makan dulu setelah itu baru Kita nonton. Aku yakin vidiomu akan membuat Aku tidak lapar. Tapi Aku akan pasrah, apapun itu". Kata Aby muram.
Dy mengambil Salad dan mulai makan dengan diam. Tidak ada yang perlu di ucapkan kalau memang hari ini adalah hari terakhir Dy meng "eksekusi" putusannya.
Selesai makan Dy mulai duduk di belakang laptop bersama Aby.
Aby hanya bisa menarik nafas ketika Sosok Vivi mulai muncul di Vidio. Satu persatu perselingkuhan Aby dan Vivi
Di telanjangi oleh Dy.
Walaupun Orang mengatakan Aby kena guna-guna, Dy tidak peduli. Yang penting Vidio ini bisa mewakili dirinya untuk mengambil sikap tegas untuk memutuskan hubungannya.
" Apa Kamu mengerti sekarang?, Aku tidak bisa menerimamu atau berdekatan denganmu, kita sudah break...". Kata Dy mencabut Playdisk dari Lapton Aby.
" Okelah...Aku menerimanya untuk saat ini.
Aku memang salah di matamu, tapi Aku juga bisa mengatakan bahwa semua itu karena Kamulah yang memulainya.
Aku begitu karena Kamu menerima Aktor itu".
Sahut Aby sengit.
" Stop... tidak ada alasan lagi, Aku tidak masalah Kamu menyalahkan Aku.
Sampai sekarang Aku masih istri Jojo, untuk itulah Aku ingin Kita putus".
Kata Dy berdiri dan berjalan tegap keluar dari ruangan JM.
Aby tidak kuasa menahan Dy.
Keluar dari Ruangan Aby, Dy langsung meluncur ke Beach Club Day. Seorang Waiter ( David ) menahannya.
Hampir Dy di tolak masuk karena sudah penuh, Dy langsung mengeluarkan kartu member.
David memandang Dy dengan seksama
" Anda sudah pernah kesini?". Tanya David penuh selidik.
" Belum, Aku akan memulainya dari sekarang. Aku tidak mengharapkan Kamu menghubungi Admesh atau Aby. Aku kesini bukan minta fasilitas, Aku akan menginap beberapa hari. Aku punya Smartmoney ". Kata Dy.
" Oke Saya mengerti dan Anda harus mematuhi beberapa peraturan disini ".
Sahut David ragu-ragu.
" Aku minta Venue Internasional, dan Aku sudah tahu semua peraturannya, Kamu tidak perlu tahu siapa Aku". Kata Dy sebelum David menanyakannya lagi.
Dy merasa lega bisa masuk ke Beach Club Day. Desainnya yang unik membuat Beach Club Day sangat di gandrungi saat ini. Disini lengkap ada Bar, Restoran, kolam renang yang melingkar.
Atau bisa merasakan bight surfing, bersantai di atas day beds dan hammock adalah yang paling menyenangkan juga.
Saat pukul 01.00 malam, keseruan di Beach Club Day juga akan semakin bertambah, karena adanya DJ yang akan memutarkan lagu-lagu beat untuk memeriahkan suasana.
Malam ini cukup ramai, sudah pukul 01.30, hampir 75% bule berada disini.
Dy menuju Bar di lantai 2.
Masih ada tempat untuknya, Matanya mencari tempat duduk di Bar dan mulai memesan minuman.
" Kamu sendiri?". Seorang bule mendekati Dy dan duduk di sampingnya.
" Aku ingin sendiri, I'm Sorry ". Sahut Dy cuek.
" Oke..Aku tidak akan mengganggumu, Trimakasih ". Jawab bule itu pergi.
Seorang Scurity datang menghampiri Dy dan duduk di sampingnya.
Meja ini pesanan Dy, jadi siapapun tidak boleh duduk tanpa seijinnya.
Kenapa tiba-tiba ada Scurity nongkrong di mejanya tanpa basa basi.
" Maaf Pak, kenapa Anda duduk di tempat Saya. Terus terang Saya merasa terganggu". Kata Dy protes.
" Maaf Nona, Saya Agung Scurity disini.
Saya di perintahkan untuk membantu Nona seandainya Nona butuh sesuatu".
Dy tidak menyahut langsung berdiri dan turun mencari David.
Kemarahannya sudah memuncak, Dy mau memberi pelajaran kepada David yang tidak bisa menutup mulut.
Bila perlu Aku akan jahit mulutmu itu. Bisik Dy dalam hati.
Sampai di tempat Waiter Dy tidak menemukan David.
Dy celingukan mencari sosok David.
" Anda butuh bantuan Saya ". Seorang laki-laki tersenyum kepada Dy.
" Uuhh...kurang asem, ternyata Kamu biang keroknya". Saut Dy menarik tangan Dilan.
" Bukan Aku, itu orangnya". Sahut Dilan menunjuk Beck.
Dy langsung lemas memandang Beck.
" Papaa...Aku ingin sendiri ". Kata Dy memeluk Beck.
" Oke, Kita pulang!!". Perintah Beck. Akhirnya acara mau nginap di Beack Club Day hanya menjadi angan-angan.
Mereka bertukar Mobil, Dilan naik Lambhorgini dan Beck naik Mclaren.
Sepanjang perjalanan Beck diam, Dy sudah tahu Beck akan menghukumnya.
Dy menjadi ketar ketir.
Mobil melaju cepat menembus pekatnya malam. Suasana jalanan sudah sepi.
Menurut Dy hanya Bali Selatan saja yang hidup di malam hari.
Dy duduk membeku di samping Beck. Kalau dulu Beack akan menghukumnya dengan Push Up 100 kali setiap kali Dy berbuat salah. Setelah Dy bertambah umur Beck menghukumnya dengan cara yang lebih Extreme.
Mobil masuk ke Rumah dengan mulus. Beck memarkir Mobil dengan kasar.
Dy cepat membuka pintu utama dan duduk di Ruang keluarga.
Beck berdiri mondar mandir.
Tidak lama Dilan datang membawa Senjata yang Dy taruh di Mobil dan menaruhnya di atas meja.
" Kamu tahu kesalahanmu?". Tanya Beack menggebrak meja.
Dy langsung gemetar.
Dilan yang duduk disitu reflek mengambil Pistol yang di taruh tadi di atas meja.
Kemudian membawanya ke Kamar Dy.
" Maaf Paa..Aku minta petunjuk". Sahut Dy serak.
" Kamu bermain-main dengan nyawa Aby. Kamu tahu Aby jadi trauma berat ". Bentak Beck marah.
" Bagaimana kalau Aby tiba-tiba meninggal atau koma. Pernah Kamu berpikir Aby itu siapa?. Dia Anak Tante Tami saudara sepupumu ". Lanjut Beck lagi. Dy baru "ngeh " kalau Aby saudaranya. Untung Aby tidak apa-apa, sampai Dy menyakitinya pasti Admesh yang pertama turun tangan.
" Kamu semakin dewasa, saat ini Kamu tidak boleh berkeliaran karena Kamu masih Istri Jojo. Jangan bertindak semau gue. Banyak pihak jadi terluka ".
" Papa Aku bersalah, Aku mengikuti Kata hati. Maafkan Aku Paa...". Sahut Dy berusaha menahan air matanya.
Seorang Intelijen pantang menangis dan menerima hukuman dengan iklas.
" Aku minta di beri tugas sesuai kesalahanku ". Kata Dy berdiri bersikap hormat. Dilan kaget mendengar permintaan Dy, karena Tugas bulan ini banyak yang berbahaya.
" Maaf Boss, semua tugas bulan ini sangat berbahaya, supaya Anda bisa mempertimbangkan ". Tukas Dilan cepat.
Dilan takut terjadi apa-apa dengan Dy.
Masalahnya semua Agenda ada di luar Negeri.
" Aku siap ". Sahut Dy tegas.
Sifat Dy yang sedikit kaku mengingatkan Beck kepada Mamanya Dy yang sampai saat ini memenuhi mimpinya.
Wanita pertama dan terakhir
dalam hati Beck.
" Oke Kamu bisa memilih dari ke enam tugas ini, yang mana sekiranya cocok dengan sifat sembronomu itu ".
Sahut Beck menyuruh Dilan mengambil Laptopnya.
*******