I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
KE BANDARA



Bab.47.


Sudah tradisi kalau Anaknya Beck


ngamuk semua barang hancur.


Dilan merapikan tempat tidur dengan


Perasaan dongkol.


Sehabis merapikan tempat tidur, Dilan masuk ke Kamar mandi.


Perasaan nya masih membara di makan cemburu. Rencananya Dilan akan pergi ke Mr Chaow untuk membuat perhitungan.


Belum puas rasanya kalau belum bisa bertatap muka dengan gembong Mafia ini. Bila perlu di kasi uppercut supaya sekalian K.O.


Dilan membuka pintu kamar merasa heran karena suasana hening. Tidak ada suara Dy yang menangis.


Langkahnya terhenti melihat Dy tergeletak diatas Meja.


Anak ini selalu minum kalau merasa sedih, kapan Kamu dewasa sayank?.


Kamu tidak bisa membedakan cinta dengan kesenangan, kamu campur adukan asmaramu dengan asrat kotormu.


Selalu saja Kamu memaksa kehendak tampa mempertimbangkan akhlak.


Kalau mengikuti hatinya yang marah ingin rasanya Dilan membiarkan Dy tergeletak diatas meja, supaya Dy tahu tidak semua Orang mau di perbudak.


Dilan terpaksa menggendong Dy membawa ke Bathub dan membuka semua pakaiannya yang basah kuyup kena Bir.


Tidak ada gairah melihat Dia telanjang, malah perasaan cemburu menguasai dirinya. Dilan membayangi tubuh Dy dipeluk dan disentuh oleh Mr Chaow.


Kurang ajar tunggu pembalasanku tua bangka. Gerutunya kesal.


Air Shower mulai membasahi tubuh Dy dan merendamnya sampai di dada.


Kemudian Dilan Intercom bagian Cleaning Service untuk datang membersihkan semua ruangan. Pakaian yang kotor di kumpulkan di keranjang. TIdak berapa lama Dua Orang Cleaning Service datang dengan sekejap membuat ruangan menjadi bersih.


Dilan duduk di pinggir bathub menunggu Dy, sambil menonton berita tentang pembunuhan di Ruangan Mr Chaow.


Waktu itu Dilan sengaja memperlihatkan wajahnya yang memakai topeng supaya tertangkap layar...


Belum ada berita Mr Chaow ada dimana, yang membuat Dilan geram nama Dy ikut terseret sebagai selir


Mr Chaow.


Walaupun memakai nama palsu dan wajah sulit di kenali tetap membuat darah Dilan mendidih karena semua berita mengatakan Dy sebagai Selir.


Dy mulai sadar dan merasa tubuhnya


sangat dingin. Ternyata yang merendamnya selama ini kalau Dy


mabuk adalah Dilan.


Dy menatap wajah Dilan dari samping dengan perasaan bercampur.


Kata hatinya merasakan Dilan masih mencintainya, walaupun Dia marah-marah kepada dirinya.


Merasa ada yang menatap Dilan reflek menoleh, Dy langsung menunduk.


" Kamu jangan bangga dulu, Aku menolongmu bukan karena kasihan tapi karena Kamu Anaknya Boss Ku ".


Semprot Dilan membuat Dy lembali menitikkan air mata.


" Nonton Kamu berita supaya matamu melek, seluruh Dunia mengatakan Kamu Selir Mafia". Teriak Dilan penuh emosi.


" Dasar perempuan murahan....".


Mulut Dilan berhenti ngoceh ketika Jam tangannya bergetar.


Beck memanggilnya lewat GSM nya.


- Ajak Dy pulang, rubah penampilan, private Jet menunggu!!-


Melihat Dy yang masih menangis membuat Dilan kasihan, tapi Dia cepat menepis rasa kasihannya.


" Bangun Kamu dari sana, Beck menyuruh Kita pulang, tapi terserah Kamu, Aku tidak memaksa Selir Orang".


" Ya Aku akan tinggal disini!!". Sahut Dy tegas. Tetap diam di Bathub.


" Bangun gak, apa Aku seret Kamu dari sana, jangan sampai Aku memakai kekerasan".


Akhirnya Dy menyerah juga, daripada Dilan ngoceh terus.


"Nih handuk, tutupi badanmu yang kotor itu dari mataku". Kata Dilan melempar handuk.


Dy diam saja, mulai mengganti baju. Mata Dilan sesekali mencuri pandang.


" Baca ini ". Dilan melempar GSM nya di kasur. Dy membaca dengan teliti. Sekarang Dy memakai Jeans belel dan atasan Kaos putih, sebuah topeng late membungkus wajahnya supaya menjadi beda.


Mungkin marahnya mulai reda sehingga Dilan Tidak sadar mengganti baju Dy dengan Crop top dan celana Tactical Army serta topi Eiger. Supaya tidak di kenali.


Dy hanya diam mematung ketika Dilan membuat sentuhan terakhir denganJaket Army menempel di


Tubuh Dy. Dilan mendorong tubuh


Dy supaya duduk dan membantu memakai sepatu Sneaker khusus.


Kemudian memakai kaca mata Agent. Setelah itu Dilan mengajak Dy ke Lobby Cek Out, dua Orang dari Pemerintah menjemputnya dengan Limousine dari Kerajaan.


Dalam perjalanan ke Bandara Dilan lebih banyak diam, kecuali ada pertanyaan dari Mereka baru di jawab. Ada 3 orang dari Parlemen ikut mengantar.


Dy yang merasa di cuekin juga diam, pura-pura menikmati pemandangan dalam perjalanan. Ingin mengambil Ponsel takut, nanti di Kira mau nelepon Mr Chaow, serba salah sama Orang yang lagi cemburu.


Sebelum Mereka sampai di Bandara Dilan minta diturunkan, di tempat yang agak sepi. Dia yakin orang-orangnya Mr Chaow pasti akan menunggunya di Bandara.


Kalau sampai Mereka masuk di antar Limousine pasti Mereka akan di curigai.


" Maaf Pak, Saya akan turun disini. Sampaikan salam Saya dengan Mr.x".


Kata Dilan Namaste.


" Kami akan menyampaikan, trimakasih Anda telah membantu Kami. Jangan kapok datang ke Negeri Kami, salam untuk Mr Beck ". Sahut Mereka menyerahkan beberapa Souvenir.


Sebuah Taxi menyambung perjalanan Mereka ke Bandara.


Dy iseng mengambil sebuah Souvenir yang berbentuk gajah karena lucu.


" Jangan usil!!". Bentak Dilan.


" Aku ingin tahu apa gajahnya bisa hidup kalau Aku dekatkan dengan Sensor Jamku". Sahut Dy menghidupkan Sensor Jamnya.


Mereka kaget karena ada signal bom, berarti ada Bom di gajah itu.


"Yank bagaimana ini". Tanya Dy panik karena gajahnya ada di tangannya.


Dengan reflex Dilan menodongkan pistol ke Sopir Taxi.


" Jangan banyak tingkah, antar kami ke Bandara". Bentak Dilan.


Mata sopir Taxi itu tajam memandang dari kaca spion.Tidak ada rasa takut dari pancaran matanya.


" Yank tidak mungkin bomnya disini meledak, pasti nanti di pesawat. Kamu cari bom yang lain. Sopir ini temannya".


Kata Dilan cepat.


" Aku akan menghubungi XPostOne untuk menjemput di Bandara". Sahut Dy.


" Tidak usah, Kita harus memakai Rompi, Aku yakin Mereka ada di Bandara".


Kata Dilan memerintahkan Dy mengambil Rompi. Mereka bergantian memakai rompi. Untung sopir ini tidak mengerti bahasa Indonesia.


Sebelum masuk ke Bandara Dilan


memerintahkan Sopir Taxi berhenti


dan meminggirkan Mobilnya.


"Berhenti disini jangan bergerak!!". Bentak Dilan tetap menodongkan pistol. Dy dengan cepat memutuskan Seat Belt mobil dan mengikat Sopir Taxi itu ke Jok. Mulut sopir itu ditutup memakai lakban.


Setelah merasa aman Mereka keluar dan menaruh di belakang mobil tanda segitiga pengaman. Kemudian Dilan mengacungkan jempol tanda ikut menumpang kepada Mobil yang lewat.


Sebuah Mobil Avansa "memungut" Mereka dan membawanya ke Bandara.


Mungkin Sopir Avansa merasa kasihan melihat Mobil Mereka mogok.


" Sore, apakah Kalian dapat kesusahan?, silahkan kalian naik ke Mobil Kami".


Seorang laki-laki melongokkan kepalanya dari dalam Mobil.


" Sore, Kami ikut menumpang". Kata Dy cepat dan meloncat ke Mobil Avansa.


" Maaf Pak, Kami merepotkan Anda". Kata Dilan merasa bersyukur.


" Tidak apa-apa Saya sekalian menjemput. Kemana tujuan Kalian?". Tanya laki-laki itu ramah.


" Kami lagi traveling keliling Asia, mungkin Kami akan melanjutkan ke Korea". Sahut Dilan.


Setelah mengambil Karcis parkir, Mobil memasuki Bandara.


Bapak sopir yang bernama Asne Sang, sangat baik mau mengantar sampai tempat pemberangkatan.


Ternyata masih ada orang baik di Negeri orang yang iklas mengantar Mereka.


******