I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
BAYANGAN



Bab.18.


Kesempatan ini di manfaatkan oleh Jojo sebaik mungkin. Kapan lagi Dy mau di ajak keliling kota Singapore.


Jojo ingin mengajak Dy ke Clarke Quay, tapi Dy tidak mau, alasannya karena berbahaya.


" Aku ingin mengajak Kamu menikmati suasana malam di Marina Bay Sand atau di China town". Kata Jojo berharap.


Saat ini Mereka menuju pulang selesai Pemotretan.


" Aku tidak mau, keselamatanmu lebih penting. Nanti kalau urusannya selesai Aku akan mendampingimu kemanapun Kamu pergi". Dy berusaha memberi pengertian kepada Jojo.


" Aku ingin Kamu mengerti perasaanku".


Sahut Jojo tiba-tiba.


" Aku sangat mengerti ". Kata Dy tersenyum. Mobil sudah sampai di Basement.


Mereka turun dengan tergesa-gesa, Jojo menggandeng tangan Dy.


Dan mulai naik life.


Jojo seperti kasmaran, selalu mencari kesempatan mendekati Dy.


Sekedar menyentuhnya atau menggandeng tangannya.


" Kamu langsung tidur, jangan begadang besok banyak kerjaan ". Kata Dy membuka Kamar Jojo.


Memeriksa Kamar dengan Sensor.


" Aku belum ngantuk, Kamu harus menemani Aku tidur. Aku merasa malam ini mengerikan ". Kata Jojo mengharap.


" Tidak boleh!!, Kamu harus tidur. Besok Kita akan menemui Ayahmu". Sahut Dy mau keluar Kamar. Tapi Jojo menghadang nya.


" Aku minta hadiah, setelah itu Aku baru mau tidur". Kata Jojo.


" Jo..apa Kamu belum pernah merasakan gigitan drakula?". Sahut Dy keras.


" Maksudmu apa?". Tanya Jojo agak merinding.


" Aku kalau kesetanan bisa menggigitmu sampai darahmu menetes". Sahut Dy menakuti Jojo.


"Kalau begitu peluk saja deh". Kata Jojo lagi, menurunkan penawarannya.


" Ini sudah Jam dua belas malam, biasanya kalau Aku pelukan sama orang bisa meremukan tulang Orang".


Kata Dy.


" Jangan menakutiku, Aku akan membuktikan apakah Kamu manusia atau robot. Kalau manusia Aku akan terbuai, kalau robot Aku baru bisa remuk".


Sahut Jojo mendekati Dy dan langsung memeluk Dy.


Badan Jojo yang agak kurus berusaha merengkuh badan Dy yang sintal.


Dy cepat menekan dan menjepit tubuh Jojo, sampai Jojo merasa sesak.


" Dy jangan jepit Aku ". Kata Jojo, nafasnya memburu. Dy lalu melepaskan Jojo dan melenggang keluar dengan senyum kemenangan.


Dy pergi ke Kamarnya, menyimpan satu persatu senjata Agent.


Kemudian menuju Kamar mandi, badannya terasa penat sekali.


Selesai mandi Dy memakai baby doll dan keluar dari Kamar. Malam ini hatinya


galau memikirkan Aby.


Beginikah rasanya orang jatuh cinta?


Sangat tersiksa. Lama Dy mematung


di depan Kulkas. Memikirkan apa yang


harus Dy minum malam ini.


Tapi kesadarannya cepat terjaga,


akhirnya Dy mengambil minumam ringan. Kemudian Dy duduk di Sofa santai.


Tiba-tiba saja Dy melihat ada bayangan berkelebat di back porch.


Cepat Dy melompat, tapi bayangan itu lebih gesit, sekali sentak badan Dy sudah menempel di tembok kedua tangannya ditekan dan bibir Dy yang ranum dilumat habis. Di antara rasa kaget, perlahan Dy menikmati ciuman rindu dari Dilan.


" Dilan...". Hanya itu yang keluar dari mulut Dy. Dilan tersenyum.


" Aku merindukanmu". Bisik Dilan menekan badan Dy dengan badannya yang kekar.


" Kamu telah melanggar aturan. Aku sudah punya Aby". Sahut Dy manyun merasa malu menerima ciuman Dilan dengan gampang, tanpa basa basi.


" Aku ingin merasakan gigitan drakulamu supaya darahku menetes". Kata Dilan kembali ******* bibir Dy.


Anehnya Dy mau saja mengimbangi permainan Dilan. Seharusnya Dy berontak karena Dilan bukan pacarnya.


Dy juga tidak mengerti kenapa Dy mau saja mengikuti ketika Dilan menggendongnya ke Kamar.


" Dilan jangan membuat Aku memilih". Kata Dy diantara gelora hatinya.


" Apa maksudmu?". Tanya Dy menatap tajam Dilan.


" Maksudku Aku lebih mencintaimu dari pada rivalku yang lain". Kilah Dilan.


" Kamu salah!!. Aby mencintaiku".


" Dan Jojo juga mencintaimu, Gama juga dan sederet nama Cowok yang belum berani menyatakan Cintanya padamu". Potong Dilan tersenyum.


DILEMA


Aku tahu cinta adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat, tapi bisa di rasakan.


Aku pun tidak menginginkan Cintaku berlabuh di tempat yang salah.


Bagiku Cinta adalah sesuatu yang ajaib, yang membuat jiwaku tertindas selama ini. Aku tidak bisa membayangkan kalau cintaku harus terbagi...


Dy termenung dalam kesendiriannya, memikirkan kesalahan yang Dy lakukan tadi malam bersama Dilan.


Baginya tidak elok kalau Dy mengkhianati Aby yang sangat mencintainya.


Dy menarik nafas dan membuangnya kasar.


Aby adalah Cinta pertamanya, Aby juga mengajarkan Dy melebur asrat dengan kemesraan yang panjang.


Tapi sekarang ada nama baru terselip di hatinya, yang tidak pernah Dy perhitungkan.


Dilan, teman sesama Agent. Orangnya ganteng habiss... dengan postur tubuh tinggi kekar dan ber otot.


Maklumlah Dilan adalah Bintang di XPostOne.


Dilan adalah kesayangan Beck, karena selalu bisa menyelesaikan tugas dengan gemilang.


" Beb, sudah siap? ". Jojo sudah berada di samping Dy.


" Jo... sepertinya Kita perlu Orang untuk membantu, karena lawan Kita licik sekali. Aku takut kalau sekarang Mereka lagi menjebak Kita". Kata Dy.


Sejatinya Dy ingin mengajak Dilan masuk secara transparan dan berteman dengan Jojo.


" Ow..bagus sekali idemu, baru di kasi Coklat sekali sudah Kamu ingin merusak hubungan Kita". Jawab Jojo, suaranya meninggi.


" Apa maksudmu?". Dy sungguh tidak mengerti.


" Aku yang bertanya padamu, seberapa jauh hubunganmu dengan Cowok itu". Kata Jojo emosi.


Dy langsung berdebar.


"Jojo...Aku..Aku..apa Kamu tidak tidur tadi malam?". Tanya Dy merasa Jojo telah tahu, bahwa tadi malam Dilan menyusup ke Kamarnya.


" Jangan berbelit-belit, Aku tidak mengijinkan Cowok itu membantu Kita". Kata Jojo tegas.


" Cowok mana?". Tanya Dy pelan, Dy merasa Jojo tidak tahu tentang Dilan.


" Cowok yang selalu memberi Kamu Coklat ". Sahut Jojo tegas.


" Jo..jangan berprasangka, belum tentu seorang Cowok yang memberi Aku Coklat". Kilah Dy mencoba mendinginkan suasana pagi yang panas.


" Aku hampir berantem dengannya". Kata Jojo sok jagoan.


" Apa Kamu kenal dengannya?". Tanya Dy heran.


" Dia yang mencariku dan menitipkan Coklat Hati untukmu. Aku hampir pukul Orangnya, waktu Dia bilang mencintaimu".


Kata Jojo menggeleng-gelengkan kepala.


" Bagaimana wajahnya, ganteng apa jelek".


Pancing Dy mau tertawa melihat tingkah Jojo yang angkuh. Dy tahu yang diomongin adalah Dilan.


" Sekarang khan zaman K-kpop, mana laku Muka begitu. Itu muka sudah kedaluwarsa ". Sahut Jojo sinis.


" Kalau begitu kenalin Aku dengannya, siapa tahu Aku demen sama muka ke daluwarsa ". Kata Dy sambil menghabiskan Teh hangatnya.


" Tidak usah... Aku yakin Kamu lebih memilih Aku ". Sahut Jojo mantap.


" Sarapan dulu, setelah itu baru Kita pergi". Kata Dy tersenyum.


Jojo lalu sarapan dengan pikiran kemana-mana. Begitupun pikiran Dy saat ini, melayang mengikuti wajah Dilan yang ganteng, yang membuat Dy bergairah.


Uuhhh... dy menepuk-nepuk pipinya supaya wajah Dilan mau lari dari pikirannya.


" Beb..Kamu kenapa?". Tanya Jojo melihat tingkah Dy aneh.


" Aku membuang wajah kedaluwarsa dari pikiranku ". Sahut Dy tersenyum. Jojo ikut tersenyum, merasa ejekannya kepada Cowok pembawa Coklat berhasil membuat Dy gerah.


" Setiap ada yang membawa Coklat Kita sortir, bila perlu Kita buang Coklatnya".


Usul Jojo.


" Kalau yang bawa Fans mu atau May, Kita buang juga?". Tanya Dy.


" Jangan di buang, eman...". Kata Jojo tertawa. Mereka berdua tertawa.


********