I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
KEDATANGAN MY



Bab.14.


Jojo dengan lembut membersihkan


wajah Dy memakai Tissue basah.


Masih ada Orang baik yang mau menolongnya tanpa pamrih.


Pak Sopir itu sungguh baik, ketika


Jojo mengantar Pak Sopir keluar,


Pak Sopir memberi sekotak Teh


hijau.


" Setelah Dy sadar tolong buatin teh hangat supaya tenaganya pulih kembali".


Kata Pak Sopir.


" Bapak kenal dengan Kami?". Tanya


Jojo menahan langkah Pak Sopir.


" Semua Orang kenal dengan Anda dan teman Anda ini ". Sahut Pak Sopir lalu pergi.


Tiga hari sudah berlalu, semenjak


ke jadian di Diskotek membuat Jojo tambah takut keluar Rumah.


Mobil Jojo masih di Kantor Police


sebagai barang bukti.


Jojo mulai menata diri. Berusaha menahan Ego dan menghadapi


kenyataan hidup dengan lebih sabar.


Perlahan Jojo akan membuang Gaya hidup yang glamour, yang selalu Dia agung-agungkan selama ini.


Sentuhan kehidupan yang libral mengajarkan Jojo tidak menghormati nilai murni dari sebuah ikatan Cinta.


Banyak hal yang Jojo dapatkan dari


sosok Dy. Belajar tegas dan konsisten.


Setelah kejadian tempo hari Jojo harus menghormati keputusan Dy, yaitu mengurung diri, sampai Papanya sembuh dan membuat Surat Wasiat baru.


" Jangan melamun, ada orang di luar ingin bertemu. Kalau tidak salah itu May. Aku sudah dapat mengintip". Kata Dy menghampiri Jojo.


" Apakah Aku boleh bertemu May?, itu cuma teman bukan pacarku". Tanya Jojo.


" Tidak apa-apa, enjoy aja...". Kata Dy tersenyum.


" Kamu tidak cemburu seandainya....".


" Tidak!!, Kamu pantas mendapatkan seorang gadis yang mencintaimu". Potong Dy cepat.


Perkataan Dy membuat Jojo kecewa.


Jojo berdiri membuka pintu dan mempersilahkan May masuk.


Sebagai Bodyguard Dy tetap berada di luar Kamar. Dy berjalan ke back porch.


Dy heran, perasaannya mengatakan bahwa ada Orang yang sering datang kesini.Terdapat bekas botol minuman ringan dan sepertinya ada ceceran darah kering.


Semenjak perkelahian tempo hari,


sampai hari ini tidak ada gangguan apapun. Apakah ada Agent dari


XPostOne yang membantu??


Tapi Dilan di China, tidak mungkin secepat itu misinya selesai.


Mungkin Agent yang lain, atau Papa


yang datang. Mengingat Dy selama


disini tidak mau komunikasi dan menutup akses sensor dengan Beck.


Dy kembali ke Ruang keluarga.


Matanya bersitatap dengan Jojo.


Terlihat Jojo Over Acting meladeni


May yang merasa di puja.


" Aku rindu dengan teman-teman dan terutama rindu denganmu. Aku ingin masalahku cepat selesai". Kata Jojo sambil matanya melirik Dy.


" Aku juga rindu kepadamu, sampai tidak bisa tidur setiap malam". Kata May manja.


" Berarti Kita cocok donk ". Sahut Jojo berusaha membuat Dy cemburu.


" Boleh donk Aku nginap disini mulai sekarang?". Kata May memeluk Jojo.


Kemudian Jojo membisikkan sesuatu yang mrmbuat May manggut-manggut.


Mata Jojo sibuk melihat Dy yang terkesan cuek atas kehadiran May.


Malah sekarang Dy sibuk memelototi GSM nya. Hati Dy panas melihat Nenek lampir yang sudah nongol di Ruangan


Aby. Terlihat jelas Vivi datang dengan senyum mengembang.


Dy memasang Headset bluetooth supaya pembicaraan Aby dan Vivi tidak mengganggu Jojo dan May.


" Halo Sayang sudah makan belum?". Sapa Vivi pongah.


Aby tidak menyahut.


" Siapa yang mengijinkan Kamu masuk?".


" Semua sayang padaku, perempuan


yang tertindas, yang di selingkuhi oleh Calon Suaminya ". Sahut Vivi pura-pura sedih. Padahal supaya bisa masuk sampai ke Ruangan Aby, Vivi rela mengeluarkan uang 500rb rupiah,


karena harus menombok Orang bawah.


Memancing ikan paus jangan pakai


ikan tri, tapi pakai ikan hiu. Begitu


kira-kira pemikiran Vivi.


" Ada perlu apa, Aku sibuk". Sahut Aby tanpa menoleh.


Dy cepat menghubungi Fikri.


--Fik..cepat Kamu ke Hotel, beliin Aby


Chicken Katsu dan Root Beer.


Nenek lampir lagi beraksi--


Balas Fikri pendek.


KE POLICE


Pagi ini Dy akan mengantar Jojo pergi ke Kantor Police untuk mengambil Mobil.


Kemudian akan datang ke Rumah sakit menengok Papanya Jojo.


Dy memakai Kaos hitam Agent dan Celana Tactical model Army, serta sepatu Lars. Dy memasang Holsternya di paha, tidak perlu di sembunyikan lagi.


Sudah menjadi rahasia umum, Dy adalah Bodyguard Jojo yang Cantik dan keren.


Kemudian Dy memakai Rompi anti peluru.


Rambutnya dikuncir kuda dan Dy memakai topi Pet Eiger warna hitam.


Tidak lupa Dy memakai kaca matanya dan Jam tangan Agent.


" Jojo..sarapan dulu ". Dy memanggil


Jojo sambil mengetok pintu Kamarnya.


" Ya, Aku sudah selesai ". Sahut Jojo keluar dari Kamar.


" Beb..Kamu gagah sekali, seperti Tentara.


Aku semakin mencintaimu". Kata Jojo mendekati Dy.


Gagah...emangnya Aku cowok. Bathin Dy.


" Kamu juga ganteng dan manis seperti madu Clover ". Sahut Dy tersenyum tipis.


Mereka lalu duduk di Meja makan.


" Apa yang Kamu bikin?". Tanya Jojo memandang nasi goreng dihadapannya.


" Ini nasi goreng, Kamu makan saja,


enak koq ". Kata Dy menyuapi sesendok ke mulut Jojo.


" Enak banget... Aku tumben makan Nasi goreng ". Puji Jojo.


" Nanti kalau pacarmu kesini Aku akan bikinin Nasi goreng yang super pedess".


Kata Dy tertawa.


" Bukannya Kamu pacarku...". Sahut Jojo mengerdipkan sebelah matanya.


" Publik sudah tahu Aku cuma Bodyguard mu, tidak lebih. Aku juga sangat berterimakasih kepada May, dia juga memberi pernyataan bahwa Aku bukan Kekasihmu". Kata Dy tersenyum senang.


Jojo menyudahi makanannya. Mukanya berubah masam.


Kemudian Jojo mengambil Ponselnya


dan menghubungi Managernya.


Jojo memakai bahasa Mandarin.


Kurang lebih artinya begini....


Bahwa Jojo merasa terganggu karena pernyataan May.


Dan Jojo ingin wartawan menulis bahwa Dy adalah kekasihnya dan calon istrinya.


Tujuannya untuk mempercepat Ayahnya membuat Surat wasihat.


Tentu saja Jojo mengatakan bahwa dirinya sangat mencintai Dy.


" Lanjutin makannya". Kata Dy.


" Gaaakkk...". Jojo sudah ngambek.


Dy menyesal bicara tadi, sekarang


malah Dy repot menyuapi Jojo.


Mendapat perlakuan istimewa dari Dy, Jojo sangat senang.


" Aku mencintaimu...". Kata Jojo manja.


" Aku sudah tahu, kantongku sudah penuh isi kata Cintamu ". Sahut Dy berdiri.


" Minum Teh nya, mumpung masih hangat". Kata Dy.


" Beb...Teh ini pemberian Sopir Taxi itu".


" What??, maksudmu??". Tanya Dy ingin tahu. Matanya yang indah membulat.


Akhirnya Jojo berceritera tentang Sopir Taxi yang baik hati.


Dy terhenyak, tulang-tulangnya terasa rontok. Keyakinannya sudah terbukti bahwa ada Orang dari XPostOne yang datang dan mungkin pernah bertarung


di Back porch, sehingga ada darah kering disana.


Siapapun itu yang datang Dy sangat berterimakasih Dy baru merasa tanpa Beck dan Dilan, tugas ini terasa berat.


Belum lagi urusan dengan Police


Mengurus Jojo yang cerewet saja sudah membuat Dy menghabiskan waktu.


" Kamu menanyakan siapa nama Sopir itu?". Tanya Dy kemudian.


" Aku lupa, waktu itu Aku sangat panik.


Dy cuma mengatakan dirinya Dokter


dan memberi obat anti racun kepadaku".


Jawab Jojo selanjutnya.


Dy lari ke Kamar dan membuka kopernya, mencari Sensor Agent.


Tangannya lincah memencet tombol biru.


Deretan kode agent yang paling dekat dengan Dy adalah XP.15. Post NTB...


Jantung Dy langsung berdebar, Sopir


Taxi itu adalah Dilan.


" Beb...Ayo berangkat ". Ajak Jojo menghampiri Dy.


" Ada apa, kenapa Kamu kelihatan gelisah?". Tanya Jojo lagi.


Dy diam malas menjawab pertanyaan Jojo. berarti Papanya sengaja mengirim Dilan kesini.


" Kamu keluar dulu, Aku menyusul nanti. Kita akan segera berangkat ". Sahut Dy pelan.


" Aku menunggu diluar". Kata Jojo keluar dari Kamar Dy. Kemudian Dy menyimpan Sensor Agent dan Dy keluar menemui Jojo.


*******