
Bab.91.
Triakan Mr Chaow menggema pada saat badan Dy tersungkur.
Dengan lantang dia menyuruh pengawalnya menghentikan tembakan.
Kesempatan itu di pakai oleh XP 20 merangsek kedalam dan terjadi kembali baku tembak.
Suasana yang gelap gulita
menguntungkan XP.20, karena kacamata Agent bisa melihat target.
Kemudian tembakan itu tidak terdengar lagi.
Mr Chaow mendekati Dy yang mengerang kesakitan.
" Honey...Aku akan menolongmu."
Kata Mr Chaow menyeret kakinya yang kena tembak.
Tapi sebelum Mr Chaow sempat menolong Dy, sebuah tembakan
menghujani tubuhnya.
Badan gempal itu jatuh dan tidak
bergerak lagi.
Dengan sigap XP.20 menumtaskan pekerjaannya.
Kemudian dia membopong badan Dy dan setengah berlari keluar dari Istana Mr Chaow menuju Mobil
yang terpakir.
" You Oke"?. Kata XP 20 menyandarkan tubuh Dy ke Jok Mobil.
" Aku butuh obat, kepalaku pusing." Sahut Dy menahan sakit.
" Oke..Kita akan ke Clinik temanku."
Kata XP 20 naik ke Mobil.
Condico Sport sebuah Mobil Sport buatan Thailand melaju kencang
menuju Clinik Athena.
Pemberlakuan jam malam oleh Militer
membuat XP 20 berpacu dengan waktu. Dy terus merintih kesakitan.
Akhirnya sampai juga di Clinik Athena.
Dua Orang Suster telah menunggu kedatangan Mereka dengan Stretcher.
XP 20 menggendong tubuh Dy dan
merebahkannya di Stretcher.
" Selamat malam Tuan Chant." Seorang Dokter menyambut XP 20
ketika Mereka masuk ruang Emergency.
" Aku tidak mau keluar ruangan, Aku ingin tahu apanya yang kena." Kata
Tuan Chant (XP 20) keukeuh ketika
seorang Suster menyuruhnya keluar.
" Kamu tidak pernah berubah Chant, selalu kaku dan mengganggu pemeriksaanku." Kata Dr. Agat tersenyum.
Seorang Suster mulai memeriksa tubuh Dy yang terkena peluru.
Dan sebelum membuka baju Dy,
Suster itu kembali menyuruh Chant
keluar ruangan.
Terpaksa Chant menurut dengan perasaan penasaran.
Kakinya melangkah ke Mobil yang tidak jauh terpakir.
Chant masuk kedalam Mobil dan mulai mengganti bajunya yang kena darah. Baginya ini masalah biasa,
karena pekerjaannya selalu berhubungan dengan darah. Chant kemudian mengambil ponselnya. karena Sensor Agentnya hilang di Istana Mr Chaow.
Dia mencoba menghubungi XPostOne
tapi tidak ada jawaban.
Kemudian Chant menaruh ponselnya kembali dan dia keluar dari Mobil menuju Clinik.
Chant duduk di ruang tunggu dengan perasaan gelisah, dia merasa bersalah kalau terjadi sesuatu yang
tidak di ingini.
Setelah 45 menit menunggu akhirnya
Dr agat datang menemui Chant.
" Istri siapa yang Kamu ajak tugas"? Tanya Dr Agat menatap Chant dengan
tajam.
":Maksudmu apa"? Chant balik bertanya. Pemuda 28 tahun itu merasa
heran atas pertanyaan Agat.
Chant adalah agent XP.20 yang
berkolaborasi dengan Agent lokal.
Orangnya ganteng, dengan hidung yang mancung. Kulitnya sedikit gelap
serta dada yang bidang. Keseluruhan
Chant adalah Manly. Untuk teman jalan, oke banget dech.
" Temanmu dalam keadaan hamil
muda, Aku serba membatasi masuknya obat ketubuhnya. Untungnya peluru cuma menye-
rempet lengannya. Kami sudah
melakukan tindakan yang paling
aman demi keselamatan kandungannya."
Jelas Dr.Agat membuat Chant heran.
" Aku boleh menengoknya ke dalam"?
Tanya Chant tanpa menunggu jawaban. Tadi dia kurang memperhatikan wajah XP.6. menurut khabar Dy begitu cantik dan sexy.
" Hallo number Six, you oke"? Tanya
Chant mendekati Dy yang berbaring lemah.
" Aku terimakasih kepadamu, Kita
tumben bertemu." Sahut Dy tersenyum
tipis. Chant menikmati senyuman itu.
Wajah itu begitu cantik dan sangat menawan.
" Hemm, Kita satu wadah, memang seharusnya begitu. Aku minta maaf karena lalai, sehingga Kamu terluka."
Kata Chant duduk di sofa disamping Bed, matanya memandang lengan Dy
yang terbungkus perban anti air.
" Santai sajalah, Aku yang salah."
Sahut Dy memandang Chant, tatapan mata Mereka saling mencari keistimewaan lawan. Dan Mereka saling menemukan.
" Kamu ganteng".
Mereka hampir bersamaan mengeluarkan pernyataan itu,
Mereka tertawa kecil.
" Ternyata jalan pikiran Kita sama, Aku
rasa IQ Kita juga diatas rata-rata."
Ujar Chant menatap lekat mata Dy.
Dy hanya tersenyum, pikirannya melayang mengingat Dilan.
" Apakah Kamu sudah memberi khabar, supaya XPostOne tidak bingung mencariku." Tanya Dy.
" Belum ....," sahut Chant pendek.
Dy menatap Chant heran.
" Kamu bawa Sensor?, Aku ingin memberi Khabar supaya Mereka tahu
Aku disini."
" Sensorku hilang di Istana Mr Chaow."
Jawab Chant.
" Mereka pasti mencariku kesini, seharusnya Kamu mrnghubungi Mereka secepatnya."
" Mereka siapa, calon Bapak dari..."
Sahut Chant menggantung.
" Mengapa Kamu kelihatan sinis,
IQ ku diatas rata-rata jadi Aku tahu jalan pikiranmu." Kata Dy menohok.
" Maaf Aku lancang, Aku cuma pingin tahu saja." Sahut Chant pelan.
" Aku memang hamil!!". Kata Dy.
" Aku tidak menyangka."
Sahut Chant. Merekapun diam dengan pikiran masing-masing.
Seorang Suster datang membawa
Makanan pasien dan menaruhnya diatas Meja.
" Silahkan Nona dan Tuan, ini dari
Dr. Agat. Selamat menikmati." Kata
Suster itu hormat.
" Trimakasih Suster." Sahut Chant
berdiri. Chant tersenyum karena ada 2 nampan yang berisi makanan.
Berarti Dr Agat sengaja memberinya
makan.
" Aku akan menyuapimu." Kata Chant
seraya mengambil makanan utama.
Dy pasrah karena tangannya sakit.
Chant memencet tombol Bed secara otomatis. Kini Dy sudah setengah duduk.
" Aku bisa pakai tangan kiri, Kamu pasti juga lapar." kata Dy tidak enak hati.
" Kita akan makan bersama. Aku tidak pernah ketemu Kamu, tapi sering mendengar cerita tentang anaknya Beck. Aku sangat surprise
ketika bisa bertemu denganmu."
kata Chant jujur.
Dy tersenyum mendengar pernyataan Chant.
" Sekarang Kamu sudah tahu anaknya Beck, tidak ada yang istimewa yang bisa di banggakan." sahut Dy tersenyum.
" Aku mengerti apa yang Kamu rasakan dan Aku orang pertama yang akan menjadi
sandaranmu." kata Chant berhatap.
" Kamu tidak tahu Aku dan jangan masuk
ke duniaku karena banyak ranjau yang bisa
meledakkan jiwamu." sahut Dy diplomatis.
Chant merasa menemukan teman yang
sesuai dengan kreteria hidupnya.
Harapannya melambung tinggi dan terpaksa
pupus ketika 2 orang laki-laki masuk ke
ruangannya. Wajah Chant langsung pucat
melihat Dilan dan Agung sudah berdiri
dihadapannya.
" Agent XP 20, apa Kamu tahu aturan XPostOne"? hardik Agung membuat Chant
pucat.
" Sensor nya hilang di Istana Chaow." Sahut
Chant berusaha menjelaskan kepada Agung.
Agung tidak menyahut dan menarik tangan
Chant keluar dari ruangan itu. Chant yang
mengetahui situasi membiarkan Dilan dan
Dy menumpahkan rindunya.
" Yank...maaf Aku telat datang." Dilan langsung menghampiri Dy dan mengecup
kening Dy dengan lembut.
" Aku merindukanmu." sahut Dy penuh
rindu. Perasaannya terasa nyaman melihat
kehadiran Dilan.
" Kita akan pulang ke Bali, Aku akan merawatmu." Bisik Dilan sambil memegang
tangan Dy dengan.mesra.
Tidak ada kata-kata yang bisa mewakili kerinduan Mereka. Rasa cinta yang membara
membuat akal sehat ikut musnah.
Cinta berjalan semau gue, tidak bisa di paksa
harus berlabuh dimana.
Kemesraan itu terhenti ketika bed berderit, suara berisik itu membuat Mereka berdua tertawa. Kebahagiaan itu tercermin dari wajah
Mereka berdua.
********