
Bab.32.
Setelah Dilan pergi, Dy meluncur dari tempat tidur. Berusaha bersikap tenang dan menyusun Sandiwara yang apik.
Hari ini jadwal Angmoi datang untuk bersih-bersih.
Bell pintu berbunyi, Biasanya pintu di buka memakai sidik jari Jojo, berhubung Jojo masih tidur Dy sekarang memakai kunci cadangan.
" Selamat Siang Nona ". Sapa Angmoi menatap Dy penuh arti.
Dy cuma tersenyum karena tidak mengerti bahasa Singlish. Dan untuk selanjutnya antara Dy dan Angmoi memakai bahasa isyarat.
Yang membuat Dy tersipu malu ketika Angmoi menunjuk lehernya dan memberi kode hati dari tangannya.
Dy reflek menutup lehernya, cepet Dy masuk ke Kamar dan becermin, ternyata Dilan sudah membuat jejak cinta di lehernya dan di mana-mana.
Tangannya langsung menyambar Sweater Uniqlo dan memakainya.
Celana pendeknya diganti dengan celana panjang Tactical, untuk menutupi yang ada di pahanya.
Untung Jojo belum bangun, Angmoi mengira pasti yang membuat jejak cinta adalah Jojo.
Bunyi ponsel mengejutkan Dy Yang
lagi bingung mencari kancing Magnetic
di baju Jojo. Cepat Dy Rejeck dan memasang mode pesawat.
" Beb...Kamu lagi ngapain?". Tiba-tiba Jojo membuka matanya.
" Aku mau mengambil Jas mu, sekarang jadwal loundry dan cleaning servis". Sahut Dy memandang Jojo yang masih kucel.
" Kenapa Kamu banyak minum Sake?".
Tanya Jojo masih tidur memeluk bantal.
" Hatiku galau...karena Kamu tidak datang semalaman. Sebagai istrimu Aku wajar cemburu donk. Tapi Aku percaya kepadamu. Aku harap Kamu tidak berselingkuh, tapi kalau sampai Kamu berselingkuh Aku akan menuntut cerai. Aku benci punya suami selingkuh". Sahut Dy menatap Jojo.
Pernyataan Dy membuat Jojo terhenyak.
Lama Jojo diam.
" Beb...Kamu sudah makan?, Kita jalan-jalan ke Bugis. Aku ingin membelikanmu sesuatu". Usul Jojo lalu bangun dari pembaringan.
" Jojo... Aku mencium bau perempuan
lain di bajumu dan bau badanmu juga beda. Apakah Kamu ada main dengan perempuan lain?, lihat bajumu isi bekas lipstik juga ". Kata Dy pura-pura kaget.
Muka Jojo merah seketika, langsung
Jojo menyambar bajunya dan ke Kamar mandi.
" Jojo...Aku belum habis bicara. Katakan dengan jujur, Kamu ada selingkuh nggak?.
Jawab yang jujur". Kata Dy sambil mengetuk pintu Kamar mandi.
Tidak ada jawaban dari Jojo.
Shock traphy pertama sudah di lempar oleh Dy dengan pura-pura sangat cemburu.
Tunggu reaksi dari Jojo sekarang.
Dy keluar menemui Angmoi dan menawarkan minum.
Biarpun memakai bahasa isyarat komunikasi bisa lancar.
Ntah Angmoi mengerti atau Tidak,
yang jelas setiap Dy mengeluarkan
Joke-joke lucu Angmoi tertawa.
Sekitar satu jam Angmoi bekerja setelah itu Dia pamit meninggalkan Dy yang lagi duduk sambil makan roti gandum serta Juice mix.
Dy merasa tanpa Beck hidupnya merasa kacau. Makannya juga kacau, terasa badannya tambah mengurus.
Walaupun ada Dilan yang sekarang memenuhi khayalannya, tapi bayangan Aby sering melintas di benaknya.
Moment-Moment indah yang terukir di hati Dy sering membuat Dy menggulirkan air matanya.
Dengan gontai Dy masuk ke Kamar dan mengunci pintu.
Kemudian Dy rebahan di Sofa panjang sambil membuka ponselnya.
Langsung WA Dilan.
-Yank lagi ngapain?, ini pertanyaan basa basi karena Aku tahu Kamu pasti merasa
senang dan tertawa riang meninggalkan
gigitan Drakula di seluruh tubuhku ..kirim.
- Aku lagi hemmm...π balas.
-Maksudmu apa? Kamu lagi ngapain? Aku
jadi kepo..πkirim
-Aku lagi menonton film perang antara Jojo dan Lilyan...π balas
-uuhh...mesum awas nanti Kamu minta jatah sama Aku. Mulai sekarang Aku
sudah katakan bahwa Kita sudah pisah
ranjang...π kirim
-Gombal!!..manis di mulut pahit di lidah.
Laki emang gitu, sebelum dapat rayuan
nya semanis madu, kalau udah dapat
Lain ceritanya...kirim.
-Aku cinta Kamu, jangan disamakan dengan yang lain-π
-Pernyataan itu sudah pernah Aku dengar
dari 100 pria, Kamu yang ke 101 nya .π
- Mereka yang pertama dan Aku pelabuhanmu yang terakhir -πbalas
- Yank Jojo datang-π£ kirim
-Hadapi dengan tersenyum dan kaki menendang-π€£π€£
Dy menutup ponselnya ketika Jojo sudah di hadapannya.
" Beb...sudah makan?, Aku ingin mengajakmu keluar". Kata Jojo, wajahnya kelihatan bersedih.
" Maaf Aku sudah kenyang, akhir-akhir ini Aku tidak berselera. Lebih baik Kamu mengajak cewek lain". Sahut Dy bermuka sedih.
" Beb Aku sangat mencintaimu, seandainya Kamu mau meninggalkan Aku.....".
Jojo tidak bisa melanjutkan perkataannya.
Matanya berkaca-kaca.
Ada rasa kasihan di hati Dy melihat kesedihan Jojo.
Tapi mau bagaimana lagi, semua aturan harus di ikuti. Beck sutradaranya, Dy hanya sebagai wayang saja.
Dy harus pergi dari Singapore.
" Apa Kamu berbuat sesuatu tanpa sepengetahuanku? ". Tanya Dy menatap Jojo.
" Beb...untuk sementara waktu Kamu boleh ke Indonesia, nanti setelah sebulan Aku baru bisa mengirimkan Surat cerai.
Saat ini Aku belum bisa memberikanmu surat itu karena banyak masalah yang akan timbul kalau Kita mendadak cerai.".
Ucap Jojo menunduk.
" Terserah Kamu, apapun yang Kamu suruh Aku akan ikutin. Hidupku sudah di ujung tanduk, semoga dengan perginya Aku, Kamu bisa lebih berbahagia". Sahut Dy pelan.
" Kalau mengikuti perasaanku hanya Kamu perempuan pilihanku, Aku akan selalu mengenangmu. Bagiku Kamu adalah segala-galanya. Aku tidak akan bisa melupakanmu".
Suara Jojo terdengar serak.
Ada butiran air mata jatuh membasahi pipi Jojo.
Dy hanya bisa menarik nafas, tidak bisa membantu lebih.
Dalam hati Dy berdoa semoga Jojo mendapat pasangan serasi, pasangan yang bisa membahagiakan Jojo.
" Jojo...bagiku Kamu adalah pasangan yang menyenangkan. Aku adalah manusia biasa, yang tidak bisa membuat Kamu bahagia. Aku minta maaf tidak bisa membahagiakan dirimu".
" Aku yang minta maaf karena banyak menyakitimu. Aku tahu Kamu menderita hidup denganku".
" Ya Kita saling memaafkan, walaupun Aku kembali ke Indonesia, Aku akan tetap berkomunikasi denganmu". Sahut Dy ikut sedih.
" Beb....Apa artinya ini?". Kata Jojo memperlihatkan dua kancing Magnetic.
Dy berusaha bersikat tenang.
Jawaban salah akan menimbulkan praduga yang berbeda.
" Maaf Jo, Aku kurang tahu. Sepertinya sebuah benda mainan". Sahut Dy serius.
" Aku merasa ini sebuah benda istimewa dari lawanku, dan Lilyan juga perempuan jebakan yang di suruh menggodaku".
Kata Jojo marah, mukanya yang putih halus menjadi merah karena marah.
" Darimana Kamu tahu Lilyan cewek yang sengaja menjebak Kamu?". Tanya Dy ingin tahu. Kecurigaan nya langsung ke Beck dan
Dilan. Hanya Mereka berdua bisa membuat
konspirasi begini.
" Kamu jangan marah, Aku memang salah menyelingkuhimu. Aku berselingkuh dengan Lilyan dan kemungkinan benda ini dari Lilyan. Setelah itu tadi ada yang mengirimi Aku
Vidio mesum dan mengancam akan mem blow up apabila Aku tidak menceraikanmu".
Jelas Jojo menunduk.
Dy terpaksa diam supaya Jojo tidak mencurigainya.
Diam itu emas. Biarlah Jojo bermain
dengan pikirannya sendiri.
Ini adalah pelajaran buat Jojo untuk
lebih berhati-hati dalam bergaul.
Tidak semua yang enak itu berbuah
manis.
********