
Bab. 108.
Bali siang ini sangat panas, hampir
Agung terlambat bangun. Untung
Jelita cepat membangunnkannya Badannya semua terasa pegal, efek
dari kurang tidur. Akhir-akhir ini
tidurnya terganggu semenjak Yudha menjadi Agent. Waktu pertama kali
Yudha datang ke Kantornya Agung
kaget sekali, tapi kekagetannya
hilang karena suara Dilan dan Yudha
berbeda. Yudha suaranya agak parau sedangkan suara Dilan jelas.
Matanya juga berbeda, kalau Dilan
Hitam dan tajam, seperti mata elang kalau Yudha bola Matanya cenderung coklat dan mempesona. Kenapa Dia
tidak curiga waktu Yudha membawa lamaran sendiri, biasanya XPostOne mencari Agent dari Sekolah Tinggi Intelijen, karena sudah terjamin dan berkwalitas.
Mobil Lamborghini itu menyusuri
Jalan Ngurah Rai, suara NEFFEX
dengan lagu Grateful membuat
badan Agung bergoyang. Kemudian Agung membelokkan Mobilnya ke Restaurant in Cafe Sushi Tei untuk membeli makanan ke sukaan Dy.
Setelah Agung memarkir Mobilnya,
Agung masuk kedalam, seorang
waiter mempersilahkan Agung
duduk, Restaurant ini cukup ramai.
Banyak sekali Tamu Jepang dan
Tamu Korea disini.
"Aku Take Away, 3 kotak Sushi, 3
Lychee lemongras, Salmon Poki
Salad dan Takkoyaki," kata Agung
kepada Waiter yang melayaninya.
Agung membuka Ponselnya dan
membalas beberapa DM, WA,
dari Client yang merasa puas atas
kerja sama Mereka. Tidak begitu
lama makanan sudah selesai di
kemas tinggal membayar saja.
Kemudian Agung kembali berada
di jalan yang sangat ramai.
DI SUITE ROOM
Yudha menyelesaikan mandinya,
Aby dan Dy sudah berangkat tadi
pagi Ke Kantor, memang sengaja
Dy tidak membangunkan Yudha
supaya ada bahan menyalahkan
Yudha.
Dengan santai Yudha duduk di
ruang tamu setelah berpakaian
rapi. Hari ini Dia merasa sangat
Fresh dan Dia memandang GSM
sensor yang menghubungkan
ke Kantor Aby. Dia melihat Dy
rebahan di Rest Room sambil mempermainkan Ponselnya,
dan Aby menerima Tamu.
Suara ketukan pintu mengaget
kan Yudha, dengan waspada Dia mengintip dari lubang pengintai,
rupanya yang datang Agung.
"Siang Gung, Kamu membawa
apa banyak sekali, Kamu beli
makanan untukku atau Dy," kata
Yudha nyerocos. Dada Agung
langsung berdebar, dulu Dilan
juga sering berkata begitu.
"Tentu Aku membelikan Dy, mana
Aku ingat dengan mu," sahut agung
berusaha tenang.
Agung ingin tahu Yudha ini siapa,
kenapa Yudha memanggil Gung
harusnya Boss atau Bapak, seperti
Agent pemula lainnya.
"Sayang Dy sudah pergi ke Kantor,
lihat GSM Ku, ada Admesh lagi
berdebat denga Aby," sahut Yudha menunjuk GSM nya.
Kembali Agung heran, kenapa
Yudha tahu Admesh Kakaknya
Aby.
"Kenapa Kamu disini, seharusnya
Kamu disana menemani Aby, jika
terjadi sesuatu kepada Aby Kita
yang akan disalahkan oleh Dy,"
kata Agung tetap menatap GSM.
Terlihat Aby sangat emosi.
"Biarkan Mereka berantem, jadi
semua rahasia akan terbongkar.
Aku sudah menyadap Kantor Aby,
Malah Aku bersyukur tidak disana
Tidak akan terjadi percakapan
kalau Aku berada disana saat ini,"
"Aku tahu Kamu terlambat bangun,
itu cuma alasanmu saja," sahut
Agung merasa menahan diri. Dia
akan terus mengikuti permainan
Yudha.
"hahaha...Aku baru tidur jam lima
dini hari, gimana bisa bangun jam
tujuh, Aku tahu Aby dan Dy pergi
ke Kantor," sahut Yudha.
"Aku akan memanggil Dy supaya
pulang, Aku tahu Kamu pasti ke
Sushi Tei," sambung Yudha lagi.
Seketika bulu kuduk Agung berdiri,
walaupun Dia seorang Agent tapi
kalau menghadapi Hantu nya Dilan
pasti Dia ******. Kalau saat ini
Dia membaca Ayat pengusir setan
pasti sudah terlambat. Dengan
ekor matanya Agung melirik Yudha
yang sedang membuka minuman
yang Dia bawa.
"Tidak mungkin setan bisa minum,"
Bathin Agung. Tapi sepertinya Yudha tidak minum malah komat kamit. sungguh Agung tambah merinding.
"Kenapa Kamu tidak minum, malah
komat kamit," celetuk Agung tidak
tahan dengan imajinasinya yang
mencurigai Yudha.
"Supaya Kamu tambah takut padaku,
sahut Yudha cekikikan.
Wuaduhhh........kaki Agung reflex
mundur 2 langkah. Matanya tajam
menatap Yudha. Ternyata Yudha
tahu pikirannya, Agung tambah merinding.
"Hahaha....kenapa Kamu Gung,
mana ada Agent takut sama hantu,
malah hantu yang takut melihat
wajahmu," ledek Yudha mulai
minum.
"Yudha, Kamu terus teranglah,
Kamu ini siapa," Agung mulai
berkeringat Dingin.
Belum Yudha menjawab Dy sudah
datang dengan tersenyum manis.
Wajah Dy terlihat agak pucat, pipi
nya merona merah ketika matanya
beradu pandang dengan Yudha.
"Agung ada Admesh di Kantor, Aku
tidak enak ikut nimbrung, karena
Mereka membahas masalah intern.
Aku juga tidak menguping," kata
Dy memandang Agung.
"Tidak usah Kamu menguping Aku
sudah punya sensor penyadap,
duduklah makan Sushi mu," sahut
Yudha menatap Dy.
"Kamu Agent pemula tidak boleh
menyela atau ikut di dalam....,"
"Perbincangan Kami," potong
Yudha cepat sebelum Dy sempat
menyelesaikan ucapannya.
"Kamu Agent malas, tidak bisa
bangun pagi," kata Dy lagi.
Dy masih kesal di permainkan
oleh Yudha.
"Walaupun Aku tidak bisa bangun
Pagi, tapi Aku tahu Wajahku terus
Kamu pandang sampai puas,"
sahut Yudha membuat Dy heran,
darimana Yudha tahu kalau Aku
memandanginya. bisik Dy dalam
hati. Seketika Dy saling pandang
dengan Agung. Dan Dy seketika
menodongkan pistol.
"Katakan Kamu siapa?" bentak Dy
jengah.
"Dy, Kamu jangan sembarangan,
Kita bicara baik-baik," sahut Agung
cepat sambil mengambil senjata
Dy. Air mata Dy jatuh berderai.
"Dy maafkan Aku, duduklah mari
Kita makan," kata Yudha merasa
bersalah.
"Kamu mempermainkanku, siapa
Kamu sebenarnya, katakanlah,"
Kata Dy diantara isak tangisnya.
"Namaku Yudha, percayalah, Aku
bukan hantu atau Dilan," sahut
Yudha serius.
"Aku belum percaya sebelum
Kamu membuka bajumu, Aku
tahu ada tanda di punggung
Dilan," kata Dy menghapus air
matanya.
"Ya nanti Aku perlihatkan setelah
Kita berdua, makanlah dulu sudah
waktunya makan Siang,"
"Tidak mau, Aku ingin melihat tanda
itu sekarang!! Kata Dy kekeh.
"Jangan Kamu tergoda melihat
Tubuhku," goda Yudha.
Akhirnya Yudha membuka bajunya
dan memperlihatkan punggungnya.
Tidak ada tanda yang di miliki Dilan.
Tapi Agung tetap tidak percaya.
"Ya sudah mari Kita makan," kata
Dy menyerah, walaupun hatinya
bimbang.
"Sudah 2 kali Kamu menodongkan
Pistol kepadaku, seharusnya Kamu
dapat hukuman," kata Yudha.
"Hukum dah Aku gapapa," sahut
Dy acuh sambil menghabiskan
minumannya.
"Gung kenakan Dy pasal 67 yang
berbunyi apabila seorang Agent
menodongkan Pistol kepada
Agent lainnya sengaja atau tidak
sengaja akan di kenakan sanksi,"
"Aku sudah tahu, nanti setelah
anakku lahir, Aku akan bertugas
lagi, Kamu tenang saja,"
Agung yang dari tadi melihat
GSM tiba-tiba berteriak berlari
keluar.
"Yudha jaga Dy, jangan ikut,"
teriak Agung sambil membawa
GSM Yudha.
"Ada apa Gung, bagaimana ini,"
Dy ikut berteriak.
'Aku mau ke Aby, perasaanku
tidak enak," kata Dy.
"Diam disini, nanti juga Kamu
tahu beritanya," kata Yudha
santai.
"Aku merasa ada sesuatu," sahut
Dy pergi ke pintu. Tapi sebelum
Dy sampai di Pintu Yudha telah
memeluknya dari belakang.
*******