
Bab.9.
Cinta bukan tentang seberapa lama Jojo kenal Dy, tapi Dy yang membuat Jojo menjadi nyaman semenjak Jojo mengenal Dy.
Cinta memang tidak bermata, tapi Cinta tahu kemana harus pergi dan kembali.
Dan Cinta Jojo tidaklah salah arah.
Bagi Jojo Cinta tidak memandang status sosial ataupun fisik.
First Love With Bodyguard, kata ini tepat disandang Jojo.
Begitulah Jojo, seorang Aktor Pemula yang sangat di gandrungi Abad ini.
Malam ini Jojo tidak bisa tidur memikirkan Dy yang telah mencekram hatinya. Jojo melihat ponselnya, sudah pukul 01.30 dini hari.
Akhirnya Jojo bangun dan keluar dari Kamar. Tapi tiba-tiba, ntah dari mana datangnya Dy sudah berada di depannya.
Hampir jantungnya copot karena kaget.
" Bikin kaget saja, ngapain gelap-gelapan.
Aku kira siapa ". Kata Jojo setengah teriak.
":Aku yang bertanya, ngapain Anda keluar Kamar, sudah di bilangin Anda tidak boleh keluar ". Kata Dy dingin.
" Aku tidak bisa tidur ". Sahut Jojo santai, lalu duduk disofa.
" Masuk ke Kamar, Aku tidak mau ambil Resiko ". Kata Dy menarik tangan Jojo ke Kamar.
" Aku mau, kalau Kamu ikut di Kamar ".
Dy tidak menjawab, tetap menarik tangan Jojo kedalam.
Kamar Jojo sangat luas, seperti Kamar Hotel yang kelas Eksekutif.
Segalanya ada di Kamar.
" Anda tidur, Aku akan menunggumu disini. Supaya Anda tidak telat besok
pagi ". Kata Dy lalu duduk di Sofa malas yang ada di Kamar Jojo.
" Aku tidak bisa tidur, jangan di matiin lampunya "..sahut Jojo naik ke Ranjang.
" Kalau begitu, Anda boleh mulai bercerita tentang diri Anda. Siapa musuh Anda , berapa kali Anda sudah membawa perempuan ke Ranjang ini, atau berapa hutang Anda di Bank". Kata Dy memandang Jojo yang juga memandang dirinya.
" Kamu pasti sudah tahu biodataku".
"Setidaknya Saya lebih merasa yakin, kalau Anda sendiri yang mengatakan". Sahut Dy sudah merasa berat matanya.
Dy menselonjorkan kakinya yang terasa kaku. Jojo mulai bercerita tentang dirinya.
" Aku anak satu-satunya. mamaku
seorang Artis peran, yang sekarang sudah tidak produktif lagi. Aku tidak punya Papa, tapi menurut Mama, Papaku adalah seorang konglomerat. Usahanya bergerak di bidang Real Estate.
Papa mempunyai 3 orang Anak, dari Istri sahnya. Istrinya masih hidup walaupun sudah tua. Jojo berhenti sebentar kemudian melanjutkan ceritanya lagi.
" Apa Kamu ingin minum ?". Tanya Dy berdiri.
Tanpa menunggu jawaban dari Jojo Dy keluar. Di luar masih gelap, karena Dy sengaja mematikan lampu.
Dy sudah hafal di mana Kulkas dan apa saja isinya. Dy mengeluarkan Soju satu botol, ini minuman Korea selatan.
Dan kembali ke Kamar, setelah terlebih dahulu Dy berdiri di depan pintu untuk mendengarkan sesuatu yang kira-kira mencurigakan.Amann!!. Bathin Dy.
" Minumlah, nanti Anda akan cepat ngantuk ". Kata Dy menyodorkan soju kepada Jojo.
":Trimakasih ". Sahut Jojo turun dari Ranjang dan ikut duduk di Sofa.
" Publik sudah tahu Papaku adalah Mr Chang Hook. Makanya Saudara Tiriku seperti kebakaran jenggot.
Mereka boleh tidak mengakui, tapi Test DNA membuktikan Aku adalah Anak Mr Chang ". Kata Jojo berapi-api.
" Apa benar Anda sering diteror oleh Mereka ?".
" Masih seputar SMS saja, Mereka mengancam Aku kalau sampai meminta warisan, Mereka akan membunuhku".
" Apakah Mr. Chang pernah bertemu dengan Anda, pernah berbicara dengan Anda atau pernah membicarakan Warisan?". Tanya Dy rinci.
" Kami sering bertemu, karena Dia pacar Mamaku, tapi semenjak masalah ini mencuat Papa tidak pernah datang, katanya Dia opname karena Komplikasi antara Diabetes dan Darah tinggi.
Kalau masalah warisan Aku tidak tahu dan tidak mau tahu". Kata Jojo sambil menguap.
Kemudian Jojo naik keranjang dan tertidur...Soju menidurinya.
Dy bersandar di Sofa, berusaha menajamkan pendengarannya, matanya Dy pejamkan.
KOMPRESI PERS
Dy membuka matanya dengan malas, sudah Jam Tujuh lewat sepuluh menit.
Ini hari kedua Dy berada di tempat Jojo. Dy bangun dari Sofa malas yang berada di Kamar Jojo. Wajah ganteng itu begitu pulas.
Di mata Dy Jojo adalah model cowok yang terburu-buru dan cepat jatuh cinta.
Dy keluar dari.Kamar berpikir untuk mencari cleaning service.
Kalau di Hotel ada Room Service, Cleaning Service yang selalu datang, tapi kalau disini siapa yang akan mengurus kebersihan Kamar, mencuci baju atau mengurus makannya?. Kemarin saja Dy membuat makanan sendiri dari makanan kaleng yang tersedia di Kulkas Food.
Berarti Dy akan terus-terusan makan fast food. Kecuali Dy mau pergi Kuliner, mencari makanan Indonesia yang banyak tersebar disini.
Untungnya banyak Orang Indonesia membuka Restoran disini.
Ada yang berdomisili atau Kuliah disini dan malah ada yang punya Condominium atau Apaterment. Mudahnya proses pembelian properti untuk warga asing
di negara ini membuat Warga Indonesia banyak yang menanamkan modalnya untuk membeli properti atau sekedar Investasi.
Dy mengambil sebotol Air mineral dan menghabiskannya.
Kemudian masuk ke Kamarnya akan mandi. Hari ini tugasnya mengantar Jojo ke Bioskop untuk wawancara dengan beberapa Jurnalis dan media lain.
Mungkin Sutradara atau Music Director akan ikut menemani Jojo di dalam Press Junket atau promosi film.
Ini film ke tiga Jojo yang akan tayang lagi seminggu. Dan akan ada sesi sesi khusus tanya jawab dengan media, yang akan memakan waktu lama. Untuk itu Dy harus sarapan. Cukup roti tawar dengan secangkir teh.
Hari ini Dy memakai Outfit yang casual, supaya tidak mengurangi geraknya apabila Dy harus berantem atau mengambil langkah cepat.
Kemarin Jojo membelikan 10 item Pakaian untuk menyeimbangi penampilannya dengan Jojo.
Maklumlah Jojo adalah seorang Aktor yang selalu memakai pakaian branded.
Dy memilih Outfit yang Plain supaya kelihatan Catchy dan memadukan dengan Crop top serta sepatu Sneaker.
Dy memasang Holster dipangkal paha dan memasukan senjata Revolver,
yang menggunakan amunisi 9 x 19 mm parabellum.
Walaupun Rok nya mini tapi tidak kelihatan kalau ada pistol menempel di pahanya.
Karena Rok model Rimpel.
Orang akan lebih memperhatikan perut Dy yang sedikit kelihatan daripada Roknya.
Senjata yang tidak boleh ditinggal adalah
Jam tangan dan kaca mata Agent.
Dy menyemprotkan parfum dari Joe Malone yang beraroma Lime Basil & Mandarin. Kemudian Dy keluar Kamar.
Jojo belum keluar, tapi Dy yakin Jojo sudah bangun karena terdengar aktifitas di dalam Kamar Jojo.
Kesempatan ini Dy gunakan untuk sarapan setangkap roti tawar dan teh hangat.
Jojo keluar dari Kamar setengah jam kemudian, sehingga Dy sempat membuat sarapan untuk Jojo dan teh hangat.
" Pagi Beb.. ". Jojo memanggil Dy dengan senyuman super manis.
"Pagi Tuan Jovan Wee ...". Jawab Dy manyun. Karena tiba-tiba di panggil " Beb"
" Aku harus terbiasa memanggilmu Beb, supaya tidak ketahuan Kita bersandiwara, kamu tidak usah khawatir ". Kata Jojo duduk di depan Dy.
Jojo menatap Dy dengan perasaan kagum, bau wangi tubuh Dy membuat Jojo berangan-angan.
" Sebenarnya Kita bersandiwara kepada siapa sih. Bisa saja ini cuma akal-akalan Anda saja, supaya film Anda banyak yang nonton". Sahut Dy.
" Kita bersandiwara untuk Saudara Tiriku,
Katanya kalau Aku sudah punya pacar atau teman hidup, Papaku akan membagi warisannya sesuai keinginan Mamaku".
Kata Jojo sambil minum teh.
Dy mengangguk, Dy baru mengerti.
"Karena itu Anda mengajak Aku ke Orchad, supaya di liput Wartawan dan Viral?". Tanya Dy melepas kaca matanya.
" Ya, selain itu Aku memang ingin supaya Publik tahu bahwa Kita pacaran".
Senyum Jojo mengembang.
" Maksud Anda apa?, jangan bikin Saya bermasalah. Ini bukan masalah ringan, karena pacar Saya akan membaca atau mendengarnya".
Sahut Dy serius mendekati Jojo.
" Seberapa ganteng pacarmu, sehingga Kamu ketakutan sekali Dia tahu tentang Kita". Kata Jojo kurang senang.
" Aduhhh..Saya malas ngomong, habisin sarapan Anda, Kita jalan, mungkin Manager Anda sudah disana menunggu".
Sahut Dy berdiri.
Jojo mengikuti Dy keluar menuju Mobil yang di parkir di Basement.
******