
Bab.37.
Letusan pistol Dy membuat Aby linglung, badannya terasa tidak bertulang. Rohnya seolah lepas melayang jauh. Dan tubuhnya ambruk menimpa rumput sapi. Dy sangat memperhitungkan jatuhnya Aby, supaya tubuh Aby tidak sakit. Dy membiarkan Aby di rumput, cuma membersihkan wajah Aby dengan tissue basah.
Sore beranjak senja, Dy masuk kedalam Mobil, sebentar lagi pasti Aby siuman.
Dy menghidupkan mobil, kakinya menendang tombol 3
Warna biru sebuah kotak terbuka dan sebotol air mineral keluar, kemudian kotak tertutup otomatis.
Dy menyetel AC mobil menjadi hangat. Hari ini sangat melelahkan. Beck dan Dilan pasti sibuk mencarinya.
Jojo juga pasti menelponnya, menanyakan kabar, basa basi dan mencurahkan cinta.
Dy mematikan mesin Mobilnya, karena ada gerakan di tempat Aby. Berarti Aby sudah siuman, lebih awal dari perkiraan Dy.
Aby duduk memandang sekeliling, semua gelap. Suara binatang malam membuat Aby merinding.
Apakah Aku mati atau masih hidup. Pikirnya.
Kemudian Aby berdiri, badannya terhuyung Kepalanya pusing,
Aby bingung mau kemana.
Dy dari dalam Mobil meng zoom tingkah laku Aby yang pengecut.
" Dy...dimana Kamu Sayank?". Terdengar suara Aby setengah berteriak.
Otak Aby mengingat letak Mobil dan mulai berjalan ke kiri.
Matanya sangat awas.
Dy terus memandang Aby yang mulai mendekati Mobil.
" Dy..buka pintunya Sayank....". Kata Aby senang. Pintu Mobil terangkat keatas.
" Yank...Aku ketakutan ". Kata Aby melempar pantatnya ke jok Mobil.
" uuhhh...cemen ". Ejek Dy mulai menghidupkan mesin Mobil.
Tidak bisa di lukiskan bahagianya Aby saat ini, ternyata Dy cuma pura-pura ingin membunuhnya.
" Kenapa Kamu berbuat kejam
begini?, Aku takut sekali ".
Kata Aby menggigil karena hawa
terlalu dingin dan Aby cukup lama berada di luar.
" Ini tidak seberapa nanti ada
lagi hukuman untukmu ".
Sahut Dy menyodorkan air Mineral kepada Aby.
" Yank, Aku sangat bahagia, inilah hidupku. Aku sangat mencintaimu". Kata Aby sumbringah.
" Jangan senang dulu, tadi memang Aku tidak menembus jantungmu, karena Kamu ke buru pingsan. Aku sudah punya cara jitu sekarang". Kata Dy.
" Apa itu Aku tidak takut..". Sahut Aby menghabiskan minumnya.
" Tadi koq takut, Aku tinggal Kamu di hutan ya, supaya Kamu di cari setan". Ancam Dy.
" Ampun...Ampun...Aku takut sama gelap, apalagi di hutan ". Sahut Aby bergaya takut.
" Yank, apa rencanamu selanjutnya?, apa Kita tidur berdua seperti dulu?". Goda Aby.
" Siapa mau bekas Vivi, jijik Aku. Rencana selanjutnya adalah membuang Kamu ketempat buaya, supaya buaya air dan buaya darat saling menggigit". Kata Dy kesal ingat Vivi.
Aby diam, ntah apa ada di pikirannya. Mobil melaju menembus ke gelapan malam. Dy menyetel playlist Mobil, suara Nive, Who I Am mengalun membuat Dy melirik ke Aby yang terus menatapnya.
" Kenapa Kamu menatapku?, apa Kamu pikir ada muka Vivi di wajahku?". Sindir Dy cemberut.
" Yank, bisa gak nama itu jangan di sebut disaat Kita berdua". Protes Aby dongkol.
" Kenapa emangnya, itu nama kesayanganmu khan?".
" Yank, jangan salahkan Aku memperkosamu kalau Aku marah. Dulu Aku bodoh, sekarang tidak lagi". Ancam Aby gregetan.
" Sudah pengalaman dengan Vivi, berarti sudah pintar ". Sahut Dy mengejek.
" Selalu gitu". Gerutu Aby kesal.
Sepanjang jalan Dy mengeluarkan rasa kesalnya. Aby hanya mendengar dan membiarkan Dy mengeluarkan unek-uneknya sampai Dy berhenti marah.
Tidak ada yang perlu di perdebatkan, nasi telah menjadi bubur.
"I gave up, it is not because I don't love you more. But I've been tired of getting this hurt and feel you never care about that." Kata Dy sedih.
" Aku sangat peduli tentang Kamu Sayank, tapi akses untuk menghubungi Kamu tidak ada". Sahut Aby membela diri.
" Yank, Kita ke Hotelmu, Aku akan memperlihatkan semuanya. Disitu Kamu tidak akan bisa membela dirimu". Kata Dy mengambil jalan By Pass Ngurah Rai.
Mobil meluncur dengan kecepatan tinggi.
Dy memperlambat laju Mobilnya ketika sampai di Toll Bali Mandara....
Suasana malam yang unik membuat hati Dy meringis. Warna warni lampu kapal nelayan menampakan seluit-seluit yang membias ke air laut.
Sungguh indah. Dy selalu terpesona sampai di Toll ini.
Dy mengambil jalur Nusa Dua dan meluncur ke Kawasan perhotelan.
Mobil telah memasuki Area Romero Hotel. Dy menurunkan kaca Mobil ketika melewati Scurity. Mobil melaju dan berhenti di Lobby.
"Yank, makanan ini Aku bawa turun ya".
Kata Aby mengambil makanan cepat saji yang belum sempat dimakan.
" Kasi Security yang menunggu Kita". Sahut Dy.
Gullwing door Pintu Mobil terangkat keatas.
Aby dan Dy turun dari Mobil, seorang Scurity yang dari tadi menunggunya kaget melihat
JM nya turun.
" Maaf Pak, Saya tidak tahu ternyata Bapak". Kata Scurity
itu takzim.
" Tidak apa-apa, ini untukmu" sahut Aby memberi bungkusan kepada Pak Scurity.
" Terimakasih Pak ".kata Pak Scurity hormat. Dy menaiki kaca matanya keatas kepalanya dan berjalan berendeng.
" Kita ke Bar sebentar ". Kata Dy menuju Bar. Semua mata tertuju pada Dy.
Apalagi Bartender yang biasa meladeni Dy. Keadaan hening sebentar karena Karyawan melihat JM Mereka yang duduk di bangku Bar.
"Tiki Cocktail, satu saja ". Kata Dy kepada Bartender.
Minuman coktail klasik asal Kuba ini memang lagi ngetrend tahun ini.
Seni melempar botol atau Junggling di peragaan oleh seorang Bartender yang lagi melayani Dy.
Ada beberapa pengunjung Bar ikut menikmati fesyen dari Bartender.
Bisik-bisik halus dari Mereka semua di abaikan oleh Aby dan Dy. Bodo amat!!.
Dy memberi tip 500 ribu rupiah kepada seorang Bartender yang Junggling dalam waktu sekirtar 5menit. Itu sudah lumbrah.
" Jangan banyak minum ". Bisik Aby kepada Dy.
" Satu kali saja ". Dy balik berbisik.
" I Love You ". Kata Aby mesra. Dy cuma tersenyum tipis.
Selesai minum Dy dan Aby menuju ke Ruangan Kantor JM.
Dy menghempaskan pantatnya di Sofa.
" Yank, Kita pesan makanan ya". Kata Aby.
" Oke...cari yang ringan, sudah malam". Sahut Dy menuju Kamar mandi.
Dy mencolok mulutnya dan mengeluarkan minuman dari lambung.
"Yank, buat apa minum kalau di buang?". Tanya Aby heran.
" Ingin tahu saja " sahut Dy pendek. Minuman ini sekarang
lagi hit.
" Yank, Aku mandi sebentar, Kamu saja yang pesan makanan lewat Intercom".
Kata Aby langsung masuk Kamar mandi.
Rasa penat dan gatal membuat Aby menyalakan Shower air hangat.
Sementara Aby mandi, Dy memesan makanan A la carte, cukup satu menu.
Room Service menu akan melayani Mereka.
Jam tangan Dy menunjukkan pukul 23.15 menit. Dilan pasti khawatir atau marah kepadanya.
Dy membuka ponselnya tapi mematikan lokasi. Ada ratusan panggilan dari Beck, Dilan, Jojo dan ada WA, DM yang tidak menarik hati, karena rata-rata menanyakan keberadaan dirinya.
" Yank teganya Kamu, lebih baik Kamu menembak jantungku, daripada Kamu pergi dengan lelaki itu".π
Dy tersenyum membaca WA dari Dilan.
" Yank dimana Kamu, koq baru oline?". Dilan langsung WA, berarti Dilan terus melototi ponselnya.
" π...". Balas Dy.
" Maksudmu apa, Kamu bukan robot, tulis donk kata-kata yang membuat Aku tenang!!!". π£
" Tenang saja Aku masih hidup, tidurlah besok Kita bertemu lagi". π balas Dy.
" Mana Aku bisa tidur, pulanglah Aku bisa mati memikirkanmu".π
" Aku akan matikan ponselnya ,,,ππ
Balas Dy lalu mematikan ponselnya.
Aby sudah habis mandi dan duduk di samping Dy. Bau wangi tubuh Aby membuat Dy ingat masa-masa lalu yang Mereka alami berdua.
******