
Bab.53.
Malam ini angin berembus sangat kuat, membuat tubuh Dy kedinginan. Udara yang lembab menambah aroma daun
Kering menjadi tidak sedap.
Dy menarik nafas panjang mencoba menyatu dengan
Alam, membuang kejenuhan hati yang
selalu mengusik Jiwa.
Sepanjang perjalanan remajanya semenjak Dy di Bali banyak hal yang
sudah terjadi. Kisah kasih asmaranya
membuat Dy berangan tanpa asa.
Pengalaman pertama bercinta dengan
Aby membuat dirinya sakit.
Yach..Cinta membuat dirinya sakit.
Dy mengayunkan langkahnya menuju
Pub, sekedar membuang jenuh di antara ramainya suasana malam.
Bau asap Vave dan rokok menyatu di antara dentuman suara musik ajep-ajep. Dy mengambil minumannya setelah menaruh Deposit.
Seorang wanita Bule menyambutnya
dengan ramah. Peggy namanya.
Dia mengaku menjadi Supervisor di sebuah Hotel berbintang.
Wajahnya lumayan cantik, dengan rambut di cukur pendek. Badannya kelihatan Kekar menurut ukuran perempuan.
" Kamu sering kesini?". Tanya Peggy menatap Dy dengan pandangan penuh arti.
" Tumben, Aku tadi sekedar lewat dan mencoba mampir" sahut Dy.
" Kamu konyol kalau membuang kese-
dihanmu dengan mendatangi Pub atau
tempat hiburan malam. Suasana malam akan menjebakmu selanjutnya". Kata Peggy mencoba mengingatkan Dy.
" Ya...Aku tau itu ". Sahut Dy pendek. Matanya tertuju kepada orang - orang
yang bergoyang mengikuti irama musik.
" Kamu merokok?". Tanya Peggy lalu mengeluarkan Rokok putih.
" Tidak, Aku Olahragawan". Sahut Dy
memperhatikan Jam tangan Peggy.
Perasaan tidak enak langsung menyerangnya.
Peggy memakai jam tangan Agent.
" Kamu menginap di mana?". Tanya Dy
pura-pura tidak mengerti apa-apa.
Beruntung Dy tidak memakai Jam Sensor nya gara-gara berantem sama Dilan.Sengaja tadi Dy membuka Jam tangannya supaya Dilan tidak bisa melacaknya.
Hatinya panas membaca Chat dari seorang Cewek. Kata Dilan itu cewek
pilihan Ibunya yang ingin menjodohkan nya. Masalahnya Dilan sudah pantas menikah. Dy marah bukan karena Dilan
mau di jodohkan, tapi karena Dilan
tidak mengatakan bahwa akan dijodohkan
Yang lebih bikin kesal adalah Dilan
sengaja follow Instagram Cewek itu.
Dasar lelaki, semua buaya!!. Gerutu Dy
kesal. Dy tidak sadar bahwa Peggy memperhatikan tingkahnya.
"Kamu ada masalah?, bagaimana kalau Kamu mampir ke Kamarku. Aku butuh Kamu". Seerrr...
Merinding bulu romanya mendengar
ajakan Peggy.
" Kamu mengundangku?".
" Yess, Aku rasa tidak ada yang salah. Kita sudah dewasa, butuh nuansa baru yang belum Kamu pernah rasakan. Kamu akan
ketagihan". Kata Peggy sambil menuangkan Black label ke gelas nya.
" Tunggu Aku...mau ke Toilet". Ucap Dy. Di toilet Dy mengatur nafasnya,
berusaha tenang. Kemudian Dy mencolok mulutnya untuk membuang semua minumannya.
Aku tidak boleh mabuk. Bathinnya, sambil membasuh mukanya di Wastafel.
Langkahnya terhenti ketika Peggy
Menggandeng tangannya ke luar Pub.
" Sorry...Aku mengambil Kartuku dulu".
Kata Dy menuju Bartender.
Dy membayar Bill dan memberi tip untuk Bartender.
"Aku tidak bisa mengikutimu", sahut Dy ketika Peggy mengajaknya ke Mobil. Terlihat wajah kecewa di wajah Peggy yang tersirat di bawah lampu remang di luar Pub. Keadaan di luar sangat sepi.
Dengan reflek Dy menolak, membuat Peggy semakin bernafsu. Peggy menjepitnya dan mendorongnya
ke badan Mobil.
Serangan mesra Peggy terhambat karena sebuah tangan menariknya dan pukulan membabi buta mengenai dirinya. Seorang cewek Bule marah-marah tidak karuan memaki Peggy.
Tidak sampai disitu saja, Dy juga ikut kena getahnya. Tendangan cewek itu
hampir membuatnya jatuh.
Dy bangun dan mengarahkan tendangan samping, ke badan Cewek Bule itu. Cewek itu berkelit lincah dan mengayunkan tendangan berputar.
Dy melompat ke Kap Mobil dan menunggu tendangan Cewek itu dengan membalas dengan tendangan mengait. Kemudian Dy mengayunkan pukulannya yang mengenai tubuh Cewek itu. Badan cewek itu terjerembab tidak sadarkan diri.
Keadaan menjadi runyam karena Peggy ikut menyerangnya.
Kekuatan tendangan Peggy hampir membuat Dy terpelanting.
Tapi jeb yang di lontarkan Dy membuat Peggy berkelit dan bergulingan, Dy cepat
menjambak rambut Peggy dan menariknya bangun.
Tidak sampai disitu saja, Revolver 229
menempel di pelipis Peggy.
" Perkenalkan kodemu". Bisik Dy.
" XPostOne Number twenty two for Singapore".
Sahut Peggy lantang. Dy mengait kaki
Peggy dan mendorongnya jatuh tengkurap. Dy mengeluarkan borgol dari balik jaketnya dan menarik tubuh Peggy bangun terus menggiringnya ke Mobil.
Mobil Lambhorgini itu menembus malam,
semua makian keluar dari mulut Peggy.
Dy tidak peduli.
" I killed you son of a *****". Teriak Peggy sehingga Dy mengeluarkan, pukulan Uppercut yang membuat mulut Peggy berhenti mengoceh.
Darah keluar dari sudut bibir Peggy.
Dy memacu Mobilnya lebih kencang menuju Markas.
Agung menyambut Dy dan langsung
menggiring Peggy ke Ruangan Interogasi.
" Mana Boss". Tanya Dy kepada Agung.
" Sudah di hubungi, mungkin masih dalam perjalanan", sahut fery menyodorkan tissue basah kepada Dy.
" Nona mau saya bikinin Teh hangat atau Cappucino kocok ?".
" Gak usah fer, Aku minta air mineral saja". Sahut Dy menuju Kamar Beck.
Dy menaruh pistolnya dan berbaring di Sofa panjang, Dy memang senang tidur di Sofa supaya Dy tidak membuka Sepatunya.
Dy cepat menutup matanya ketika kupingnya mendengar suara Dilan di luar kamar Beck.
Sebuah sentuhan mesra membelai wajah Dy dan kecupan tipis menyapu bibir Dy yang ranum.
Badan Dy langsung berbalik miring dan menutup wajahnya dengan bantal Sofa.
" I love you always forever ". Bisik Dilan di kuping Dy.
" uuhhh...itu mah judul lagu, gak ngaruh". Sahut Dy ketus.
" Waiting for you". Kata Dilan kemudian keluar karena di panggil oleh Beck.
Dilan memasuki Ruangan interogasi,
menatap mata Peggy dan Eva gevax ( "pacar" Peggy yang baru sadar dari
Pingsannya).
Setumpuk File di lempar oleh Dilan
di atas meja mengagetkan Peggy.
Agung membawa keluar Eva Gevax karena Dilan mau meng interogasi Peggy.
"Kami sudah memiliki cukup bukti untuk menahan Anda, jadi ini adalah satu kesempatan Anda untuk menceritakan kisah Anda," kata Dilan mulai membuka
Percakapan dengan Peggy.
" One short one kill". Sahut Peggy geram.
" Katakan dengan siapa Kamu bekerja, apa dengan Saudara tiri Jojo".
" No Comment, bunuh Aku".
Dilan bangun berbisik kepada Agung.
Kemudian Agung pergi ke Kamar Beck mencari Dy yang bermanja-manja dengan Beck.
" Maaf Boss, Nona Dy dipanggil Dilan".kata fery hormat.
" Aku gak mau Interogasi orang".
Sahut Dy malas.
" Bangun Sayank, harus ada kompirmasi dari Kamu". Ucap Beck.
" Papaa....".
Walaupun Dy ogah ketemu Dilan, tapi Dy tetap berjalan ke Ruang Interogasi.
********