I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
MISI PERTAMA



Bab.120.


Sangat gampang mencari alamat


Eny, sebuah bangunan yang tidak


layak di sebut Rumah, karena


bangunan ini berupa gudang bekas. Yudha dan Dy tidak membawa Mobil, Mereka berdua naik Taxi. Memakai


Mobil XPostOne membuat Orang


curiga karena Mobil harus diparkir di pinggir jalan, tentu sangat menarik perhatian. Jarang ada Mobil mewah


yang di parkir sembarangan.


Dengan sangat gampang Yudha dan


Dy meloncat ke tembok, kebetulan


di sebelah kanan Gudang itu masih


ada ladang kosong. Gudangnya bisa


dibilang cukup luas dan banyak ada


mobil rongsokkan disini. Mereka


mulai mendekati bangunan utama


yang sangat sederhana di depan.


Hanya bangunan ini yang menyala lampunya selebihnya gelap. Dy menempelkan alat penyadap super


sonic di tembok bangunan dan


mencoba menempelkan kupingnya.


"Tidak ada suara sepertinya tidak


ada orang di dalam," kata Dy pelan.


Tapi nanti dulu!! Bangunan yang ada


di samping kanan tiba-tiba lampunya menyala. Mereka cepat menempel


ke tembok dan mundur pelan-pelan.


Mereka naik ke bangkai mobil dan menunggu.


Lampunya sangat terang benderang


Dy meng "zoom" ruangan itu.


Terlihat ada 5 orang disana seorang perempuan yang tidak lain adalah


Eny dan 4 orang laki-laki dewasa.


Tapi Lampu mendadak mati, Yudha menahan tangan Dy yang mau


mendekat. Tidak berapa lama mata


Mereka di kagetkan oleh kemunculan


lima orang itu di ruangan utama,


ruangan ini pas didepan Mereka.


"Mereka mempunyai ruangan bawah tanah, bisa saja semua bangunan ini berfungsi," bisik Dy dikuping Yudha membuat Yudha reflek menoleh dan mendaratkan bibirnya ke bibir Dy.


Dy kaget dan kakinya menendang dashboard mobil, sehingga membuat


ke lima orang yang baru keluar dari ruangan itu menyerang Mereka.


Yudha dan Dy cepat melompat dari


mobil. Mereka menyerang dengan


ganas. Dy naik ke Kap Mobil dan jumpalitan, sebelum kakinya


menginjak tanah kaki kirinya cepat


menendang lawan. Serangan lawan


membuat Dy berkelit dan membalas dengan pukulan undercut.


Aaggrrrhhh...


Dy yakin darah muncrat dari bibir


lawan. Suasana sangat gelap tidak


begitu jelas kelihatan Wajah lawan.


Yang membuat Dy kagum adalah


Eny yang biasanya lemah lembut


ikut menyerangnya dan malah Eny melawan memakai jurus karate.


Dua lawan lima begitulah posisi


Mereka sekarang. Yudha senang


karena tidak seorangpun dari


Mereka yang ilmu bela dirinya


mumpuni. Mereka sebatas ikut


mengeroyok dengan ngawur


serta mengandalkan tenaga yang


kuat.


"Letakan kedua tangan Kalian


diatas kepala dan menyerah atau


Kami menembak Kalian!!," teriak


Yudha berkelit ketika seorang


Laki-laki memukulnya.


"Ciihh...Kami bukan budak kalian,


XPostOne hanya bisa membuat onar," teriak laki-laki yang mengambil pipa paralon dan melemparkan kepada


Yudha.


"Berarti kalian mencari mati," teriak


Dy merasa heran karena lawan tahu


Dy dan Yudha dari XPostOne.


"Jangan banyak bacot, lihat siapa


yang menjadi bangkai duluan," sahut


lawan sambil menyerang.


Dy jungkir balik dan menendang


lawan dengan kakinya serta membenturkan ke badan mobil


yang ada di sampingnya. Sekarang Mereka serempak maju menyerang memakai Samurai.


Yudha dengan gampang meladeni Mereka walaupun hanya memakai


tangan kosong. Mereka cuma


menang tatto dan Badan gede


selebihnya Nol. Satu persatu lawan


bisa di lumpuhkan dengan mudah. Selanjutnya Yudha memborgol


tangan Mereka dan membungkam


mulut Mereka dengan lakban.


Baru saja Mereka mau memanggil


Polisi sebuah Mobil Fortuner dengan


kecepatan tinggi menerobos masuk


dan mendadak mengerem. Untung bangunan di depan mengalingi sinar lampu Mobil. Sehingga ke lima orang


ini tidak Mereka lihat. Dy dan Yudha mengintip dari samping bangunan.


Dan menandai siapa saja yang datang. Cuaca gelap menguntungkan Dy dan Yudha.


Dy kaget karena yang turun dari mobil


adalah Mila jandanya Dilan, Vivi bekas istrinya Aby dan Ghama adalah Adik


Aby sewaktu di Rumah Tante Ida. Langsung ingatan Dy berkembang ke Kamar Hotel 282 di Uvassa Hotel.


Sosok yang di gambarkan oleh Waiter


" Apakah Kita langsung serang atau bermain-main dulu," tanya Dy kepada


Yudha, sekarang Dy tidak mau


berbisik lagi, takut bibirnya disosor


Yudha. Nanti Yudha beralasan kaget.


Sungguh tidak lucu.


"Kita serang saja,"  sahut Yudha.


Kemudian Mereka lari sambil


mengangkat Senjata.


"Angkat tangan," bentak Dy suaranya nyaring.


"Dyyy...," suara gama bergema. Mata Ghama melotot tidak percaya ketika


Dy Menodongkan pistol pada dirinya. Hampir hatinya lemah melihat wajah


Ghama yang Tirus dan pucat.


Ada rasa kasihan menyelimuti hati


Dy. Dulu Ghama sangat baik kepada


dirinya, Ghama menjadi berubah


karena situasi yang Dia hadapi saat


itu. Dy dan Yudha mengerti kalau


Ghama, Vivi dan Mila sedang On.


Mereka bertiga habis memakai


Narkoba.


"Maaf Gham, Kami dari XPostOne


terpaksa melakukan ini," kata Dy


menodongkan Pistol.


"Apa salah Aku," teriak Ghama.


"Cari Pengacara, nanti Kamu bisa membela diri di Pengadilan. Atau


Mungkin Kamu bisa memberi


keterangan kepada Kami dan Aku


akan berusaha meringankan


hukuman Kalian" kata Dy cepat.


"Masa bodo dengan Kamu Dy, Aku


tidak pernah bersimpati kepadamu


Kalian berdua adalah pasangan


yang cocok" sahut Vivi acuh.


"Aku tidak bersalah," hanya itu yang


keluar dari mulut Ghama.Yudha


cepat meringkus Mereka bertiga.


Dy memanggil satuan Polisi, tapi sebelumnya Dy bertanya untuk


apa Ghama berada disini.Suara


Ghama yang Cadel karena pengaruh Narkoba membuat Dy pintar-pintar mengartikan omongan Ghama.


Dy dan Yudha cepat kabur ketika


satuan Polisi dengan para Wartawan berdatangan. XPostOne dari dulu


bekerja sama dengan Polisi, jadi


apabila ada kejadian dari XPostOne


Polisi tidak membawa nama


XPostOne.


Yudha memesan Taxi untuk pulang,


tidak ada ke inginan untuk melanjut


kan investigasinya. Hari ini cukup


dulu, Dia akan mempelajari laporan


yang di kirim oleh Polisi tentang


pengakuan Rahayu sebelumnya.


"Kita akan langsung pulang," kata


Yudha dengan nafas memburu.


"Setidaknya Kita membeli minum


dulu, Aku sangat haus," sahut Dy


sambil mengelap mukanya dengan


tissue basah.


"Kita berjalan sedikit di depan ada


Mini Market," kata Yudha mengajak


Dy mencari tempat minum.


"Aku yang masuk, Kamu tunggu


Taxi diluar," kata Yudha masuk ke


Mini Market.


Sebuah Taxi telah mendatanginya,


Dy naik ke Mobil dan menyuruh


sopir menunggunya.


"Maaf Pak lama menunggu, antrian


panjang sekali," kata Yudha naik ke


Taxi.


"Tidak apa-apa Pak, Saya sudah


mau pulang, sudah malam," sahut


Pak Sopir menguap.


Malam semakin larut, Angin dingin


menyapu badan Dy dan Yudha.


Rasa lelah dan ngantuk membuat


Dy terus menguap di Mobil Taxi.


"Sampai di Hotel Aku langsung


tidur, tolong nanti beresin semua barangku," kata Dy menoleh


kepada Yudha.


"Kamu tidak makan lagi,"


"Tidak," sahut Dy pendek.


Akhirnya sampai juga Mereka di


depan Hotel, Yudha membayar


Taxi dan turun menggandeng Dy.


Sebelum masuk ke Kamar Hotel


Yudha memeriksa Kamar dengan


sensor manegtik. Keadaan Kamar


aman. Dy menaruh Tas ranselnya


dan membuka jaketnya.


******