
Bab. 73.
Usaha Zayn mengajak Dy makan tidak berhasil, keberadaan Dy menjadi PR bagi Zayn karena Dilan terlalu banyak menuntut dan mendiskriditkan Dy yang sekarang mulai tak berdaya.
" Nanti Kamu sakit kalau tidak makan,
Aku tidak bisa mengurusmu ". Kata
Zayn merendahkan volume suaranya.
Wajahnya tetap dingin tidak bersahabat.
Dy tidak menggubris, kepalanya terasa
berdenyut sakit. Dan hidungnya
mampet. Zayn serba salah bertindak antara kasihan dan mengikuti perintah Dilan.
" Kalau Kamu lapar makanannya Aku taruh di atas Meja. Aku ada di Kamar sebelah ". Kata Zayn memandang
Dy yg duduk di pinggir tempat tidur.
Jangankan menyahut menolehpun
Dy tidak sudi.
Akhirnya Zayn keluar dari Kamar
menuju Kamarnya. Seharusnya malam ini Zayn pergi, tapi
perasaannya ragu meninggalkan Dy yang kelihatan kurang sehat. Gosip tentang kecantikan Dy yang sering
dia dengar dari teman Agent ternyata benar. Pertama melihat Dy hati zayn tersentuh aroma asmara. Sifat acuh Dy dan ke kakuan yang solid membuat Zayn selalu memikirkannya.
Jiwa mudanya berontak!!.
Saat ini Zayn masih memegang teguh sifat dinginnya kepada Dy, tidak perlu
buru-buru mengenal kehidupan Dy.
Tanpa sadar Zayn mengambil GSM nya dan menggali lifstyl dari Dy dan ada nama Dilan sebagai boy friend. Ada perasaan kecewa memenuhi jiwanya.
Kenapa Dilan berbuat begini kepada
Dy, bukankah Dilan saat ini sudah menikah ??. Pikir Zayn.
Dilan terlalu overprotektif atas diri Dy
membuat masalah menjadi melebar.
Dan puncak dari "penyiksaan" ini adalah keterpurukan yang Dy alami.
Di kamar ukuran 3x4 yang berdebu
Dy terkapar demam tanpa sentuhan
seorang Dokter.
Pukul 01.45 waktu Libya. Zayn beranjak keluar dari Kamar.
Makanan yang di peruntukan untuk
Dy masih berada diatas meja.
Perasaannya tidak enak, dengan
pelan Zayn menuju Kamar Dy yang
Pintunya tidak terkunci.
Matanya langsung terbelalak melihat Dy terbaring dengan badan menggigil.
Tanpa berpikir panjang Zayn menggendong tubuh Dy ke Kamarnya.
dan membaringkannya di bed.
Zayn mengambil obat deman
di koper dan air mineral.
" Dy Kamu minum obat dulu ". Kata
Zayn berusaha membantu Dy minum
Obat.
Ada perasaan bersalah ketika
Zayn menatap wajah Dy yang merah
membara karena demamnya terlalu
tinggi. Zayn mulai sigap mengompres
dan membersihkan wajah Dy.
Suara GSM Zayn menyala.
Cepat Zayn mengarahkan sensor rekam nya ke tubuh Dy yang terbaring
lemah. Perasaan simpati nya kepada
Dilan berubah marah, setelah Dilan
memaksa Zayn memulangkan Dy ke Indonesia.
No Boss, sekarang Dy dalam keadaan
sakit. Aku tidak memanggilkan Dokter
keadaan tambah krodit, Bom baru meledak di sebuah Rumah sakit.
Zayn membalas pc dari Dilan.
Aku akan mengirim Agent wanita untuk menggantikan Dy, setelah agak
sehat Dy Kamu pulangkan, jangan
sampai Kamu mengajak Dy bertugas.
Pasang mini cctv di Kamarmu supaya
Aku bisa memantau Dy.
Ini Kamarku Boss, Aku tidak akan memasang cctv. Maaf Boss.
Setelah Dy sembuh Aku berusaha menyuruh Dy ke Bali.
Aku rasa Kamu bisa sedikit paksaan.
Oke..bravo!!.
Oke Boss.
Zayn menutup GSM nya dan kembali
mengompres kening Dy supaya panas
Aku mengerti kenapa Dilan sangat mengkhawatirkanmu, karena Kamu sangat mempesona.
Dan saat ini Akupun selalu ingin menatapmu, membelai rambutmu atau sekedar membersihkan telapak
Kakimu. Bhatin Zayn melawan kantuk.
Malam menjelang pagi, Dy mulai sadar
akan dirinya. Keringat membasahi tubuhnya, rasa haus menyerangnya.
Dy berusaha bangun, matanya melihat
Zayn yang tertidur pulas di Sofa panjang. Tenggorokannya terasa kering. Dy berusaha menahan batuknya supaya Zayn tidak terbangun, tapi Zayn spontan bangun
dan memegang kening Dy.
" Kamu mau kemana?, jangan bangun dulu nanti Kamu jatuh ". Kata Zayn memegang tangan Dy.
Dy menepiskan tangan zayn dan berusaha turun. Wajah Dy kaku tanpa trimakasih menatap Zayn.
" Aku tidak perlu bantuanmu ingat itu.
Jangan mencoba mencari muka dihadapanku ". Ucap Dy ketus.
Degg!!. Zayn baru sadar dirinya berhadapan dengan Anaknya
Beck yang super Kaku.
" Kamu jangan membantah, tidur lagilah.... Aku akan mengambil Kamu minum. Mulai saat ini Kamarmu ini". Saut Zayn menyodorkan sebotor air mineral.
Dy mengambil air mineral dengan kasar dan menghabiskannya. Kepalanya masih terasa pening dan hidungnya mampet.
" Aku akan cari Hotel dan menjalankan tugas, menjadi umpan gembing Mafia ". Sahut Dy ketus.
" Tugasmu di cabut sama Boss ". Kata Zayn memandang Dy.
" Aku tidak mau pulang ". Sahut Dy kesal. Suaranya mulai meninggi.
" Hemm...agak sulit pulang, disini masih komplik. Lebih baik Kamu disini
dulu, menunggu .... ". Kata Zayn berusaha mempertahankan keberadaan Dy.
" Ngapain Aku disini kalau tidak bertugas, lebih baik Aku di Hotel bersenang-senang".
" Untuk sementara saja, karena kemarin Hotel di Bom. Setelah suasana agak tenang Kamu boleh memilih Hotel yang
bagus ".
" Oke...Aku akan nurut ". Sahut Dy
kembali merebahkan tubuhnya yang
meriang. Walaupun Dy masih jutek Zayn merasa puas melihat Dy sudah mulai membaik, tinggal bagaimana caranya mengelabui Dilan.
" Kamu sarapan dulu, setelah itu minum obat ". Kata Zayn.
" Aku gak butuh perhatianmu, jangan sok baik deh ". Sahut Dy parau.
" Aku cuma menyuruh Kamu sembuh supaya bisa pindah ke Hotel. Aku mah gapapa kalau Kamu senang disini".
" Aku minum obat!! ". Sahut Dy loncat
dari tempat tidur. Badannya terhuyung mau jatuh. Zayn cepat menangkapnya. Mereka saling beradu pandang, cepat Dy melepaskan diri dari pelukan Zayn. Muka Mereka bersemu merah.
" Ngapain sih... Gak usah di pegang, alergi
Aku di pegang Kamu ".
" Orang spontan, siapa juga mau
memelukmu ". sahut Zayn keluar Kamar ".
" Asal Kamu tahu batasan, dari sekarang Aku bilang Aku anti laki-laki, apalagi laki itu dari
XPostOne ". kata Dy ingat dengan Dilan.
" Jangan.masalah pribadi di umbar, yang
tidak mengerti ikut kena getahnya. Masa
lalu biar menjadi kenangan, masa depan
terus menanti ". sahut Zayn di plomatis.
Dy duduk di Kursi kayu dengan lemas,
sementara Zayn membuka roti maryam dari gandum, olahan susu, spaghety, teh rasa mint dan kopi.
Zayn sengaja memesan kuliner lewat jasa online setiap pagi.
" Makan dulu setelah itu baru minum obat, disini semua makanan berbau Arab dan penduduknya 100% muslim. Para istri Mereka kebanyakan di Rumah dan pakaian Mereka tertutup. Jadi kalau Kamu keluar
sebaiknya berpakaian sopan supaya tidak
menjadi sorotan ". jelas Zayn mulai sarapan.
" Kapan Aku bisa pindah ke Hotel ?, Aku
sudah merasa sehat ".
" Setelah keadaannya aman, itupun kalau
Boss memberi ijin. Ku rasa sebaiknya untuk
sementara tinggalah disini dulu '.
" Kamu tidur dimana kalau Aku tetap disini,
Aku tidak mau ngerepotin Kamu ".
" Aku bisa tidur di Sofa panjang dan Kamu
di Bed ". sahut Zayn.
" Aku tidak mau sekamar dengan mu.
lebih baik Sofa di taruh di luar sini dan
Aku yang tidur di Sofa ". kata Dy.
" Disini tidak boleh sembarangan tidur,
segala sesuatunya sudah di atur dan ada
undang-undang nya. salah sedikit Kita
masuk penjara ". sahut Zayn bohong.
Mata Dy membulat merasa heran.
Zayn menahan senyum lalu masuk
kedalam Kamar.
*******